Cahaya merah menyelimuti seluruh tubuh Ki Sugro, membuat raja kera keheranan melihatnya.
"Apa yang dia lakukan?" batin Raja Kera
Tiba -tiba
ROAARRR !!!
Ki Sugro mengaum layaknya harimau yang sedang menakuti mangsanya.
Auman Ki Sugro begitu keras dan menggelegar, seketika raja kera tersentak mendengarnya.
SRAT !
Ki Sugro kini berubah menjadi sosok harimau Raksasa. Auman nya membuat seluruh hutan bergetar,serta menatap raja kera seolah dialah mangsa nya.
Raja kera tercengang, tak menyangka dengan perubahan Ki sugro yang menjadi harimau raksasa dan ukurannya sepuluh kali lipat lebih besar dari tubuhnya.
"Arrrggh sial." cetus Raja Kera mundur ketakutan, sambil celingukan untuk melarikan diri.
Dia tahu, dia takan bisa menang melawan ki sugro saat ini
"Kemarilah kera kecil, sekarang aku bisa memakanmu, Roarrrrrrrr.." Ejek Ki Sugro
Raja kera melompat menjauh ,hendak melarikan diri, tapi dengan cekatan ki sugro menangkap raja kera dengan cakar nya ,lalu mengigit tubuh raja kera dengan kuat di dalam mulutnya.
" Aaaaaaa.... " pekik raja kera kesakitan.
Karena gigitannya, mulut Ki Sugro kini penuh dengan darah raja kera yang keluar dan menetes.
"Ampun ! ampuni aku.. ini sangat menyakitkan kumohon jangan bunuh aku" ucap raja kera memohon
"Jangan harap! Mana mungkin aku mengampuni siluman licik dan jahat seperti mu." bentak Ki sugro.
"Aku berjanji, aku akan pergi dari hutan ini, dan tidak akan mengusik manusia lagi." Tutur Raja Kera sambil meringis kesakitan
"Tidak akan! Meski aku membunuhmu, kematian mu tak sebanding dengan penderitaan manusia- manusia yang yang telah kamu siksa dan kamu makan." tegur Ki sugro
Raja Kera tak berdaya di dalam mulut Ki Sugro
Ki Sugro makin menjadi dalam wujud harimaunya.
Makin kuat gigitannya, makin cepat dia mengayun kan tubuh kera itu ke kanan dan ke kiri, lalu di cabiknya, dicengkramnya , dicakarnya ,di bantingnya.
Layaknya seekor kucing yang memainkan tikus tangkapanya hingga lemah tak berdaya.
Akhirnya raja kera pun terhempas ke tanah dengan penuh luka di tubuh nya. Dia tergeletak tak berdaya.
Namun mulut raja kera begerak, seolah dia mengucapkan sebuah mantra
Tiba-tiba Tubuh Ki Sugro tak bisa di gerakan. dia hanya bisa diam, sambil memperhatikan gerak gerik raja kera yang seolah memanggil seseorang untuk membantunya
SRATT !
Tiba-tiba muncul sebuah cahaya yang menyelimuti kera itu.
Dia pun menghilang seketika.
Ki Sugro pun kembali menjadi wujud manusia harimaunya.
"Arrgghh,sial dia melarikan diri." keluh Ki Sugro.
......................
Setelah di rasa keadaan cukup aman, aku mencoba menghampiri Ki sugro yang tengah mengecek sesuatu di tempat hilang nya si Raja Kera.
Iman dan warga yang sudah sadar pun mengikutiku dari belakang.
"Ada apa ki? mengapa raja kera itu bisa menghilang? apa dia berhasil melarikan diri.?" tanyaku keheranan
"Yaa, dia berhasil kabur dariku, aku mencium adanya bau manusia jahat yang datang menolongnya" jawab ki sugro sambil mengendus- endus tanah.
"Hah? maksudnya?" tanyaku heran
"Anom pohon ini adalah tempat pesugihan, tentu akan ada manusia yang memelihara pohon ini dengan ilmu hitam nya ,dan menjadi sekutu siluman kera itu ,dialah yang selama ini menjadi perantara untuk mengantar manusia-manusia itu kemari." Tutur ki sugro.
"Astaga! begitu banyak kejahatan yang terungkap ki, ternyata begitu sulit juga untuk mengalahkan Raja Kera. Meski dia sudah sekarat, tetap saja kita tidak tahu kemana dia lari? mana mungkin kita harus mencari ke semua dimensi untuk menangkapnya, huuffhhtt .. Tapi yang penting kita sudah berhasil menyelamatkan Rusli ki, berkat bantuan aki ,Rusli bisa selamat". tuturku ku mencoba berpikir positiv.
"Rusli memang berhasil di selamatkan,tapi tugas kita belum selesai sampai di sini anom, untuk sementara biarlah aki yang akan mencari raja kera. Tugasmu kali, katakanlah pada para manusia, untuk menebang habis pohon besar itu. Agar manusia yang jahat tidak lagi melakukan pesugihan disini. " himbau Ki Sugro padaku.
" Baik ki, aku akan menyampaikan pada mereka nanti". jawabku.
" Baiklah, aki pergi." pamit Ki Sugro padaku dan menghilang.
Tiba-tiba Iman berteriak menghampiriku dari jauh.
"Baaahh, Abaahhh ! " teriaknya padaku
" Ada apa man?" tanyaku
"Pak Amin bah ! barusan dia..telepon gue.. katanya Rusli..udah siuman bah." Ucapnya dengan tersengal-sengal karena mencoba mengatur nafas.
" Alhmdulilah Man, usaha kita gak sia- sia, berarti tuhan membantu dan mengabulkan doa kita" jawabku dengan penuh rasa syukur.
"Iya Bah, gue seneng banget dengernya." timpal Iman.
Lalu warga yang pingsan tadi, yang sudah sadar dan kini berdiri di samping iman dia. sebut saja dia Pak Toto.
"Nak iman, Abah ,bisakah kita segera kembali ke desa ? bapak takut disini." Ucap Pak Toto celingukan sambil ketakutan setelah sadar.
"Iya pak, mari kita pulang." sahutku.
" Tapi bah,kita cuma bertiga, aman gak nih? gimana kalau tuh kera ireng muncul bah? tanya iman yang sama- sama takut.
" Nah iya bener, Man! Bapak inget, bapak juga tadi sempet liat kera yang besar sebelum bapak pingsan. Itu beneran ? apa bapa berhalusinasi?" tanya Pak Toto pada kami.
" Kalau yang itu saya juga lihat pak, bukan bapak aja, yang lain juga lihat tapi sayangnya mereka kabur pak, meninggalkan kita berdua disini." keluh iman.
" Ooohh ternyata seperti itu kejadiannya. bisa-bisanya mereka meninggalkan kita bertiga disini, lihat saja bapak akan beri mereka pelajaran nanti.'' gerutu Pak Toto.
" Sudahlah tak apa pak, mereka juga pasti ketakutan, makanya mereka lari, semua pasti penasaran akan kemunculan kera tadi ,saya akan menceritakan semua pada warga setibanya di desa." Tutur ku menenangkan Pak Toto
Mereka berdua pun mengangguk.
Selama perjalanan Iman dan Pak Toto tengah asik mengobrol satu sama lain.
Aku hanya diam termenung, larut dalam pikiranku sendiri.
Aku masih mengingat semua yang di ucapkan oleh Ki Sugro sebelum dia pergi.
Dia menyuruhku menyampaikan kepada warga untuk menebang habis pohon itu.
memang benar itu lah jalan terbaik untuk menghentikan pesugihan dan korban lagi.
Memang benar yang di ucapkan ki sugro, urusan dengan raja kera sama sekali belum berakhir .
Artinya jika dia di temukan kami benar-benar harus bisa membinasakan nya , sudah terlalu banyak kejahatan yang sudah dia lakukan selama ini.
Jika dia belum binasa, dan pohon belum di tebang , ada kemungkinan dia akan kembali ke sana dan melakukan hal yang sama lagi.
Untunglah ada beberapa warga selain Pak toto yang sudah melihat sosok raja kera iti. akan menjadi bukti bagi warga lain,, jadi aku tidak perlu susah payah untuk meyakinkan mereka semua.
Aku harus segera menyampaikan semua ini pada warga setibanya di rumah Pak Amin. yaa benar lebih cepat di sampaikan lebih baik
......................
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
rakarayi
siluman baik juga kak🤭
2022-09-27
0
Yona
Ternyata siluman pdhl orngny baik
2022-09-27
0
rakarayi
sabar kak
2022-07-07
0