Ep. 9 Tugas Sang Komandan

Siang ini terasa begitu terik, sangat terasa menyengat di kulit. Apalagi yang dirasakan oleh para tentara yang baru saja selesai latihan ini. Panasnya Matahari serasa bara api saja saking panasnya. Terlihat jelas peluh yang mengalir deras di tubuh lelah mereka, wajah merekapun terlihat memerah.

"Hari ini cuacanya panas banget ya, panas di dunia saja segini parahnya apalagi panas di neraka." Keluh Manuel sambil menyeka keringat di dahinya.

"Makanya kamu jangan banyak-banyak dosa Nuel, panas di sini saja kamu sudah mengeluh apalagi jika kamu nanti masuk neraka, ujung jarimu saja pasti langsung terbakar menyentuhnya." Kata Jarno sok menasehati.

"Hallahh kaya kau tak pernah punya dosa saja, apa kamu sudah lupa berapa banyak gadis yang kau buat sakit hati." Balas Manuel ke intinya.

"Bhahaha..." Semua yang mendengar ocehan keduanya langsung tertawa.

"Ckckk... Kalian ini adu mulut terus kaya bocah, lebih baik ngadem dulu cari minum yang seger-seger buat ngilangin haus." Ujar Johan.

"Ya sudah yuk ke warungnya bu Win saja sekalian makan siang, sudah lapar aku." Ajak Jarno.

"Kenapa tidak ke kantin Batalyon saja lebih dekat?" Tanya Galih yang tadinya diam saja.

"Tadi pagi kan kita sudah sarapan di kantin, cari menu lainnya, lagian sekarang ini kantin pasti lebih ramai kan." Jawab Jarno.

"Bukankah kalian penasaran dengan cewek yang nembak Galih beberapa hari lalu? Siapa tahu kita bakal ketemu di sana." Lanjut Jarno.

"Apaan sih No, jangan bicara ngawur kamu, jangan bikin gaduh." Ujar Galih memperingatkan.

"Siapa yang mau bikin gaduh? Ini kan cuma kemungkinan saja, belum tentu juga kita ketemu." Kata Jarno berkilah.

"Halahh... Kau ini pasti ingin modusin anak gadis orang, hati-hati kena karma kau!" Sindir Manuel.

"Sudahlah... Gak usah ribut begitu, yang ada kita makin haus, lebih baik kita jalan sekarang, Lih gimana? Kamu mau ikut kita ke warung bu Win atau ke kantin saja?" Tanya Johan.

"Aku sih terserah, buatku dimana saja tidak masalah." Jawab Galih cuek.

"Nah... Itu baru temanku, yuk!" Ujar Johan sambil merangkul pundak Galih, namun disaat mereka ingin beranjak pergi tiba-tiba Wahib datang menghampiri dengan agak tergesa-gesa.

"Galih tunggu!" Seru Wahib seraya menghampiri Galih dengan napas sedikit ngos-ngosan.

"Ada apa Hib?" Tanya Galih.

"Komandan Rendra mencarimu, beliau menyuruhmu untuk menemuinya sekarang di kantornya." Kata Wahib yang membuat Galih dan juga teman-temannya yang mendengar saling pandang dan bertanya-tanya kenapa sang komandan Batalyon yang biasanya jarang ketemu anak buahnya kecuali jika ada hal penting tiba-tiba mencari Galih.

"Mencari aku? Kenapa?" Tanya Galih bingung, pasalnya selama ini dia merasa tidak punya masalah apapun terkait tugas apalagi masalah dengan komandannya.

"Aku juga tidak tahu, tapi sebaiknya kamu segera bergegas menemui beliau." Ucap Wahib yang kemudian pergi setelah menyampaikan pesan itu kepada Galih.

"Memangnya kamu buat masalah apa?" Tanya Manuel.

"Aku juga tidak tahu, aku akan tahu jika sudah bertemu dengan komandan Rendra." Galih pun meninggalkan teman-temannya dan bergegas menemui komandannya.

"Menurut kalian mungkin gak kalau Galih melakukan kesalahan?" Tanya Jarno setelah kepergian Galih.

"Galih bukan orang seperti itu, kita kan sudah mengenal dia cukup lama pasti tahu bagaimana dia bersikap selama ini." Ungkap Manuel.

"Lagi pula dipanggil komandan bukan berarti selalu melakukan kesalahan kan? Mungkin komandan sedang ada perlu saja dengan Galih." Ujar Johan.

"Ya sudah kita tanyakan itu nanti setelah dia kembali, sekarang kita lanjut ke tujuan awal kita." Ucap Jarno seraya menggiring teman-temannya menuju warung bu Win.

Dilain sisi akhirnya Galih sampai juga di depan pintu ruangan komandannya. Dia berdiri sejenak di depan pintu ruangan itu, memeriksa pakaiannya apa sudah rapi atau belum dan setelahnya dia mengetuk pintu ruangan itu.

Tok..tok..tok...

"Masuk." Terdengar seruan dari dalam sana.

Galih membuka pintu ruangan komandannya tersebut dengan perlahan tapi pasti.

"Siap Ijin Komandan!" Seru Galih memberi salam hormat ketika sudah berhadapan dengan Komandan Rendra yang kini sedang duduk dibalik meja kerjanya.

"Sertu Galih Admaja." Komandan Rendra menyebut nama Galih seraya menatap lurus ke arah lelaki tegap itu.

"Siap Komandan!" Jawab Galih tegas.

"Kamu tahu kenapa saya memanggilmu?" Tanya sang komandan.

"Siap! Tidak!" Jawab Galih yang sama tegasnya.

"Menurut kamu kenapa saya memanggil kamu?" Tanya komandannya lagi.

"Siap! Saya tidak tahu!" Jawab Galih lagi.

"Ahh... Aku rasa Ridwan benar-benar tidak mengatakan hal apapun kepada Galih mengenai rencananya dan sepertinya dia belum juga mengatakan tentang penyakitnya. Dasar Ridwan, dari dulu tetap saja keras kepala." Ucap komandan Ridwan dalam hati yang tak lain adalah papanya Wangi.

"Kamu bisa menyetir mobil?" Tanya komandan Rendra.

"Siap! Bisa!" Jawab Galih cepat.

"Bagus, karena mulai besok saya menugaskan kamu untuk mengantar jemput anak perempuan saya pergi ke kampus ataupun ke tempatnya bekerja." Perintah sang komandan pada Galih dan itu membuat lelaki gagah itu sedikit kaget. Dia terdiam mencoba mencerna apa yang baru saja komandannya perintahkan.

"Mengerti?!" Ujar komandan Rendra setengah menegaskan pertanyaannya karena tidak mendapat jawaban dari Galih.

"Siap! Mengerti!" Galih langsung terhenyak dan langsung menjawabnya seketika.

"Besok pagi jam tujuh saya tunggu di rumah." Perintah komandannya lagi.

"Siap!" Jawab Galih.

"Ya sudah, kamu boleh kembali." Ucap sang komandan setelah pembicaraan mereka selesai.

"Siap!" Jawab Galih hormat dan segera bergegas keluar dari ruangan komandannya.

Galih menghela napasnya setelah keluar dari ruangan sang komandan. Dia sebenarnya agak bingung kenapa harus dirinya yang mendapat tugas itu, kenapa bukan yang lainnya? Dia berpikir mungkin komandannya memilih secara random siapa yang akan mendapat tugas itu.

"Tapi ini sedikit aneh, kenapa komandan memerlukan seseorang untuk jadi sopir anaknya? Apakah ini termasuk tugas pengawalan? Tapi tadi komandan tidak mengatakan apapun selain mengantar jemput anak perempuannya." Gumam Galih dalam hati di sepanjang jalannya.

🍁🍁🍁🍁

Di malam harinya, di kediaman Komandan Rendra alias papa Rendra. Wangi hendak masuk ke kamarnya setelah makan malam usai, banyak tugas yang harus dia kerjakan malam ini namun papanya menghentikan langkahnya sejenak.

"Wangi, papa ingin bicara sebentar." Ucap papa Rendra.

"Bicara apa pa? Jangan lama-lama lho... Soalnya Wangi banyak kerjaan yang belum kelar." Pinta Wangi pada papanya.

"Iya, sebentar saja kok gak lama." Jawab papanya.

"Ya sudah, papa mau ngomongin apa?" Tanya Wangi.

"Papa cuma mau bilang kalau mulai besok kamu akan diantar jemput entah itu ke kampus atau ke Rumah Sakit oleh anak buah papa." Ucapan papanya itu langsung membuatnya terperangah.

"Hahh?! Kok gitu? Selama ini kan Wangi biasa pergi sendiri pa, lagian kan ada Koko yang siap jadi tebengannya Wangi, kenapa tiba-tiba pakai orang buat antar jemput sih?" Protes Wangi pada papanya.

"Wangi juga ada mobil, bisa nyetir sendiri juga." Lanjut Wangi.

"Nahh itu dia, mobil kamu beberapa minggu ini tidak pernah dipakai keluar dan papa selalu khawatir kalau kamu nyetir sendiri, apalagi pas pulang dalam keadaan capek." Kata papa Rendra menanggapi aksi protes putri sulungnya itu.

"Itu karena beberapa minggu ini ada senior yang reseh suka minjem mobil Wangi gak jelas, lagian Wangi kan sudah bilang ada Koko." Ujar Wangi mencoba meyakinkan papanya.

"Memangnya mau sampai kapan kamu nyusahin Riko? Riko kan pasti ada urusan sendiri selain ngurusin kamu, memangnya jadwal Riko selalu sama dengan kamu? Enggak kan?" Skak mat! Ucapan papanya tidak ada yang salah dan Wangi pun hanya bisa pasrah, kalau papanya sudah berkehendak susah untuk dilawan.

"Lagian tidak ada salahnya kan sayang... Toh ini memudahkan kamu." Ucap papa Rendra sambil mengusap lembut kepala Wangi.

"Tapi kalau canggung gimana? Kan Wangi gak kenal pa." Keluh Wangi cemberut.

"Ya kan kenalan dulu, nanti lama-lama juga terbiasa." Ujar papa Rendra.

"Ya sudah terserah papa, Wangi mau ke kamar dulu, ada kerjaan yang numpuk." Pamit Wangi seraya berbalik melangkah pergi menuju kamarnya.

"Jangan begadang terlalu larut dan cepat istirahat!" Seru papa Rendra.

🍁🍁🍁🍁

Keesokan harinya...

"Wangi... Jemputan kamu sudah datang!" Seru papa Rendra dari luar rumah.

"Sebentar pa..." Seru Wangi memberi jawaban dari dalam rumahnya.

Dan tidak lama kemudian Wangi terlihat keluar dari dalam rumahnya dengan tas di punggungnya dan beberapa buku di tangannya.

"Wangi... Ini Sertu Galih Admaja yang akan bertanggungjawab mengantar jemput kamu. Dan Ini adalah Wangi Prameswari putri saya." Kata papa Rendra alias Komandan Rendra memperkenalkan keduanya. Namun alangkah terkejutnya Galih dan Wangi saat mereka beradu pandang.

"Kamu?!"

"Anak kecil?!"

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Devi Handayani

Devi Handayani

oowww.... Galih tohh😌😌😌😌

2023-05-31

0

lihat semua
Episodes
1 Ep. 1 Kisah Sendu
2 Ep. 2 Kisah Sendu #2
3 Ep. 3 Wangi Prameswari
4 Ep. 4 I Love You
5 Ep. 5 Pagi Hari Penuh Kesal
6 Ep. 6 Antara Gosib dan Hari Tersial
7 Ep. 7 Calon Korban
8 Ep. 8 Cerita Di Meja Makan
9 Ep. 9 Tugas Sang Komandan
10 Ep. 10 Sopir Baru Wangi
11 Ep. 11 Sstt..!!
12 Ep. 12 Wangi VS Uler Keket
13 Ep. 13 Sumpah Wangi
14 Ep. 14 Rahasia Elias
15 Ep. 15 Ridwan Ketemu Calon Mantu
16 Ep. 16 Insiden Pulang
17 Ep. 17 Ada Apa Dengan Laras?
18 Ep. 18 Malu-Maluin
19 Ep. 19 Makan Malam Pertama
20 Ep. 20 Di Hari Operasi
21 Ep. 21 Akhirnya Galih Tahu
22 Ep. 22 Apa Sih Yang Aku Pikirkan?
23 Ep. 23 Omelan Wangi
24 Ep. 24 Info Dari Dino
25 Ep. 25 Berita Di Pagi Hari
26 Ep. 26 Merawat Elias
27 Ep. 27 Apakah Aku Sudah Terlambat?
28 Ep. 28 Gerah Hati
29 Ep. 29 Cerita Tak Terduga
30 Ep. 30 Cerita Tak Terduga #2
31 Ep. 31 Elias Berubah?
32 Ep. 32. Tamu Tak Diundang
33 Ep. 33 Suami Siaga
34 Ep. 34 Gara-Gara Soto Daging
35 Ep. 35 Koas Baru
36 Ep. 36 Perwita Sekar Arum
37 Ep. 37 Hati Yang Kacau
38 Ep. 38 Dasar Wangi!
39 Ep. 39 Galih Kena Gendam
40 Ep. 40 Untung Ganteng
41 Ep. 41 Undangan Makan Siang
42 Ep. 42 Gara-gara Pakaian
43 Ep. 43 Petir Di Siang Bolong
44 Ep. 44 Jawaban Galih
45 Ep. 45 Jawaban Wangi
46 Ep. 46 Syarat
47 Ep. 47 Bernapaslah Wangi
48 Ep. 48 Surat Terakhir Sang Mantan
49 Ep. 49 Surat Terakhir Sang Mantan #2
50 Ep. 50 Gosib di Rumah Sakit
51 Ep. 51 Menjahit Luka Gosib
52 Ep. 52 Siapa Dani?
53 Ep. 53 Nelangsa
54 Ep. 54 Gara-gara Salah Ngomong
55 Ep. 55 Sebuah Penyesalan
56 Ep. 56 Terbongkar Sudah
57 Ep. 57 Melepasmu
58 Ep. 58 Rahasia Wita dan Elias
59 Ep. 59 Makan Siang Berdua
60 Ep. 60 Kok Nangis?
61 Ep. 61 Josep dan Si Uler Keket?
62 Ep. 62 Kabar Dari Papa
63 Ep. 63 Curhatan Laras
64 Ep. 64 Terungkap
65 Ep. 65 Wangi Apa Monyet?
66 Ep. 66 Pengumuman Di Makan Malam
67 Ep. 67 Keputusan Galih dan Wangi
68 Ep. 68 Wangi Punya Adik Baru
69 Ep. 69 Rencana PDKT Buat Si Uler Keket
70 Ep. 70 Menjalankan Rencana
71 Ep. 71 Gara-gara Washtaple
72 Ep. 72 Sebuah Kabar Untuk Galih
73 Ep. 73 Bimbang
74 Ep. 74 Pasar Malam
75 Ep. 75 Setelah Dua Tahun
76 Ep. 76 Rujakan
77 Ep. 77 Lebanon... I'am coming..
78 Ep. 78 Apa Kabar Jantungmu?
79 Ep. 79 Kretek-Kretek Tahan Napas
80 Ep. 80 Makan Malam Penyambutan
81 Ep. 81 Telur Rebus dan Strawberry
82 Ep. 82 Kepikiran Galih Terus
83 Ep. 83 Zahara
84 Ep. 84 Haa... Kembar??
85 Ep. 85 Maaf Dari Galih dan Rahasia Romero
86 Ep. 86 Martabak Manis Yang Dirindu
87 Ep. 87 Roti Sobek Pagi Hari
88 Ep. 88 Masalah Hati
89 Ep. 89 Sstt..!! Diam!
90 Ep. 90 Langit Senja di Lebanon
91 Ep. 91 Zahara dan Romero
92 Ep. 92 Termakan Jebakan Wangi
93 Ep. 93 Kala Galih Menggoda
94 Ep. 94 Siapakah Mereka?
95 Ep. 95 Boss Gangster
96 Ep. 96 Serasa Di Dalam Drama Korea
97 Ep. 97 Makanya Jangan Nakal!!
98 Ep. 98 Rahasia Yang Ada Di Kota
99 Ep. 99 Pasien Tak Terduga
100 Ep. 100 Resah
101 Ep. 101 Joshua Franklin
102 Ep. 102 Bahaya Mengintai
103 Ep. 103 Introgasi
104 Ep. 104 Operasi Penangkapan Raja Kalajengking
105 Ep. 105 Operasi Penangkapan Raja Kalajengking #2
106 Pengumuman Author
107 Ep. 106 Operasi Penangkapan Raja Kalajengking #3
108 Ep. 107 Operasi Penangkapan Raja Kalajengking #4
109 Ep. 108 Operasi Penangkapan Raja Kalajengking #5.Soledat
110 Ep. 109 Rencana Soledat dan Galih
111 Ep. 110 Gagak Siap Kembali Berburu
112 Ep. 111 Kecemasan Para Wanita
113 Ep. 112 Kasino
114 Ep. 113 OTW Bertemu Erisha
115 Ep. 114 Erisha dan Soledat Bebas
116 Ep. 115 Tertangkapnya Raja Kalajengking
117 Ep. 116 Siap-Siap Diomeli
118 Ep. 117 Mode Omelan On!
119 Ep. 118 Romi Terancam Punah
120 Ep. 119 Zahara OTW Ngerujak
121 Ep. 120 Romi, Bertahanlah...
122 Ep. 121 Bertemu Soledat Lagi
123 Ep. 122 Wangi Dilawan...?
124 Ep. 123 Tentang Mariam
125 Ep. 124 Piknik
126 Ep. 125 Persiapan Pulkam
127 Ep. 126 Bintang Di Bawah Langit Lebanon
128 Ep. 127 LDRan
129 Ep. 128 Kembali Pulang
130 Ep. 129 Kondangan
Episodes

Updated 130 Episodes

1
Ep. 1 Kisah Sendu
2
Ep. 2 Kisah Sendu #2
3
Ep. 3 Wangi Prameswari
4
Ep. 4 I Love You
5
Ep. 5 Pagi Hari Penuh Kesal
6
Ep. 6 Antara Gosib dan Hari Tersial
7
Ep. 7 Calon Korban
8
Ep. 8 Cerita Di Meja Makan
9
Ep. 9 Tugas Sang Komandan
10
Ep. 10 Sopir Baru Wangi
11
Ep. 11 Sstt..!!
12
Ep. 12 Wangi VS Uler Keket
13
Ep. 13 Sumpah Wangi
14
Ep. 14 Rahasia Elias
15
Ep. 15 Ridwan Ketemu Calon Mantu
16
Ep. 16 Insiden Pulang
17
Ep. 17 Ada Apa Dengan Laras?
18
Ep. 18 Malu-Maluin
19
Ep. 19 Makan Malam Pertama
20
Ep. 20 Di Hari Operasi
21
Ep. 21 Akhirnya Galih Tahu
22
Ep. 22 Apa Sih Yang Aku Pikirkan?
23
Ep. 23 Omelan Wangi
24
Ep. 24 Info Dari Dino
25
Ep. 25 Berita Di Pagi Hari
26
Ep. 26 Merawat Elias
27
Ep. 27 Apakah Aku Sudah Terlambat?
28
Ep. 28 Gerah Hati
29
Ep. 29 Cerita Tak Terduga
30
Ep. 30 Cerita Tak Terduga #2
31
Ep. 31 Elias Berubah?
32
Ep. 32. Tamu Tak Diundang
33
Ep. 33 Suami Siaga
34
Ep. 34 Gara-Gara Soto Daging
35
Ep. 35 Koas Baru
36
Ep. 36 Perwita Sekar Arum
37
Ep. 37 Hati Yang Kacau
38
Ep. 38 Dasar Wangi!
39
Ep. 39 Galih Kena Gendam
40
Ep. 40 Untung Ganteng
41
Ep. 41 Undangan Makan Siang
42
Ep. 42 Gara-gara Pakaian
43
Ep. 43 Petir Di Siang Bolong
44
Ep. 44 Jawaban Galih
45
Ep. 45 Jawaban Wangi
46
Ep. 46 Syarat
47
Ep. 47 Bernapaslah Wangi
48
Ep. 48 Surat Terakhir Sang Mantan
49
Ep. 49 Surat Terakhir Sang Mantan #2
50
Ep. 50 Gosib di Rumah Sakit
51
Ep. 51 Menjahit Luka Gosib
52
Ep. 52 Siapa Dani?
53
Ep. 53 Nelangsa
54
Ep. 54 Gara-gara Salah Ngomong
55
Ep. 55 Sebuah Penyesalan
56
Ep. 56 Terbongkar Sudah
57
Ep. 57 Melepasmu
58
Ep. 58 Rahasia Wita dan Elias
59
Ep. 59 Makan Siang Berdua
60
Ep. 60 Kok Nangis?
61
Ep. 61 Josep dan Si Uler Keket?
62
Ep. 62 Kabar Dari Papa
63
Ep. 63 Curhatan Laras
64
Ep. 64 Terungkap
65
Ep. 65 Wangi Apa Monyet?
66
Ep. 66 Pengumuman Di Makan Malam
67
Ep. 67 Keputusan Galih dan Wangi
68
Ep. 68 Wangi Punya Adik Baru
69
Ep. 69 Rencana PDKT Buat Si Uler Keket
70
Ep. 70 Menjalankan Rencana
71
Ep. 71 Gara-gara Washtaple
72
Ep. 72 Sebuah Kabar Untuk Galih
73
Ep. 73 Bimbang
74
Ep. 74 Pasar Malam
75
Ep. 75 Setelah Dua Tahun
76
Ep. 76 Rujakan
77
Ep. 77 Lebanon... I'am coming..
78
Ep. 78 Apa Kabar Jantungmu?
79
Ep. 79 Kretek-Kretek Tahan Napas
80
Ep. 80 Makan Malam Penyambutan
81
Ep. 81 Telur Rebus dan Strawberry
82
Ep. 82 Kepikiran Galih Terus
83
Ep. 83 Zahara
84
Ep. 84 Haa... Kembar??
85
Ep. 85 Maaf Dari Galih dan Rahasia Romero
86
Ep. 86 Martabak Manis Yang Dirindu
87
Ep. 87 Roti Sobek Pagi Hari
88
Ep. 88 Masalah Hati
89
Ep. 89 Sstt..!! Diam!
90
Ep. 90 Langit Senja di Lebanon
91
Ep. 91 Zahara dan Romero
92
Ep. 92 Termakan Jebakan Wangi
93
Ep. 93 Kala Galih Menggoda
94
Ep. 94 Siapakah Mereka?
95
Ep. 95 Boss Gangster
96
Ep. 96 Serasa Di Dalam Drama Korea
97
Ep. 97 Makanya Jangan Nakal!!
98
Ep. 98 Rahasia Yang Ada Di Kota
99
Ep. 99 Pasien Tak Terduga
100
Ep. 100 Resah
101
Ep. 101 Joshua Franklin
102
Ep. 102 Bahaya Mengintai
103
Ep. 103 Introgasi
104
Ep. 104 Operasi Penangkapan Raja Kalajengking
105
Ep. 105 Operasi Penangkapan Raja Kalajengking #2
106
Pengumuman Author
107
Ep. 106 Operasi Penangkapan Raja Kalajengking #3
108
Ep. 107 Operasi Penangkapan Raja Kalajengking #4
109
Ep. 108 Operasi Penangkapan Raja Kalajengking #5.Soledat
110
Ep. 109 Rencana Soledat dan Galih
111
Ep. 110 Gagak Siap Kembali Berburu
112
Ep. 111 Kecemasan Para Wanita
113
Ep. 112 Kasino
114
Ep. 113 OTW Bertemu Erisha
115
Ep. 114 Erisha dan Soledat Bebas
116
Ep. 115 Tertangkapnya Raja Kalajengking
117
Ep. 116 Siap-Siap Diomeli
118
Ep. 117 Mode Omelan On!
119
Ep. 118 Romi Terancam Punah
120
Ep. 119 Zahara OTW Ngerujak
121
Ep. 120 Romi, Bertahanlah...
122
Ep. 121 Bertemu Soledat Lagi
123
Ep. 122 Wangi Dilawan...?
124
Ep. 123 Tentang Mariam
125
Ep. 124 Piknik
126
Ep. 125 Persiapan Pulkam
127
Ep. 126 Bintang Di Bawah Langit Lebanon
128
Ep. 127 LDRan
129
Ep. 128 Kembali Pulang
130
Ep. 129 Kondangan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!