Kemudian Raka Senggani membakar besi yg tadi di pegang oleh Ki Lamiran, sedang kan Ki Lamiran ganti melayani gadis-gadis muda yg sedang ke sengsem pada Raka Senggani.
" Ahh, Ki Lamiran saja yg menempa besi nya, biar kakang Senggani di sini,!" seru Sari Kemuning dengan wajah cemberut.
" Ehh, Kemuning biar saja Ki Lamiran yg menjuali kita, " kata Dewi Dwarani
" Gak seru kalo ki Lamiran yg ada di sini, !" ucap Sari Kemuning.
" Bukan kah selama ini memang ki Lamiran yg ada di sini,!" kata Dewi Dwarani.
" Itu kan dulu sebelum kakang Senggani belum pulang kampung, kalo sekarang kan dia udah ada di sini, jadi dialah yg harus nya melayani kita,!" jawab Sari Kemuning lagi.
Sementara itu Tara Rindayu setelah mendapat kan apa yg di ingin kan nya maka ia pun meninggal kan tempat itu, dengan perasaan yg men dongkol.
Setelah kepergian Tara Rindayu pergi maka kedua gadis yg merupakan anak dari orang yg ter pandang di desa kenanga itu.
Segera bertanya kepada Raka Senggani,
" Kakang Senggani kapan tiba nya di desa kenanga ,?" tanya Sari Kemuning kepada Raka Senggani.
" Sudah sepekan kakang ada di sini,!" jawab Raka Senggani.
" Tetapi kami tidak pernah melihat kakang selama sepekan ini,!" ucap Sari Kemuning lagi.
" Kakang sengaja tidak keluar, hanya ke pategalan saja, setelah nya kembali pulang,!" jawab Raka Senggani sambil terus menempa sebatang besi.
Ter lihat keringat mengalir dari tubuh pemuda itu, sosok Raka Senggani makin gagah dengan keringat yg ber cucuran.
" Kang , nanti malam di depan banjar desa akan ada latihan silat, kakang Senggani datang,ya,!" kata Sari Kemuning lagi.
" Iya, kalo nanti malam tidak ada kerjaaan, Kakang akan datang, insyaallah,!" jawab Raka Senggani.
" Kok insyaallah, berarti kakang Senggani tidak ber niat untuk datang ,!" ucap Sari Kemuning lagi.
" Bukan begitu Kemuning, kita kan tidak tahu apa yg terjadi nanti malam, jadi kakang tidak bisa memasti kan, bisa atau tidak, kalo di izin kan tentu kakang akan datang kalo tidak, ya tidak datang,!" jawab Raka Senggani.
" Baik lah, Nanti malam Kemuning akan menunggu kakang Senggani, dan akan Kemuning cerita kan kepada Romo bahwa kakang Senggani ada di sini, nanti biar Romo sendiri yg akan menjemput kakang,!'' ujar Sari Kemuning.
Tiba -tiba dari arah yg lain datang lah se sosok pemuda yg ber perawakan tinggi besar langsung memanggil Sari Kemuning,
" Kemuning cepat kembali, biyung tengah menunggu mu,!" teriak pemuda itu.
" Di cari -cari dari tadi ternyata berada di sini,!" seru pemuda itu lagi.
" ******, Rani, kakang Witangsa datang kemari,!" bisik Sari Kemuning kepada Dewi Dwarani.
" EHh, yg ini ki, berapa ,?" tanya Sari Kemuning yg tampak buru -buru membayar dan segera mengambil sebuah parang.
Setelah membayar dan mendapat kan kembali annya, maka kedua gadis itu segera ber lalu dari situ.
Namun pemuda itu tetap mengekori Sari Kemuning dan Dewi Dwarani,
" Kemuning mengapa lama, kakang sampai di suruh menjemput sama biyung,?" tanya Pemuda yg bernama Japra Witangsa itu.
" Ehhh, tadi Kemuning lagi memilih -milih parang yg mana yg mau di beli, bukan begitu Rani,!" jawab Sari Kemuning sambil mencubit Dewi Dwarani.
" Aaa, iya tadi Kemuning bingung memilih parang yg akan di beli nya,!" tandas Dewi Dwarani.
" Rani, nanti malam ikutan latihan silat nya ,?" tanya Japra Witangsa kepada putri Ki Bekel itu.
" Entah lah Kang, seperti nya lagi males,!'' jawab Dewi Dwarani.
" Datang lah, Ran, biar teman ku ada ,!" kata Sari Kemuning.
" Lihat nanti saja, seperti kata Kakang Senggani tadi,!" jawab Dewi Dwarani begitu saja.
" Senggani berada di sini,?" tanya Japra Witangsa heran.
Kedua gadis itu saling ber pandangan, karena keceplosan Dewi Dwarani berkata,
" Iya kakang Senggani ada di sini,!"
" Anak kabur kleyang kanginan itu ada di sini,!" seolah tidak percaya Japra Witangsa bertanya lagi.
" Iya lho Kang, memang nya kenapa kalo kakang Senggani ada di sini, ini kan kampung nya juga, dan tadi Kemuning telah menyuruh ia untuk datang ke banjar desa nanti malam,!" jawab Sari Kemuning.
" Pasti karena Senggani, kau tadi lama di tempat ki Lamiran itu,!" tebak Japra Witangsa kepada adik nya itu.
Karena Japra Witangsa tahu dari dulu adik nya sangat menyukai Raka Senggani, sewaktu masih kecil, ia sering melihat adik nya itu mengejar Raka Senggani, untuk di ajak main, namun Raka Senggani tidak mau ,ia malah memilih Tara Rindayu putri juragan Tarya sebagai teman nya.
Namun karena sesuatu hal akhir nya Raka Senggani meninggal kan desa Kenanga .
Sehingga berita dari Putra Raka jaya itu, tidak di ketahui keberadaan nya, baru kini ter dengar lagi nama itu di desa kenanga.
" Apa jawab nya , Kemuning, apa ia ber sedia datang ,?'' tanya Japra Witangsa lagi.
" Jawab nya, ya , seperti jawaban si Rani ini,!" kata Sari Kemuning.
Setelah ber jalan tidak ter lalu lama, maka Dewi Dwarani segera tiba di rumah nya, rumah Bekel desa kenanga.
Rumah yg cukup besar dengan pagar yg cukup tinggi dan ada pohon sawo nya di depan rumah, meskipun tidak sebesar dan se mewah rumah Juragan Tarya, akan tetapi Rumah Ki Bekel ter lihat asri dan rapi.
" Tidak singgah , Kemuning,?" tanya Dewi Dwarani kepada Sari Kemuning.
" Tidak lah Ran, karena biyung telah lama menunggu, mungkin ia memang membutuh kan parang ini, jadi aku pulang dulu, ya kan Kang,!" kata Sari Kemuning kepada kakak nya itu.
" Iya ran, jangan lupa, sampai kan kepada Andara untuk nanti malam datang ke banjar desa,!" seru Japra Witangsa kepada Dewi Dwarani.
" Baik, nanti akan ku sampai kan,!" jawab putri Ki Bekel.
Kemudian ia masuk ke dalam rumah nya.
Sementara itu setelah melewati banjar desa, kedua orang kakak beradik itu berjalan lagi menuju rumah nya yg sudah tidak ter lalu jauh lagi.
Sementara Raka Senggani dan Ki Lamiran tengah mengaso, kedua nya ter lihat kecapek an, karena banyak nya pesanan.
" Begitu lah, Ngger, kalau musim panen tiba, banyak yg memesan, beruntung, kali aki ada Angger Senggani yg membantu, kalau tidak pasti telah aki tolak," ucap ki Lamiran sambil mengipasi tubuh nya dengan topi caping nya.
" Dengan begitu penghasilan aki kan ber tambah, mengapa di tolak,?' tanya Raka Senggani heran.
" Aki kan sudah tua, tenaga pun telah lemah, jadi ya semampu aki saja, tetapi karena ada Angger Senggani, pekerjaan aki benar -benar ter bantu,!" jawab Ki Lamiran.
" Bagaimana Ngger, betul kan yg aki kata kan, Sari Kemuning memang lain dari yg dulu?" kata Ki Lamiran.
Sambil mengangguk-angguk, Raka Senggani berkata,
" Memang ber beda jauh,Ki, pantas memang banyak yg suka kepada putri Ki Jagabaya itu,!" jawab Raka Senggani.
" Bagaimana dengan Angger sendiri,?" tanya Ki Lamiran.
Sambil menoleh ke arah Ki Lamiran, Raka Senggani nampak ter senyum, entah apa arti senyum itu hanya Raka Senggani yg tahu.
" Apakah nanti malam angger Senggani akan datang ke banjar desa,?" tanya Ki Lamiran lagi.
" Mungkin akan datang Ki, guna melihat kemampuan para pemuda desa kenanga ini, dan juga kemampuan Ki Jagabaya itu,!" jawab Raka Senggani kepada Ki Lamiran.
Setelah sore menjelang kedua nya segera kembali pulang, kedua nya masih ter lihat lelah.
" Benar-benar melelah kan, masih mending di pategalan ya kan , Ngger,!" ucap Ki Lamiran.
Setelah kedua nya sampai di rumah Ki Lamiran.
" Benar Ki, hari cukup melelah kan, ter masuk pikiran,!" jawab Raka Senggani.
" Memikir kan apa Ngger, kalau memikir kan tentang putri Ki Jagabaya dan Putri Juragan Tarya, ya cukup melelah kan,!" kelakar dari Ki Lamiran.
Raka Senggani nampak ter senyum simpul mendengar kelakar itu.
Setelah selesai sholat maghrib, nampak Raka Senggani ber kemas, ia ter lihat rapi dengan pakaian nya layak mau pergi ke hajatan besar, melihat hal itu Ki Lamiran menegur nya,
" Kan ini belum hajatan besar dari Juragan Tarya itu, mengapa angger Senggani ter lihat rapi begini, atau jangan-jangan,...!" kata Ki Lamiran.
" Jangan-jangan apa Ki,?'' tanya Raka Senggani.
" Ahh, tidak,!" jawab Ki Lamiran.
" Senggani ber pakaian begini ada maksud nya,!" tukas Raka Senggani.
" Maksud nya apa Ngger,?" tanya Ki Lamiran tidak mengerti.
" Maksud nya supaya Senggani tidak di suruh ikut latihan, karena badan Senggani cukup lelah, Ki, mending melihat -lihat saja,!" jelas Raka Senggani.
" Biasa nya pukul berapa di mulai latihan nya ,Ki,?" tanya Raka Senggani.
" Selepas sholat isya,!" jawab Ki Lamiran.
Kemudian Raka Senggani menunggu beberapa saat setelah makan malam di lanjut kan sholat isya maka Raka Senggani keluar dari rumah Ki Lamiran menuju banjar desa kenanga.
Lumayan jauh antara rumah Ki Lamiran ke banjar desa itu.
Namun bagi Raka Senggani jarak itu sebentar saja di capai nya.
Setelah sampai di sana ter lihat sudah sangat ramai, karena keinginan para pemuda desa untuk belajar ilmu silat itu cukup tinggi.
Setelah se sorah dari Ki Bekel maka mulai lah latihan itu yg di pimpin oleh Ki Jagabaya sebagai guru nya.
Sementara Raka Senggani ber diri agak di gelapan terus mem perhati kan latihan itu, ia memang tidak berusaha untuk menampak kan diri.
Adalah Sari Kemuning yg paling depan dari barisan itu segera melihat nya, dan kemudian memanggil nya,
" Kakang Senggani kemari, ayo ikut latihan, biar badan kakang tidak kaku karena terus menerus menggembleng besi,!" teriak Sari Kemuning.
Karena ucapan dari Sari Kemuning itu maka seluruh yg berada di situ menuju kan pandangan nya ke arah Raka Senggani.
Mau tidak mau , setelah di tarik oleh Sari Kemuning, Raka Senggani masuk barisan itu dan ikut latihan silat yg di ajar kan oleh Ki Jagabaya.
Hampir tengah malam , latihan silat di banjar desa itu baru selesai.
Raka Senggani langsung di datangi oleh putra Ki Bekel yaitu Jati Andara, kakak dari Dewi Dwarani.
Karena dahulu semasa kecil Jati Andara ber teman dengan Raka Senggani.
" Apa Kabar, Senggani, di mana selama ini, !" tanya Jati Andara putra Ki Bekel itu.
" Baik, bagaimana dengan kakang Andara, apakah masih suka mancing,?'' tanya Raka Senggani.
Memang Jati Andara lebih tua dari Raka Senggani, karena Senggani se umuran dengan Dewi Dwarani, adik dari Jati Andara.
Memang Kedua Putra dan putri dari Bekel Kenanga itu cukup bisa jadi panutan, meskipun orang tua nya adalah kepala di desa kenanga namun kedua nya tidak sombong dan Sangat-sangat baik terhadap orang lain.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 360 Episodes
Comments
Carles Wijayanto
lanjut
2023-02-26
4
Tirta Kamandanu
mantap
2022-07-13
2
🗣🇮🇩Joe Handoyo🦅
He he he... Raka Senggani ikut latihan silat di banjaran desa,,, cukup rendah diri padahal ilmunya udah tinggi... Semangat 👏👏👏
2022-07-06
2