Di waktu yang sama namun di rumah mewah yang berbeda, Rizal hidayat atau yang akrab dipanggil Rizal juga sudah sampai di rumah, tempat dia akan bekerja. Menurut cerita yang dia dengar dari si pengantar, Rizal bekerja pada pasangan suami istri yang sudah menikah selama tiga tahun namun belum dikaruniai seorang momongan. Maka itu tak heran jika saat Rizal di ajak masuk oleh pembantu rumah tangga, rumah kelihatan sangat sepi seperti tak berpenghuni. Padahal rumah ini terlihat besar dan mewah.
Tak terbayangkan bagi Rizal, rumah sebesar ini hanya di tinggali empat orang saja yaitu sepasang suami istri, penjaga rumah dan seorang pembantu. Rizal juga membayangkan jika keluarganya punya rumah sebesar ini pasti akan sangat nyaman dan menyenangkan.
"Pasti rumah ini tiap hari sangat sepi," gumam Rizal sambil matanya terus menelisik setiap sudut ruangan. Kekaguman begitu jelas terlihat di mata Rizal yang membulat.
Di saat bersamaan, terlihat seorang wanita yang nampak kelihatan masih sangat muda melangkah ke arah tempat dimana Rizal berada dan di ikuti oleh wanita berbadan tambun berusia sekitar empat puluh tahun yang tadi menyambut kedatangan Rizal dan menyuruhnya menunggu di ruang tamu.
Rizal sempat terpana melihat wajah dan penampilan wanita muda yang ada dihadapannya. Rambut lurus sebahu dengan kulit putih mengkilap serta badan yang langsing berbalut dress pendek dan memperlihatkan kaki jenjang juga putihnya. Sungguh membuat siapapun yang memandangnya pasti sangat terpana, begitu juga dengan Rizal. Pikiran nakal seorang pria pun sempat terbesit sejenak karena mamandang penampilan sang wanita.
"Ehem," deheman wanita tersebut membuat Rizal tersadar dari lamunannya dan dengan canggung dia pun tersenyum dan memberi hormat.
Kedua wanita dihadapan Rizal menatap pria itu dengan tatapan menyelidik dari ujung rambut sampai ujung kaki hingga membuat Rizal kecangnggungan yang Rizal rasakan pun semakin terasa berat.
"Jadi kamu yang akan menjadi sopir pribadiku?" tanya wanita itu sembari duduk diseberang kursi menatap tajam ke arah Rizal. Sedangkan wanita yang satunya tetap berdiri di tempat yang sama.
"Iya, Bu..."
"Nona! Panggil aku Nona Miranda!" ucap wanita itu penuh penekanan dan terlihat sangat elegan.
"Iya, Nona Miranda," jawab Rizal pelan dan berusaha sopan dengan bibir tersenyum sangat manis.
"Apa suamiku yang menyuruhmu bekerja disini?" tanya Miranda.
Rizal pun sejenak tercengang. Namun tak lama kemudian dia pun menjawab, "Saya tidak tahu Nona. Saya hanya dapat kabar dari tempat saya kursus nyetir kalau saya akan bekerja disini."
Miranda dan asisten rumah tangganya pun saling pandang sejenak kemudian entah kenapa keduanya saling lempar senyum sekilas, membuat Rizal yang melihatnya benar benar dibuat bingung.
"Baiklah, mulai besok kamu bisa langsung bekerja. untuk tugas dan lain sebagainya biar Mbak Sari yang ngasih tahu." ucap Miranda sedikit lebih lembut.
"Beres Non." balas wanita yang sedari tadi berdiri di tempat.
"Siapa nama kamu?" tanya Miranda lagi.
"Rizal, Nona."
Miranda pun manggut manggut. "Baiklah, Mbak Sari, tolong antar Rizal ke kamarnya dan suruh dia istirahat dulu ya," titah Miranda.
"Siap Non. Ayok Mas Rizal ikut saya." Ajak Sari.
"Baik," jawab Rizal kemudian dia memungut tas ranselnya.
Namun disaat bersamaan, dari arah pintu utama masuklah dua orang pria berbadan tegap. Satu memakai pakaian kerja lengkap dan yang satu hanya memakai kemeja biasa. Kedua pria itu juga terlihat sangat tampan dan berwibawa.
"Wah! Ada tamu? Siapa Mir?" tanya laki laki yang memakai baju kerja lengkap. Laki laki itu terlihat ramah dan ceria.
Miranda dan Sari langsung saling pandang dan Miranda seperti memberi isyarat kepada asistennya untuk melakukan sesuatu. Sontak Saja Sari pun mengangguk dan mulai berpikir.
"Dia sepupu saya, Tuan. Dia akan kerja disini menjadi sopirnya Non Miran." balas Sari agak tergagap dan tentu saja Rizal yang mendengarnya sontak terkejut.
Pria yang ternyata suami Miranda langsung menatap sang istri dan pembantunya dengan kening berkerut. "Bukankah aku sudah katakan aku yang akan nyariin sopir buat kamu?"
"Kelamaan. Ini sudah satu minggu lebih tapi nggak dapat dapat. Beruntung Sari punya sepupu yang pandai nyetir." kilah Miranda.
Rizal pun semakin bingung di buatnya. Dalam benak dia pun bertanya, "Kenapa Non Miranda da Mbak Sari berbohong?"
"Baiklah," ucap Suami Miranda sambil mendekat ke arah Rizal dengan menatap Pria itu dari ujung kaki hingga kepala kemudian pria itu memegang bahu Rizal. "Aku harap kamu betah ya disini? Jika perlu apa apa, ngomong sama saya, Oke?"
Rizal pun mengangguk. Sungguh dia merasa aneh dengan tatapan yang dilayangkan sang tuan kepadanya. Tatapannya membuat Rizal bertanya tanya dalam benaknya.
...@@@@@...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 276 Episodes
Comments
sudah punya suami masih minta dipanggil Nona ... hmmmm ...
2023-11-19
1
Amalia Khaer
jdi penasaran nasibnya Rizal ahahaha.. majikannya agk2 mnakutkn ahahaha
2023-04-07
0
HanHan
apa ya🤔🤔🤔🤔
2023-03-17
0