"Mal, tolong kamu bawa belanjaanku ya? Kamu lewat samping aja dan taruh belanjaanku di dapur dulu. Sepertinya di rumah ada tamu tak diundang." Titah Selin dan Jamal mengangguk juga mengiyakan. Setelah itu Jamal pun melihat Selin melangkah masuk ke dalam rumah.
"Eh, ada tamu." ucap Selin dengan tatapan sinis ke arah seseorang yang duduk di sana.
"Kamu baru pulang, Nak?" tanya tamu tersebut dengan memasang senyum serta berdiri dan melangkah menghampiri Selin. Saat tangan wanita itu terulur, Selin langsung menepis tangan tersebut dengan kasar hinga tamu tersebut berteriak, "Selin!"
"Apa!" Balas Selin tak kalah keras dengan tatapan tajam hingga membuat wajah sang tamu pias dan tercekat.
"Begini kah sikap kamu menyambut kedatangan mamah mu, nak?" cicit sang tamu dengan nada pilu namun membuat Selin berdecih dan tersenyum sinis.
"Mamah? Nggak usah draman deh. Kamu masih dengan tak tahu malunya menganggap kamu itu mamah di hadapanku?" tanya Selin sinis. Sungguh raut wajah Selin hanya terlihat raut kebencian pada sang tamu yang ternyata adalah Mamahnya.
"Selin!"
"Apa! Hah! Mau apa lagi kesini, Hah? Apa brondong simpananmu mengadu sesuatu kepadamu, hingga kamu bergegas datang kesini?" ucap Selin lantang membuat sang Mamah semakin pias.
Sungguh, wanita yang nasih kelihatan cantik tersebut tak pernah menyangka akan dibenci sedemikian rupa oleh Selin. Tatapan anak anak itu adalah tatapan penuh kebencian dan kekecewan kepada perempuan yang seharusnya sangat dia hormati.
Wajar bagi Selin, kalau dia membenci mamahnya. Kesalahan wanita itu sungguh sangat susah untuk dimaafkan karena kesalahan itu sangat melukai hatinya.
"Selin, dengarkan dulu mamah ngomong, Nak?"
"Mamah? Apa kamu tidak punya cermin? Apa kamu tidak punya malu masih menganggap kamu mamahku setelah apa yang kamu lakukan?" ucapan sinis Selin benar benar terus menghujam hati sang mamah tanpa terkendali.
"Selin!" bentak Mamah.
"Apa!" Balas Selin tak kalah keras. "Bahkan kamu tanpa rasa malu datang ke kampus bersama Rio, mau pamer kepada anak anak kampus, kalau anaknya kalah dari mamahnya, gitu?"
Amarah Selin meluap begitu saja. Untuk kesekian kalinya dia harus meluapkan amarah setiap dia berhadapan dengan sang mamah yang tega berselingkuh dengan Rio, pacar anaknya.
Ya. Itulah kesalahan wanita bernama Sandra, Mamahnya Selin. Dengan begitu tega wanita itu menikam anaknya hanya demi nafsu. Dengan mata kepala sendiri Selin melihat perbuatan yang tak pantas dilakukan seorang Mamah dan seorang kekasih. Entah siapa yang salah, namun keduanya adalah manusia manusia tak tahu malu.
Bahkan dari pengakuan yang mereka ucapkan saat tertangkap basah, hubungan gelap Sandra dan Rio sudah berjalan selama tiga bulan. Padahal Selin sendiri baru berpacaran dengan Rio selama lima bulan. Sangat menjijikan bukan? Wajar jika Selin begitu membenci dua manusia tersebut. Apa lagi keduanya saling melempar kesalahan tentang siapa yang menggoda duluan. Nyatanya hubungan gelap itu masih berjalan hingga mereka terang terangan menampilkan kemesraan di tempat umum seperti di kampus tadi pagi.
Murka dan kecewa juga sangat dirasakan oleh sang ayah, Tuan Gustavo. Meski dirinya juga diam diam sering berhubungan dengan beberapa wanita, namun Gustavo melakukannya hanya sebatas cinta satu malam saja. Itu pun dia lakukan saat berada jauh dari rumah bahkan kota tempat tinggal.
Entah yang salah siapa, namun dalam keadaan ini, Selin lah yang menjadi korbannya. Dia yang paling terluka. Orang yang seharusnya menjadi tempat berkeluh kesah justru penyebab utama atas luka dan rasa sakit yang mendera jiwa.
"Sebaiknya kamu lekas pergi dari sini. Aku sangat muak melihat wajahmu yang seperti tidak punya malu sama sekali," lagi lagi hanya ucapan pahit yang Selin lontarkan kepada wanita tersebut.
"Mamah tidak akan pergi sebelum mamah memberi pelajaran pada supir baru itu," Selin tercengang mendengarnya. Demi Rio, mamah mau melakukan apapun. Sungguh gemuruh di dada Selin semakin membuncah.
Sandra hendak melangkah masuk menuju ke dalam rumah mencari Jamal, namun dengan cepat Selin mencegahnya, tangan Sandra dia cengkram dan ditarik tangan itu hingga keluar rumah kemudian dihempaskannya tubuh Sandra hingga wanita itu terjermbab.
"Selin!" pekik Sandra. Dia meronta dan berusaha melepas tangannya.
Tapi Selin tak gentar. Dengan tatapan matanya yang begitu tajam, tersirat kebencian yang sangat mendalam dalam dari Selin kepada sang mamah.
"Jangan berani beraninya menyentuh supir pribadiku, kalau kamu berani menyentuh dan menyakitinya, maka kamu akan berhadapan denganku! Camkan itu!"
Brak!
Dengan keras, Selin langsung menutup pintu rumah dan dia terduduk bersandar pintu dengan rasa sesak dan linangan air mata.
Tanpa sepengetahuan Selin, dari dalam rumah ada yang mendengar dan menyaksikan pertengkaran ibu dan anak sedari tadi. Dialah Jamal dan kini dia menyadari satu kenyataan, kenapa nyonya rumah tidak pernah kelihatan.
...@@@@@...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 276 Episodes
Comments
banyak kejadian sepeti ini terjadi di dunia nyata.
aku pun terkadang heran, kok bisa seorang wanita tidur dengan pria seusia anaknya ?
2023-11-23
2
El Wang Xiao
iyuhhhhhh makkkkk, nggragas banget
2023-11-22
0
Nasiati
waduh ibu macam apa tu pacar anakny pun. di serobot tega benar tu orang tuo
2023-06-11
0