Buanglah Sampah Pada Tempatnya

Sazi melangkah menuju area dalam rumahnya. Motor sport milik Dave masih terparkir, pertanda kekasihnya masih bertamu di sana.

Namun sejenak dirinya melangkah ragu, ciuman dengan Rion untuk yang kedua kalinya. Padahal dirinya tidak pernah sekalipun berciuman dengan Dave.

Merasa bersalah? Tentu saja, setelah ini dirinya akan lebih menjaga jarak dengan Rion itulah tekadnya. Pertemanan yang sudah mulai tidak sehat dan tidak wajar menurutnya.

Sazi berjalan melewati sebuah cermin besar, menatap pantulan wajah dirinya. Jantungnya berdegup cepat setiap dekat dengan Rion.

Rupa fisik? Jika diperhatikan wajah Rion yang tertutup lemak jahat cukup tampan. Mata tajam yang mungkin dapat membuat wanita manapun penasaran untuk mendekatinya, tapi sekali lagi, andai saja Rion tidak gemuk dan pintar. Mungkin akan menjadi siswa populer. Dengan cepat Sazi menggeleng, tidak boleh, melirik sedikitpun pria lain, tidak boleh. Hanya Dave yang akan menjadi pasangan hidupnya.

Anak rupawan yang menyebutnya bodoh, memeluknya. Memakan ubi hangat dengannya saat piknik dengan ayahnya dahulu. Tidak disangka akan diperkenalkan kembali oleh ibunya ketika dirinya berusia 9 tahun.

Beberapa anak berusia 5 tahun tidak akan dapat begitu mengingat wajah dengan jelas. Begitu juga dengan Sazi. Sang ayah yang selalu pergi melakukan perjalanan bisnis membuatnya enggan bertanya tentang alamat teman masa kecilnya.

Hanya menceritakan pada Dini, hal yang dilakukan Sazi dahulu. Kagum pada anak mandiri yang bahkan sempat menghabiskan waktu dengannya dan Herry di hutan. Membuatkannya beberapa mainan dari akar dan daun pohon.

Bahkan kalung dari daun singkong, anak rupawan yang baik hati. Mungkin bisa disebut sebagai, sahabat impiannya yang bagaikan keajaiban baginya. Dapat menciptakan apapun dari hal-hal yang sederhana, dan membuatnya tersenyum, tertawa bersama.

Hingga pada usia 9 tahun Dini datang bersama teman sesama sosialitanya. Memperkenalkan Dave, sebagai anak yang menemaninya dulu. Ingin menjodohkan Sazi dari usia dini dengan keluarga terpandang, tanpa sepengetahuan Herry.

Apa Sazi percaya? Tentu saja, ingatannya yang kabur, seorang ibu yang dianggapnya tidak mungkin membohongi dirinya. Membuat Sazi mulai mendekati Dave, berteman dengannya, walaupun pada awalnya Dave acuh.

Cukup aneh memang, anak yang dahulu selalu berusaha membuatnya tersenyum, kini acuh. Namun perlahan Dave yang didesak orang tuanya untuk dekat dengan Sazi, mulai luluh. Bermain di masa kecilnya, hingga menjalin hubungan sebagai kekasih kala remaja.

Walaupun, dalam hubungan yang mereka jalani Sazi lebih banyak mengalah. Namun, sekali lagi, pemuda ini adalah anak yang sama dengan anak yang dahulu selalu membuatnya tersenyum. Ketika piknik sekaligus kemah dengan Herry 3 hari 2 malam di hutan.

Saat-saat yang menyenangkan baginya. Entah kapan Dave akan mengingat semuanya, dan kembali berusaha membuatnya selalu bahagia seperti dulu.

Dirinya akan tetap menunggu perasaan nyaman itu kembali...

Mata Sazi menelisik, hanya terdapat ibunya disana, tengah membaca majalah."Ibu dimana Dave?" tanyanya.

Dini mengenyitkan keningnya, dirinya sungguh sudah sangat muak pada anak ini. Anak yang memiliki rupa sama dengan almarhum istri Herry."Dave sudah pergi dari tadi!!"

"Tapi motornya..." Sazi berjalan mendekat menenteng tas plastik.

"Dia menitipkannya, katanya rusak!" alasan yang dibuat Dini.

Sazi menghela napas kasar, menyodorkan jagung bakar yang dibelinya di pinggir jalan."Ini untuk ibu..." ucapnya tersenyum.

"Kamu tidak lihat, ibu sudah memakai make up lengkap! Makan jagung bakar makeup ibu bisa jadi rusak!!" geramnya mulai bangkit, meraih tas kecil berharga fantastis miliknya.

"Maaf, kalau begitu aku akan memberikannya pada Alexa saja..." ucap Sazi tersenyum, hendak melangkah menuju lantai dua. Tapi, tiba-tiba langkahnya terhenti mendengar kata-kata dari ibunya.

"Jangan ganggu Alexa!! Kamu tidak paham, sepupumu itu juga butuh privasi!!" bentak Dini, merebut plastik berisikan jagung bakar yang dibeli Sazi melemparnya ke dalam tempat sampah."Ibu menyesal sudah melahirkan anak bodoh sepertimu! Kekanak-kanakan! Contoh Alexa, sudah cantik, pintar, modis!!"

"Sedangkan kamu apa? Ke salon saja tidak pernah!! Bukannya belajar di bidang akademis, melukis terus!! Lukisan di belakang rumah sudah menumpuk! Bisa dijual atau tidak, juga tidak tau!!" sinisnya, berjalan meninggalkan Sazi pergi.

Gadis itu mengepalkan tangannya, air matanya mengalir. Entah kenapa sifat ibunya belakangan ini berubah menjadi lebih dingin. Apa kesalahannya? Entahlah, Sazi menonggakan kepalanya, menahan perasaan sakit di hatinya. Berusaha menganggap bahwa itu nasehat dari seorang ibu yang mencemaskan putrinya.

Mencintai semua orang? Itulah dirinya, sebuah rasa cinta yang bodoh. Akan membawanya pada kehancuran yang pahit.

***

Pagi menjelang, Dave membuka matanya dalam pelukan Alexa. Entah berapa kali dirinya menyentuh tubuh itu semalaman. Wanita yang benar-benar liar, tapi apa benar Alexa korban pelecehan? Entahlah, yang jelas Alexa-lah wanita yang dicintainya.

Dengan cepat membersihkan diri di kamar mandi, kemudian meraih pakaian miliknya yang berceceran di lantai. Tidak ingin Sazi mengetahui segalanya. Entah kenapa...

Motor dilajukannya pergi tanpa menunggu Alexa terbangun. Tidak menyadari Sazi yang baru terbangun menatap kepergian Dave. Tidak berfikiran negatif sama sekali, mungkin motor itu sudah diperbaiki oleh montir tadi malam.

Sazi meraih phonecellnya tersenyum mengirimkan pesan.'Sayang kamu sudah sarapan?' itulah isi pesan yang dikirimkannya pada Dave. Tapi hingga beberapa jam berlalu, sampai di sekolah pun pesan itu tidak di balas.

Tidak ada balasan atau jawaban entah kenapa. Pemuda yang dengan sengaja mengabaikan pesan dari Sazi. Pesan-pesan yang suatu hari nanti akan dirindukannya."Dasar alay..." ucapnya, tengah berada di apartemen pribadi miliknya, usai membaca pesan.

Memilih bolos? Mungkin memang benar, dirinya terlalu lelah setelah bergulat semalaman. Tersenyum sendiri mengingat Alexa yang berhasil menjerit berkali-kali, akibat ulahnya.

***

Sudah tepat waktu pulang sekolah, pesan yang tidak di balas. Sazi perlahan menjadi cemas, menghubungi Dave beberapa kali. Namun, tidak ada hasil, panggilannya dialihkan.

Apa Dave marah pada dirinya? Alexa hari ini juga tidak hadir. Hingga Rion tiba-tiba berdiri di sampingnya, menyodorkan roti bantet yang dibawanya.

"Ini sepertimu, bantet dengan otak sulit berkembang..." ucap Rion dengan mulut penuh.

"Dasar!! Badan seperti kasur! Kulkas dua pintu!!" cibir Sazi tersenyum, tertawa kecil, meraih roti yang disodorkan padanya.

"Aku memang kulkas dua pintu, yang dipenuhi makanan. Mau aku antar ke rumahmu? Ayo kita berjalan kali," ucap Rion tersenyum.

Sazi mengangguk, kemudian tersenyum, pemuda yang entah kenapa membuatnya merasa nyaman.

Guguran daun kecil menyertai langkah mereka dalam perjalanan pulang. Sepasang remaja yang tengah mendengarkan sebuah lagu dari handphone Sazi.

Melangkah dengan membawa dua juice buah yang ditraktir oleh sang gadis. Menikmati semilir angin yang menerpa kulit mereka. Perlahan Sazi meminum juice sirsak yang dibelinya.

"Bagaimana jika kita kawin lari saja?" ucap Rion tiba-tiba. Seketika Sazi terbatuk-batuk mendengarnya.

"Kawin lari?" tanya Sazi memastikan pendengarannya.

Rion mengangguk,"Kita kawin lari, tinggal di kota lain dengan ayahku. Aku berjanji akan menjadi pria yang sempurna untukmu nanti..." ucapnya menggenggam jemari tangan sang pujaan hati.

"Ki...kita hanya sahabat." Sazi gelagapan mendengarnya. Kawin lari? Orang ini hanya bercanda kan?

"Sahabat lama-kelamaan bisa jadi cinta..." jawaban dari Rion antusias.

Sazi memijit pelipisnya sendiri."Aku sudah punya tunangan!! Dave mau dikemanakan!?" bentaknya.

"Seperti nasehat di papan reklame. Buanglah sampah pada tempatnya..." senyuman terlihat di bibir Rion

Bersambung

Terpopuler

Comments

glade🌊

glade🌊

ouh berrati dini tuh, ibu tirinya ya thor?

2024-09-08

0

Khasanah Mar Atun

Khasanah Mar Atun

kamu bener rion,sazi itu polos dan lugu ..

2022-10-26

5

Priska Jacob

Priska Jacob

secara gak sadar, sazi nyaman sama rion dan anggap rion tampan, tapi masih menganggap dave orang yg dia cintai

2022-06-18

3

lihat semua
Episodes
1 Kamu Di Mataku
2 IQ
3 Jalan Belakang
4 Pencuri
5 Talas
6 Merah ya
7 Frog
8 Spesies Berbahaya
9 Kasih
10 Kata-kata Dari Orang Lain
11 Ubi
12 Buanglah Sampah Pada Tempatnya
13 Duka
14 Bucin
15 Anak Katak
16 Pergi
17 Ukuran
18 Muak
19 Tinggallah Bersamaku
20 Akan Melakukan Apapun
21 Memilih Pasangan Hidup
22 Tidak Pernah Ada
23 Hadiah Mobil
24 Karya Terbaik
25 Hidup Ini Indah
26 Pasukan Penyerbu Outlet
27 Grimm Ripper
28 Kalah
29 Keinginan
30 Pabrik
31 Calon Kaisar
32 Melindungi
33 Gudang
34 Jika
35 Miss You
36 Dekat
37 Tensi
38 Pilihan
39 Bukan Tipe
40 Mission
41 Fatamorgana
42 Meminta Ijin
43 Anak Darimu
44 Senyuman
45 Rindu
46 Secret Of The Cat
47 Affair
48 Grimm
49 Dinner
50 Rion
51 Mati Atau Tidak
52 Manisan
53 Geram
54 Mouse
55 Merindu Lagi
56 Siapa Pelakunya
57 Dusta
58 Kulit Buaya
59 Imajinasi
60 Celah
61 Memalukan
62 Nilai Cinta
63 Kejahatan
64 Two Rings
65 Like Father Like Son
66 Masa Depan
67 Sama Saja
68 Menginginkan
69 Anak Katak Yang Tidak Bisa Berenang
70 Akhir Cerita
71 Anak Kecil
72 Istri Orang
73 Hikaru
74 Ayah
75 Kabut
76 Bagaimana?
77 Mati Dengan Cara Apa
78 Fans Fanatik
79 Materialistis
80 Maaf
81 Cara Apa
82 Oh Belinda
83 Supir Truk Kalau Beruntung
84 Ujung Pertengkaran
85 Maaf
86 Full Service
87 Penguntit
88 Kita Pacaran
89 Maaf Dan Terimakasih
90 Bucin Tingkat Dewa
91 Ikan Emas
92 Seonggok Daging
93 Karma
94 Pisau
95 Pain
96 Pria Lain
97 Satu Spesies
98 Nanti
99 Tidak Ada
100 Kutukan
101 Spesial Episode
102 Gugurkan
103 Pendarahan
104 Sesekali
105 Satu Titik
106 Koala
107 Pasir
108 Keluarga
109 Akhir
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Kamu Di Mataku
2
IQ
3
Jalan Belakang
4
Pencuri
5
Talas
6
Merah ya
7
Frog
8
Spesies Berbahaya
9
Kasih
10
Kata-kata Dari Orang Lain
11
Ubi
12
Buanglah Sampah Pada Tempatnya
13
Duka
14
Bucin
15
Anak Katak
16
Pergi
17
Ukuran
18
Muak
19
Tinggallah Bersamaku
20
Akan Melakukan Apapun
21
Memilih Pasangan Hidup
22
Tidak Pernah Ada
23
Hadiah Mobil
24
Karya Terbaik
25
Hidup Ini Indah
26
Pasukan Penyerbu Outlet
27
Grimm Ripper
28
Kalah
29
Keinginan
30
Pabrik
31
Calon Kaisar
32
Melindungi
33
Gudang
34
Jika
35
Miss You
36
Dekat
37
Tensi
38
Pilihan
39
Bukan Tipe
40
Mission
41
Fatamorgana
42
Meminta Ijin
43
Anak Darimu
44
Senyuman
45
Rindu
46
Secret Of The Cat
47
Affair
48
Grimm
49
Dinner
50
Rion
51
Mati Atau Tidak
52
Manisan
53
Geram
54
Mouse
55
Merindu Lagi
56
Siapa Pelakunya
57
Dusta
58
Kulit Buaya
59
Imajinasi
60
Celah
61
Memalukan
62
Nilai Cinta
63
Kejahatan
64
Two Rings
65
Like Father Like Son
66
Masa Depan
67
Sama Saja
68
Menginginkan
69
Anak Katak Yang Tidak Bisa Berenang
70
Akhir Cerita
71
Anak Kecil
72
Istri Orang
73
Hikaru
74
Ayah
75
Kabut
76
Bagaimana?
77
Mati Dengan Cara Apa
78
Fans Fanatik
79
Materialistis
80
Maaf
81
Cara Apa
82
Oh Belinda
83
Supir Truk Kalau Beruntung
84
Ujung Pertengkaran
85
Maaf
86
Full Service
87
Penguntit
88
Kita Pacaran
89
Maaf Dan Terimakasih
90
Bucin Tingkat Dewa
91
Ikan Emas
92
Seonggok Daging
93
Karma
94
Pisau
95
Pain
96
Pria Lain
97
Satu Spesies
98
Nanti
99
Tidak Ada
100
Kutukan
101
Spesial Episode
102
Gugurkan
103
Pendarahan
104
Sesekali
105
Satu Titik
106
Koala
107
Pasir
108
Keluarga
109
Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!