Segera Sura Birono melompat ke tepi parit sawah dan mencelup kan tangan nya yg bengkak seperti terbakar itu.
" weeeeesssshhh ,!" suara tangan nya, seperti bara ter siram air.
" Aaaaaaakkkkkhhhh,!" teriak Sura Birono.
Pemuda itu mengangkat tangan nya tinggi -tinggi dan mengayun -ayun kan sperti sedang mendingin kan.
" ******* kau Senggani, tunggu pembalasan ku,!'' teriak nya .
Sambil melompat ke atas tanggul sawah Sura Birono seperti nya ingin memukul Raka Senggani lagi, akan tetapi setelah berada di tepi jalan itu ia tidak menemu kan orang yg sedang di cari nya itu.
" Kemana dia, mengapa kalian biar kan ia melari kan diri,!" teriak nya kepada kedua teman nya itu.
" Hehh, kami tadi ikut melihat mu turun ke sawah,!" jawab salah seorang teman nya yg ber nama Wijing.
" Mengapa kalian mengikuti ku bukan malah menangkap nya,!" seru Sura Birono geram.
Kedua teman dari Sura Birono itu ter diam, mereka memang tidak memeper hati kan Raka Senggani dan hanya ter tuju pada Sura Birono yg ter lihat sedang kesakitan.
Sementara Raka Senggani telah jauh dari tempat itu, ia ber niat ke pategalan untuk mencabut beberapa singkong dan ubi yg akan di bawa pulang.
Setelah sampai di pategalan kembali Raka Senggani melihat ada beberapa orang yg tengah masuk ke dalam hutan itu, dengan cepat ia mengikuti orang -orang tersebut.
" Kang Singo Ireng, apakah di alas Mentaok keadaan nya masih aman,?" tanya Singo Lorok.
Rupa nya Kawanan begal dari Gunung Tidar itu kedatangan tamu dari alas Mentaok yg merupa kan kakak sperguruan nya.
" Baik masih baik dan aman, akan tetapi banyak yg ingin ber kuasa di sana, Lorok,!" jawab Singo Ireng.
" Apakah mereka seperti kita juga para kawanan rampok,?" tanya Singo Lorok yg terus ber jalan masuk ke dalam hutan itu.
" Yahh, mereka seperti kita juga , kawanan rampok yg ingin menguasa Alas mentaok itu, karena daerah itu cukup lumayan menguntung kan sehingga mereka ber lomba -lomba ingin jadi penguasa di sana,!" jelas Singo Ireng.
" Apakah Kakang Ireng bisa mengatasi nya,?" tanya Singo Lorok.
" Berkat bantuan Guru, kakang bisa mengatasi salah seorang pemimpin rampok yg sangat sakti dari Blambangan yg ingin membuat sarang di mentaok,!" jelas Singo Ireng.
" Guru sampai turun tangan langsung menghadapi nya,?" tanya Singo Lorok heran.
Karena jarang sekali guru nya itu mau turut campur urusan murid nya jika keadaan tidak ter paksa. Tetapi mendengar penuturan dari kakak seperguruan nya itu , guru nya terpaksa turun gunung berarti lawan yg di hadapi cukup berat.
" Benar Lorok, guru ter paksa Ku panggil karena yg di hadapi adalah kawanan Macan Baleman dari Blambangan yg ter kenal sakti dan memilki ilmu kebal, kami sangat ter desak jika guru tidak segera turun membantu, itu pun pemimpin nya berhasil melari kan diri,!" jelas Singo Ireng.
" Berarti ia cukup sakti, guru pun tidak mampu membunuh nya,!" seru Singo Lorok.
" Benar Lorok, meskipun ia ter luka parah, tetapi ia tetap ber hasil melari kan diri,!" kata Singo Ireng.
" Kakang, mengapa guru datang ke mentaok, ?" tanya Singo Lorok.
" Seperti nya Guru sedang mencari sebuah pusaka yg telah lama hilang tetapi sangat ampuh untuk menunduk kan para jenis lelembut dan para jin!" kata Singo Lorok lagi.
" Sebuah pusaka,?" tanya Singo Lorok.
" Ya sebuah pusaka yg ber ujud sebuah tombak yg ber nama, Kyai Sepanjang,,!" jawab Singo Ireng.
" Pusaka tombak ber nama Kyai Sepanjang bukan kah itu milik seorang sakti yg sudah lama tiada,?" tanya Singo Lorok.
" Benar Lorok, ada yg menyebut kan benda itu berada di Pengging ada yg menyebut kan di Gunung Tidar bahkan ada yg menyebut kan berada di Blambangan, oleh sebab itu lah guru turun gunung untuk mencari benda itu,!" jelas Singo Ireng.
" Kyai Sepanjang, bukan kah itu pusaka milik Guru, untuk apa guru dari kedua begal itu mencari nya,!" pikir Raka Senggani dalam hati.
Ia terus mengikuti kedua nya hingga mereka turun ke bawah jurang.
Setelah kedua orang itu menuruni jurang yg cukup terjal itu, Raka Senggani tidak ikut turun dan kembali ke pategalan.
Ia kemudian mencabut beberapa pohon singkong dan mencabut beberapa ub,i setelah dirasa cukup ia pun segera melangkah kan kaki nya untuk kembali pulang.
Ia berusaha cepat sampai ke rumah Ki Lamiran.
Se sampai nya di rumah Ki Lamiran, Raka Senggani tidak melihat orang tua itu, segera saja Raka Senggani ke dapur dan membersih kan singkong dan ubi yg telah di ambil nya dari Pategalan itu.
Selanjut nya pemuda itu memasak singkong dan ubi dengan air gula kelapa,.
Ketika singkong dan ubi itu telah matang, datang lah Ki Lamiran.
" Hehh, memang lagi rezeki, sedang lapar -lapar nya telah ter saji makanan yg cukup menggiur kan,!" ucap Ki Lamiran sambil menciumi aroma dari makanan itu.
" Silah kan, silah kan, Ki, memang tadi Senggani sengaja singgah ke pategalan untuk mengambil singkong dan ubi itu,!" kata Raka Senggani.
" Essshh, bagaimana Ngger, per temuan mu dengan Ki Jagabaya itu,?' tanya Ki Lamiran sambil memakan singkong rebus dengan gula kelapa yg masih cukup panas itu.
" Ah biasa saja, Ki, Jagabaya hanya membicara kan tentang keadaan paman yg sedang sakit -sakitan itu,!" jawab Raka Senggani.
" Ooo, aki pikir, angger Senggani di suruh melamar Sari Kemuning anak Ki Jagabaya itu,!" kata Ki Lamiran sambil terus menghabis kan sepotong singkong rebus itu.
Raka Senggani ter senyum mendengar ucapan dari Ki Lamiran itu.
" Ki Lamiran pernah dengar dengan pusaka kyai Sepanjang,?" tanya Raka Senggani kepada Ki Lamiran.
" Hehh bukan kah itu pusaka dari leluhur Kangjeng Adipati Pengging,!" kata Ki Lamiran lagi.
" Kira-kira dimana pusaka itu berada,?" tanya Raka Senggani lagi.
" Kalau masalah tempat nya , aki tidak tahu Ngger, dan untuk apa kegunaan nya, tidak tahu,!" kata Ki Lamiran.
" Mengapa angger tanya kan masalah itu ?" tanya Ki Lamiran.
" Karena ada orang -orang yg tidak baik dan tidak ber tanggung jawab sedang mengincar pusaka itu,!" jelas Raka Senggani.
" Dan orang -orang itu sedang ber keliaran di daerah Kenanga ini,!" kata Raka Senggani.
" Kawanan rampok yg ada di hutan , di ujung desa ini,?" tanya Ki Lamiran
Sambil mengangguk Raka Senggani berucap,
" Ya, tetapi bukan mereka yg sedang melacak keberadaan pusaka itu melain kan gurunya, Ki,!"
Lama kedua nya ter diam , masing-masing larut dengan lamunan nya sendiri -sendiri.
Raka Senggani merasa ter panggil untuk menyelamat kan pusaka guru nya itu, karena setahu nya pusaka itu masih berada di Alas Purwo yg ada di daerah Blambangan. Tetapi mengapa benda itu berada di sekitar sini, atau kah memang ada tiruan nya untuk menyamar kan benda pusaka tersebut.
Malam itu, Raka Senggani sulit untuk memejam kan mata nya, ia kemudian keluar dari rumah Ki Lamiran dan terus menuju ke dalam hutan yg berisi dengan para kawanan rampok itu.
Ia mengetrap kan ilmu penyerap bunyi untuk menghindari dua orang tokoh rampok yg seperti nya memiliki ilmu yg lumayan tinggi.
Setiba di gubuk milik dari Singo Lorok, Raka Senggani segera mengetrap aji pangrungu nya untuk men dengar pembicaraan kedua orang itu.
" Kakang Singo Ireng, sperti nya desa ini cukup menjanji kan,!" ucap Singo Lorok.
" Dalam hal apa Lorok, apakah karena desa ini cukup aman sebagai tempat umtuk ber sembunyi,?" tanya Singo Ireng.
" Bukan itu kakang, tetapi desa ini memang cukup memiliki kekayaan, dalam dua hal, yg pertama ,penduduk di sini ter masuk banyak memiliki harta, yg kedua anak gadis nya pun ayu -ayu apalagi putri Juragan yg paling kaya di desa kenanga ini, bagai kan bidadari, Kang, betah lama -lama untuk hanya sekedar memandangi wajah nya saja,!" jelas Singo Lorok.
" Ahhh, Kau Lorok, tunggui di beri bedak pun pasti cantik di depan mata mu ,!" tukas Singo Ireng.
" Kakang jangan begitu, karena kakang Singo belum pernah melihat perempuan itu langsung, jika sudah tentu kakang tidak akan ber kata demikian,!" kata Singo Lorok lagi.
" Sebenar nya apa tugas ku, sehingga engkau harus memanggil ku datang kemari,?" tanya Singo Ireng lagi.
" Kakang Singo Ireng, kurang dari satu purnama lagi , hajatan juragan Tarya itu akan di gelar , aku ber harap kakang dapat membantu ku di sini untuk menghabisi seluruh harta kekayaan yg ada di desa ini, jadi kami sangat ber harap atas bantuan kakang Singo Ireng untuk ikut menjarah desa ini, !" jelas Singo Lorok.
Singo Ireng tampak memegangi jambang nya yg lumayan lebat dan tebal itu , ia juga menggut -manggut.
" Karena saat ini pun, para prajurit ndemak sedang ter pusat perhatian nya pada pasukan asing yg ada di Sunda Kelapa, jadi rasa nya tidak ada penghalang untuk kita ber buat se suka hati di sini,tanpa harus ber hadapan dengan para prajurit ndemak,!" jelas Singo Lorok lagi.
" Usulan mu itu masih harus kami pertimbang kan untung rugi nya, karena jarak lumayan jauh dari Mentaok, jika hasil yg di dapat tidak seberapa, lebih baik kami berada di Mentaok saja,!" kata Singo Ireng.
" Kakang tidak usah khawatir, pasti hasil yg di dapat tidak akan mengecewa kan, yg jelas kita tidak akan kesulitan untuk menunduk kan desa ini,!" kata Singo Lorok lagi.
" Baik lah Lorok jika diri mu memang meyakini akan mendapat kan hasil yg lumayan tentu kakang akan senang hati membantu mu,!" jelas Singo Ireng.
" Begitu baru mantap , dengan kehadiran kakang Singo Ireng kekuatan kita tentu tidak akan ada yg mampu melawan nya,!" kata Singo Lorok.
Cukup lama pemimpin begal itu ber bincang hingga tanpa terasa pagi pun telah men jelang.
Buru - buru Raka Senggani keluar dari tempat itu dan kmbali ke tempat Ki Lamiran lagi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 360 Episodes
Comments
Izhar Assakar
kata2"jelas singo ireng" itu kurang tepat,,"singo ireng menjelaskan,,,munkin lebih enak di baca dn di nalar,,itu menurut ku sih,,
2023-12-02
5
Dani Mardani
gassss polllll
2023-08-10
2
Eko Subagyo
tetap semangat Thor update nya 👍❤️💪
2022-07-11
2