Ep. 19 Makan Malam Pertama

Mobil Wangi yang dikendarai Galih melaju ke arah area ruko-ruko makanan.

"Wangi ingin makan apa?" Tanya Galih.

"Apa ya...?" Wangi bingung menjawab Galih karena banyak sekali stand makanan yang ada di sana. Matanya memindai satu persatu warung maupun restaurant makanan yang ada namun Wangi masih saja bingung harus makan apa malam ini.

"Aku bingung karena terlalu banyak yang harus dipilih, menurut Galih aja deh... Saya ngikut." Ujar Wangi yang menyerahkan pilihannya pada Galih.

"Saya kan tidak tahu selera kamu." Kata Galih.

"Saya gak pilih-pilih makanan kok, pokok jangan daging kambing atau sesuatu yang berlemak dan amis." Sahut Wangi.

"Bukankah itu sama saja pilih-pilih?" Suara dalam hati Galih.

"Ada lalapan nasi urap yang enak di sana, kamu tidak masalah kan Wangi?" Tanya Galih atas tawaran menu makan malam mereka.

"Tentu saja, lagian aku tidak terlalu tahu tempat makan enak di sini." Kata Wangi jujur, karena selama ini memang dia jarang sekali makan di luar kecuali saat di kampus atau di Rumah Sakit, itupun dia makan di kantin. Wangi lebih memilih makan masakan mamanya di rumah yang baginya lebih enak daripada masakan restaurant manapun.

"Baiklah, saya cari pakir dulu." Ujar Galih yang langsung menuju area parkir di sekitar ruko.

Setelah mendapatkan tempat parkir, mereka turun dari mobil dan menuju salah satu tempat makan lesehan yang sederhana namun ramai pengunjung.

"Waahh... Pengunjungnya banyak, pasti makanan di sini enak." Celetuk Wangi.

"Kamu bisa menilainya nanti setelah menyicipi rasanya." Ucap Galih.

"Sepertinya kamu sering datang kemari." Tebak Wangi.

"Kadang-kadang jika ada waktu saja, tahu sendiri begitu sulitnya bagi orang seperti kami memiliki waktu luang." Ungkap Galih dan Wangi langsung paham apa yang dimaksud Galih dengan 'orang seperti kami'. Tentu saja prajurit sepertinya jarang mendapatkan waktu luang di jam-jam bebas, karena sewaktu-waktu akan selalu ada pekerjaan mendadak yang harus mereka lakukan.

"Ahh... Di sana ada tempat kosong, kita duduk di sana saja." Galih menunjuk tempat duduk paling ujung yang kebetulan hanya di sana yang kosong karena memang keadaan rumah makan itu sedang ramai.

"Okey." Jawab Wangi seraya menganggukkan kepalanya.

Setelah mereka duduk, datanglah seorang pelayan yang menyodorkan buku menu dan mencatat pesanan mereka.

"Kamu mau pesan apa?" Tanya Galih pada Wangi.

"Saya urap-urap ayam goreng sama minumnya jeruk anget." Kata Wangi pada mas-mas yang mencatat pesanannya.

"Saya samain saja mas dan tambah kemangi gorengnya satu porsi." Ucap Galih yang pesanannya langsung dicatat oleh mas-mas pelayan rumah makan.

"Baik, ditunggu pesanannya ya mas mbak..." Kata si mas-mas kemudian pergi meninggalkan mereka berdua.

"Emang daun kemangi bisa digoreng ya?" Tanya Wangi pada Galih yang merasa heran dengan pesanan lelaki tersebut.

Galih terkekeh sejenak dan itu sontak membuat Wangi terpana sesaat karena baru kali itu Wangi melihat Galih yang tertawa.

"Barusan dia tertawa? Ternyata dia bisa tertawa juga dan itu ganteng banget... Aduh! Sadar Wangi! Kamu mikirin apa sih?!" Wangi mencoba menyadarkan pikirannya agar kembali waras.

"Kamu belum pernah memakannya?" Pertanyaan Galih itu seketika menyadarkan hal-hal aneh di otaknya.

"Eh... Eng nggak pernah, lihat saja belum gimana ngrasainnya?" Jawab Wangi setengah tergagap.

"Kalau gitu nanti kamu harus mencobanya." Ujar Galih.

"Boleh... Aku juga penasaran." Sahut Wangi dengan senyum yang mengembang.

Entah mengapa menurut Wangi pria di hadapannya itu tidak sekaku yang dia pikirkan, mungkin Galih akan menjadi teman bicara yang enak suatu saat nanti. Itupun jika Galih bisa bertahan lama menjadi sopir pribadi sekaligus pengawal pribadinya.

Dan ternyata perasaan itu tak hanya dirasakan oleh Wangi saja, Galih pun merasa jika Wangi adalah wanita yang baik dan enak diajak bicara meski awal pertemuan mereka yang sedikit tak terduga dan sempat ada perdebatan kecil diantara mereka. Namun setelah melihat Wangi yang begitu peduli pada sesamanya membuat Galih berpikir bahwa Wangi tidak seburuk perkenalan pertama mereka.

"Wangi, bolehkah saya bertanya sesuatu?" Kata Galih dengan wajah yang kembali menjadi serius.

"Tentu, tentang apa?" Jawab Wangi kemudian.

"Soal wali temanmu yang kamu hubungi tadi, apa benar suaminya?" Tanya Galih.

Wangi tidak menduga kenapa Galih tiba-tiba menanyakan hal itu. Dan jika dia berbicara yang sesungguhnya itu sama saja dia membuka aib Laras, padahal dia sudah berjanji jika hanya dirinya dan Riko saja yang tahu kebenarannya.

"Kena tiba-tiba kamu menanyakan hal itu?" Wangi bertanya balik.

"Hanya saja jika pria yang datang tadi adalah pria yang sama dengan orang yang kamu telphon sebagai wali temanmu itu mungkin akan menjadi masalah." Kata Galih ambigu, membuat Wangi mengerutkan dahinya.

"Maksudnya apa ya? Saya gak ngerti." Wangi benar-benar tidak mengerti, terkadang lelaki di hadapannya itu mengambil kesimpulannya sendiri dengan asal. Itu menurut Wangi. Seperti awal pertemuan mereka Galih dengan sendirinya menyimpulkan bahwa Wangi itu hanyalah bocah yang masih masa puber. Apakah kali ini juga begitu?

"Josep, lebih tepatnya Sertu Josep Simon. Itu nama wali temanmu yang datang tadi. Dia kawan satu angkatan dan satu kompi dengan saya. Jadi tidak mungkin tiba-tiba dia jadi suami seseorang karena dia tercatat masih bujang." Jelas Galih pada Wangi dan itu sukses membuat Wangi langsung menopang kepalanya seraya memijat pelipisnya yang terasa berdenyut. Wangi tahu betul apa yang dikatakan oleh Galih meski lelaki itu berbicara berputar-putar dan berbelit-belit seakan bermain teka teki. Cocok sekali dengan kepribadian Galih yang sedikit kaku, maka cara bicaranya pun juga kaku.

"Apakah ini akan berdampak pada teman saya?" Tanya Wangi kemudian.

"Entahlah... Mungkin itu tidak terlalu berdampak pada si wanita kareka sudah keguguran dan hanya membutuhkan pemulihan baik fisik maupun psikologis. Namun jika kesatuan kami tahu, ini tidak akan bagus untuk prestasi Josep dalam kemiliteran ke depannya." Ungkap Galih dan kembali lagi Wangi jelas mengerti maksud Galih itu.

"Sementara ini Laras memintaku dan Riko untuk tidak mengatakan apapun pada keluarganya karena tidak seorangpun yang tahu dari mereka jika dia hamil. Kita tidak tahu keputusannya nanti bagaimana, mungkin kamu bisa menanyakannya pada Josep nanti." Kata Wangi.

"Iya, saya pun berpikir begitu." Sahut Galih.

"Tapi lebih baik jangan katakan pada siapapun tentang ini sebelum membicarakannya sendiri dengan Josep. Aku mohon padamu, ini bukan demi kawan brengsekmu itu, saya hanya tidak ingin Laras terlibat masalah lebih dalam lagi." Ujar Wangi yang sedikit merasa geram jika mengingat apa yang di alami temannya itu. Ya... Meski tidak menutup kemungkinan kesalah itu bukan hanya satu pihak saja. Hanya saja Wangi tidak habis pikir seorang Laras yang lembut dan pendiam bisa terlibat masalah seperti ini.

"Ahh maaf, aku baru saja memaki temanmu." Ucap Wangi merasa tidak enak karena harus memperlihatkan sisi bar-barnya pada Galih yang tidak salah apapun.

"Tidak apa, saya mengerti, saya pun juga ingin sekali memaki Josep saat ini." Waow... Tidak terduga Galih mengatakan hal itu.

Dan tidak lama kemudian pesanan mereka datang.

"Sebaiknya kita lupakan dulu tentang mereka, tidak ada gunanya memikirkan sesuatu jika perut kita kosong." Ujar Galih yang dibenarkan oleh Wangi. Toh ini bukan masalah mereka, kenapa juga mereka yang harus ambil pusing?

"Jadi ini yang namanya kemangi goreng?" Tunjuk Wangi pada salah satu menu makanan di meja tersebut yang langsung diangguki oleh Galih.

"Pfftt... Ternyata daun kemangi yang digoreng dengan tepung to... Kirain apa?" Seloroh Wangi yang menahan tawanya.

"Coba saja dulu... Itu enak kok." Suruh Galih agar Wangi mencoba kemangi goreng tersebut.

Wangi mengambil satu potong bagian kemangi goreng tersebut dan mencoba memakannya.

"Hmm..." Mata Wangi terbelalak dengan mulut yang masih mengunyah.

"Gimana? Enak kan?" Tanya Galih, Wangi pun mengangguk.

Terbersit senyum tipis di sudut bibir Galih ketika melihat Wangi yang begitu lahap mengunyah di hadapannya.

"Dasar, mirip bocah." Gumam Galih dalam hatinya.

Dan kini meja mereka kembali hening, hanya tersisa suara-suara pengunjung lainnya dan suara pengamen jalanan yang sedang bernyanyi, sementara Wangi dan Galih hanya diam menikmati makan malam pertama mereka.

Bersambung...

Terpopuler

Comments

Nana_Ratna

Nana_Ratna

baru tau aq

2022-08-28

1

lihat semua
Episodes
1 Ep. 1 Kisah Sendu
2 Ep. 2 Kisah Sendu #2
3 Ep. 3 Wangi Prameswari
4 Ep. 4 I Love You
5 Ep. 5 Pagi Hari Penuh Kesal
6 Ep. 6 Antara Gosib dan Hari Tersial
7 Ep. 7 Calon Korban
8 Ep. 8 Cerita Di Meja Makan
9 Ep. 9 Tugas Sang Komandan
10 Ep. 10 Sopir Baru Wangi
11 Ep. 11 Sstt..!!
12 Ep. 12 Wangi VS Uler Keket
13 Ep. 13 Sumpah Wangi
14 Ep. 14 Rahasia Elias
15 Ep. 15 Ridwan Ketemu Calon Mantu
16 Ep. 16 Insiden Pulang
17 Ep. 17 Ada Apa Dengan Laras?
18 Ep. 18 Malu-Maluin
19 Ep. 19 Makan Malam Pertama
20 Ep. 20 Di Hari Operasi
21 Ep. 21 Akhirnya Galih Tahu
22 Ep. 22 Apa Sih Yang Aku Pikirkan?
23 Ep. 23 Omelan Wangi
24 Ep. 24 Info Dari Dino
25 Ep. 25 Berita Di Pagi Hari
26 Ep. 26 Merawat Elias
27 Ep. 27 Apakah Aku Sudah Terlambat?
28 Ep. 28 Gerah Hati
29 Ep. 29 Cerita Tak Terduga
30 Ep. 30 Cerita Tak Terduga #2
31 Ep. 31 Elias Berubah?
32 Ep. 32. Tamu Tak Diundang
33 Ep. 33 Suami Siaga
34 Ep. 34 Gara-Gara Soto Daging
35 Ep. 35 Koas Baru
36 Ep. 36 Perwita Sekar Arum
37 Ep. 37 Hati Yang Kacau
38 Ep. 38 Dasar Wangi!
39 Ep. 39 Galih Kena Gendam
40 Ep. 40 Untung Ganteng
41 Ep. 41 Undangan Makan Siang
42 Ep. 42 Gara-gara Pakaian
43 Ep. 43 Petir Di Siang Bolong
44 Ep. 44 Jawaban Galih
45 Ep. 45 Jawaban Wangi
46 Ep. 46 Syarat
47 Ep. 47 Bernapaslah Wangi
48 Ep. 48 Surat Terakhir Sang Mantan
49 Ep. 49 Surat Terakhir Sang Mantan #2
50 Ep. 50 Gosib di Rumah Sakit
51 Ep. 51 Menjahit Luka Gosib
52 Ep. 52 Siapa Dani?
53 Ep. 53 Nelangsa
54 Ep. 54 Gara-gara Salah Ngomong
55 Ep. 55 Sebuah Penyesalan
56 Ep. 56 Terbongkar Sudah
57 Ep. 57 Melepasmu
58 Ep. 58 Rahasia Wita dan Elias
59 Ep. 59 Makan Siang Berdua
60 Ep. 60 Kok Nangis?
61 Ep. 61 Josep dan Si Uler Keket?
62 Ep. 62 Kabar Dari Papa
63 Ep. 63 Curhatan Laras
64 Ep. 64 Terungkap
65 Ep. 65 Wangi Apa Monyet?
66 Ep. 66 Pengumuman Di Makan Malam
67 Ep. 67 Keputusan Galih dan Wangi
68 Ep. 68 Wangi Punya Adik Baru
69 Ep. 69 Rencana PDKT Buat Si Uler Keket
70 Ep. 70 Menjalankan Rencana
71 Ep. 71 Gara-gara Washtaple
72 Ep. 72 Sebuah Kabar Untuk Galih
73 Ep. 73 Bimbang
74 Ep. 74 Pasar Malam
75 Ep. 75 Setelah Dua Tahun
76 Ep. 76 Rujakan
77 Ep. 77 Lebanon... I'am coming..
78 Ep. 78 Apa Kabar Jantungmu?
79 Ep. 79 Kretek-Kretek Tahan Napas
80 Ep. 80 Makan Malam Penyambutan
81 Ep. 81 Telur Rebus dan Strawberry
82 Ep. 82 Kepikiran Galih Terus
83 Ep. 83 Zahara
84 Ep. 84 Haa... Kembar??
85 Ep. 85 Maaf Dari Galih dan Rahasia Romero
86 Ep. 86 Martabak Manis Yang Dirindu
87 Ep. 87 Roti Sobek Pagi Hari
88 Ep. 88 Masalah Hati
89 Ep. 89 Sstt..!! Diam!
90 Ep. 90 Langit Senja di Lebanon
91 Ep. 91 Zahara dan Romero
92 Ep. 92 Termakan Jebakan Wangi
93 Ep. 93 Kala Galih Menggoda
94 Ep. 94 Siapakah Mereka?
95 Ep. 95 Boss Gangster
96 Ep. 96 Serasa Di Dalam Drama Korea
97 Ep. 97 Makanya Jangan Nakal!!
98 Ep. 98 Rahasia Yang Ada Di Kota
99 Ep. 99 Pasien Tak Terduga
100 Ep. 100 Resah
101 Ep. 101 Joshua Franklin
102 Ep. 102 Bahaya Mengintai
103 Ep. 103 Introgasi
104 Ep. 104 Operasi Penangkapan Raja Kalajengking
105 Ep. 105 Operasi Penangkapan Raja Kalajengking #2
106 Pengumuman Author
107 Ep. 106 Operasi Penangkapan Raja Kalajengking #3
108 Ep. 107 Operasi Penangkapan Raja Kalajengking #4
109 Ep. 108 Operasi Penangkapan Raja Kalajengking #5.Soledat
110 Ep. 109 Rencana Soledat dan Galih
111 Ep. 110 Gagak Siap Kembali Berburu
112 Ep. 111 Kecemasan Para Wanita
113 Ep. 112 Kasino
114 Ep. 113 OTW Bertemu Erisha
115 Ep. 114 Erisha dan Soledat Bebas
116 Ep. 115 Tertangkapnya Raja Kalajengking
117 Ep. 116 Siap-Siap Diomeli
118 Ep. 117 Mode Omelan On!
119 Ep. 118 Romi Terancam Punah
120 Ep. 119 Zahara OTW Ngerujak
121 Ep. 120 Romi, Bertahanlah...
122 Ep. 121 Bertemu Soledat Lagi
123 Ep. 122 Wangi Dilawan...?
124 Ep. 123 Tentang Mariam
125 Ep. 124 Piknik
126 Ep. 125 Persiapan Pulkam
127 Ep. 126 Bintang Di Bawah Langit Lebanon
128 Ep. 127 LDRan
129 Ep. 128 Kembali Pulang
130 Ep. 129 Kondangan
Episodes

Updated 130 Episodes

1
Ep. 1 Kisah Sendu
2
Ep. 2 Kisah Sendu #2
3
Ep. 3 Wangi Prameswari
4
Ep. 4 I Love You
5
Ep. 5 Pagi Hari Penuh Kesal
6
Ep. 6 Antara Gosib dan Hari Tersial
7
Ep. 7 Calon Korban
8
Ep. 8 Cerita Di Meja Makan
9
Ep. 9 Tugas Sang Komandan
10
Ep. 10 Sopir Baru Wangi
11
Ep. 11 Sstt..!!
12
Ep. 12 Wangi VS Uler Keket
13
Ep. 13 Sumpah Wangi
14
Ep. 14 Rahasia Elias
15
Ep. 15 Ridwan Ketemu Calon Mantu
16
Ep. 16 Insiden Pulang
17
Ep. 17 Ada Apa Dengan Laras?
18
Ep. 18 Malu-Maluin
19
Ep. 19 Makan Malam Pertama
20
Ep. 20 Di Hari Operasi
21
Ep. 21 Akhirnya Galih Tahu
22
Ep. 22 Apa Sih Yang Aku Pikirkan?
23
Ep. 23 Omelan Wangi
24
Ep. 24 Info Dari Dino
25
Ep. 25 Berita Di Pagi Hari
26
Ep. 26 Merawat Elias
27
Ep. 27 Apakah Aku Sudah Terlambat?
28
Ep. 28 Gerah Hati
29
Ep. 29 Cerita Tak Terduga
30
Ep. 30 Cerita Tak Terduga #2
31
Ep. 31 Elias Berubah?
32
Ep. 32. Tamu Tak Diundang
33
Ep. 33 Suami Siaga
34
Ep. 34 Gara-Gara Soto Daging
35
Ep. 35 Koas Baru
36
Ep. 36 Perwita Sekar Arum
37
Ep. 37 Hati Yang Kacau
38
Ep. 38 Dasar Wangi!
39
Ep. 39 Galih Kena Gendam
40
Ep. 40 Untung Ganteng
41
Ep. 41 Undangan Makan Siang
42
Ep. 42 Gara-gara Pakaian
43
Ep. 43 Petir Di Siang Bolong
44
Ep. 44 Jawaban Galih
45
Ep. 45 Jawaban Wangi
46
Ep. 46 Syarat
47
Ep. 47 Bernapaslah Wangi
48
Ep. 48 Surat Terakhir Sang Mantan
49
Ep. 49 Surat Terakhir Sang Mantan #2
50
Ep. 50 Gosib di Rumah Sakit
51
Ep. 51 Menjahit Luka Gosib
52
Ep. 52 Siapa Dani?
53
Ep. 53 Nelangsa
54
Ep. 54 Gara-gara Salah Ngomong
55
Ep. 55 Sebuah Penyesalan
56
Ep. 56 Terbongkar Sudah
57
Ep. 57 Melepasmu
58
Ep. 58 Rahasia Wita dan Elias
59
Ep. 59 Makan Siang Berdua
60
Ep. 60 Kok Nangis?
61
Ep. 61 Josep dan Si Uler Keket?
62
Ep. 62 Kabar Dari Papa
63
Ep. 63 Curhatan Laras
64
Ep. 64 Terungkap
65
Ep. 65 Wangi Apa Monyet?
66
Ep. 66 Pengumuman Di Makan Malam
67
Ep. 67 Keputusan Galih dan Wangi
68
Ep. 68 Wangi Punya Adik Baru
69
Ep. 69 Rencana PDKT Buat Si Uler Keket
70
Ep. 70 Menjalankan Rencana
71
Ep. 71 Gara-gara Washtaple
72
Ep. 72 Sebuah Kabar Untuk Galih
73
Ep. 73 Bimbang
74
Ep. 74 Pasar Malam
75
Ep. 75 Setelah Dua Tahun
76
Ep. 76 Rujakan
77
Ep. 77 Lebanon... I'am coming..
78
Ep. 78 Apa Kabar Jantungmu?
79
Ep. 79 Kretek-Kretek Tahan Napas
80
Ep. 80 Makan Malam Penyambutan
81
Ep. 81 Telur Rebus dan Strawberry
82
Ep. 82 Kepikiran Galih Terus
83
Ep. 83 Zahara
84
Ep. 84 Haa... Kembar??
85
Ep. 85 Maaf Dari Galih dan Rahasia Romero
86
Ep. 86 Martabak Manis Yang Dirindu
87
Ep. 87 Roti Sobek Pagi Hari
88
Ep. 88 Masalah Hati
89
Ep. 89 Sstt..!! Diam!
90
Ep. 90 Langit Senja di Lebanon
91
Ep. 91 Zahara dan Romero
92
Ep. 92 Termakan Jebakan Wangi
93
Ep. 93 Kala Galih Menggoda
94
Ep. 94 Siapakah Mereka?
95
Ep. 95 Boss Gangster
96
Ep. 96 Serasa Di Dalam Drama Korea
97
Ep. 97 Makanya Jangan Nakal!!
98
Ep. 98 Rahasia Yang Ada Di Kota
99
Ep. 99 Pasien Tak Terduga
100
Ep. 100 Resah
101
Ep. 101 Joshua Franklin
102
Ep. 102 Bahaya Mengintai
103
Ep. 103 Introgasi
104
Ep. 104 Operasi Penangkapan Raja Kalajengking
105
Ep. 105 Operasi Penangkapan Raja Kalajengking #2
106
Pengumuman Author
107
Ep. 106 Operasi Penangkapan Raja Kalajengking #3
108
Ep. 107 Operasi Penangkapan Raja Kalajengking #4
109
Ep. 108 Operasi Penangkapan Raja Kalajengking #5.Soledat
110
Ep. 109 Rencana Soledat dan Galih
111
Ep. 110 Gagak Siap Kembali Berburu
112
Ep. 111 Kecemasan Para Wanita
113
Ep. 112 Kasino
114
Ep. 113 OTW Bertemu Erisha
115
Ep. 114 Erisha dan Soledat Bebas
116
Ep. 115 Tertangkapnya Raja Kalajengking
117
Ep. 116 Siap-Siap Diomeli
118
Ep. 117 Mode Omelan On!
119
Ep. 118 Romi Terancam Punah
120
Ep. 119 Zahara OTW Ngerujak
121
Ep. 120 Romi, Bertahanlah...
122
Ep. 121 Bertemu Soledat Lagi
123
Ep. 122 Wangi Dilawan...?
124
Ep. 123 Tentang Mariam
125
Ep. 124 Piknik
126
Ep. 125 Persiapan Pulkam
127
Ep. 126 Bintang Di Bawah Langit Lebanon
128
Ep. 127 LDRan
129
Ep. 128 Kembali Pulang
130
Ep. 129 Kondangan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!