Jalan Belakang

Perjodohan yang telah diatur sejak lama, Sazi mulai turun dari motor yang dikendarai Dave pria yang bersetatus sebagai kekasihnya. Ayahnya tidak ada di rumah, sering kali mengurus bisnisnya di negara lain. Perlahan dirinya melangkah masuk, bersama dengan Dave.

Matanya menelisik, mengamati paman dan sepupunya yang duduk di ruang tamu membawa koper besar. Sedangkan ibunya tersenyum disana menyambut mereka. Alexa, itulah nama sepupunya, sedangkan Fredric paman yang merupakan adik angkat ayahnya.

Cantik? Alexa memang cantik, lebih tepatnya pandai merawat diri. Beberapa hari yang lalu perusahaan yang dimiliki Fredric dinyatakan pailit, bertepatan dengan harga saham tempatnya berinvestasi anjlok. Bankrut? Tidak memiliki apapun? Sejatinya tidak, Fredric masih memiliki beberapa aset. Namun apa tujuan kedatangan pamannya kemari membawa banyak tas koper?

Perlahan dirinya melangkah, mendekati ibunya."Ibu, ini untuk ibu..." ucapnya memberikan sebungkus gorengan yang dibelinya di depan sekolah.

Dini (sang ibu) berusaha tersenyum, meraihnya."Terimakasih sayang..."

"Bibi, ini untuk bibi, aku lupa memberikannya. Aku tidak sengaja membelinya kemarin karena mengingat tentang wajah bibi yang keibuan warna biru mungkin sangat cocok," Alexa menyodorkan kotak kecil berisikan tas tangan bermerek.

"Bibi menyukainya, kamu tidak perlu repot-repot," ucap Dini meraihnya, meletakkan gorengan pemberian Sazi sembarang di atas sofa. Menatap tas kecil itu penuh kebanggaan.

Sazi hanya dapat tersenyum menghela napas kasar. Alexa berjalan mendekatinya."Sazi aku juga punya hadiah untukmu, kripik pedas..." Alexa merangkul sepupunya, dengan posisi tubuh bagaikan bersinggungan dengan tubuh Dave yang berdiri di belakang Sazi."Maaf..." ucapnya pada Dave bagaikan tidak sengaja.

"Tidak apa-apa, perkenalkan aku Dave." Dave mengulurkan tangannya, dan benar saja dengan cepat Alexa menyambutnya. Gaya berpakaian yang berbeda dengan Sazi, wajah yang terlihat benar-benar cantik. Aura yang benar-benar segar.

Sazi masih tersenyum, wanita yang benar-benar lugu, menganggap semua orang baik hati seperti dirinya."Terimakasih, aku suka kripik pedas. Dave, aku pergi ke kamar dulu ganti baju..."

Sazi melangkah pergi menuju lantai dua tidak ada yang aneh baginya, semua baik-baik saja. Menatap keakraban saudara sepupu dengan tunangannya yang mulai ikut duduk di sofa berbincang. Tidak ada yang aneh baginya keluaga hangat yang bahagia.

Namun sejenak, setelah dirinya berganti pakaian, berjalan kembali menuruni tangga Alexa dan Dave tidak terlihat sama sekali.

"Ibu dimana Dave?" tanyanya.

"Alexa baru untuk pertama kalinya datang ke kota ini, jadi ibu meminta Dave untuk mengantarnya berkeliling. Kamu tidak keberatan kan?" Dini, menghela napas kasar tersenyum menatap Sazi.

Gadis itu mengangguk, berjalan turun hendak makan siang, namun langkahnya terhenti."Sazi, bisa kamu tinggal di kamar depan nanti? Alexa akan tinggal di sini sementara, pamanmu ingin membangun bisnis barunya di kota ini. Sepupumu tidak terbiasa tinggal di kamar yang tidak memiliki balkon..."

"Ibu, aku..." kata-katanya terhenti Dini menatap tajam padanya.

"Kamu anak yang baik kan? Ibu tidak mendidikmu untuk membenci saudaramu sendiri. Pindahkan barang-barangmu, maklumi sepupumu, apa sulitnya..." kata-kata menusuk yang keluar dari mulut Dini.

Sazi mengepalkan tangannya, namun ibunya benar. Mungkin ini cara ibunya untuk menyayanginya agar menjadi wanita yang baik setelah cukup dewasa nanti. Seorang ibu akan mencintai dan mengasihi putrinya bukan?

"Aku akan pindah," ucapnya tersenyum, berjalan menuju dapur meninggalkan ibu dan pamannya berbicara berdua. Entah apa yang mereka bicarakan. Namun hanya suara tawa yang terdengar.

***

Tepat pada pukul empat dini hari gadis itu terbangun, kerongkongannya terasa kering. Berjalan menuju lantai satu guna mengisi tempat airnya yang kosong, membawa tea pot yang terbuat dari kaca. Menuruni tangga menuju lantai satu.

Suara motor terdengar, itulah suara motor Dave. Sesaat kemudian Alexa yang terlihat tersenyum-senyum sendiri berjalan melewati ruang tamu.

"Dave mengantarmu pulang?" tanyanya menyapa saudara sepupunya.

Alexa mengangguk tersenyum ke arahnya."Dia mengantarku berkeliling. Lalu, aku bertemu dengan teman SMP-ku, menginap di rumahnya. Dave hanya mengantarku pulang, jangan salah paham. Bagaimana jika pagi ini kamu tidur di kamarku? Aku mempunyai banyak DVD film-film terbaru..."

Sazi mengangguk, menepis semua perasaan cemburu dan prasangkanya yang terlintas dengan satu kalimat, dia sepupu yang menyayangiku. Melangkah menuju lantai dua tempat kamar Alexa berada.

Tidak menyadari sesuatu di balik senyuman saudara sepupunya. Benar-benar senyuman yang sejatinya memuakkan.

***

Motor Dave melaju, membelah jalanan perkotaan. Benar-benar hidup yang indah baginya, bukan seorang wanita membosankan yang hanya taunya belajar.

Hari ini sepi, benar-benar sepi, membuka pintu depan rumahnya. Berjalan menuju lantai dua, pemuda itu adalah anak bungsu dari 4 bersaudara, memiliki kakak-kakak yang lebih cerdas darinya. Namun tetaplah dirinya yang paling diutamakan disana, penyebabnya? Tentu saja, pertunangannya dengan Sazi.

Mencintai wanita membosankan? Tidak sepenuhnya, sebagai sahabat mungkin iya. Wanita dengan senyuman yang datar terlihat anggun namun menyebalkan tidak pernah dapat disentuh sedikitpun.

Berbeda dengan Alexa, andai saja tunangannya adalah Alexa...

Pintu kamarnya mulai dibuka olehnya, merebahkan dirinya sendiri di tempat tidur. Cinta pada pandangan pertama? Itulah yang dikatakan gadis lugu bernama Alexa setelah menghabiskan waktu seharian bersama.

Menggenggam jemari tangannya bagaikan ragu. Mengatakan jika dirinya mencintai Dave pada pandangan pertama, namun terlalu takut pada Sazi yang memiliki derajat lebih tinggi darinya. Sazi yang sering merundungnya sebagai saudari sepupu miskin.

Dari sanalah ciuman itu terjadi, keinginan, tubuh yang sama-sama terjerat napsu.

"Aku mencintaimu juga..." ucap Dave saat itu, melanjutkan ciumannya. Memberikan ciuman pertamanya pada wanita yang baru pertama kali dikenalnya.

Ketagihan? Tentu saja keinginan untuk berkembang biak yang benar-benar menggelora. Wanita yang membeli alat pengaman untuknya. Membawanya ke hotel berbintang, menikmati malam dingin yang indah disana.

Sungguh perasaan yang membuatnya ketagihan, kala menikmati tubuh wanita itu. Membuat deru napas mereka lelah bersamaan.

Tidak perawan? Dave menyadarinya, lalu kenapa? Alexa merupakan korban pelecehan, itulah alasannya, meminta maaf berderai air mata dalam pelukannya. Yang dilakukan Dave bagaikan pria sejati, mencium keningnya, membalas pelukannya.

Pemuda itu masih menatap langit-langit kamar membayangkan wajah Alexa ketika tubuhnya berguncang pelan. Menjerit dengan suara parau memanggil namanya.

Dirinya tersenyum, namun sejenak kemudian senyumannya pudar, menatap cincin pertunangan yang melingkar di jari manisnya.

Dave tersenyum acuh, benar-benar merasa kesal dengan arogansi Sazi. Banyak hal yang telah didengarkannya dari Alexa, termasuk Alexa dan Fredric yang menumpang dengan cacian dan hinaan dari Sazi.

Tapi apa benar? Tentu hanya kebohongan, untuk membenarkan tindakan mereka yang menjalin hubungan di belakang Sazi.

Pemuda itu mengepalkan tangannya, jika saja Alexa memiliki segalanya yang dimiliki Sazi. Maka dirinya dapat memutuskan hubungan secepatnya.

Tapi tidak bisa begini, hanya kisah cinta diam-diam yang akan dapat mereka lakukan. Hingga menemukan jalan untuk bersama suatu hari nanti.

Bersambung

...Aku bodoh? Aku tidak bodoh, hanya saja terjebak dalam asumsi semua orang akan bersikap sama sepertiku......

...Tidak ada harimau yang merekam pawang yang memberinya makan......

...Tidak ada bunga indah yang memiliki duri......

...Tidak ada cinta sejati yang akan pudar......

...Pangeran rupawan akan hanya mencintai putri cantik berhati mulia......

...Itulah ilusi dalam fikiranku tentang dunia ini, tidak menyadari itu hanyalah dongeng. Aku akan ditarik ke neraka oleh orang-orang yang aku kasihi......

...Hanya berakhir seorang sendiri......

Sazi...

Terpopuler

Comments

Яцяу

Яцяу

barang bekas diobral semurah2nya

2023-05-21

2

Яцяу

Яцяу

alexa udh pro.. dave aja yg kelewat oon

2023-05-21

1

Яцяу

Яцяу

kadang punya sedikit pikiran negatif itu perlu.. biar gak mudah dibodohi

2023-05-21

1

lihat semua
Episodes
1 Kamu Di Mataku
2 IQ
3 Jalan Belakang
4 Pencuri
5 Talas
6 Merah ya
7 Frog
8 Spesies Berbahaya
9 Kasih
10 Kata-kata Dari Orang Lain
11 Ubi
12 Buanglah Sampah Pada Tempatnya
13 Duka
14 Bucin
15 Anak Katak
16 Pergi
17 Ukuran
18 Muak
19 Tinggallah Bersamaku
20 Akan Melakukan Apapun
21 Memilih Pasangan Hidup
22 Tidak Pernah Ada
23 Hadiah Mobil
24 Karya Terbaik
25 Hidup Ini Indah
26 Pasukan Penyerbu Outlet
27 Grimm Ripper
28 Kalah
29 Keinginan
30 Pabrik
31 Calon Kaisar
32 Melindungi
33 Gudang
34 Jika
35 Miss You
36 Dekat
37 Tensi
38 Pilihan
39 Bukan Tipe
40 Mission
41 Fatamorgana
42 Meminta Ijin
43 Anak Darimu
44 Senyuman
45 Rindu
46 Secret Of The Cat
47 Affair
48 Grimm
49 Dinner
50 Rion
51 Mati Atau Tidak
52 Manisan
53 Geram
54 Mouse
55 Merindu Lagi
56 Siapa Pelakunya
57 Dusta
58 Kulit Buaya
59 Imajinasi
60 Celah
61 Memalukan
62 Nilai Cinta
63 Kejahatan
64 Two Rings
65 Like Father Like Son
66 Masa Depan
67 Sama Saja
68 Menginginkan
69 Anak Katak Yang Tidak Bisa Berenang
70 Akhir Cerita
71 Anak Kecil
72 Istri Orang
73 Hikaru
74 Ayah
75 Kabut
76 Bagaimana?
77 Mati Dengan Cara Apa
78 Fans Fanatik
79 Materialistis
80 Maaf
81 Cara Apa
82 Oh Belinda
83 Supir Truk Kalau Beruntung
84 Ujung Pertengkaran
85 Maaf
86 Full Service
87 Penguntit
88 Kita Pacaran
89 Maaf Dan Terimakasih
90 Bucin Tingkat Dewa
91 Ikan Emas
92 Seonggok Daging
93 Karma
94 Pisau
95 Pain
96 Pria Lain
97 Satu Spesies
98 Nanti
99 Tidak Ada
100 Kutukan
101 Spesial Episode
102 Gugurkan
103 Pendarahan
104 Sesekali
105 Satu Titik
106 Koala
107 Pasir
108 Keluarga
109 Akhir
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Kamu Di Mataku
2
IQ
3
Jalan Belakang
4
Pencuri
5
Talas
6
Merah ya
7
Frog
8
Spesies Berbahaya
9
Kasih
10
Kata-kata Dari Orang Lain
11
Ubi
12
Buanglah Sampah Pada Tempatnya
13
Duka
14
Bucin
15
Anak Katak
16
Pergi
17
Ukuran
18
Muak
19
Tinggallah Bersamaku
20
Akan Melakukan Apapun
21
Memilih Pasangan Hidup
22
Tidak Pernah Ada
23
Hadiah Mobil
24
Karya Terbaik
25
Hidup Ini Indah
26
Pasukan Penyerbu Outlet
27
Grimm Ripper
28
Kalah
29
Keinginan
30
Pabrik
31
Calon Kaisar
32
Melindungi
33
Gudang
34
Jika
35
Miss You
36
Dekat
37
Tensi
38
Pilihan
39
Bukan Tipe
40
Mission
41
Fatamorgana
42
Meminta Ijin
43
Anak Darimu
44
Senyuman
45
Rindu
46
Secret Of The Cat
47
Affair
48
Grimm
49
Dinner
50
Rion
51
Mati Atau Tidak
52
Manisan
53
Geram
54
Mouse
55
Merindu Lagi
56
Siapa Pelakunya
57
Dusta
58
Kulit Buaya
59
Imajinasi
60
Celah
61
Memalukan
62
Nilai Cinta
63
Kejahatan
64
Two Rings
65
Like Father Like Son
66
Masa Depan
67
Sama Saja
68
Menginginkan
69
Anak Katak Yang Tidak Bisa Berenang
70
Akhir Cerita
71
Anak Kecil
72
Istri Orang
73
Hikaru
74
Ayah
75
Kabut
76
Bagaimana?
77
Mati Dengan Cara Apa
78
Fans Fanatik
79
Materialistis
80
Maaf
81
Cara Apa
82
Oh Belinda
83
Supir Truk Kalau Beruntung
84
Ujung Pertengkaran
85
Maaf
86
Full Service
87
Penguntit
88
Kita Pacaran
89
Maaf Dan Terimakasih
90
Bucin Tingkat Dewa
91
Ikan Emas
92
Seonggok Daging
93
Karma
94
Pisau
95
Pain
96
Pria Lain
97
Satu Spesies
98
Nanti
99
Tidak Ada
100
Kutukan
101
Spesial Episode
102
Gugurkan
103
Pendarahan
104
Sesekali
105
Satu Titik
106
Koala
107
Pasir
108
Keluarga
109
Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!