Raka Senggani segera menuju rumah Ki Jagabaya. Di sana ia bertemu langsung dengan Ki Jagabaya.
" Hehh, apa kabar nya Angger Senggani, bagaimana hasil perjalanan nya ke kotaraja Demak, Ngger,?" tanya Ki Jagabaya kepada Raka Senggani.
" Baik Ki, hasil perjalanan Senggani ke Demak nampak nya kurang menggembira kan , Ki, karena Demak tidak ber sedia mengirim kan prajurit nya untuk datang kemari, langkah apa sebaik nya yg harus kita lakukan mengingat dalam dua pekan ke depan hajatan itu di lakasana kan,?" tanya Raka Senggani.
" Memang sulit Ngger, karena menurut beberapa orang yg telah melihat kegiatan di daerah hutan ter sebut, nampak nya mereka semakin banyak, Ngger,!" seru Ki Jagabaya.
" Demikian pula telah di ucap kan oleh Ki Lamiran, oleh sebab itu hari ini Ki Lamiran Senggani pinta untuk mendatangi para bekas prajurit Majapahit yg berada di desa ini untuk ikut ambil bagian dalam menjaga dan mempertahan kan keamanan desa Kenanga dari rongrongan para perampok itu,!" jelas Raka Senggani.
" Suatu pemikiran yg cemerlang, Ngger, sebenar nya Aku pun punya pemikiran untuk meminta bantuan dari padepokan Lereng merapi atau pun lereng Lawu agar mau mengirim kan murid -murid nya membantu kemari,!" ujar Ki Jagabaya.
" Sudah di lakukan, Ki,?" tanya Raka Senggani.
" Belum, karena masih menunggu kabar dari angger Senggani yg telah pergi Demak," jawab Ki Jagabaya itu.
" Sebaik nya di lakukan, meski pun kita masih ber harap bantuan itu datang dari Pajang karena perwira di Demak telah menghubungi Pajang dalam kepanjangan tangan Demak untuk membantu kita di sini, mudah mudahan itu ter jadi akan tetapi karena kejelasan itu belum ada sebaik nya kita berusaha sendiri, Ki,!" ungkap Raka Senggani.
" Baik lah kalau begitu, biar nanti, Sura Birono yg akan aki kirim menghubungi padepokan itu, dan yg lebih dekat sebaik nya padepokan Lereng merapi lebih dahulu di hubungi,!" kata Ki Jagabaya.
" Benar, Ki, karena padepokan Lereng merapi lebih dekat sebaik nya itu dahulu yg di hubungi, karena waktu kita telah mepet,!" kata Raka Senggani.
" Bagus, Ki , dan di dalam Desa Kenanga sendiri bagaimana, apakah bisa di tambah lagi para pengawal desa ini dari para pemuda,?" tanya Raka Senggani.
' Sebenar nya dapat Ngger, tetapi apa tidak ter lalu ber bahaya jika kita memaksa kan mereka untuk ber tempur dengan para perampok yg cukup ter kenal dan ber pengalaman itu!" ungkap Ki Jagabaya.
" Akan tetapi kita tidak bisa membiar kan mereka memenggal batang leher kita dengan se enak nya saja , Ki, setidak nya kita lebih baik mati melawan daripada kita juga mati tanpa melawan,!" kata Raka Senggani.
Jagabaya desa Kenanga itu tampak memikir kan ucapan dari Raka Senggani itu. Ia masih berusaha mencari jalan keluar ter baik tanpa harus mengorban kan banyak dari warga desa Kenanga.
Jika ia tidak dapat mencarj jalan keluar yg tepat tentu seluruh wsrga desa Kenanga bisa jadi korban.
Namun bencana telah di depan mata, secepat nya ia memutar otak untuk mencari jalan nya.
" Atau begini saja , Ngger, kita cari beberapa orang yg mampu dalam ilmu silat dan dapat di andal kan , kita upah dan kita bayar,!" kata Ki Jagabaya.
" Tetapi dalam waktu yg dekat ini tentu sangat sulit, Ki, di tambah lagi tentu para rampok itu segera mengetahui nya, bisa jadi mereka mempercepat pelaksanaan nya,!" jelas Raka Senggani.
" Kalau menurut Senggani, jika kita berusaha sendiri dengan di tambah doa, semoga usaha kita ber hasil tentu yg Maha kuasa akan membantu kita, Ki,!'' jelas Raka Senggani.
" Baik lah , Ngger, kita bicara kan ini dengan Ki Bekel, mari Ngger, " ajak Ki Jagabaya.
Kedua orang itu pun segera ke rumah Bekel desa Kenanga, memang rumah dari Bekel Kenanga itu tidak ter lalu jauh dari rumah Ki Jagabaya.
Sementara itu di dalam hutan di utara desa kenanga itu tengah mengada kan per temuan antara beberaoa orang yg menjadi pimpinan dari kawanan rampok asal Gunung Tidar itu.
" Lorok, berapa rumah nanti nya yg akan kita satroni, selain rumah Juragan Tarya itu,?" tanya Singo Ireng.
" Sepuluh rumah, kakang Ireng, selain dari. rumah Juragan Tarya itu,!" jawab Singo Lorok.
" Dan bagaimana dengan bagian kami,?' tanya Singo Ireng lagi.
" Di tanggung beres Kang, bagian dari Kakang Ireng, sama dengan bagian kami,!" ucap Singo Lorok.
" Jadi bagi dua Lorok, ?" tanya Singo Ireng.
Singo Lorok kemudian mengangguk tanda mengiyakan.
" Tidak bisa Lorok, bagian kami harus lebih banyak!" bentak Singo Ireng.
" Baik lah kakang Ireng, asal putri Juragan Tarya itu jangan kakang Ireng ambil,!" ucap Singo Lorok.
" Aku tidak masalah dengan perempuan, asal kan pembagian hasil rampokan kami yg lebih banyak,!" jelas Singo Ireng.
" Satu lagi pinta ku Kakang Ireng, kakang lah yg membunuh Juragan Tarya dan anak Demang Muncar itu, !'' kata Singo Lorok.
" Kau tidak usah khawatir Lorok sepuluh orang macam Juragan Tarya dan anak Demang Muncar serah kan kepada ku, Singo Ireng,!'' ucap Singo Ireng.
" Kalau begitu kita sepakat kakang, kakang Singo Ireng berhak mendapat kan bagian yg lebih banyak asal tidak menjamah putri Juragan Tarya itu, juga tugas kakang Singo Ireng atas Nasib Juragan Tarya dan calon mantu nya itu,!'' kata Singo Lorok.
Akhir nya kawanan rampok itu sepakat dengan bagian yg lebih banyak untuk kelompok dari Alas Mentaok pimpinan Singo Ireng.
Di rumah Juragan Tarya sendiri pun tengah mempersiap kan acara Hajatan nya, Juragan Tarya kemudian memanggil seluruh pengawal rumah nya itu agar dapat memberi kan penjelasan apa saja yg harus mereka lakukan.
" Ki Bawuk dan Ki Kaliran, kalian berdua Aku putus kan sebagai pemimpin kepala pengamanan dalam hajatan kali ini.!'' kata Juragan Tarya.
" Baik Gan, kami siap menjalan kan nya,!" jawab kedua orang itu.
" Tugas kalian menjaga tamu ku yg datang dari kademangan Muncar, jangan sampai mereka kurang suatu apa pun " seru Juragan Tarya lagi.
" Siap Gan, kami akan menjaga keselamatan tamu dari Muncar itu,!" jawab Ki Bawuk.
" Dan mulai hari ini kalian semua tidak boleh lagi keluar dari desa Kenanga ini, karena keamanan di sini kalian yg ber tanggung jawab, aku tidak ingin ada sesuatu hal yg akan mengganggu jalan nya Hajatan ku kali ini, karena anak ku cuma semata wayang, ini adalah Hajatan yg pertama sekaligus yg terakhir, jadi Aku ingin semua ber jalan lancar dan sempurna,!" kata Juragan Tarya lagi.
" Dan untuk segala hal mengenai penyelenggaraan hajatan kali ini Ku serahkan kepada Kakang nDemo,!" ujar Juragan Tarya lagi.
' Baik Gan,!" ucap lelaki tua yg ber nama Demo itu.
" Dan satu lagi, hasil panen kali kalian tempat kan di lumbung belakang, jika tempat itu penuh, Ku perintah kan kepada kakang Tarsa untuk membangun lumbung lagi,!" jelas Juragan Tarya.
" Memang sebaik nya segera di bangun, adi Tarya, karena sudah jelas panen kali ini cukup melimpah dan tidak akan ter tampung lumbung yg ada,!" jawab Tarsa yg merupakan kakak kandung Juragan Tarya.
" Ter serah kakang, yg penting segera tempat kan hasil panen kali ini di tempat yg aman,!" jawab Juragan Tarya.
" Baik, kakang akan perintah Ki seno untuk segera membangun lumbung lagi,!" kata Tarsa.
Mulai saat itu kesibukan meningkat di rumah Juragan Tarya itu. Di rumah yg paling mewah di desa Kenanga itu terlihat orang hilir mudik untuk membantu sang Juragan yg akan mengada kan hajatan itu.
Sementara Ki Bawuk dan Ki Kaliran yg merupakan orang dari Singo Lorok sedang membicara kan sesuatu di belakang rumah Juragan Tarya.
Di tempat yg merupa kan pos penjagaan berada di belakang rumah mewah itu mereka ter libat pembicaraan serius.
" Bagaimana Kaliran, kita akan kesulitan untuk menyampai kan pesan kepada kakang Singo Lorok, karena kita di larang untuk keluar dari sini,!" ucap Ki Bawuk.
" Sebaik nya salah seorang anggota kita kirim untuk menyampai kan pesan kepada Ki Lurah di dalam hutan sana,!" jawab Ki Kaliran.
" Dan bagaimana dengan kelompok Wironggo itu , apakah mereka bisa di ajak kerjasama,?" tanya Ki Bawuk lagi.
" Kalau mereka tidak mau kerjasama dengan kita, kita habisi saja sekalian, Kakang Bawuk,!" jawab Ki Kaliran.
" Apakah mereka itu tidak patut di waspadai,?" tanya Ki Bawuk lagi.
" Apa nya yg patut di waspadai,. maksud kakang mengenai kemampuan nya,?" tanya Ki Kaliran yg tidak mengerti dengan per tanyaan dari Ki Bawuk itu.
" Benar, Kaliran, meskipun kita telah hampir dua tahun berasama mereka akan tetapi kita belum tahu tentang kemampuan mereka, karena jumlah mereka seimbang dengan kita, jika kita tidak mampu mengatasi atau mereka tidak mau bekerja sama dengan kita, Wironggo dan para anggota nya tentu akan jadi batu sandungan kita untuk menguasai Rumah Juragan Tarya ini,!" jelas Ki Bawuk lagi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 360 Episodes
Comments
Carles Wijayanto
up
2023-02-26
4
Wak Jon
Lanjut...
2022-10-16
2
Tirta Kamandanu
lanjuuuuuut....
2022-07-16
2