Ep. 2 Kisah Sendu #2

"Ini sungguh kamu Lih?" Tanya pak Sastro pada Galih seakan lelaki setengah baya itu tidak percaya jika pemuda yang berdiri di hadapannya adalah dia. 

"Ini benar-benar saya pak, Galih Admaja." Jawab Galih sambil menyodorkan tangannya untuk meraih dan mencium tangan calon mertuanya itu. 

"Ya Tuhan... Ini benar-benar kamu Lih... Ohh ya, ayo masuk nak, masuk!" Titah pak Sastro menggiring Galih untuk masuk ke dalam rumahnya dan menyuruhnya untuk duduk. Mereka bertiga berbincang-bincang saling bercerita dan pada akhirnya Galih menanyakan bagaimana kabar Sinar. Dia bertanya kenapa dari tadi dia tidak melihat keberadaan Sinar di dalam rumah itu? Seketika itu juga bapak serta ibu Sinar terdiam dan saling berpandangan. Kemudian bu Rukmini berkata... 

"Oh ya nak, kamu kan baru saja sampai dan langsung datang kemari pasti sangat capek. Ini sudah hampir gelap dan sebentar lagi akan magrib, sebaiknya kamu mandi dulu biar segar." Kata bu Rukmini seraya tersenyum. 

"Kita sholat magrib bersama ya? Setelah itu kita makan malam, kebetulan ibu masak sayur asem, tempe mendoan dan sambal terasi kesukaan kamu." Lanjut bu Rukmini yang masih tersenyum pada Galih. 

"Baiklah kalau begitu." Sembari membalas senyuman bu Rukmini, Galih pun menuruti kata-kata calon mertuanya itu. Walaupun dia sendiri tidak tahu pasti arti dari senyuman itu. Yang ia tahu dia merasa aneh dengan sikap bapak dan ibu Sinar, seperti ada yang mereka sembunyikan darinya awal ia datang. Apalagi saat ia bertanya soal Sinar raut wajah keduanya tiba-tiba berubah menjadi kaku. Tapi Galih langsung membuang jauh-jauh prasangka itu. 

"Mungkin perasaanku saja." Kata Galih dalam hati, kemudian dia bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah mandi dan sholat magrib, Galih pun makan malam bersama bapak dan ibunya Sinar, dia merasa ada yang kurang. 

"Ohh ya pak, rumah ini kok jadi sepi ya? Dik Wita kemana? Dari tadi saya tidak melihatnya." Akhirnya Galih memberanikan diri untuk bertanya, walau sebenarnya bukan hanya itu yang ingin dia tanyakan, tetapi juga tentang Sinar kekasihnya. 

"Ealaahh Wita to? Kalau Wita sih memang gak pernah ada di rumah, dia sekarang kuliah di Surabaya. Pulang-pulang cuma satu bulan sekali, itupun paling cuma dua hari setelahnya balik lagi ke Surabaya." Jawab pak Sastro. 

"Iya nak Galih, jadi setiap hari cuma kami berdua saja di rumah." Tambah bu Rukmini. 

"Lalu Sinar kemana pak?" Akhirnya pertanyaan itu keluar juga dari mulut Galih, dia sudah tidak bisa menahannya lagi untuk menanyakan hal itu. Tapi lagi-lagi raut wajah mereka berubah menjadi aneh. Ini membuat pertanyaan baru dibenak pemuda tampan itu.

"Apakah Sinar sudah menikah dan bahagia dengan lelaki lain? Mungkin dia lelah menungguku yang tak kunjung pulang, lalu dia memutuskan meninggalkanku dan memilih lelaki lain."

Namun belum sempat Galih bertanya soal itu pak Sastro sudah angkat bicara. 

"Sebaiknya kita makan dulu, baru setelahnya kita bicara mengenai Sinar." Titah pak Sastro dan Galih pun mengiyakannya. Akhirnya mereka melanjutkan makan malam, walau sebenarnya Galih agak sulit menelan makanannya karena hatinya masih tidak tenang sebelum dia mengetahui apa yang terjadi sebenarnya. 

Seusai makan malam mereka bertiga berkumpul di ruang tamu, sungguh suasana saat itu sangat tidak mengenakkan. Semua yang ada di sana terlihat tegang namun perlahan pak Sastro membuka suaranya. 

"Sebelum saya bicara lebih jauh, saya mohon kepada nak Galih apapun yang saya katakan nanti saya ingin nak Galih bisa menerimanya dengan hati yang lapang." Pak Sastro menjeda ucapannya sejenak, mengambil napas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan, kemudian berkata kembali. 

"Bengini nak Galih... Sebelumnya kami sekeluarga minta maaf sebab kami tidak memberi tahu soal ini lebih awal kepada nak Galih, karena kami memang tidak menyangka kalau nak Galih akan kembali setelah bertugas untuk sekian lama." Ujar pak Sastro setenang dan sebisa mungkin agar tidak mengejutkan Galih. 

"Sebenarnya..." Ucapan pak Sastro terhenti di udara karena Galih memotong ucapannya. 

"Tunggu sebentar pak, sebenarnya apa yang terjadi? Saya semakin bingung." Jantung Galih semakin berdebar karena kemungkinan yang ada dipikirannya benar adanya. 

Pak Sastro pun mencoba untuk menjelaskannya lagi. 

"Semenjak kepergianmu bertugas ke Papua, Sinar selalu setia untuk menunggumu. Tapi setahun berlalu kamu tak pernah memberi kabar, tidak lama setelah itu ada yang mengabarkan jika kamu gugur di medan pertempuran. Dan akhirnya..." Bibir pak Sastro bergetar seakan tak kuasa meneruskan perkataannya. 

"Dan akhirnya apa pak? Dan akhirnya Sinar memutuskan untuk menikah dengan orang lain dan kini telah bahagia?" Apa yang ada dipikiran Galih akhirnya meluap juga, dengan segala sisa ketenangan yang ia miliki mencoba meredam emosi yang ada di dadanya. 

Mendengar ucapan Galih itu bu Rukmini pun langsung angkat bicara. 

"Sinar memang sudah bahagia sekarang, tetapi dia tidak menikah, kamu adalah satu-satunya lelaki yang putriku cintai, putriku... Dia sekarang sudah bahagia di sisi Penciptanya." Butiran bening menetes perlahan dari mata sayunya. Dengan segenap kekuatan dari hatinya yang rapuh itu bu Rukmini berkata kembali. 

"Sinar meninggalkan kita semua enam bulan yang lalu." Akhirnya wanita berhati lembut itu tidak kuasa membendung air matanya lebih lama lagi, dia menangis tersedu-sedu sambil memeluk suaminya.

Setelah mendengar semua itu dada Galih terasa sesak bagai dihujam ribuan sembilu, jantungnya serasa berhenti berdegup. Berita itu sangat memukul hatinya, dia masih tidak percaya semua itu terjadi. 

"Tidak mungkin, ini semua tidak mungkin terjadi!! Ini semua bohong kan pak, bu?" Galih mulai geram, emosi hatinya tidak stabil dan mulai memuncak. 

"Sinar masih ada kan? Dia tidak mungkin meninggalkan saya, dia sudah berjanji untuk menunggu saya sampai kembali." Ungkapnya dengan bahu yang bergetar. 

"Tenanglah nak Galih... Kamu harus bisa menerima semua ini, kamu harus ikhlas." Pak Sastro berusaha untuk menenangkan mantan calon menantunya itu. 

"Setelah mendengar kabar bahwa kamu gugur dalam pertempuran, semangat hidupnya tidak ada lagi, diapun jatuh sakit. Liver yang dideritanya sudah cukup parah, semua makanan yang masuk ke dalam tubuhnya ditolaknya dan akhirnya Sinar tidak tertolong lagi." Ujar pak Sastro mengungkap kebenaran yang ada. 

"Ini semua salah saya pak... Seandainya saya tidak pergi, seandainya saya tidak menyuruhnya untuk menunggu pasti Sinar masih ada di sini." Lelaki gagah itu tertunduk lemas, menangis tersedu-sedu. Sebuah penyesalan tertanam di hatinya. 

"Kamu tidak boleh berkata seperti itu nak... Kami sekeluarga sudah ikhlas melepaskannya pergi. Sinar sangat mencintaimu, kamu juga harus ikhlas melepaskannya pergi. Kepergian Sinar adalah takdir dari Yang Maha Kuasa, mungkin ini jalan terbaik bagi Sinar, kamu dan kami semua. Tidak ada yang harus disesali, tidak ada yang salah. Yang harus kita lakukan saat ini hanyalah berdo'a semoga Sinar bahagia di rumah barunya." Kata pak Sastro bijak, berharap Galih mengikhlaskan kematian putrinya dan tidak menyalahkan dirinya sendiri. 

Flash Back Of... 

Maka sejak itu Galih selalu dihantui rasa bersalah dan penyesalan yang sangat amat dalam. Bahkan setiap wanita yang terlintas oleh matanya terlihat seperti Sinar. Sampai orang-orang beranggapan dia sudah gila, untung saja itu tidak berlangsung lama dan masih beruntung dia memiliki teman-teman yang baik yang selalu mengingatkannya serta memberi nasehat disaat penyesalan itu datang kembali. 

 

Bersambung.... 

Terpopuler

Comments

Nurhayati Nia

Nurhayati Nia

sedihh thorr

2024-03-08

0

lihat semua
Episodes
1 Ep. 1 Kisah Sendu
2 Ep. 2 Kisah Sendu #2
3 Ep. 3 Wangi Prameswari
4 Ep. 4 I Love You
5 Ep. 5 Pagi Hari Penuh Kesal
6 Ep. 6 Antara Gosib dan Hari Tersial
7 Ep. 7 Calon Korban
8 Ep. 8 Cerita Di Meja Makan
9 Ep. 9 Tugas Sang Komandan
10 Ep. 10 Sopir Baru Wangi
11 Ep. 11 Sstt..!!
12 Ep. 12 Wangi VS Uler Keket
13 Ep. 13 Sumpah Wangi
14 Ep. 14 Rahasia Elias
15 Ep. 15 Ridwan Ketemu Calon Mantu
16 Ep. 16 Insiden Pulang
17 Ep. 17 Ada Apa Dengan Laras?
18 Ep. 18 Malu-Maluin
19 Ep. 19 Makan Malam Pertama
20 Ep. 20 Di Hari Operasi
21 Ep. 21 Akhirnya Galih Tahu
22 Ep. 22 Apa Sih Yang Aku Pikirkan?
23 Ep. 23 Omelan Wangi
24 Ep. 24 Info Dari Dino
25 Ep. 25 Berita Di Pagi Hari
26 Ep. 26 Merawat Elias
27 Ep. 27 Apakah Aku Sudah Terlambat?
28 Ep. 28 Gerah Hati
29 Ep. 29 Cerita Tak Terduga
30 Ep. 30 Cerita Tak Terduga #2
31 Ep. 31 Elias Berubah?
32 Ep. 32. Tamu Tak Diundang
33 Ep. 33 Suami Siaga
34 Ep. 34 Gara-Gara Soto Daging
35 Ep. 35 Koas Baru
36 Ep. 36 Perwita Sekar Arum
37 Ep. 37 Hati Yang Kacau
38 Ep. 38 Dasar Wangi!
39 Ep. 39 Galih Kena Gendam
40 Ep. 40 Untung Ganteng
41 Ep. 41 Undangan Makan Siang
42 Ep. 42 Gara-gara Pakaian
43 Ep. 43 Petir Di Siang Bolong
44 Ep. 44 Jawaban Galih
45 Ep. 45 Jawaban Wangi
46 Ep. 46 Syarat
47 Ep. 47 Bernapaslah Wangi
48 Ep. 48 Surat Terakhir Sang Mantan
49 Ep. 49 Surat Terakhir Sang Mantan #2
50 Ep. 50 Gosib di Rumah Sakit
51 Ep. 51 Menjahit Luka Gosib
52 Ep. 52 Siapa Dani?
53 Ep. 53 Nelangsa
54 Ep. 54 Gara-gara Salah Ngomong
55 Ep. 55 Sebuah Penyesalan
56 Ep. 56 Terbongkar Sudah
57 Ep. 57 Melepasmu
58 Ep. 58 Rahasia Wita dan Elias
59 Ep. 59 Makan Siang Berdua
60 Ep. 60 Kok Nangis?
61 Ep. 61 Josep dan Si Uler Keket?
62 Ep. 62 Kabar Dari Papa
63 Ep. 63 Curhatan Laras
64 Ep. 64 Terungkap
65 Ep. 65 Wangi Apa Monyet?
66 Ep. 66 Pengumuman Di Makan Malam
67 Ep. 67 Keputusan Galih dan Wangi
68 Ep. 68 Wangi Punya Adik Baru
69 Ep. 69 Rencana PDKT Buat Si Uler Keket
70 Ep. 70 Menjalankan Rencana
71 Ep. 71 Gara-gara Washtaple
72 Ep. 72 Sebuah Kabar Untuk Galih
73 Ep. 73 Bimbang
74 Ep. 74 Pasar Malam
75 Ep. 75 Setelah Dua Tahun
76 Ep. 76 Rujakan
77 Ep. 77 Lebanon... I'am coming..
78 Ep. 78 Apa Kabar Jantungmu?
79 Ep. 79 Kretek-Kretek Tahan Napas
80 Ep. 80 Makan Malam Penyambutan
81 Ep. 81 Telur Rebus dan Strawberry
82 Ep. 82 Kepikiran Galih Terus
83 Ep. 83 Zahara
84 Ep. 84 Haa... Kembar??
85 Ep. 85 Maaf Dari Galih dan Rahasia Romero
86 Ep. 86 Martabak Manis Yang Dirindu
87 Ep. 87 Roti Sobek Pagi Hari
88 Ep. 88 Masalah Hati
89 Ep. 89 Sstt..!! Diam!
90 Ep. 90 Langit Senja di Lebanon
91 Ep. 91 Zahara dan Romero
92 Ep. 92 Termakan Jebakan Wangi
93 Ep. 93 Kala Galih Menggoda
94 Ep. 94 Siapakah Mereka?
95 Ep. 95 Boss Gangster
96 Ep. 96 Serasa Di Dalam Drama Korea
97 Ep. 97 Makanya Jangan Nakal!!
98 Ep. 98 Rahasia Yang Ada Di Kota
99 Ep. 99 Pasien Tak Terduga
100 Ep. 100 Resah
101 Ep. 101 Joshua Franklin
102 Ep. 102 Bahaya Mengintai
103 Ep. 103 Introgasi
104 Ep. 104 Operasi Penangkapan Raja Kalajengking
105 Ep. 105 Operasi Penangkapan Raja Kalajengking #2
106 Pengumuman Author
107 Ep. 106 Operasi Penangkapan Raja Kalajengking #3
108 Ep. 107 Operasi Penangkapan Raja Kalajengking #4
109 Ep. 108 Operasi Penangkapan Raja Kalajengking #5.Soledat
110 Ep. 109 Rencana Soledat dan Galih
111 Ep. 110 Gagak Siap Kembali Berburu
112 Ep. 111 Kecemasan Para Wanita
113 Ep. 112 Kasino
114 Ep. 113 OTW Bertemu Erisha
115 Ep. 114 Erisha dan Soledat Bebas
116 Ep. 115 Tertangkapnya Raja Kalajengking
117 Ep. 116 Siap-Siap Diomeli
118 Ep. 117 Mode Omelan On!
119 Ep. 118 Romi Terancam Punah
120 Ep. 119 Zahara OTW Ngerujak
121 Ep. 120 Romi, Bertahanlah...
122 Ep. 121 Bertemu Soledat Lagi
123 Ep. 122 Wangi Dilawan...?
124 Ep. 123 Tentang Mariam
125 Ep. 124 Piknik
126 Ep. 125 Persiapan Pulkam
127 Ep. 126 Bintang Di Bawah Langit Lebanon
128 Ep. 127 LDRan
129 Ep. 128 Kembali Pulang
130 Ep. 129 Kondangan
Episodes

Updated 130 Episodes

1
Ep. 1 Kisah Sendu
2
Ep. 2 Kisah Sendu #2
3
Ep. 3 Wangi Prameswari
4
Ep. 4 I Love You
5
Ep. 5 Pagi Hari Penuh Kesal
6
Ep. 6 Antara Gosib dan Hari Tersial
7
Ep. 7 Calon Korban
8
Ep. 8 Cerita Di Meja Makan
9
Ep. 9 Tugas Sang Komandan
10
Ep. 10 Sopir Baru Wangi
11
Ep. 11 Sstt..!!
12
Ep. 12 Wangi VS Uler Keket
13
Ep. 13 Sumpah Wangi
14
Ep. 14 Rahasia Elias
15
Ep. 15 Ridwan Ketemu Calon Mantu
16
Ep. 16 Insiden Pulang
17
Ep. 17 Ada Apa Dengan Laras?
18
Ep. 18 Malu-Maluin
19
Ep. 19 Makan Malam Pertama
20
Ep. 20 Di Hari Operasi
21
Ep. 21 Akhirnya Galih Tahu
22
Ep. 22 Apa Sih Yang Aku Pikirkan?
23
Ep. 23 Omelan Wangi
24
Ep. 24 Info Dari Dino
25
Ep. 25 Berita Di Pagi Hari
26
Ep. 26 Merawat Elias
27
Ep. 27 Apakah Aku Sudah Terlambat?
28
Ep. 28 Gerah Hati
29
Ep. 29 Cerita Tak Terduga
30
Ep. 30 Cerita Tak Terduga #2
31
Ep. 31 Elias Berubah?
32
Ep. 32. Tamu Tak Diundang
33
Ep. 33 Suami Siaga
34
Ep. 34 Gara-Gara Soto Daging
35
Ep. 35 Koas Baru
36
Ep. 36 Perwita Sekar Arum
37
Ep. 37 Hati Yang Kacau
38
Ep. 38 Dasar Wangi!
39
Ep. 39 Galih Kena Gendam
40
Ep. 40 Untung Ganteng
41
Ep. 41 Undangan Makan Siang
42
Ep. 42 Gara-gara Pakaian
43
Ep. 43 Petir Di Siang Bolong
44
Ep. 44 Jawaban Galih
45
Ep. 45 Jawaban Wangi
46
Ep. 46 Syarat
47
Ep. 47 Bernapaslah Wangi
48
Ep. 48 Surat Terakhir Sang Mantan
49
Ep. 49 Surat Terakhir Sang Mantan #2
50
Ep. 50 Gosib di Rumah Sakit
51
Ep. 51 Menjahit Luka Gosib
52
Ep. 52 Siapa Dani?
53
Ep. 53 Nelangsa
54
Ep. 54 Gara-gara Salah Ngomong
55
Ep. 55 Sebuah Penyesalan
56
Ep. 56 Terbongkar Sudah
57
Ep. 57 Melepasmu
58
Ep. 58 Rahasia Wita dan Elias
59
Ep. 59 Makan Siang Berdua
60
Ep. 60 Kok Nangis?
61
Ep. 61 Josep dan Si Uler Keket?
62
Ep. 62 Kabar Dari Papa
63
Ep. 63 Curhatan Laras
64
Ep. 64 Terungkap
65
Ep. 65 Wangi Apa Monyet?
66
Ep. 66 Pengumuman Di Makan Malam
67
Ep. 67 Keputusan Galih dan Wangi
68
Ep. 68 Wangi Punya Adik Baru
69
Ep. 69 Rencana PDKT Buat Si Uler Keket
70
Ep. 70 Menjalankan Rencana
71
Ep. 71 Gara-gara Washtaple
72
Ep. 72 Sebuah Kabar Untuk Galih
73
Ep. 73 Bimbang
74
Ep. 74 Pasar Malam
75
Ep. 75 Setelah Dua Tahun
76
Ep. 76 Rujakan
77
Ep. 77 Lebanon... I'am coming..
78
Ep. 78 Apa Kabar Jantungmu?
79
Ep. 79 Kretek-Kretek Tahan Napas
80
Ep. 80 Makan Malam Penyambutan
81
Ep. 81 Telur Rebus dan Strawberry
82
Ep. 82 Kepikiran Galih Terus
83
Ep. 83 Zahara
84
Ep. 84 Haa... Kembar??
85
Ep. 85 Maaf Dari Galih dan Rahasia Romero
86
Ep. 86 Martabak Manis Yang Dirindu
87
Ep. 87 Roti Sobek Pagi Hari
88
Ep. 88 Masalah Hati
89
Ep. 89 Sstt..!! Diam!
90
Ep. 90 Langit Senja di Lebanon
91
Ep. 91 Zahara dan Romero
92
Ep. 92 Termakan Jebakan Wangi
93
Ep. 93 Kala Galih Menggoda
94
Ep. 94 Siapakah Mereka?
95
Ep. 95 Boss Gangster
96
Ep. 96 Serasa Di Dalam Drama Korea
97
Ep. 97 Makanya Jangan Nakal!!
98
Ep. 98 Rahasia Yang Ada Di Kota
99
Ep. 99 Pasien Tak Terduga
100
Ep. 100 Resah
101
Ep. 101 Joshua Franklin
102
Ep. 102 Bahaya Mengintai
103
Ep. 103 Introgasi
104
Ep. 104 Operasi Penangkapan Raja Kalajengking
105
Ep. 105 Operasi Penangkapan Raja Kalajengking #2
106
Pengumuman Author
107
Ep. 106 Operasi Penangkapan Raja Kalajengking #3
108
Ep. 107 Operasi Penangkapan Raja Kalajengking #4
109
Ep. 108 Operasi Penangkapan Raja Kalajengking #5.Soledat
110
Ep. 109 Rencana Soledat dan Galih
111
Ep. 110 Gagak Siap Kembali Berburu
112
Ep. 111 Kecemasan Para Wanita
113
Ep. 112 Kasino
114
Ep. 113 OTW Bertemu Erisha
115
Ep. 114 Erisha dan Soledat Bebas
116
Ep. 115 Tertangkapnya Raja Kalajengking
117
Ep. 116 Siap-Siap Diomeli
118
Ep. 117 Mode Omelan On!
119
Ep. 118 Romi Terancam Punah
120
Ep. 119 Zahara OTW Ngerujak
121
Ep. 120 Romi, Bertahanlah...
122
Ep. 121 Bertemu Soledat Lagi
123
Ep. 122 Wangi Dilawan...?
124
Ep. 123 Tentang Mariam
125
Ep. 124 Piknik
126
Ep. 125 Persiapan Pulkam
127
Ep. 126 Bintang Di Bawah Langit Lebanon
128
Ep. 127 LDRan
129
Ep. 128 Kembali Pulang
130
Ep. 129 Kondangan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!