Setelah sampai di rumah Ki Bekel, di lihat oleh Raka Senggani para perampok itu telah berhasil dilumpuh kan.
" Bagaimana Ki, apakah ada yg terluka ?" tanya Raka Senggani.
" Dua orang, Ngger, sementara mereka berhasil kami lumpuhkan tidak sampai menimbulkan korban,!" jawab Ki Bekel.
" Kita masih menunggu kakang Lamiran dari rumah Seto wilomarto yg juga mereka rampok, dan menurut kabar kakang Lamiran berhasil memukul mundur mereka,!" jelas Ki Bekel.
" Dan angger sendiri bagaimana,?" tanya Ki Bekel kepada Raka Senggani.
" Lumayan ,Ki, yg ada di rumah Ki Rono sedangkan yg di rumah Jagabaya, tewas, Ki, dan Ki Jagabaya pun terluka pada lambung nya, kakang Witangsa terluka pada lengannya, beberapa pengawal tewas, lainnya terluka cukup parah,!" jelas Raka Senggani
" Tampak nya para perampok yg berada di rumah Ki Jagabaya itu adalah orang-orang yg berilmu cukup tinggi, Ki,!" ujar Raka Senggani.
" O, iya Ki, bagaimana dengan di rumah Juragan Tarya sendiri apakah sudah ada laporan,?" tanya Raka Senggani kepada Ki Bekel.
" Belum, Ngger, belum ada laporan dari Sura Birono bagaimana dengan keadaan di rumah Juragan Tarya itu,!" jawab Ki Bekel.
Tidak terlalu lama, nampak muncullah Ki Lamiran dan beberapa orang tua yg merupa kan teman-temannya, mereka umum nya bersenjatakan tombak dengan landean pendek, maklum mereka bekas seorang prajurit di masa kerajaan Majapahit.
Meskipun sudah tampak tua bahkan mendekati usia sepuh kelima orang itu masih tampak gagah.
" Bagaimana kakang Lamiran, ?" tanya Ki Bekel.
" Kami berhasil memukul mundur mereka, Ki Bekel dan ada dua orang yg tertangkap, sementara kami seorang terluka pada lengan nya,!" jelas Ki Lamiran.
Kemudian datang lagi rombongan dari kaum tua yg lain yg di pimpin seorang tua dan biasa di panggil si mbah, ya orang tua itu cukup ter kenal di Kenanga sebagai ahli pijat dan bernama Mukri, di desa kenanga di kenal sebagai si mbah Mukri.
" Bagaimana dengan mu, Kri,?" tanya Ki Lamiran setelah melihat teman nya itu.
" Baik, Ran, tubuhku rasanya penat semua, ternyata melawan mereka cukup sulit juga, terlalu ulet,!" jawab si mbah Mukri sambil memijiti tangan nya.
" Maklum sekarangkan yg sering kau genggam dan kau pegang tubuh orang bukan landean tombak lagi,!" kelakar Ki Lamiran sambil ter tawa
" Ha, ha, ha, kau benar, sudah puluhan tahun tangan ini tidak pernah lagi menggenggam senjata,!" jawab si mbah Mukri sambil tertawa.
Kemudian datang lagi teman Raka Senggani yg sebelumnya berada di rumah Ki Jagabaya itu. Mereka turut menggabungkan diri dengan orang -orang yg ada di rumah Ki Bekel itu.
Sementara keadaan di rumah Juragan Tarya, sedang asyik -asyiknya melihat pagelaran wayang yg di dalangi oleh Ki Renggo Sudiro itu dengan lakon Adipati Karno Gugur, tiba-tiba suasana berubah ketika terdengar teriakan dari arah pintu gerbang Juragan Tarya itu,
" Segera serahkan perhiasan dan uang kalian, dan jangan coba-coba untuk melarikan diri,aku Singo Ireng dari alas mentaok siapa berani maju silahkan!" terdengar suara Singo Ireng menggelegar laksana petir.
Singo Ireng dan Singo Lorok yg sedari siang telah berada di dalam berkat Ki Bawuk telah lama berada di dalam rumah Juragan Tarya itu.
Suara dari Singo Ireng itu membuat banyak pengunjung yg terjatuh, ternyata suara teriakan itu di lambari ajian gelap ngampar.
Suasana tiba -tiba berubah hening dan mencekam, suara gending dari gamelan dan para sinden tidak terdengar lagi.
" Sekali lagi aku perintahkan untuk menyerah kan semua barang berharga yg ada pada kalian, kalau tidak,....!" kembali terdengar suara lantang dari Singo Ireng sambil memalangkan goloknya di leher, seolah untuk memotong.
Mendengar ada seseorang yg mengancam di tempatnya, Juragan Tarya bangkit dari duduknya dan segera menuju ke depan untuk melihat kejadian,
" Hehh, siapa kau berani berbuat ulah di rumah Ku, nampak nya kau belum kenal denganku,!" teriak Juragan Tarya dengan marah.
" Ha, ha, ha, siapa yg tidak kenal dengan juragan Tarya orang paling kaya di desa Kenanga ini, oleh sebab itulah aku kemari hanya sekedar meminta sebagian kecil hartamu yg banyak itu, dan kau jangan coba-coba untuk melawan karena jumlah kami banyak,!" demikianlah ucapan dari Singo Ireng.
Setelah selesai ucapan dari kepala rampok asal alas mentaok itu maka bermunculanlah para anak buah nya, satu persatu mereka mengelilingi tempat itu hingga berjumlah hampir lima puluh orang dengan tampang yg sangar dan keras.
Melihat keadaan itu, Juragan Tarya pun tampak mulai ketakutan karena jumlah pengawalnya hanya dua puluh orang saja itu pun termasuk dengan Ki Bawuk.
" Sebaik nya segera kumpulkan barang-barang perhiasan kalian, termasuk kau Juragan Tarya,!" kata Singo Ireng sambil mengacungkan Golok nya kepada Juragan Tarya yg masih berdiri di dalam tarub.
Juragan Tarya segera bersuit nyaring , muncullah para pengawalnya, yg di pimpin oleh Ki Bawuk dan Ki Wironggo.
" Kau Ki Bawuk dan Wironggo segera urus mereka,!" ucap Juragan Tarya kepada kedua orang itu.
" Beres Gan, !" jawab keduanya.
Sejenak kedua orang itu maju mendekati Singo Ireng dan Singo Lorok yg ada dekat gerbang itu.
Ketika berjalan berkatalah Ki Bawuk kepada Wironggo,
" Apakah Ki wiro mau bekerja sama,?" tanya Ki Bawuk.
" Maksud nya,?" tanya Wironggo tidak mengerti.
" Kami adalah bagian dari Singo Ireng dan Singo Lorok yg tengah merampok rumah ini,!" kata Ki Bawuk terus terang.
" Apaaaaa,!" teriak Wironggo tidak percaya.
Teriakannya itu sampai mengagetkan Juragan Tarya,
" Ada apa, Ki Wiro,?" tanyanya kepada Ki Wironggo.
" Ini gan, ternyata Ki Bawuk bagian dari perampok itu,!" terus terang Ki Wironggo menjawab.
" ******* kau Ki Wiro, terima ini, hiyyah,!" teriak Ki Bawuk yg kesal dengan Wironggo itu, karena sebenarnya ia masih berkeinginan mengajak kerja sama dengannya.
" Apaaa, jadi kau merupakan bagian dari rampok itu Ki Bawuk,?" tanya Juragan Tarya tidak percaya.
Ki Bawuk diam saja ia terus menyerang Wironggo dengan ganasnya, dan pertarungan pun terjadi.
Wironggo dan anggota nya berjumlah sepuluh orang segera bertahan dari serangan Ki Bawuk dan teman -teman nya itu.
Juragan Tarya pun jadi gusar, ia mendekati besannya Demang Muncar dan ber kata,
" Bagaimana ini kakang Demang, berapa jumlah pengawalmu, apakah kita harus berdiam diri saja,!" kata Juragan Tarya dengan nada sedih.
Karena sebenarnya ia merasa tersakiti oleh pengkhianatan dari Ki Bawuk itu yg sudah cukup lama bekerja dengan nya.
Barulah ia teringat atas ucapan dari Ki Lamiran beberapa waktu lalu, sayang nasi sudah menjadi bubur, Hajatannya kali ini akan bermandikan darah.
" Tenang lah adi Tarya, masih banyak jalan keluar yg bisa di tempuh !"jawab Ki Demang Muncar.
" Maksud kakang Demang bagaimana,?" tanya Juragan Tarya tidak mengerti.
" Biar kakang yg akan berbicara dengan Singo Ireng itu, apa sebenarnya yg di kehendaki nya, jika kita sanggup lebih baik kita penuhi daripada harus melawannya, karena menghadapi bekas pengawalmu saja, tampaknya Ki Wironggo tidak sanggup,!" ucap Demang tambun itu.
Lantas Demang Muncar itu berjalan mendekati Singo Ireng dan Singo Lorok yg masih tegak berdiri dengan berkacak pinggang.
Dengan di kawal oleh dua orang pengawal kademangan Muncar, Demang itu mendekati Singo Ireng dan Singo Lorok.
" Sebenar nya berapa kebutuhan dari saudara Singo Ireng ini,?" tanya Ki Demang Muncar tanpa tedeng aling-aling.
" Seluruh harta, baik perhiasan maupun uang yg ada di tempat ini termasuk milik Juragan Tarya, di tambah sepuluh ekor sapi, dua puluh ekor kuda,!" jelas Singo Ireng.
" Apa itu tidak terlalu banyak Ki Singo,?" tanya Ki Demang pelan.
" Maksud mu apa, Ki Demang, jangan buat amarah ku meledak,!" jawab Singo Ireng sambil mengacungkan goloknya.
" Maksud ku, permintaan Ki Singo itu terlalu banyak, kalau hanya uang dan perhiasan dari adi Tarya mungkin kami akan sanggup memberinya,!" ucap Ki Demang dengan pelan.
" Tidak bisa, itu tidak bisa di tawar lagi, serahkan atau nyawa kalian melayang,!" teriak Singo Ireng lagi.
" Bbb baik, kami penuhi permintaan itu Ki Singo,!" ucap Ki Demang Muncar tergagap.
Namun Singo Ireng berkata lagi,
" Masih ada yg tertinggal Ki Demang, adik ku ini menginginkan putri Juragan Tarya, menantumu itu, ha, ha ,ha,!" kata Singo Ireng sambil tertawa.
" Itu tidak mungkin, apa pun yg terjadi, takkan Kuserahkan menantuku kepada manusia laknat spertimu,!" teriak Ki Demang seraya mengeluarkan pedang nya.
Hati Demang Muncar itu tersinggung atas ucapan dari Singo Ireng tadi.
" Kau mau melawan Ki Demang, percuma, Lorok segera habisi Demang yg tidak tahu diri ini,!" perintah Singo ireng kepada Singo Lorok.
Sementara itu , Wironggo pengawal yg masih setia kepada Juragan Tarya itu terlihat terdesak oleh Ki Bawuk, beberapa kali golok Ki bawuk hampir berhasil mengenainya.
Di sisi lain para pengawal kademangan Muncar pun segera turun untuk membantu Demangnya itu.
Segeralah terjadi pertarungan di rumah Juragan Tarya itu.
Sedang kan Sura Birono yg merupakan pengawal desa Kenanga melihat keadaan telah terjadi pertarungan, ia dan pengawal yg lain segera ikut menerjunkan diri dalam pertarungan itu.
Namun karena jumlah para perampok itu cukup banyak dan memiliki kemampuan cukup tinggi sebentar saja mereka terdesak,
" Aaakkhh,!" terdengar teriakan dari Wironggo yg perutnya tertembus golok Ki bawuk.
Pengawal Juragan Tarya itu ambruk di tanah, mati.
Sementara Ki Demang pun terlihat terdesak, karena lawannya kali ini adalah Singo Lorok , begal asal gunung tidar, meskipun beberapa kali pedang dari Ki Demang Muncar itu berhasil menyentuh tubuh Singo Lorok namun tak satupun yg berhasil melukainya.
" Ayo, Ki Demang, mana kemampuan, Ku lihat para pengawalmu telah mulai berjatuhan, hanya segini sajakah kemampuan dari Demang Muncar,?" ejek Singo Lorok.
" Kau jangan berbangga hati dulu, Singo Edan, terima ini,!" ucap Ki Demang Muncar.
Demang tambun itu mengeluarkan jurus pedang andalannya Muncar sewu,
Gerakan pedang dari Ki Demang itu sangat cepat seperti kitiran.
Singo lorok sampai beberapa kali harus melompat menjauh menghindari serangan itu.
Akan tetapi ketika Ki Demang melihat ke arah para pengawalnya, hanya tersisa lima orang saja.
" Aduhh, gawat, bagaimana ini, sementara mereka tidak satupun yg berhasil dijatuhkan,!" ucap Ki Demang dalam hati.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 360 Episodes
Comments
Carles Wijayanto
up lg...ramekan...biar cersil lokal populer
2023-02-26
5
Jhonny Afrizon
agak aneh,author kurang hebat dlm mengatur strategi,justru di tempat pusat tujuan perampok malah lemah penjagaannya
2023-01-12
3
🗣🇮🇩Joe Handoyo🦅
wes pancen angel wes... Sura Birono disuruh melapor malah ikut bertempur 😇
2022-07-18
2