" Kakaaaaang, !" teriak Sari Kemuning melihat Japra Witangsa terjatuh.
" Witangsaaa,!" teriak Ki Jagabaya kepada putra nya itu.
" Witangsa tidak apa -apa, Romo, jangan khawatirkan keadaanku,!" ucap Japra Witangsa kepada ayahnya itu.
" Tanganmu terluka, segeralah naik ke pendopo dan obati lukamu,!" kata Ki Jagabaya kepada anaknya itu.
" .Sudah Kukatakan, sebaiknya engkau menyerah saja Jagabaya, he, he,he,!" kata pemimpin perampok itu.
" Mungkin saat ini tangannya yg terluka tapi lain kali, lehernya akan putus,!" ucapnya lagi.
" Sampai mati pun kami tidak akan pernah menyerah," jawab Ki Jagabaya.
" Hahh, apakah engkau tidak sayang dengan leher jenjang putrimu jika harus tertebas golok ku,!" ucap perampok yg berjuluk si Golok maut itu.
" Tutup mulutmu, begal curut, kalian hanya berani kepada rakyat kecil yang tidak berdaya,!" bentak Ki Jagabaya lagi.
" Ayo segera habisi penghuni rumah ini kecuali satu , gadis cantik itu jangan sampai kalian buat lecet sedikitpun kulitnya,!" teriak si Goloknya dari alas mentaok itu.
" Baik Kakang,!" teriak para anak buah nya.
Kembali ke empat rampok asal mentaok itu menyerang dengan ganas Ki Jagabaya dan beberapa pengawal desa Kenanga itu.
Kembali terlihatlah Ki Jagabaya itu terdesak oleh Si golok maut, karena walaupun Ki Jagabaya memiliki ilmu silat yg lumayan namun menghadapi si Golok maut itu ia masih di bawah dari rampok asal alas mentaok.
" Ha, ha, ha, keluarkan seluruh kemampuan mu Jagabaya, sampai ****** pun kau takkan sanggup untuk mengalahkanku, si Golok maut asal Mentaok dan merupakan tangan kanan dari Singo Ireng,!" teriak Si golok maut.
Ki Jagabaya diam saja , ia berusaha menghimpun segala tenaganya untuk sekedar bertahan dari serangan si Golok maut itu.
Sementara teman dari Si golok maut itu sudah pun mulai melukai para pengawal desa Kenanga.
" ****** kau Jagabaya, terima ini, hiyyahh,!" teriak Si golok maut.
Ia kemudian menyerang Jagabaya dengan cepat, sehingga Ki Jagabaya kelabakan hingga suatu saat,
" Aaakkhh,!" ter dengar teriakan dari mulut Ki Jagabaya.
Ternyata lambung Ki Jagabaya terluka kena sabetan golok dari si Golok maut itu.
" Ha, ha, ha, nyawamu tinggal seujung kuku, tadi sudah kukatakan untuk menyerah, dasar Bandel, tahu akibat nya,!" teriak Si golok maut.
Ia perlahan-lahan mendekati Ki Jagabaya dengan golok teracung siap untuk menghabisi Ki Jagabaya.
" Romooo, !" teriak Sari Kemuning setelah melihat ayahnya jatuh dan sedang terluka.
Sari Kemuning berusaha menolong Ki Jagabaya untuk bangkit.
" Walah dalah, wong ayu , cantik eee, siapa namamu cah ayu,?" tanya Si golok maut kepada Sari Kemuning.
Sedangkan putri Jagabaya itu menatap dengan tatapan penuh kebencian melihat dari wajah si Golok maut yg di penuhi jambang yg lebat itu, Sari Kemuning menggenggam erat pedangnya dengan kuat, ia akan menyerang Si golok maut itu, jika sudah dekat.
Tepat dua langkah làgi si Golok maut tiba di tempat Ki Jagabaya,
" Hiyyyah,!"
Sari Kemuning melompat dan berusaha menusuk perut si Golok maut,
" Trannnk,!"
Ternyata si Golok maut pun tetap waspada sehingga pedang dari Sari Kemuning itu patah ketika berbenturan dengan golok yg ada ditangan si Golok maut itu dan Sari Kemuning berhasil di tangkap oleh si Golok maut itu.
" He, he, he, mau lari kemana cah ayu, sekarang engkau harus jadi milikku, memang kakang Singo Ireng sangat baik, ia mencari sasaran penuh dengan gadis -gadis yg cantik, he, he, he," ucap si Golok maut.
" Lepaskan aku, lepaskan aku,lepas kaaan,!" teriak Sari Kemuning sambil meronta- ronta.
Ia berusaha melepaskan diri dari dekapan si Golok maut itu.
" Ha, ha, ha, semakin engkau meronta, semakin membuat diriku jadi sangat ber*****, cah ayu,!" kata Si golok maut.
Lelaki itu mulai meraba tubuh dari Sari Kemuning dari rambut, turun ke wajah dan ,...tiba -tiba,
" Tidaaaaak,!" teriak Sari Kemuning.
Ia berusaha melepaskan dari dekapan si Golok maut itu dengan sekuat tenaga nya, akan tetapi sia -sia tenaganya tidak cukup kuat untuk melawan tenaga rampok asal alas mentaok itu.
Sementara Ki Jagabaya hanya dapat melihat saja, karena tubuhnya sudah sangat letih ditambah lagi darah telah banyak keluar dari luka dilambungnya itu.
Di saat saat yg genting itu, tiba-tiba datanglah, Raka Senggani,
" *******, terima ini, heaaahh,!"
Selarik cahaya putih menerjang tubuh si Golok maut yg tengah menggerayangi tubuh Sari Kemuning.
Karena tidak melihat kedatangan dari Raka Senggani maka si Golok maut dengan telak menerima hantaman ajian Raka Senggani itu.
Tak pelak lagi, tubuh si Golok maut terlempar jauh dan menghantam pohon rambutan yg ada di halaman rumah Ki Jagabaya itu.
Nampak tubuh itu diam tak bergerak.
" Kakang Senggani,!" teriak Sari Kemuning menghambur ke pelukan Raka Senggani.
Pemuda itu terdiam ketika di peluk oleh Sari Kemuning.
" Kau tidak apa -apa, Kemuning,?" tanya Raka Senggani.
" Tidak kakang, tetapi Romo dan kakang Witangsa terluka, dan ,...!" Sari Kemuning tidak melanjutkan ucapan nya, karena mereka telah di kepung kawanan rampok yg telah berhasil mengalahkan para pengawal desa kenanga itu.
" Tenang Kemuning, jangan berdiri jauh dari ku,!" bisik Raka Senggani pelan.
Gadis itu segera melepaskan pelukan nya dan ke belakang tubuh Raka Senggani.
" Kalian urus, si Golok maut itu dan rawat Ki Jagabaya serta kakang Witangsa,!" terdengar perintah Raka Senggani kepada temannya.
Kemudian para pemuda desa kenanga itu menuju ke tempat Ki Jagabaya dan si Golok maut yg masih diam di bawah pohon rambutan itu.
" Kalian Ku perintahkan untuk menyerah,!" teriak Raka Senggani dengan pengerahan tenaga dalamnya.
Ke empat orang rampok asal alas mentaok itu tampak terpengaruh dengan ucapan dari Raka Senggani.
Terlihat tangan mereka bergetar saat menggenggam golok, hampir saja golok itu terjatuh.
" Hehh, segera habisi bocah itu,!" teriakan terdengar dari salah seorang kawanan rampok itu.
Ke empat rampok itu kemudian menyerang Raka Senggani dengan golok -golok nya.
Raka Senggani yg harus berusaha melindungi Sari Kemuning maka ia tetap pada posisinya, sehingga serangan ke empat orang itu ditangkis oleh Raka Senggani dengan pedang nya.
" Trannnk, trankk, trankk tranng,!".
Dan ke empat golok itu langsung patah ,jatuh di tanah.
Mereka tercengang dengan kejadian itu, sehingga Raka Senggani tidak menyia -nyiakan kesempatan,
" Heeaaahh,!"
Ia langsung melompatt memberikan tendangan ke arah dada dari ke empat rampok itu.
" Dhieg, dheg, degh, dekhh,!"
Tendangan yg berisi tenaga dalam itu langsung menjatuhkan ke empat nya, namun mereka masih mampu bangkit.
Setelah keempatnya berhasil bangkit kembali tendangan dari Raka Senggani menderu menghantam mereka dan kali ini tubuh mereka terjajar jatuh di dekat pendopo rumah Ki Jagabaya.
Melihat kawanan rampok itu sudah sulit untuk bangkit, para pemuda desa teman dari Raka Senggani segera menebaskan pedang mereka ke arah leher keempat orang itu.
" Tungguuu,!" teriak Raka Senggani.
Namun terlambat terdengar teriakan dari keempat orang itu dengan leher nyaris putus.
Rupa nya kemarahan pemuda desa kenanga itu tidak tertahankan lagi setelah melihat teman -temannya para pengawal desa Kenanga itu banyak yg tewas dan sebahagian lagi luka dengan cukup parah.
Sehingga mereka tidak bisa menerima kenyataan itu dan membunuh semua perampok yg sudah dihajar oleh Raka Senggani.
Raka Senggani tidak bisa menyalahkan teman-temannya sendiri karena memang dialah menyuruh mereka untuk menebas bukan untuk di tebas.
" Hahhhh,!" nafas panjang yg di lepas kan oleh Raka Senggani untuk mengurangi bebannya.
" Kakang, bagaimana dengan Romo,?" tanya Sari Kemuning, segera ia berlari masuk ke dalam rumah untuk melihat keadaan Romo nya itu.
" Ahh, Romo tidak apa -apa Kemuning, segeralah lihat rumah Ki Bekel karena kelihatannya mereka pun menyerang rumah Ki bekel itu,!" terdengar kata-kata dari Jagabaya.
" Urus mayat-mayat itu setelahnya kalian ke rumah Ki Bekel,!" kata Raka Senggani kepada para pemuda desa kenanga itu.
Ia segera berjalan menuju rumah Ki Bekel yg tidak jauh dari rumah Ki Jagabaya.
Sebenar nya Sari Kemuning ingin ikut namun Raka Senggani melarangnya.
Sehingga pemuda itu dengan cepat ke rumah Ki Bekel.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 360 Episodes
Comments
Edy Sulaiman
mc terlalu lemah n murah hati....
2024-11-14
0
Dedih Juhendi
mantap pisan👌👌👌. sehat terus thor, salam dari pbaca setia
2024-09-12
0
Sak. Lim
naiiiiif goblokkkk lebaaaay idioooooot mc nya byk yg tewas para rakyat msih di ampuni
2023-11-02
3