"Siapa mereka? Kenapa pandangan Non Selin begitu?" gumam Jamal dalam hatinya. Jamal pun memandang Selin dan dua orang di seberang jalan secara bergantian.
"Kenapa kamu ikut turun!" bentak Selin hingga membuat Jamal tercengat. Tentu saja pria itu kaget karena lagi fokus memandang dua orang yang sepertinya menyadari sedang dipandang Selin.
Setelah membentak, Selin berputar arah dan pergi begitu saja tanpa mempedulikan Jamal yang hendak membuka suara. Sejujurnya Jamal hendak bertanya jam kepulangan Selin tapi dia malah keburu pergi dengan raut wajah kesal.
"Kamu siapa?" sebuah pertanyaan kembali mengagetkan Jamal hingga dia kaget kedua kalinya. Jamal langsung menoleh dan ternyata pertanyaan tadi terlontar dari mulut pria yang tadi ditatap Selin.
"Saya sopirnya Non Selin," balas Jamal mencoba ramah. Tapi pandangan lelaki itu seperti pandangan menyelidik yang beraroma menghina.
"Pantes dekil, orang kampung ya?" tanya pria tersebut yang mulai mengeluarkan jurus menghina.
Namun bagi Jamal pertanyaan itu terdengar biasa saja. Jamal bahkan menyunggingkan senyumnya dan dengan mantap mengangguk. "Namanya pria kampung ya dekil, Mas. Apalagi orang nggak punya. Masa iya aslinya nggak punya tapi harus pura pura menjadi kaya. Nggak ada tenaga untuk membohongi orang lain, Mas."
Entah kenapa jawaban Jamal yang nampak biasanya saja justru membuat laki laki itu seperti meradang.
"Kamu menyindir saya?" tanya pria itu terlihat ingin mengeluarkan amarahnya.
Jamal yang tidak mengerti dengan tuduhan yang dia terima pun hanya mengernyitkan dahinya dan memandang aneh ke arah pria tadi.
"Sudah sudah, jangan bikin keributan. Mending kamu masuk sana," ucap seorang wanita yang sedari tadi bersama pria yang menyapa Jamal.
Entah ada hubungan apa antara kedua orang ini dengan Selin. Meski penasaran, tapi Jamal tahu diri kalau dia hanya supir dan tidak berhak mencari tahu masalah pribadi majikannya.
Wanita yang nampak usianya lebih tua dari sang pria langsung menggenggam erat tangan pria itu guna meredamkan amarahnya. Sedangkan sang pria hanya bisa mendengus kesal karena amarahnya tertahan.
"Rio masuk dulu, Tante," ucap pria itu. Setelah mendapat ijin dari wanita di sebelahnya, sang pria pun beranjak dengan menatap tajam Jamal. Namun Jamal malah memandangnya dengan tatapan aneh.
Selepas pria itu pergi, wanita tadi pun juga ikut beranjak. Namun sebelum kakinya melangkah, wanita itu mengeluarkan suara seperti memberi pesan, "Jaga putriku baik baik ya, Mas."
Jamal pun tercengang sesaat kemudian segera dia mengangguk. Wanita tersebut segera beranjak meninggalkan Jamal yang dipenuhi tanda tanya.
Sepeninggal wanita itu, Jamal memilih kembali masuk ke dalam mobil. Karena bingung mau melakukan apa, Jamal pun meraih ponsel barunya yang dia letakkan di dekat setir mobil. Jamal nampak mendengus saat tampilan layar ponselnya bukan lagi foto hot nona Selin. Jamal pun mulai mempelajari semua menu yang tertera di layar ponselnya guna membunuh waktu karena menunggu Selin yang entah sampai jam berapa.
Tok! Tok! Tok!
Terdengar suara kaca mobil diketuk berkali kali pria yang ada di dalam mobil kaget dan terbangun. Pria beranama Jamal itu rupanya sampai tertidur karena terlalu lama menunggu majikannya.
Jamal pun hanya cengengesan karena merasa tak enak kepada majikannya.
"Bisa bisanya aku tidur saat kerja, bisa bisa aku dipecat ini," gumam Jamal sembari memencet tombol buka kunci mobil otomatis.
Saat Selin hendak membuka pintu, tiba tiba tangannya ada yang menariknya. Selin terperangah hingga dia sedikit goyah. Melihat siapa yang menahan tangannya, Selin langsung menghempaskan tangan tersebut.
"Kamu apa apaan sih, Hah! Gangguin aku mulu?" hardik Selin lantang.
Jamal yang kaget dan merasa ada yang tidak beres pun segera keluar dari mobil. Matany mengernyit melihat Selin berhadapan dengan pria yang sama seperti tadi pagi.
"Sel, dengarkan aku dulu." ucap pria itu mengiba namun Selin sepertinya tidak peduli dan dia kembali hendak membuka pintu mobil namun dengan cepat pria bernama Rio itu menahannya.
Jamal yang melihat kejadian itu pun berbegas melangkah mendekati Selin.
"Lepasin!" bentak Selin.
"Nggak, sebelum kamu dengerin penjelasanku dulu." tolak Rio.
Selin pun makin meradang. Dan saat itu juga, tangan Jamal langsung terulur dan menggenggam tangan Rio kuat kuat.
"Heh! Supir! Apa yang kamu lakukan? lepasin tanganku!" bentak Rio. Namun Jamal tak peduli. Justru dia makin erat mencengkram pergelangan tangan Rio hingga pria itu meringis kesakitan dan melepas tangan Selin.
"Woy! Lepasin tangan aku, brengsek!" bentak Rio tapi pria itu tak gentar. Malah mempersilahkan non Selin masuk ke dalam mobil.
Setelah Selin berada di dalam mobil, baru Jamal melepas tangan Rio terus meminta maaf dan melangkah.
"Heh! Berhenti kau supir sialan!" teriak Rio. Merasa tidak terima, dia segera bergerak cepat dengan tangan mengepal dan setelah dekat Rio berniat memukul Jamal dari belakang. Namun tak disangka sangak, Jamal menangkap tangan Rio, menarik kepunggungnya, mengangkat dan menghempas tubuh Rio ke aspal di hadapannya.
Selin dan semua yang melihatnya merasa takjub tak percaya.
...@@@@@...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 276 Episodes
Comments
Im Ha
jangenam na guys
2024-04-01
1
memang sebaiknya setiap supir pribadi membekali dirinya dengan ilmu bela diri.
2023-11-23
1
Asngadah Baruharjo
super Hero bang Jamal 😂😂😂😂
2023-06-23
0