Hari demi hari tak hentinya Rusli terus di siksa dan di cambuk tanpa alasan, oleh para siluman kera.
Jika siluman kera itu marah atau kesal dia melampiaskannya dengan cara menyiksa semua tawanan manusia di sana.
Termasuk juga Rusli.
Rusli tak bisa menghindar atau melarikan diri.
Dia hanya bisa pasrah meratapi nasibnya kini.
Terkadang dia memperhatikan tempat dirinya berada sekarang.
Berupa tanah lapang yang luas dengan teriknya matahari.
Di huni oleh para siluman kera dan banyaknya manusia selain dirinya di sini.
Orang-orang itu bernasibnya sama seperti dirinya.
Diperlakukan layaknya Romusa, dipaksa bekerja terus-menerus tanpa henti, melayani sang raja siluman.
Rusli juga melihat, ada ribuan manusia yang di tumpuk dan di jejerkan di antara dua besi panjang, layaknya sebuah jembatan.
Mereka di jadikan sebagai pijakan oleh para siluman kera yang melewatinya.
Rusli juga mendengar teriakan dan tangisan anak kecil.
Umurnya mereka sekitar 10 tahun hingga bayi, mereka di kurung dalam penjara.
Sesekali mereka di ambil satu persatu dan dimakan hidup-hidup oleh para siluman kera.
Dengan buas siluman kera itu, mengigit dan mengoyak tubuh kecil mereka.
Suara jeritan dan tangisan dari mereka terdengar begitu memilukan. bagaikan berada di neraka penyiksaan.
Rusli hanya bisa membuang muka, tak kuasa dengan apa yang dia lihat.
Dia menunduk dan menangis dalam diam. merindukan tempat tinggalnya dan keluarganya
"Aku ingin pulang." ucapnya pelan dan terisak.
Tiba-tiba para siluman kera yang sedang bersantai langsung berdiri berbaris, melihat kedatangan sang raja kera.
Ada sedikit rasa takut yang terlihat dari raut wajah para siluman kera, saat melihat sang raja mereka datang.
Raja kera itu datang menghampiri Rusli, dia menatap Rusli dengan penuh Amarah.
Raja kera itu meminta cambuk pada bawahannya. dan ..
CTAR !
Rusli berteriak kesakitan karena cambukan yang di layangkan pada tubuhnya.
Membentuk bekas garis yang panjang dan mengeluarkan darah
CTAR !
Dia di cambuk lagi, dan teriak lagi.
CTAR !
" Aaaaaa !! pekik Rusli
"Ampun!! Ampuni aku, tolong hentikan !!! teriak Rusli memohon.
Raja kera itu tersenyum puas, melihat rusli kesakitan dan memohon ampun padanya
"Apa salahku!! Aku tidak bersalah!! Kenapa kalian, terus menyiksaku?!"
"Cepat lepaskan aku!"
"Kembalikan aku ke tempat asalku!" protes Rusli pada siluman kera itu.
"Kamu tidak tahu apa kesalahanmu?!" sindir raja kera memicingkan matanya mendengar protes Rusli.
"Selama di siksa kamu tidak merenungkan apa kesalahan mu?! " tuntut raja kera pada Rusli
" Lalu dimana rasa bersalahmu, saat kamu menebangi pohon yang merupakan tempat tinggal kami. apa kamu lupa?!" tegur siluman kera pada rusli.
Sekilas Rusli kembali mengingat kejadian saat dia menebang pohon besar itu di hutan.
Rusli tertegun.
" Aku sudah datang memperingatkan mu dalam wujud kakek tua, namun kamu masih saja menebang pohon itu. Dasar manusia serakah!" bentak raja kera.
"Maafkan aku, aku tak tahu jika pohon itu tempat tinggalmu." sesal Rusli
"Pohon yang kamu tebang itu, adalah pohon keramat milik kami para siluman kera, para manusia sepertimu menyebutnya pohon pesugihan." tutur raja kera.
"Apa kamu tidak tahu? para manusia lah yang mendatangiku. aku di puja, di sembah ,di hormati, dan di beri sesuguh, hanya untuk meminta kekayaan padaku, mereka rela mengorbankan saudaranya sendiri sebagai tumbal untukku." ungkap siluman kera pada rusli.
"Kamu lihat disana?! Teman-teman manusia mu itu, yang seperti mu, merekalah korban tumbal dari saudara mereka."ungkapnya
" Kami jadikan mereka budak dan tawanan. mereka akan terus melayaniku selamanya" tuntut raja kera, sambil menunjuk ke arah semua tawanan.
" Tidak hanya itu, kamu lihat anak-anak yang tak berdosa itu?" ucap raja kera sambil menunjuk ke arah kumpulan anak kecil di dalam penjara tadi.
" Mereka akan menjadi santapan kami para siluman kera, mereka masih suci, karena kesuciannya, kami bisa menambah kesaktian. kami akan semakin kuat tak terkalahkan." ucap raja kera bangga.
" Hahahaha... ternyata manusia itu sungguh bodoh, karena kebodohan dan ketamakan mereka, kami sangat di untungkan." ejek raja kera.
" Tapi kamu! Kamu dengan seenaknya menebang pohon itu tanpa persetujuanku. hampir saja kamu merusak dimensi yang ku ciptakan ini." bentak raja kera menatap tajam pada Rusli.
Dan..
CTAR !!
Sekali lagi Rusli di cambuk.
"Aku masih berbaik hati padamu, manusia bodoh!." hina nya pada Rusli.
"kamu masih beruntung, tak ku jadikan budak seperti mereka. Namun bebas atau tidaknya dirimu, hanya aku yang menentukan nasibmu." cibir raja kera sambil membuang cambuknya.
Raja kera pun meninggalkan tempat rusli dan pergi.
Rusli tertegun dia menyesali perbuatannya.
......................
Kini aku memasuki gerbang siluman kera bersama Ki sugro.
Melihat kedatanganku dan ki sugro, para siluman kera langsung berbaris menghadang kami.
Dari arah belakang mereka, muncul raja kera datang menghampiri kami.
"Wah, wah ,waaah, Dasar manusia hebat." ejek raja kera padaku.
" Bisa juga kamu sampai di dimensi ku." cibir raja kera padaku lagi.
" Jangan banyak bicara! Aku datang kesini untuk memintamu melepaskan Rusli. Cepat lepaskan dia.'' perintahku pada raja kera.
"Hahahahaha... tidak semudah itu. Jika kamu bisa lawanlah aku lebih dulu." sindir raja kera.
Dia adalah pemegang kunci dimensi ini. jika aku melawan dan membunuhnya, angankan Rusli, aku pun tidak akan bisa keluar dari sini.
"Aku sudah menutup semua jalan keluar disini, jadi jangan harap kamu bisa keluar setelah masuk ke dimensiku ini." imbuh raja kera.
"Cepat serang dan tangkap mereka!" perintah raja kera pada para bawahannya.
Kami pun di serbu oleh para siluman kera.
Dan kami pun bertarung melawan mereka.
Raja kera hanya menonton pertarungan kami sambil tertawa-tawa.
Satu persatu mereka tumbang terkena serangan dari kekuatan di tanganku.
Kini aku mulai tahu cara menyerang lawanku.
Aku juga merasa, kalau aku lebih kuat sekarang, berkat energi yang telah di berikan oleh ke empat rekan ghaib ku sebelumnya.
Namun ,bukan berkurang jumlah mereka, para siluman kera itu justru semakin banyak.
Kami terus mencoba untuk menyerang dan bertahan sebisa mungkin.
Namun kami mulai tersudut. karena jumlahnya mereka yang tak habis-habis.
Ki sugro terlihat kewalahan.
" Anom! Entah kenapa, sepertinya di dimensi ini kekuatanku melemah, sebagian energi ku tak bisa di gunakan disini." Tutur Ki sugro. sambil bertahan menangkis setiap serangan.
" Lakukanlah sesuatu! jika tidak kita akan mati disini" perintahnya.
Akhirnya aku memutuskan untuk melakukan ajian brajamustiku.
Sama seperti sebelumnya aku mulai memusatkan energi di tanganku dan mulai membaca ajian brajamusti.
SRATT !
Cahaya ditanganku melebar dan membakar siluman kera yang berada di hadapan kami.
Sebagian siluman kera kabur ketakutan melihat temannha hangus terbakar.
Raja kera marah melihat sebagian pasukannya lari.
"Dasar bawahan t*lol ! begitu saja kalian kabur!" maki nya pada para siluman kera
......................
Assalamualaikum..
Sesudah baca, jangan lupa like nya ya.. biar makin semangat buat nulis.
Jangan lupa komen dan sarannya tentang apa yang kamu rasakan setelah membaca. sebagai semangat untuk memperbaiki tulisanku yang masih kurang bagus
Terima kasih untuk dukungannya.
i love you readers.
😍🥰😘
Wasalam.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
Yona
Aduh Rusli ko jadi gini . Otw 🛵☁️ dg doa 😆
2022-09-16
1
Yona
Muncul siluman juga 🙄
2022-09-16
1
Cindy
dasarr bikin darting wae tah si raja kera😠
hakan tahh brajamusti.. tuman😤
2022-07-04
1