Aku terus meronta sekuat tenaga, mencoba melepaskan cengkraman mereka, namun mereka mencengkramku makin kuat.
Aku mulai kehabisan tenaga, tubuhku lemas tak berdaya.
Lepas dari siluman ular, tertangkap para demit, Sungguh sial.
Para Demit itu terus bersorak kegirangan, entah kemana mereka akan
membawaku.
Aku seperti hewan buruan yang tertangkap.
Aku harus apa sekarang? bagaimana aku bisa lepas dari mereka? Rusli masih terjebak di sana.
Bagaimana aku bisa menyelamatkannya, jika begini terus aku takut semua usahaku sampai sini akan sia- sia.
Tuhan tolong aku, kumohon...
Tiba-tiba langkah mereka terhenti oleh suara pria yang menghadang mereka dari belakang.
Seketika semua para demit itu menoleh padanya.
"Lepaskan dia !" teriak pria itu dengan nada tinggi.
Aku keheranan.
Siapa itu? mengapa dia ingin menolongku?
Aku mencoba mengangkat kepalaku untuk mencari tahu.
Setelah kulihat ternyata dia pria si penjual buah yang tadi menyiramku dengan air.
"Siapa kamu?! Kamu ingin kami melepaskannya? hahaha.. jangan harap ! Dia itu mangsa kami, kami akan jadikan dia sebagai santapan kami kali ini, jadi sebaiknya kamu tidak perlu ikut campur, serang dia!!" ucap Kakek Demit dengan penuh amarah menyuruh pasukan demitnya menyerang pria tersebut.
Kenapa dia malah menolongku, dengan jumlah dedemit yang sangat banyak seperti itu, dia pasti akan tertangkap.
Pria itu di serang oleh sekawanan demit. Mereka bertarung.
Di tengah pertarungan pria itu tiba- tiba menggeram dan mengaum.
Seketika dia berubah wujud menjadi sosok yang ku kenali.
Aki Sugro.
Aki!! Syukurlah kukira dia hanya pria biasa. ternyata untuk menyelamatkan aku dia sengaja menyamar sebagai penjual buah.
Mereka menyerang Ki Sugro dengan brutal, cakar-cakar mereka yang panjang dan juga tajam mencoba mencakar tubuh Aki sugro. Mereka juga menyerang dari berbagai arah.
Ki Sugro terus melawan dengan menangkis semua serangan mereka.
Ternyata mereka cukup kuat ,sehingga membuat Ki Sugro sedikit kerepotan.
Tiba- tiba muncul sekumpulan demit lain yang keluar dari baliknya rimbunan pepohon bambu.
Jumlah mereka terus bertambah dan semakin banyak.
Ki Sugro di keroyok oleh pasukan demit yang kini di pimpin oleh Nenek demit.
Pertarungan semakin sengit.
"Anom! Apa kamu akan diam saja melihat keadaan aki yang seperti ini?!" teriak Ki Sugro padaku, sambil terus menangkis serangan mereka yang bertubi-tubi, dia mulai kewalahan.
Aku mencoba meronta lagi, mencoba melepaskan diri dari kungkungan tangan Kakek demit.
Apalah dayaku, tenagaku hanya tinggal sedikit.
Sedangkan cengkramannya begitu kuat.
Berkali-kali aku sudah mencoba melafalkan ajian brajamustiku untuk melawannya.
Namun aku masih tetap di buat lupa akan isi ayatnya.
Aku yakin keadaan ini sengaja di lakukan oleh Kakek demit, untuk menghalangiku membaca ajianku.
"Lepaskan aku. demit licik!" bentakku meronta dengan marah.
" Diam kamu manusia lemah! lihat rekanmu itu, dia akan kalah melawan pasukanku. Hahaha..." ucap Kakek demit senang melihat Ki Sugro kesulitan, sambil terus menahanku dengan cengkramannya yang kuat.
Tiba-tiba.
BUGH !
Terdengar suara pukulan tepat mengenai wajah Kakek demit.
BUGH !
Sekali lagi.
BUGH ! BUGH ! BUGH!
Secara terus menerus pukulan dari tongkat kayu itu menyerang kakek demit tiada henti.
Aku teringat tongkat sakti itu adalah tongkat milik Nini kembar, rekan ghaibku.
Benar saja, berselang tongkat itu memukul Kakek demit, disusul dengan munculnya serangan dari Nini Gandiwa yang bertubi-tubi.
Membuat cengkraman Kakek demit pada tubuhku mulai melonggar.
Tiba-tiba tubuhku di tarik keluar dari cengkraman Kakek demit.
Ternyata yang menarikku adalah Nenek Gandiwi.
Untunglah kedua Nini kembar itu datang menolong di saat yang tepat.
"Anom! Kamu baik-baik saja? " ucap Nini gandiwi penuh siaga, sambil terus mendekap tubuhku, untuk melindungiku dari serangan.
"Iya Ni, kini aku baik- baik saja berkat pertolongan nini." jawabku dengan perasaan lega.
"Untuk sementara, kita menjauh dulu dari area pertarungan ini, terlalu bahaya." ungkap Nini Gandiwi membawaku menghilang menjauh dari sana.
Meninggalkan Nini Gandiwa dan Ki sugro yang sedang bertarung dengan para dedemit.
......................
Kini aku berada di sisi lain Hutan yang tak jauh dari perkampungan demit itu.
"Bagaimana keadaanmu sekarang?" tanya Nini Gandiwi khawatir.
" Aku kehabisan tenaga Ni, aku butuh healing energi. Bisakah Nini memberikan sebagian energi Nini padaku." pintaku pada Nini.
" Tidak bisa Anom. jika Nini mentransfer energi Nini padamu. Nini tidak akan bisa ikut membantu Ki sugro dan Nenek Gandiwa di sana." ungkapnya dengan berat hati.
" Lalu aku harus bagaimana Ni, aku tidak bisa membantu kalian dengan kondisiku yang lemah seperti ini." keluhku meratapi kondisiku yang lemah, bahkan untuk berdiri pun, aku tak bertenaga.
"Bagaimana semua ini bisa terjadi? kenapa kamu bisa terjebak ke tempat ini? bahkan kondisimu juga sampai seperti ini." ucap Nini Gandiwi meminta penjelasan.
" Sebelumnya aku di tangkap oleh siluman ular Ni, aku berusaha melawan sekuat tenaga untuk melepaskan diri darinya. Apalah dayaku Ni, lepas dari siluman ular itu, aku malah tertangkap dan terjebak di Kampung Demit ini. Aku sudah menduga, siapa dalang di balik semua ini, pasti siluman kera itu, dia dan semua mahluk penghuni hutan ini, sudah saling bekerja sama untuk menangkapku. Siluman ularlah yang mengatakan semua padaku." ucapku menjelaskan semua yang terjadi.
Nini Gandiwi hanya menggangguk mendengar ceritaku, Seolah dia mengerti semuanya.
" Baiklah untuk sementara, kamu tetaplah disini cobalah bermeditasi pulihkan energi mu dulu, Nini akan kembali ke tempat pertarungan tadi untuk membantu yang lain." ungkapnya padaku.
" Baiklah Ni, maaf aku tidak bisa membantu kalian saat ini." ucapku sedih.
" Tak apa, jaga dirimu baik-baik ,nini pergi dulu." ucap Nini bergegas pergi lalu menghilang dari pandanganku.
Aku mencoba mengatur nafasku, karena sudah tak sanggup untuk berdiri.
Aku pun duduk bersila di tepi pohon. mencoba bermeditasi memulihkan energiku.
Krasakk.. Krasakk..
Terdengar suara yang bergerak dari semak-semak yang jauh di depanku.
Lalu muncul tiga demit dari balik semak itu. mereka melihat ke arahku.
"Itu dia! kita menemukan manusia itu, cepat tangkap dia!" seru salahsatu demit itu pada demit yang lainnya.
Astaga!! Mereka menemukanku. aku harus lari, tapi bagaimana? berdiri saja aku tak sanggup, apalagi melarikan diri.
Mereka mulai menghampiriku sambil tertawa-tawa, aku hanya bisa pasrah sekarang.
"Haha, sepertinya manusia ini sudah lemah, sangat mudah bagi kita untuk membawamu." ucap salahsatu demit itu. sambil mengulurkan tangannya untuk menangkapku.
Aku sudah benar-benar pasrah saat ini, mataku hanya bisa terpenjam.
Tak sanggup melihat tangan yang berkuku tajam dan panjang itu menangkapku.
Habis sudah aku kali ini.
BUGH !!
Mendengar suara pukulan, refleks aku membuka mata.
Ku lihat ketiga demit itu terpental jauh dari hadapanku.
Kemudian ada seseorang yang melesat cepat ke arah mereka.
Mereka mencoba melawan orang itu, dan terjadilah pertarungan.
Orang itu memakai pakaian serba putih, dan sebuah sorban putih juga yang menutupi kepala nya.
Terlihat wajahnya saat sedang bertarung, dia ternyata seorang kakek tua.
Aku langsung mengenalnya dia adalah Ki Jagad Setra dari Patilasan Kulon dia adalah rekan ghoibku yang lain.
Tiba-tiba dari arah belakangku.
Ada seseorang yang menempelkan tangannya di punggungku.
Seketika tubuhku merasakan aliran energi yang masuk secara perlahan.
"Maafkan kami Anom. Kami datang terlambat." ucapnya dari belakangku.
......................
Assalamualaikum..
Sesudah baca, jangan lupa like nya ya.. biar makin semangat buat nulis.
Jangan lupa komen dan sarannya tentang apa yang kamu rasakan setelah membaca. sebagai semangat untuk memperbaiki tulisanku yang masih kurang bagus
Terima kasih untuk dukungannya.
i love you readers.
😍🥰😘
Wasalam.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
Ia Asiah
waalikumsalam....lnjut kk
2022-09-01
0
rakarayi
tahu, tapi dia gak tahu siapa aja yang bakal lebih dulu datang membantu nya.
2022-07-01
1
Cindy
apa nandy nya g tau berapa rekan gaib nya yg ikut?? tapi untung aja sihh slmt apalgi yg 3 demit k*vl*k tiba² dtg kirain babihutan.. good job kk uuuuuupppppp lagiiiiii🤩🤗🤗🤗
2022-07-01
1