Kasih

🍀🍀🍀🍀 Sebelumnya aku minta maaf, karena terjadi kesalahan besar dalam pengetikan. Nama beberapa tokoh sudah aku ganti 🍀🍀🍀🍀

Pemuda gemuk yang terdiam sejenak, melambaikan tangannya ke arah Sazi yang memasuki gerbang rumahnya. Sesaat kemudian berjalan kembali menelusuri trotoar yang terasa lebih dingin, diiringi sinar kejinggaan di langit.

Rion menonggakkan kepalanya, wajahnya perlahan tersenyum. Tangannya mengepal, kenapa saat dirinya berhasil dekat dengan Sazi, anggota keluarga ibunya harus mengusiknya lagi?

***

13 tahun yang lalu...

Ibu? Kata itu tidak pernah ada dalam hidupnya. Semenjak dirinya dilahirkan, hanya anak tetangga? Mungkin itulah istilahnya, dirinya yang kerap dititipkan pada tetangga tempatnya dan ayahnya tinggal.

Margaretha, itulah nama ibu kandungnya. Seseorang yang katanya mencintai ayahnya dengan tulus, namun berakhir meninggalkannya kala tidak tahan dengan kesulitan ekonomi lagi.

Seorang anak yang kini hanya memakan ikan asin, dengan sayur kangkung bersama ayahnya. Hingga jemari tangan sang ayah mengelus rambut putranya yang kini baru berusia lima tahun. Air matanya mengalir, mengepalkan tangannya."Maaf karena ayah sakit-sakitan, ibumu meninggalkan kita. Besok hari pernikahan ibumu, kamu hadir ya ...?" pintanya.

Putranya mengangguk, kembali makan walaupun tidak begitu berselera. Lima tahun? Tapi siapa yang tahu kecerdasannya sudah sejauh mana saat itu? Rion sudah cukup paham, walaupun enggan bicara.

Ibunya kembali ke rumah neneknya yang kaya. Hanya karena mereka tidak memiliki apa-apa. Rumah neneknya yang indah dan megah bagaikan istana. Menikah kembali dengan pria lain.

Anak itu hanya tertunduk dan tersenyum, menahan air mata dan luka di hatinya. Cerdas mungkin merupakan suatu anugerah, sekaligus suatu kesialan untuknya, seharusnya dirinya tidak tau berapa murah harga sebuah cinta. Bagiamana pada akhirnya ayahnya dibuang.

Terkadang Fino (ayah Rion) terbangun di tengah malam. Menyembunyikan lukanya dalam tangisan tertahan, menepuk-nepuk dadanya yang terasa sesak. Seorang ayah yang tidak menyadari putra yang terlelap satu ranjang dengannya ikut menitikan air matanya.

Sosok ibu yang tidak begitu penting dalam hidupnya. Namun ayahnya, itulah yang terpenting baginya saat ini. Sang ayah yang membesarkannya, tidak peduli pada tubuhnya sendiri yang lemah.

***

Hari itu tiba juga pada akhirnya, hari pernikahan sang ibu. Fino hadir dengan memakai setelan jas lusuh, setelan jas yang dibelinya dengan uang tabungannya kala menikahi Margaretha dulu. Datang bersama putranya, yang hanya mengenakan seragam taman kanak-kanak.

Tidak memiliki pakaian yang bagus kecuali seragam sekolah yang dilengkapi dasi kupu-kupu.

Pengantin pria berwajah rupawan terlihat bukan berasal dari negara ini. Sedangkan ibunya juga terlihat cantik mengenakan gaun indah berharga fantastis. Silvia? Sang nenek, lebih memilih duduk berdampingan dengan Jameson cucu sambungnya.

Semua orang terlihat bahagia kala janji sakral itu diucapkan. Semua orang...

Terkecuali Fino, Rion menonggakkan kepalanya, mata ayahnya memerah, air matanya mengalir masih berusaha untuk tetap tersenyum. Menyadari tidak ada cinta sejati untuknya...

Hanya tangan kecil Rion yang mungkin akan menjadi penyemangat hidupnya nanti. Buket bunga dilemparkan Margaretha, acara resepsi akan berpindah di ballroom hotel yang lebih besar.

Mereka tidak memiliki undangannya, hanya undangan untuk diucapkannya janji suci. Rion hanya terdiam, ikut melambaikan tangan menatap kepergian mobil pengantin, dengan senyuman yang terukir di wajah ibu yang tidak pernah menganggapnya. Sang ayah yang masih berada di sampingnya.

Janji yang dikhianati oleh Margaretha pada dirinya. Dan kini berjanji pada pria lain? Menang seharusnya seperti itu. Jika difikirkannya Margaretha memang terlalu sempurna untuknya.

"Rion, ayo kita pulang, nanti ayah buatkan tahu tepung kesukaanmu..." ucapnya tersenyum menghapus air matanya. Mengacak-acak rambut putranya, seorang anak rupawan yang pintar. Harus hidup di bawah garis kemiskinan.

Sepasang ayah dan anak yang berjalan bersama hendak pergi. Namun, tiba-tiba langkah mereka terhenti, Silvia berdiri di sana, dengan seorang anak ber-ras Eropa.

"Ibu mertua..." sapaan Fino tersenyum.

"Ibu mertua? Putriku sudah bercerai denganmu, status sosialmu lebih rendah. Jadi sekarang panggil aku nyonya..." Silvia tersenyum penuh arogansi menatapnya.

"Nyonya, ada apa menghentikan langkah kami?" tanya Fino menggenggam erat tangan putranya.

"Dia Rion bukan? Aku ingin membawanya untuk tinggal denganku. Kita akan berebut hak asuh di pengadilan..." ucapnya menatap seorang anak berpakaian taman kanak-kanak.

Rion kecil mulai mundur, hendak bersembunyi di belakang ayahnya. Berpisah dengan Fino? Tidak akan, hanya sang ayah yang selama ini ada bersamanya.

"Tapi semenjak Margaretha melahirkannya, aku yang membesarkannya, membelikannya susu formula karena Margaretha tidak mau menyusuinya. Setelah bercerai pun, kalian tidak pernah..." Fino mengepalkan tangannya, hanya Rion yang saat ini dimiliki olehnya. Putra yang dicintainya.

"Darah keluaga kami mengalir dalam tubuhnya. Kamu tidak akan menang dalam persidangan," ucap Silvia tersenyum, perlahan mendekati Rion.

"Rion ikut nenek ya? Nenek punya coklat dan banyak mainan, juga baju baru..." bujuknya.

Rion menatap ke arahnya bersembunyi di belakang Fino, raut wajahnya tiba-tiba tersenyum dingin, mengintimidasi."Anda siapa? Aku tidak pernah memiliki seorang nenek," ucapnya.

Tangan Silvia tiba-tiba gemetar, mundur selangkah. Aura yang benar-benar menyerupai almarhum suaminya, tuan muda keluaga kaya yang mengangkatnya dari seorang pelayan menjadi nyonya muda, dahulu.

"Ajari anakmu sopan santun!!" teriak Silvia memalingkan wajahnya, tidak mungkin almarhum suaminya bahkan mewariskan sifatnya pada cucu luarnya. Anak dari seorang buruh angkut pasar.

Melupakan asal-usulnya, mungkin itulah yang terjadi pada Silvia. Melupakan dirinya yang diangkat dari hanya seorang pelayan oleh almarhum suaminya.

"Rion kamu tidak boleh begitu..." ucap Fino pada putranya.

Rion mengangguk, melirik ke arah Silvia sembari tersenyum."Baik ayah, lain kali aku tidak akan bicara pada orang asing..."

Anak yang tiba-tiba menakutkan baginya dalam setiap kata-kata ambigunya yang bagaikan kebetulan. Almarhum suami berhati hangat sekaligus tidak dapat dibantah, ditakuti di kalangan konglomerat. Suami yang kala diusia mudanya dapat menghina orang-orang dengan kata ambigunya yang tajam.

"Nenek, ayah memberikanku guru piano, jadwal belajarnya siang ini. Nenek, bersedia melihat hari pertamaku berlatih kan?" pinta Jameson, memegang jemari tangan Silvia. Menatap anak seseorang yang berhasil merebut perhatian nenek sambungnya.

"Iya sayang..." Silvia mensejahterakan tingginya dengan Jameson mencubit pipinya gemas. Kemudian kembali berdiri menuntun cucu sambungnya untuk pergi ke mobil mereka.

"Tunggu! Nyonya, aku yakin Margaretha akan memiliki anak laki-laki nantinya. Jadi tolong perbolehkan Rion tinggal denganku..." pinta Fino tidak ingin kehilangan satu-satunya tangan kecil yang menggenggamnya.

"Tidak, darah keluaga kami mengalir di tubuhnya. Setelah merebut hak asuh, kami akan membawanya ke luar negeri, tinggal dan bersekolah dengan guru pembimbing..." jawaban dari Silvia tersenyum, berjalan meninggalkan mereka.

Fino terduduk lemas di lantai tubuhnya yang lemah memang tidak memungkinkan untuk membesarkan putranya seorang diri. Tapi, tapi... tetap saja anak ini adalah putranya. Air matanya mengalir tidak terkendali seiiring dengan kepergian Silvia.

"Ayah..." Rion memeluknya, tidak ingin berpisah dengannya.

***

Namun terkadang manusia memiliki mental yang lemah. Ketika menganggap dirinya tidak memiliki apapun. Bertindak egois untuk sesuatu.

Sang ayah singgah di beberapa toko sebelum kepulangan mereka. Hingga sampai di rumah memasak seperti biasanya. Tangannya gemetar air matanya mengalir, mungkin ini satu-satunya cara agar tidak tinggal seorang diri.

Racun tikus dimasukkannya ke dalam makanan hangat untuk dikonsumsi dirinya dan Rion nantinya. Mati bersama putranya? Egois bukan? Namun dirinya tidak ingin terpisah dari putranya. Tidak ada satupun yang benar-benar mencintai Rion di rumah itu. Silvia maupun Margareta...

Wajahnya berusaha tersenyum, tangannya masih gemetar saat ini menghidangkan makanan untuk putranya yang duduk, tersenyum tidak pernah mengeluh, akan memakan apapun pemberiannya.

Setelah ini kita akan terus bersama... maaf Rion... batinnya menatap senyuman putranya yang rupawan, dengan satu gigi depan yang telah tanggal.

Bersambung

Terpopuler

Comments

ganti nama

ganti nama

waaaah...nenek lupa asal yah nek???

2023-12-13

0

Widi Widurai

Widi Widurai

songong bgt nyatanya dulu dia juga sama sama udik. sok iye bgt nyari yg kaya. ga sadar diri dia jd kaya jg krn kemurahan hati klg suami ny yg mau nerima dia yg hanya seorang pelayan

2023-04-20

1

Putri Nunggal

Putri Nunggal

lebih menyakitkan ucapan rion

2022-09-16

3

lihat semua
Episodes
1 Kamu Di Mataku
2 IQ
3 Jalan Belakang
4 Pencuri
5 Talas
6 Merah ya
7 Frog
8 Spesies Berbahaya
9 Kasih
10 Kata-kata Dari Orang Lain
11 Ubi
12 Buanglah Sampah Pada Tempatnya
13 Duka
14 Bucin
15 Anak Katak
16 Pergi
17 Ukuran
18 Muak
19 Tinggallah Bersamaku
20 Akan Melakukan Apapun
21 Memilih Pasangan Hidup
22 Tidak Pernah Ada
23 Hadiah Mobil
24 Karya Terbaik
25 Hidup Ini Indah
26 Pasukan Penyerbu Outlet
27 Grimm Ripper
28 Kalah
29 Keinginan
30 Pabrik
31 Calon Kaisar
32 Melindungi
33 Gudang
34 Jika
35 Miss You
36 Dekat
37 Tensi
38 Pilihan
39 Bukan Tipe
40 Mission
41 Fatamorgana
42 Meminta Ijin
43 Anak Darimu
44 Senyuman
45 Rindu
46 Secret Of The Cat
47 Affair
48 Grimm
49 Dinner
50 Rion
51 Mati Atau Tidak
52 Manisan
53 Geram
54 Mouse
55 Merindu Lagi
56 Siapa Pelakunya
57 Dusta
58 Kulit Buaya
59 Imajinasi
60 Celah
61 Memalukan
62 Nilai Cinta
63 Kejahatan
64 Two Rings
65 Like Father Like Son
66 Masa Depan
67 Sama Saja
68 Menginginkan
69 Anak Katak Yang Tidak Bisa Berenang
70 Akhir Cerita
71 Anak Kecil
72 Istri Orang
73 Hikaru
74 Ayah
75 Kabut
76 Bagaimana?
77 Mati Dengan Cara Apa
78 Fans Fanatik
79 Materialistis
80 Maaf
81 Cara Apa
82 Oh Belinda
83 Supir Truk Kalau Beruntung
84 Ujung Pertengkaran
85 Maaf
86 Full Service
87 Penguntit
88 Kita Pacaran
89 Maaf Dan Terimakasih
90 Bucin Tingkat Dewa
91 Ikan Emas
92 Seonggok Daging
93 Karma
94 Pisau
95 Pain
96 Pria Lain
97 Satu Spesies
98 Nanti
99 Tidak Ada
100 Kutukan
101 Spesial Episode
102 Gugurkan
103 Pendarahan
104 Sesekali
105 Satu Titik
106 Koala
107 Pasir
108 Keluarga
109 Akhir
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Kamu Di Mataku
2
IQ
3
Jalan Belakang
4
Pencuri
5
Talas
6
Merah ya
7
Frog
8
Spesies Berbahaya
9
Kasih
10
Kata-kata Dari Orang Lain
11
Ubi
12
Buanglah Sampah Pada Tempatnya
13
Duka
14
Bucin
15
Anak Katak
16
Pergi
17
Ukuran
18
Muak
19
Tinggallah Bersamaku
20
Akan Melakukan Apapun
21
Memilih Pasangan Hidup
22
Tidak Pernah Ada
23
Hadiah Mobil
24
Karya Terbaik
25
Hidup Ini Indah
26
Pasukan Penyerbu Outlet
27
Grimm Ripper
28
Kalah
29
Keinginan
30
Pabrik
31
Calon Kaisar
32
Melindungi
33
Gudang
34
Jika
35
Miss You
36
Dekat
37
Tensi
38
Pilihan
39
Bukan Tipe
40
Mission
41
Fatamorgana
42
Meminta Ijin
43
Anak Darimu
44
Senyuman
45
Rindu
46
Secret Of The Cat
47
Affair
48
Grimm
49
Dinner
50
Rion
51
Mati Atau Tidak
52
Manisan
53
Geram
54
Mouse
55
Merindu Lagi
56
Siapa Pelakunya
57
Dusta
58
Kulit Buaya
59
Imajinasi
60
Celah
61
Memalukan
62
Nilai Cinta
63
Kejahatan
64
Two Rings
65
Like Father Like Son
66
Masa Depan
67
Sama Saja
68
Menginginkan
69
Anak Katak Yang Tidak Bisa Berenang
70
Akhir Cerita
71
Anak Kecil
72
Istri Orang
73
Hikaru
74
Ayah
75
Kabut
76
Bagaimana?
77
Mati Dengan Cara Apa
78
Fans Fanatik
79
Materialistis
80
Maaf
81
Cara Apa
82
Oh Belinda
83
Supir Truk Kalau Beruntung
84
Ujung Pertengkaran
85
Maaf
86
Full Service
87
Penguntit
88
Kita Pacaran
89
Maaf Dan Terimakasih
90
Bucin Tingkat Dewa
91
Ikan Emas
92
Seonggok Daging
93
Karma
94
Pisau
95
Pain
96
Pria Lain
97
Satu Spesies
98
Nanti
99
Tidak Ada
100
Kutukan
101
Spesial Episode
102
Gugurkan
103
Pendarahan
104
Sesekali
105
Satu Titik
106
Koala
107
Pasir
108
Keluarga
109
Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!