Bantuan Iman.

Aku terkejut mendengar apa yang di ucapkan oleh Raja kera mengenai keadaan Ki Sugro yang sudah kalah dan tak berdaya.

Segera aku keluar dari persembunyianku, aku berdiri tepat di mulut gua, aku menampakan diriku di hadapan raja kera.

" Aku sama sekali tidak percaya! tidak mungkin Aki Sugro kalah darimu." Tampikku akan ucapannya.

"Hahaha.. akhir nya kamu keluar juga dari persembunyianmu, aku sudah bosan bermain-main denganmu! Mari kita selesaikan ini lebih cepat." Ujar raja kera sambil melompat, dan berdiri tepat di hadapanku.

Tanpa sempat aku menghindar, dia langsung mencengkram leherku dan mengangkat tubuhku ke atas.

Aku mencoba melepaskan diri. namun cengkaramannya kuat,

" Hey, mengapa kamu tidak melawan ? Kamu tidak ingin membakarku? Mana serangan sakti mu itu? Oh, aku tau, serangan mu itu hanya bisa kamu gunakan sekali benar kan?" sindir Raja Kera.

Ughh... bagaiamana dia bisa tahu?

" Hahahaha, tentu saja Aku tahu, seranganmu itu membutuhkan energi yang cukup besar. melihat kondisi mu yang lemah seperti ini, pasti kamu sudah kehabisan tenaga. Ahahahaha...manusia memang bodoh." Ejeknya padaku lagi.

" Sekarang tidak ada lagi yang menghalangiku untuk membunuhmu, harimau tua itu sudah kalah, dia tidak akan bisa menolongmu lagi. hahaha..." Ejeknya senang.

" Dan karena kamu sudah ikut campur dalam urusanku dan sudah membawa kabur tawananku. terimalah balasanmu ,rasakan ini !" Ucap Raja Kera dan langsung memperkuat cekikan nya.

"Ughhh.."

Leherku mulai sakit, aku meronta-ronta karena aku sudah tidak bisa bernafas, dadaku mulai sesak,

Siapapun tolong aku.

Rusli membelalakan matanya, melihat aku tak berdaya di cekik raja kera di hadapannya , dia sangat ketakutan gemetar bersembunyi di dalam ujung gua.

Tiba-tiba..

Tanah bergoyang dan bergetar hebat, seperti dilanda gempa yang cukup besar, meluluh lantakan sebagian isi dimensi ini.

Pohon-pohon tumbang, pagar besi yang kokoh itu roboh, bangunan jeruji juga runtuh, jembatan manusia itu juga hancur.

Kami semua kaget.

Bahkan raja kera itu tercengang, melihat dimensi nya porak poranda.

Sehingga cekik-kan raja kera mulai melonggar perlahan, untunglah aku mulai bisa bernafas lagi ,namun aku masih dalam cengkramannya.

Tiba- tiba.

Aku terkejut saat melihat langit.

ada jiwa-jiwa yang terbang ke atas langit.

Ternyata itu adalah jiwa-jiwa manusia yang berada di jembatan ,dan jiwa anak-anak yang terkurung di dalam penjara. mereka semua akhirnya terbebas dari belenggu dan terbang menuju langit secara bersamaan.

Aku tersenyum lega.

Akhirnya mereka sudah bebas, dan akan mati dalam keadaan sempurna .

PATS !!

Tiba-tiba muncul cahaya putih yang begitu menyilaukan dari dalam gua.

Ternyata pintu portal menuju dunia nyata terbuka dengan sendirinya. seketika Rusli pun tertarik kuat masuk kedalam portal tersebut.

Dan.

SRATT !!

Dalam sekejap aku dan raja kera berpindah tempat dengan sendirinya.

Dengan posisi yang masih sama, leher ku masih dalam cengkraman raja kera.

Kini aku dan raja kera berada di hutan di depan pohon besar

Namun pohon besar itu nampak ada yang berbeda.

Beberapa akar gantung dan ranting nya habis terpotong berserakan di tanah, dan terdapat bekas lekukan dan goresan dari benda tajam di seluruh batang pohon nya.

Raja kera dan aku kaget melihat keadaan pohon itu

Kini pikiran ku penuh dengan tanda tanya.

Ada apa sebenarnya? mengapa semua ini bisa terjadi?

"Abaaaaah !" Teriakan Iman membuyar kan pikiranku ,refleks aku pun menoleh pada iman

Aku melihat Iman dan tiga orang warga desa berdiri tak jauh dariku.

Betapa terkejutnya mereka melihat ke arahku

Rasa kaget juga takut tergambar di raut wajah mereka.

Iman dan para warga juga membawa kapak dan alat perkakas lain di tangan mereka.

Aaaaarrrrr...

Raja kera menggeram dengan penuh amarah melihat ke arah mereka.

" Ternyata kalian yang sudah menghancurkan dimensiku !! akan binasakan kalian semua !!" Teriak raja kera murka.

Raja kera menghempaskan tubuhku ke tanah dan berbalik untuk menyerang Iman dan para warga.

Syok melihat raja kera hendak menyerang mereka, warga langsung berteriak ketakutan dan melarikan diri ,ada juga yang pingsan ditempat.

Tapi tidak dengan Iman, dia tidak bergeming dan tetap berdiri di tempatnya.

Raja kera berniat menyerangnya Iman lebih dulu.

Namun.

BUGH !!

Tubuh raja kera terpental jauh, kulihat Ki Sugro datang menghadang dan berdiri melindungi Iman.

"Akulah lawan mu Kera busuk!!" tantang Ki Sugro dengan amarah meluap-luap.

" Mengapa bisa?!! Kamu sudah sekarat saat itu. mengapa kamu masih hidup !! " bentak raja kera tak terima.

" Aku takan mati semudah itu. Kondisiku hanya melemah karena berada di dimensimu. kini aku kuat! karena aku berada di dunia nyata tempat tinggalku. Sekarang kamu lah yang lemah dan tak berdaya karena dimensi sudah porak poranda." sindir Ki sugro pada raja kera.

"Dasar harimau tua Kep*rat !!" Umpat raja kera pada ki sugro,dan kembali menyerangnya dengan ganas.

" Anom! bawa semua temanmu pergi dari sini, menjauhlah ke tempat yang aman!"teriak ki sugro padaku ,sambil menahan serangan raja kera yang membabi-buta.

Segera aku berlari menghampiri Iman yang masih terpaku dan tercengang melihat pertarungan sengit antara Ki sugro dan raja kera.

" Iman! Ayo kita pergi dari sini, kita cari tempat yang aman di sekitar sini." Pinta ku pada iman sambil membopong satu warga yang tengah pingsan.

Iman hanya mengangguk. Kami pun pergi meninggalkan tempat itu.

......................

Pertarungan Ki sugro dan raja kera masih berlanjut. Mereka sama- sama imbang.

Kekuatan mereka yang saling beradu, Membuat seluruh hutan bergetar.

Suara energi yang berbenturan, terdengar seperti guntur yang menggemuruh.

Cahaya energi yang beradu dan memancar. Telihat bak kilatan petir di malam hari.

Akhirnya kami menemukan tempat aman yang sedikit jauh dari area pertarungan.

Aku hendak bertanya pada Iman, namun Iman masih saja tampak kaget, seakan tak percaya apa yang telah dia lihat.

"Man?" panggilku.

Iman tak bergeming, terus fokus melihat ke arah pertarungan. tanpa mendengarkan aku memanggil nya.

" Woyyy, iman? panggilku sekali lagi sambil menepuk pundaknya.

Dia tersentak kaget.

"Elu kenapa? dari tadi gue panggil gak nyahut -nyahut." ucapku pada iman.

" Bah, apa lu buka mata batin gue?" tanya Iman memastikan.

" Nggak man, emang kenapa?" tanyaku balik.

" Ini beneran gak sih bah, gue liat ada manusia harimau dan kera yang waktu itu gue pernah liat, mereka berdua saling bertarung di sana?" ungkap Iman sambil menunjuk ke arah pertarungan.

" iya emang bener man, mereka lagi bertarung disana. Manusia harimau itu salah satu rekan ghoibku, dia lagi mencoba ngalahin raja kera" beberku padanya.

"Kalau gitu, bisa nggak lu coba tutupin mata batin gue. gue ngeri soalnya." Ucap iman sambil bergidik.

Yaaa.. Memang tak seharusnya Iman melihat semua ini, terlebih lagi benturan energi karena pertarungan itu cukup kuat, tak baik untuk kondisi orang biasa seperti Iman.

Akupun menyuruhnya memejamkan mata ,ku usapkan tanganku pada matanya, dengan sedikit doa ku bacakan dalam hati.

" Sudah, man ". Sahutku.

Refleks dia membuka mata ,dan menengok kanan kiri untuk melihat sekitar.

" Waah, iya bener bah ! gue udah gak liat apa-apa lagi sekarang" pungkasnya.

"Tapi bah, kalau bukan elu yang buka mata batin gue terus siapa dong? masa kebuka sendiri gitu aja." sambung Iman keheranan

" Mungkin leluhur kamu man." cetusku padanya.

" Hah? leluhur gue?siapa bah? " tanyanya kaget

" Nanti aja man gue jelasinnya. justru gue mau nanya dari tadi, kenapa elu bisa ada di sini sama warga yang lain. bukankah harus nya elu lagi ikut ngaji di rumah Pak Amin." Tanyaku penasaran.

" Oh ituu, awal nya gini bah, gue tuh kan lagi ngaji. Tiba- tiba ada yang berbisik di telinga gue, nahhh.. Suara itu nyuruh gue ajak warga buat nebang ntuuh pohon. Eeeehhh.. baru juga nebang akar gantung pohonnya langsung geter bah, yaa kami semua kaget, tiba-tiba aja elu sama tuh kera ireng muncul." Tutur Iman dengan wajah polosnya dia bercerita.

" oh pantes pohon itu aku lihat sudah berantakan " sahutku.

Iman pun mengangguk.

Sekarang aku baru mengerti, karena Iman dan para warga yang berniat untuk menebang pohon itulah, alasan mengapa semua ini bisa terjadi

Namun pohon itu belum sepenuh nya di tebang, hanya akar-akarnya saja yang di potong habis, tapi dampaknya sangat besar , sudah membuat isi dimensi kera itu menjadi porak poranda dan membuat jiwa-jiwa yang terbelenggu disana bisa terbebas ,dan mati dengan sempurna.

Bahkan kerusakan pada pohon itu sepertinya berpengaruh pada pintu portal, portal menjadi tidak stabil dan terbuka dengang sendirinya dan begitulah aku dan rusli dengan mudah bisa kembali pulang ke sini.

" Hebat juga elu man! Berkat elu dan para warga gue bisa balik ke sini." puji ku pada nya.

" Eh ,tapi tumben loh Man, lu tiba-tiba bisa berani kaya gitu ,padahal biasanya lu kan penakut." candaku padanya.

" Nahh gue juga aneh bah, kok bisa ya gue seberani itu, kayanya gue tadi kesambet deh bah."cetus nya.

"Hahaha.. iya, kesambet sama leluhur lu kali man." sambung ku

"Ah, yang bener lu bah, gue jadi parno nih." ungkapnya ragu.

Aku hanya tersenyum sambil menaikkan kedua bahuku.

" Ngomgong- ngomong keadaan si rusli gimana bah? tanya iman?

" Dia udah selamat, dan kayanya udah balik ke raganya" sahutku.

" Beneran bah !" serunya. dengan wajah sumringah.

"Iya beneran lah, biar lebih rinci ntar deh gue ceritain, kalau semua sudah selesai" Tuturku pada Iman

....................

Assalamualaikum..

Sesudah baca, jangan lupa like nya ya.. biar makin semangat buat nulis.

Jangan lupa komen dan sarannya tentang apa yang kamu rasakan setelah membaca. sebagai semangat untuk memperbaiki tulisanku yang masih kurang bagus

Terima kasih untuk dukungannya.

i love you readers.

😍🥰😘

Wasalam.

Terpopuler

Comments

Yona

Yona

Sampai sini dulu My Salvador & King Blood nya 🤗

2022-09-16

1

rakarayi

rakarayi

mohom maaf di bab ini tiba2 ganti cover kak, 😅 tapi semua nya tetap sama. jdi tetep simak terus.

2022-07-06

0

Cindy

Cindy

allllahhhhhh tiba tiba bersambung 🤓
bau² nya bakal ada pemain baru nihh🤭

2022-07-06

1

lihat semua
Episodes
1 Sang penunggu
2 Rusli
3 Rekan ghoib
4 Kondisi Rusli
5 Meraga sukma
6 Persiapan
7 Mahluk pengganggu
8 Menembus Dimensi
9 Kampung Demit
10 Rekan Ghoib.
11 Kekuatanku?
12 Dimensi siluman kera.
13 Rusli bebas.
14 Bantuan Iman.
15 Raja kera kabur.
16 Musyawarah
17 Teror
18 Dukun sang kuncen pohon.
19 Pertemuan.
20 Menebang pohon.
21 Kerasukan
22 Musnahnya Musuh
23 Pamit
24 Bab 2. Lilis
25 Gentayangan
26 Akses Dimensi.
27 Konflik
28 Penyebab kematian Lilis
29 Flashback Lilis
30 Mengakses Masa Lalu.
31 Diriku Yang Lain
32 Pengintaian Roni
33 Menggagalkan Ritual Pemujaan
34 Akhir Nini Kutek
35 Bab 2. Sekte 18
36 Kondisi Pak Rizal
37 Belenggu
38 Klewing
39 Iman Aneh
40 Teror Klewing
41 Teror Klewing 2
42 Teror Klewing 3
43 Tersesat
44 Tersesat 2
45 Adzan
46 Selamat
47 Yono
48 Di intai
49 Di bakar
50 Teror untuk Iman.
51 Putus Asa
52 Iman bergabung?
53 Kepastian
54 Pertemuan
55 Tujuan Pak Yono.
56 Berkumpul
57 Klewing menghadang
58 Terbawa Ilusi
59 Sigil
60 Kanjing Kunci
61 Kematian
62 Sang Penguasa Api
63 Dimas
64 Bab 4. Awal Mula Kekuatanku
65 Waktu berharga.
66 Membuka Diri kembali.
67 Jin Qorin Milikku
68 Dimensi pertama.
69 Bertemu Ki Dayeng
70 Aki Rongge
71 Mendapatkan brajamusti
72 Tugas Pertamaku
73 Bangsa Arof
74 Menyepi
75 Ilmu Sukma
76 Bab 5. Tugas pertamaku
77 Iman
78 Kuncen Air Terjun
79 Siluman Ular
80 Mempertahankan Iman
81 Bernegoisasi
82 Kondisi Ayah Iman.
83 Hutan
84 Pak Kuncen
85 Setan kerdil
86 Tertangkap
87 Akhir Siluman Ular
88 Bab 6. Bang Syukur
89 Ritual Aneh
90 Mencurigakan
91 Akal bulus
92 Pembuktian
93 Pernyataan Asep
94 Pintar Berdalih
95 Teror Untuk Bang Syukur
96 Pengakuan Bang Syukur
97 Bab 7 .Asep
98 Nenek Tua
99 Penjelasan Deni
100 Pertarungan Di Dunia Pararel
101 Kawan lama
102 Memulai Rencana
103 Sandiwara
104 Membongkar semuanya
105 Akhir Rita
106 Bab 8. Teluh
107 Penjelasan ilmu hitam
108 Serangan Tiba-Tiba
109 Terjadi Hal Aneh
110 Kondisi Paman Surya
111 Kisah Pak Surya
112 Family Time
113 Gubuk Tua
114 Siluman Anjing
115 Bertahan
116 Kembali pulang
117 Paman Surya Siuman
118 Dimensi Mimpi
119 Perubahan Wujud.
Episodes

Updated 119 Episodes

1
Sang penunggu
2
Rusli
3
Rekan ghoib
4
Kondisi Rusli
5
Meraga sukma
6
Persiapan
7
Mahluk pengganggu
8
Menembus Dimensi
9
Kampung Demit
10
Rekan Ghoib.
11
Kekuatanku?
12
Dimensi siluman kera.
13
Rusli bebas.
14
Bantuan Iman.
15
Raja kera kabur.
16
Musyawarah
17
Teror
18
Dukun sang kuncen pohon.
19
Pertemuan.
20
Menebang pohon.
21
Kerasukan
22
Musnahnya Musuh
23
Pamit
24
Bab 2. Lilis
25
Gentayangan
26
Akses Dimensi.
27
Konflik
28
Penyebab kematian Lilis
29
Flashback Lilis
30
Mengakses Masa Lalu.
31
Diriku Yang Lain
32
Pengintaian Roni
33
Menggagalkan Ritual Pemujaan
34
Akhir Nini Kutek
35
Bab 2. Sekte 18
36
Kondisi Pak Rizal
37
Belenggu
38
Klewing
39
Iman Aneh
40
Teror Klewing
41
Teror Klewing 2
42
Teror Klewing 3
43
Tersesat
44
Tersesat 2
45
Adzan
46
Selamat
47
Yono
48
Di intai
49
Di bakar
50
Teror untuk Iman.
51
Putus Asa
52
Iman bergabung?
53
Kepastian
54
Pertemuan
55
Tujuan Pak Yono.
56
Berkumpul
57
Klewing menghadang
58
Terbawa Ilusi
59
Sigil
60
Kanjing Kunci
61
Kematian
62
Sang Penguasa Api
63
Dimas
64
Bab 4. Awal Mula Kekuatanku
65
Waktu berharga.
66
Membuka Diri kembali.
67
Jin Qorin Milikku
68
Dimensi pertama.
69
Bertemu Ki Dayeng
70
Aki Rongge
71
Mendapatkan brajamusti
72
Tugas Pertamaku
73
Bangsa Arof
74
Menyepi
75
Ilmu Sukma
76
Bab 5. Tugas pertamaku
77
Iman
78
Kuncen Air Terjun
79
Siluman Ular
80
Mempertahankan Iman
81
Bernegoisasi
82
Kondisi Ayah Iman.
83
Hutan
84
Pak Kuncen
85
Setan kerdil
86
Tertangkap
87
Akhir Siluman Ular
88
Bab 6. Bang Syukur
89
Ritual Aneh
90
Mencurigakan
91
Akal bulus
92
Pembuktian
93
Pernyataan Asep
94
Pintar Berdalih
95
Teror Untuk Bang Syukur
96
Pengakuan Bang Syukur
97
Bab 7 .Asep
98
Nenek Tua
99
Penjelasan Deni
100
Pertarungan Di Dunia Pararel
101
Kawan lama
102
Memulai Rencana
103
Sandiwara
104
Membongkar semuanya
105
Akhir Rita
106
Bab 8. Teluh
107
Penjelasan ilmu hitam
108
Serangan Tiba-Tiba
109
Terjadi Hal Aneh
110
Kondisi Paman Surya
111
Kisah Pak Surya
112
Family Time
113
Gubuk Tua
114
Siluman Anjing
115
Bertahan
116
Kembali pulang
117
Paman Surya Siuman
118
Dimensi Mimpi
119
Perubahan Wujud.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!