Kekuatanku?

Aku fokus dan memejamkan mataku, saat orang di belakangku itu memberiku energi pemulihan(Healing).

Aku merasakan energiku yang tadinya habis mulai terisi kembali, Kini aku merasa jauh lebih baik.

Setelah selesai aku membuka mata, Tubuhku kini kembali pulih.

Seketika aku menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang sudah memberiku energi.

Dia tersenyum saat aku menatapnya.

Khas dengan ikat bendo di kepalanya, rambutnya di biarkan panjang tergerai, wajah seorang pemuda tampan dan gagah berpakaian layaknya pendekar.

Dia adalah Aji saka, sama seperti lainnya dia juga rekan ghoibku.

"Bagaimana tubuh mu sekarang? sudah pulih?" tanya Aji saka padaku.

" Ya, aku merasa lebih baik sekarang. terimakasih kamu sudah datang menolongku." ucapku padanya.

" Sama-sama Anom, kalau begitu, kerena kamu sudah pulih, ayo kita segera membantu yang lain. Kita harus membantu Ki Sugro dan Nini kembar. Para dedemit sudah menyerbu mereka. Jumlah mereka makin banyak, mereka sudah kewalahan, Anom." ucapnya mengajakku menuju pertarungan .

Aku sedikit termenung dan berpikir karena ucapan yang di katakan Aji saka padaku, dan aku menyadari sesuatu.

Tunggu dulu, jika aku harus ikut membantu? itu artinya aku juga harus ikut bertarung melawan pasukan demit?! Dengan cara apa? Apa yang harus aku lakukan untuk melawan mereka? Aku kan tidak punya kesaktian ataupun kekuatan.

Yang aku bisa hanya melafalkan doa dan ajian, itupun aku lakukan disaat terdesak.

"Astaga Anom! Lantas untuk apa kami mengikutimu, kalau kamu tidak memiliki kemampuan yang lebih dari kami." cetus Aji saka.

Eeeehhh?

Di.. dia bisa mendengar isi pikiranku?

"Tentu saja!!" Serunya

Aku tersentak kaget.

Hah! Kok bisa?

"Ya bisa!! Memang kamu pikir aku ini apa? sudahlah jangan terus bergumam dalam hati aku tidak suka." ucap Aji saka dengan nada sedikit kesal.

Aku hanya tersenyum sambil menggaruk kepalaku yang tidak gatal.

Kami melihat pertarungan Ki Jagad setra.

Dia terlihat tangguh, ketiga demit itu mulai kewalahan melawan Ki Jagad Setra.

" Akiii..! Apa kamu bisa melawan mereka sendirian??!!! Kami akan pergi membantu yang lain disana!!" seru Aji saka sambil berteriak.

"Yaaa!! Pergilah!! Bantu mereka!! Aku masih mampu melawan mereka sendirian, bergegaslah!!" teriak Ki jagad menjawab sambil terus menyerang ketiga dedemit itu.

Aji saka pun membawaku menghilang dari tempat itu, menuju ke tempat Ki sugro dan Nini kembar berada, meninggalkan Ki Jadad sendirian dengan pertarungannya yang hampir menang.

......................

Aku tiba dengan sekejap di area pertarungan, aku memperhatikan pertarungan dari jauh, mungkin jaraknya sekitar tiga meter jauhnya.

Nampak Nini gandiwi melawan Aki demit dan pasukannya.

Begitu pula dengan Nini Gandiwa dan Ki sugro mereka melawan Nenek demit dan pasukannya juga.

Entah ada berapa jumlah pasukan demit itu, yang jelas mereka ada banyak sekali.

Ki Sugro dan Nini kembar mulai kehabisan tenaga, serangan mereka mulai melemah.

Ki Sugro juga mulai terdesak karena serangan Nenek demit yang bertubi- tubi, dia terus tersudut mundur mendekati tempatku berdiri.

Menahan serangan demi serangan yang hampir mengenainya.

Hingga akhir nya Ki sugro menyadari keberadaanku.

"Anom kenapa kamu ada disini? Bagaimana kondisimu, sudah pulih?." ucapnya mencoba bertanya meski sedang terdesak.

"Sudah, ki." jawabku. sambil melihat pertarungannya.

" Baguslah kalau begitu, mari kita selesaikan ini bersama." ucap ki sugro berusaha membalikan serangan nenek demit.

Apa yang harus di selesaikan? bagaimana caranya?

"Gunakan ajian brajamustimu. Pusatkan seluruh energi mu di telapak tangan. Arahkan pada para dedemit itu. Aku akan membantu menyalurkan energiku dari belakang. Dengan begitu serangan brajamustimu akan menjadi bertambah besar dan kuat." tutur Aji saka membimbingku.

Aku mengikuti arahan dari Aji saka.

Aku ulurkan tangan ke depan ke arah dedemit berada.

Kuhirup nafas panjang dan mamusatkan energiku di kedua telapak tanganku.

Aki sugro dan Nini kembar segera mundur ke belakangku, mencoba menjauh dari area pertarungan, seakan mereka sudah mengerti apa yang akan aku lakukan.

Dengan bodohnya pasukan dedemit itu malah mendekat dan mencoba menyerang kami.

Bersamaan dengan itu, aliran energi Aji saka mulai mengalir menuju ke tanganku.

Tanganku mulai terasa berat, seakan ada penumpukan energi yang tertahan di sana .

Segera ku lafalkan ajian brajamusti ku. dan..

SRAATT..!!

Muncul ledakan kecil berbentuk cahaya putih dari kedua telapak tanganku.

Bentuk cahaya putih itu seperti cahaya laser yang melebar di ujungnya.

Dengan dahsyat membakar habis semua pasukan dedemit.

Sebagian dari mereka ada yang kabur ketakutan saat melihat tubuh kawan sesamanya hancur terbakar dan menghilang terkena ajian brajamustiku.

Begitupun Si Aki dan si Nenek Demit mereka pun bernasib sama.

Aku tak percaya dengan apa yang kulihat, ternyata aku bisa melakukan serangan yang hebat seperti ini.

Setelah pasukan demit itu menghilang.

Tubuhku langsung ambruk, aku terduduk lemas tak bertenaga.

Kali ini energi ku benar-benar sudah habis tak tersisa.

Ternyata butuh banyak energi untuk melakukan serangan yang dahsyat tadi.

Akhirnya kekacauan ini pun berakhir.

Aku lega dan senang, bisa menyelesaikan dan membantu rekan-rekan ghoibku.

" Bagus sekali Anom, kamu hebat." puji Nini gandiwi padaku.

"Terima kasih Ni, Aku bukan apa-apa tanpa bantuan dari kalian semua." ungkapku pada semua rekan ghoibku.

" Kalau begitu, ayo kita segera melakukan tugas selanjutnya. Kita harus selamatkan Rusli temanmu itu." ucap Ki sugro.

" Heh, sugro! apa kamu tidak lihat, dia kehabisan tenaga" ujar Nini Gandiwi.

" Kalau begitu Gandiwi, kita berikan sisa tenaga yang kita miliki pada nya." usul Nini Gandiwa pada kembarannya

"Kau benar Nini, dia butuh energi yang banyak agar mampu melawan siluman kera itu. Aku juga akan memberikan sisa energiku padanya." sambung Ki Jagad.

"Aku juga Anom, ini adalah energi terakhir yang akan aku berikan padamu. Semoga bermanfaat, gunakanlah sebaik mungkin." ucap Aji saka.

Aku menggangguk mengiyakan.

mereka berempat pun duduk bersila mengelilingiku.

Mentransfer seluruh energi mereka secara bersamaan.

Kurasakan aliran energi yang hebat masuk dan mengalir ke seluruh tubuh.

Setelah selesai, aku mulai bisa berdiri.

" Terima kasih semuanya, berkat kalian semua, tubuhku kembali pulih." ungkapku pada mereka

" Kalau begitu kamu sudah siap menyelamatkan Rusli sekarang?" tanya Ki sugro meyakinkan.

"Tentu saja,Ki. aku sudah sangat siap." ujarku penuh semangat.

"Baiklah, aku akan membuat portal dari sini, agar kita bisa langsung ke tempat rusli berada. kita tidak perlu melewati jalan di hutan ini, pasti masib banyak jebakan lain ,yang dia buat untuk memepersulit kita." ungkap Ki sugro.

Ki Sugro pun membuka pintu portal, lalu seketika muncul lingkaran cahaya didepanku.

"Ayo ,kita bergegas." ajak Ki sugro.

" Tunggu dulu." ucap Nini gandiwi menghentikan langkahku.

"Ada apa Ni?" tanyaku keheranan.

" Anom kami berempat, hanya bisa mengantarmu sampai sini." ucap Nini Gandiwa.

"Kenapa kalian tidak ikut serta?" tanyaku meminta penjelasan.

" Kami sudah kehabisan energi, tak akan mampu untuk kami bertarung lagi. Kami harus kembali bermeditasi memulihkan energi kami. Kami dengan sukarela memberikan sisa energi kami semua padamu. Berharap, kamu bisa berhasil mengalahkan siluman kera dan menyelamatkan temanmu." titur Ki Jagad menjelaskan.

"Baiklah, aku mengerti." jawabku dengan berat hati.

Aku merasa tak enak sudah merepotkan mereka semua ,dalam urusanku, bahkan mereka rela berkorban demi aku.

"Heh, Anom, jangan merasa bersalah, kami melakukan semua itu karena kami percaya padamu. Sudahlah jangan berkecil hati, Ki Sugro akan menemanimu sampai akhir." timpal Aji saka yang mendengar isi pikiranku.

Aku menggangguk mengiyakan.

"Sugro! Aku titip Anom, jaga dia baik baik." icap Nini gandiwi pada Ki sugro.

" Tak perlu Nini bicara pun aku sudah tahu! N

Bahkan sebelum nini ada punaku sudah menjaganya sejak dia masih kecil." ungkap Ki Sugro menimpali.

"Heeeyyy, aku hanya mengingatkan, sugro!! Dasar sudah tua pun masih saja pemarah." ejek Nini Gandiwi kesal.

"ssshhhh, sudahlah mari kita pergi dari sini gandiwi." ajak Nini gandiwa pada kembarannya.

Aji saka, Ki jagad dan Nini kembar pun pamit padaku. Mereka tersenyum padaku lalu menghilang dari pandanganku.

Aku bersama Ki sugro pun saling menatap dan menggangguk. Seolah kami saling mengerti bahwa ini sudah waktunya.

Kami pun memasuki lingakaran cahaya tersebut bersama, portal yang akan membawa kami menuju pintu gerbang dimensi siluman kera.

Bertahanlah sedikit lagi Rusli, kami akan segera menyelamatkanmu..

......................

Terpopuler

Comments

Cindy

Cindy

aihhhhh kereeennn kaya power ranger versi kerajaan😍🤩
dan anom yg bahkan tidak tau betapa hebatnya diaa... 👏👏👏👏👏👏😽😽

2022-07-02

0

VEty SAry

VEty SAry

hebat kak, bisa seperti nyata nama-namanya juga bisa aja dpat ide nama sperti kerjaan😁

2022-07-02

0

lihat semua
Episodes
1 Sang penunggu
2 Rusli
3 Rekan ghoib
4 Kondisi Rusli
5 Meraga sukma
6 Persiapan
7 Mahluk pengganggu
8 Menembus Dimensi
9 Kampung Demit
10 Rekan Ghoib.
11 Kekuatanku?
12 Dimensi siluman kera.
13 Rusli bebas.
14 Bantuan Iman.
15 Raja kera kabur.
16 Musyawarah
17 Teror
18 Dukun sang kuncen pohon.
19 Pertemuan.
20 Menebang pohon.
21 Kerasukan
22 Musnahnya Musuh
23 Pamit
24 Bab 2. Lilis
25 Gentayangan
26 Akses Dimensi.
27 Konflik
28 Penyebab kematian Lilis
29 Flashback Lilis
30 Mengakses Masa Lalu.
31 Diriku Yang Lain
32 Pengintaian Roni
33 Menggagalkan Ritual Pemujaan
34 Akhir Nini Kutek
35 Bab 2. Sekte 18
36 Kondisi Pak Rizal
37 Belenggu
38 Klewing
39 Iman Aneh
40 Teror Klewing
41 Teror Klewing 2
42 Teror Klewing 3
43 Tersesat
44 Tersesat 2
45 Adzan
46 Selamat
47 Yono
48 Di intai
49 Di bakar
50 Teror untuk Iman.
51 Putus Asa
52 Iman bergabung?
53 Kepastian
54 Pertemuan
55 Tujuan Pak Yono.
56 Berkumpul
57 Klewing menghadang
58 Terbawa Ilusi
59 Sigil
60 Kanjing Kunci
61 Kematian
62 Sang Penguasa Api
63 Dimas
64 Bab 4. Awal Mula Kekuatanku
65 Waktu berharga.
66 Membuka Diri kembali.
67 Jin Qorin Milikku
68 Dimensi pertama.
69 Bertemu Ki Dayeng
70 Aki Rongge
71 Mendapatkan brajamusti
72 Tugas Pertamaku
73 Bangsa Arof
74 Menyepi
75 Ilmu Sukma
76 Bab 5. Tugas pertamaku
77 Iman
78 Kuncen Air Terjun
79 Siluman Ular
80 Mempertahankan Iman
81 Bernegoisasi
82 Kondisi Ayah Iman.
83 Hutan
84 Pak Kuncen
85 Setan kerdil
86 Tertangkap
87 Akhir Siluman Ular
88 Bab 6. Bang Syukur
89 Ritual Aneh
90 Mencurigakan
91 Akal bulus
92 Pembuktian
93 Pernyataan Asep
94 Pintar Berdalih
95 Teror Untuk Bang Syukur
96 Pengakuan Bang Syukur
97 Bab 7 .Asep
98 Nenek Tua
99 Penjelasan Deni
100 Pertarungan Di Dunia Pararel
101 Kawan lama
102 Memulai Rencana
103 Sandiwara
104 Membongkar semuanya
105 Akhir Rita
106 Bab 8. Teluh
107 Penjelasan ilmu hitam
108 Serangan Tiba-Tiba
109 Terjadi Hal Aneh
110 Kondisi Paman Surya
111 Kisah Pak Surya
112 Family Time
113 Gubuk Tua
114 Siluman Anjing
115 Bertahan
116 Kembali pulang
117 Paman Surya Siuman
118 Dimensi Mimpi
119 Perubahan Wujud.
Episodes

Updated 119 Episodes

1
Sang penunggu
2
Rusli
3
Rekan ghoib
4
Kondisi Rusli
5
Meraga sukma
6
Persiapan
7
Mahluk pengganggu
8
Menembus Dimensi
9
Kampung Demit
10
Rekan Ghoib.
11
Kekuatanku?
12
Dimensi siluman kera.
13
Rusli bebas.
14
Bantuan Iman.
15
Raja kera kabur.
16
Musyawarah
17
Teror
18
Dukun sang kuncen pohon.
19
Pertemuan.
20
Menebang pohon.
21
Kerasukan
22
Musnahnya Musuh
23
Pamit
24
Bab 2. Lilis
25
Gentayangan
26
Akses Dimensi.
27
Konflik
28
Penyebab kematian Lilis
29
Flashback Lilis
30
Mengakses Masa Lalu.
31
Diriku Yang Lain
32
Pengintaian Roni
33
Menggagalkan Ritual Pemujaan
34
Akhir Nini Kutek
35
Bab 2. Sekte 18
36
Kondisi Pak Rizal
37
Belenggu
38
Klewing
39
Iman Aneh
40
Teror Klewing
41
Teror Klewing 2
42
Teror Klewing 3
43
Tersesat
44
Tersesat 2
45
Adzan
46
Selamat
47
Yono
48
Di intai
49
Di bakar
50
Teror untuk Iman.
51
Putus Asa
52
Iman bergabung?
53
Kepastian
54
Pertemuan
55
Tujuan Pak Yono.
56
Berkumpul
57
Klewing menghadang
58
Terbawa Ilusi
59
Sigil
60
Kanjing Kunci
61
Kematian
62
Sang Penguasa Api
63
Dimas
64
Bab 4. Awal Mula Kekuatanku
65
Waktu berharga.
66
Membuka Diri kembali.
67
Jin Qorin Milikku
68
Dimensi pertama.
69
Bertemu Ki Dayeng
70
Aki Rongge
71
Mendapatkan brajamusti
72
Tugas Pertamaku
73
Bangsa Arof
74
Menyepi
75
Ilmu Sukma
76
Bab 5. Tugas pertamaku
77
Iman
78
Kuncen Air Terjun
79
Siluman Ular
80
Mempertahankan Iman
81
Bernegoisasi
82
Kondisi Ayah Iman.
83
Hutan
84
Pak Kuncen
85
Setan kerdil
86
Tertangkap
87
Akhir Siluman Ular
88
Bab 6. Bang Syukur
89
Ritual Aneh
90
Mencurigakan
91
Akal bulus
92
Pembuktian
93
Pernyataan Asep
94
Pintar Berdalih
95
Teror Untuk Bang Syukur
96
Pengakuan Bang Syukur
97
Bab 7 .Asep
98
Nenek Tua
99
Penjelasan Deni
100
Pertarungan Di Dunia Pararel
101
Kawan lama
102
Memulai Rencana
103
Sandiwara
104
Membongkar semuanya
105
Akhir Rita
106
Bab 8. Teluh
107
Penjelasan ilmu hitam
108
Serangan Tiba-Tiba
109
Terjadi Hal Aneh
110
Kondisi Paman Surya
111
Kisah Pak Surya
112
Family Time
113
Gubuk Tua
114
Siluman Anjing
115
Bertahan
116
Kembali pulang
117
Paman Surya Siuman
118
Dimensi Mimpi
119
Perubahan Wujud.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!