Aku fokus dan memejamkan mataku, saat orang di belakangku itu memberiku energi pemulihan(Healing).
Aku merasakan energiku yang tadinya habis mulai terisi kembali, Kini aku merasa jauh lebih baik.
Setelah selesai aku membuka mata, Tubuhku kini kembali pulih.
Seketika aku menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang sudah memberiku energi.
Dia tersenyum saat aku menatapnya.
Khas dengan ikat bendo di kepalanya, rambutnya di biarkan panjang tergerai, wajah seorang pemuda tampan dan gagah berpakaian layaknya pendekar.
Dia adalah Aji saka, sama seperti lainnya dia juga rekan ghoibku.
"Bagaimana tubuh mu sekarang? sudah pulih?" tanya Aji saka padaku.
" Ya, aku merasa lebih baik sekarang. terimakasih kamu sudah datang menolongku." ucapku padanya.
" Sama-sama Anom, kalau begitu, kerena kamu sudah pulih, ayo kita segera membantu yang lain. Kita harus membantu Ki Sugro dan Nini kembar. Para dedemit sudah menyerbu mereka. Jumlah mereka makin banyak, mereka sudah kewalahan, Anom." ucapnya mengajakku menuju pertarungan .
Aku sedikit termenung dan berpikir karena ucapan yang di katakan Aji saka padaku, dan aku menyadari sesuatu.
Tunggu dulu, jika aku harus ikut membantu? itu artinya aku juga harus ikut bertarung melawan pasukan demit?! Dengan cara apa? Apa yang harus aku lakukan untuk melawan mereka? Aku kan tidak punya kesaktian ataupun kekuatan.
Yang aku bisa hanya melafalkan doa dan ajian, itupun aku lakukan disaat terdesak.
"Astaga Anom! Lantas untuk apa kami mengikutimu, kalau kamu tidak memiliki kemampuan yang lebih dari kami." cetus Aji saka.
Eeeehhh?
Di.. dia bisa mendengar isi pikiranku?
"Tentu saja!!" Serunya
Aku tersentak kaget.
Hah! Kok bisa?
"Ya bisa!! Memang kamu pikir aku ini apa? sudahlah jangan terus bergumam dalam hati aku tidak suka." ucap Aji saka dengan nada sedikit kesal.
Aku hanya tersenyum sambil menggaruk kepalaku yang tidak gatal.
Kami melihat pertarungan Ki Jagad setra.
Dia terlihat tangguh, ketiga demit itu mulai kewalahan melawan Ki Jagad Setra.
" Akiii..! Apa kamu bisa melawan mereka sendirian??!!! Kami akan pergi membantu yang lain disana!!" seru Aji saka sambil berteriak.
"Yaaa!! Pergilah!! Bantu mereka!! Aku masih mampu melawan mereka sendirian, bergegaslah!!" teriak Ki jagad menjawab sambil terus menyerang ketiga dedemit itu.
Aji saka pun membawaku menghilang dari tempat itu, menuju ke tempat Ki sugro dan Nini kembar berada, meninggalkan Ki Jadad sendirian dengan pertarungannya yang hampir menang.
......................
Aku tiba dengan sekejap di area pertarungan, aku memperhatikan pertarungan dari jauh, mungkin jaraknya sekitar tiga meter jauhnya.
Nampak Nini gandiwi melawan Aki demit dan pasukannya.
Begitu pula dengan Nini Gandiwa dan Ki sugro mereka melawan Nenek demit dan pasukannya juga.
Entah ada berapa jumlah pasukan demit itu, yang jelas mereka ada banyak sekali.
Ki Sugro dan Nini kembar mulai kehabisan tenaga, serangan mereka mulai melemah.
Ki Sugro juga mulai terdesak karena serangan Nenek demit yang bertubi- tubi, dia terus tersudut mundur mendekati tempatku berdiri.
Menahan serangan demi serangan yang hampir mengenainya.
Hingga akhir nya Ki sugro menyadari keberadaanku.
"Anom kenapa kamu ada disini? Bagaimana kondisimu, sudah pulih?." ucapnya mencoba bertanya meski sedang terdesak.
"Sudah, ki." jawabku. sambil melihat pertarungannya.
" Baguslah kalau begitu, mari kita selesaikan ini bersama." ucap ki sugro berusaha membalikan serangan nenek demit.
Apa yang harus di selesaikan? bagaimana caranya?
"Gunakan ajian brajamustimu. Pusatkan seluruh energi mu di telapak tangan. Arahkan pada para dedemit itu. Aku akan membantu menyalurkan energiku dari belakang. Dengan begitu serangan brajamustimu akan menjadi bertambah besar dan kuat." tutur Aji saka membimbingku.
Aku mengikuti arahan dari Aji saka.
Aku ulurkan tangan ke depan ke arah dedemit berada.
Kuhirup nafas panjang dan mamusatkan energiku di kedua telapak tanganku.
Aki sugro dan Nini kembar segera mundur ke belakangku, mencoba menjauh dari area pertarungan, seakan mereka sudah mengerti apa yang akan aku lakukan.
Dengan bodohnya pasukan dedemit itu malah mendekat dan mencoba menyerang kami.
Bersamaan dengan itu, aliran energi Aji saka mulai mengalir menuju ke tanganku.
Tanganku mulai terasa berat, seakan ada penumpukan energi yang tertahan di sana .
Segera ku lafalkan ajian brajamusti ku. dan..
SRAATT..!!
Muncul ledakan kecil berbentuk cahaya putih dari kedua telapak tanganku.
Bentuk cahaya putih itu seperti cahaya laser yang melebar di ujungnya.
Dengan dahsyat membakar habis semua pasukan dedemit.
Sebagian dari mereka ada yang kabur ketakutan saat melihat tubuh kawan sesamanya hancur terbakar dan menghilang terkena ajian brajamustiku.
Begitupun Si Aki dan si Nenek Demit mereka pun bernasib sama.
Aku tak percaya dengan apa yang kulihat, ternyata aku bisa melakukan serangan yang hebat seperti ini.
Setelah pasukan demit itu menghilang.
Tubuhku langsung ambruk, aku terduduk lemas tak bertenaga.
Kali ini energi ku benar-benar sudah habis tak tersisa.
Ternyata butuh banyak energi untuk melakukan serangan yang dahsyat tadi.
Akhirnya kekacauan ini pun berakhir.
Aku lega dan senang, bisa menyelesaikan dan membantu rekan-rekan ghoibku.
" Bagus sekali Anom, kamu hebat." puji Nini gandiwi padaku.
"Terima kasih Ni, Aku bukan apa-apa tanpa bantuan dari kalian semua." ungkapku pada semua rekan ghoibku.
" Kalau begitu, ayo kita segera melakukan tugas selanjutnya. Kita harus selamatkan Rusli temanmu itu." ucap Ki sugro.
" Heh, sugro! apa kamu tidak lihat, dia kehabisan tenaga" ujar Nini Gandiwi.
" Kalau begitu Gandiwi, kita berikan sisa tenaga yang kita miliki pada nya." usul Nini Gandiwa pada kembarannya
"Kau benar Nini, dia butuh energi yang banyak agar mampu melawan siluman kera itu. Aku juga akan memberikan sisa energiku padanya." sambung Ki Jagad.
"Aku juga Anom, ini adalah energi terakhir yang akan aku berikan padamu. Semoga bermanfaat, gunakanlah sebaik mungkin." ucap Aji saka.
Aku menggangguk mengiyakan.
mereka berempat pun duduk bersila mengelilingiku.
Mentransfer seluruh energi mereka secara bersamaan.
Kurasakan aliran energi yang hebat masuk dan mengalir ke seluruh tubuh.
Setelah selesai, aku mulai bisa berdiri.
" Terima kasih semuanya, berkat kalian semua, tubuhku kembali pulih." ungkapku pada mereka
" Kalau begitu kamu sudah siap menyelamatkan Rusli sekarang?" tanya Ki sugro meyakinkan.
"Tentu saja,Ki. aku sudah sangat siap." ujarku penuh semangat.
"Baiklah, aku akan membuat portal dari sini, agar kita bisa langsung ke tempat rusli berada. kita tidak perlu melewati jalan di hutan ini, pasti masib banyak jebakan lain ,yang dia buat untuk memepersulit kita." ungkap Ki sugro.
Ki Sugro pun membuka pintu portal, lalu seketika muncul lingkaran cahaya didepanku.
"Ayo ,kita bergegas." ajak Ki sugro.
" Tunggu dulu." ucap Nini gandiwi menghentikan langkahku.
"Ada apa Ni?" tanyaku keheranan.
" Anom kami berempat, hanya bisa mengantarmu sampai sini." ucap Nini Gandiwa.
"Kenapa kalian tidak ikut serta?" tanyaku meminta penjelasan.
" Kami sudah kehabisan energi, tak akan mampu untuk kami bertarung lagi. Kami harus kembali bermeditasi memulihkan energi kami. Kami dengan sukarela memberikan sisa energi kami semua padamu. Berharap, kamu bisa berhasil mengalahkan siluman kera dan menyelamatkan temanmu." titur Ki Jagad menjelaskan.
"Baiklah, aku mengerti." jawabku dengan berat hati.
Aku merasa tak enak sudah merepotkan mereka semua ,dalam urusanku, bahkan mereka rela berkorban demi aku.
"Heh, Anom, jangan merasa bersalah, kami melakukan semua itu karena kami percaya padamu. Sudahlah jangan berkecil hati, Ki Sugro akan menemanimu sampai akhir." timpal Aji saka yang mendengar isi pikiranku.
Aku menggangguk mengiyakan.
"Sugro! Aku titip Anom, jaga dia baik baik." icap Nini gandiwi pada Ki sugro.
" Tak perlu Nini bicara pun aku sudah tahu! N
Bahkan sebelum nini ada punaku sudah menjaganya sejak dia masih kecil." ungkap Ki Sugro menimpali.
"Heeeyyy, aku hanya mengingatkan, sugro!! Dasar sudah tua pun masih saja pemarah." ejek Nini Gandiwi kesal.
"ssshhhh, sudahlah mari kita pergi dari sini gandiwi." ajak Nini gandiwa pada kembarannya.
Aji saka, Ki jagad dan Nini kembar pun pamit padaku. Mereka tersenyum padaku lalu menghilang dari pandanganku.
Aku bersama Ki sugro pun saling menatap dan menggangguk. Seolah kami saling mengerti bahwa ini sudah waktunya.
Kami pun memasuki lingakaran cahaya tersebut bersama, portal yang akan membawa kami menuju pintu gerbang dimensi siluman kera.
Bertahanlah sedikit lagi Rusli, kami akan segera menyelamatkanmu..
......................
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
Cindy
aihhhhh kereeennn kaya power ranger versi kerajaan😍🤩
dan anom yg bahkan tidak tau betapa hebatnya diaa... 👏👏👏👏👏👏😽😽
2022-07-02
0
VEty SAry
hebat kak, bisa seperti nyata nama-namanya juga bisa aja dpat ide nama sperti kerjaan😁
2022-07-02
0