Rusli bebas.

''Lumayan juga kekuatanmu, bisa mempunyai ajian yang ampuh untuk melawan kami." cibir Raja kera.

Aku dan Ki Sugro memutuskan untuk menyerang Raja kera lebih dulu.

Kami mencoba menyerang dia dengan fisik secara bersamaan.

Sayang tenaganya cukup kuat, dia bisa menahan semua pukulan dan tendangan dari kami.

Dia sangat lincah melompat ke sana kemari menghindari serangan kami.

"Percuma saja kalian menyerangku seperti itu. karena kalian takan mungkin membunuhku." sindir raja kera

Memang benar apa yang dia ucapkan. kami memang tidak bisa membunuhnya. karena dia pemegang kunci dimensi.

" Anom, kita perlu strategi untuk melawan kera itu tanpa membunuhnya." bisik Ki sugro padaku.

" Bagaimana ki, apa yang harus kita lakukan?" tanyaku pelan.

" Lebih baik, kamu selamatkan Rusli terlebih dulu itu tujuan utama kita kesini. masalah si kera busuk biar aki yang urus. aki akan menghadangnya." usul Ki Sugro.

"Jika aku sudah menyelamatkan Rusli, aku harus apa,Ki ?

"Kita tidak bisa keluar dari sini kan ?

"Semua portal sudah di tutup olehnya." sambungku

"Kamu masih ingat? portal dimensi yang pernah kita masuki pertama kali?" tanya Ki Sugro.

Oh ya, aku ingat.

kalau tidak salah portal Itu berada di depan batu besar, didalam sebuah gua kecil.

" Iya Ki, aku ingat" Sahutku.

" Carilah portal itu, bawa juga rusli ke sana, kita akan bertemu di sana. Sementara itu aki akan mengalihkan perhatian raja kera." pinta Ki Sugro padaku.

Aku mengangguk

Dari kejauhan aku melihat tempat penyiksaan Rusli.

Jarak antara aku dan Rusli sekitar satu kilo meter jauhnya.

Posisi Rusli berada di seberang tebing, sehingga aku harus melewati sebuah jembatan untuk menuju ke sana.

Aku bergegas menuju tempat Rusli.

Namun raja kera menghadangku

dan..

BUGH !

Ki Sugro mendarat kan pukulan tepat di wajah raja kera. dia langsung terpental.

" Bergegaslah, anom!" teriak Ki sugro memberiku jalan.

Aku mengangguk , dan segera berlari menuju tempat Rusli.

......................

Aku tiba di depan sebuah jembatan.

Aku tersentak melihat jembatan itu, dari kejauhan kukira hanya sebuah jembatan biasa.

Namun ternyata itu adalah jembatan yang dibuat dari tumpukan manusia yang di jejerkan.

"Apa-apaan ini!! mengapa dia begitu kejam memperlakukan mereka seperti ini, dasar kera kep*rat!" umpatku geram

Sial, bagaimana caraku menyebrang, tidak ada jalan lain selain jembatan ini, rasanya tidak tega aku melewati dan menginjak mereka.

Karena tak ada jalan lain, dengan sangat terpaksa aku harus melewati jembatan ini.

Aku harus menempuh jarak sekitar sepulub meter melewati panjangnya jembatan ini.

Begitu banyak tubuh manusia terlentang dan berjejer, mengikuti bentuk besi yang menjadi penyangga tubuh mereka dan membentuk sebuah jembatan.

Ada pria, ada wanita, ada yang tua, ada yang muda. mereka semua tanpa busana, seakan tubuh mereka menempel satu sama lain.

Mereka tak bisa melepaskan diri, hanya tangan dan kaki mereka saja yang dapat bergerak dan meronta-ronta.

Aku pijakkan kakiku pada salah satu tubuh manusia, manusia itu meronta dan meminta tolong serta menangis padaku.

Aku mencoba untuk tak peduli. aku harus fokus.

Ku beranikan diri melangkahkan kakiku ke tubuh mereka satu persatu.

Nampak licin dan basah oleh darah diseluruh tubuh mereka, sehingga aku harus berjalan perlahan, jika tidak aku bisa saja terpeleset ke dasar jurang.

Tangisan dan teriakan dari mereka semua. mengiringi setiap langkahku menyusuri jembatan ini.

Aku hanya memfokuskan pandanganku ke depan, karena aku sama sekali tak ingin melihat tubuh yang sedang ku injak ini.

......................

Sampailah aku di sebrang.

Fiuhhh ,sangat menegangkan. Apakah ada cara yang bisa melepaskan mereka dari belenggu di dimensi ini.

Tak jauh dari tempatku berdiri. aku melihat Rusli.

Rusli yang menunduk dengan tangan kaki yang terikat di gantung di antara dua pilar.

Tubuhnya bersimbah darah, dengan bekas cambukan diseluruh tubuhnya.

Aku segera menghampirinya.

Namun pandangku tertuju pada satu penjara yang tak jauh dari tempat rusli.

Penjara itu ada anak -anak kecil yang menangis memanggil orang tuanya.

Aku merasa iba, dan menghampiri mereka.

Saat aku mulai mendekat, Tercium bau amis dan busuk yang sangat menyengat. refleks aku menutup hidung.

Aku mengamati kedalam penjara itu. ada sekitar lima belas bocah kecil didalamnya yang mengigil kedinginan.

Fokusku teralihkan oleh bau amis yang mengganggu

mmhhhh.. bau apa ini !

Aku mencari dari mana asal bau tersebut.

Tak jauh dari penjara ini, terdapat sebuah meja batu yang panjang.

Diatas meja itu tergeletak sebuah bangkai.

Binatang apa yang siluman kera itu makan, Aku penasaran.

Dari jarak satu meter aku berdiri, bangkai itu mulai terlihat jelas.

Aku diam terpaku dengan apa yang kulihat.

Astaga !!

Ternyata bangkai yang kulihat itu adalah mayat seorang bayi yang tubuh nya sudaj ercabik- cabik dengan isi perut yang keluar berantakan.

Hoekk !

Seketika perutku mual dan ingin muntah

Sial, lagi-lagi aku harus melihat pemandangan yang seperti ini.

Aku pun segera meninggalkan tempat itu, dan pergi menuju ke tempat Rusli.

Sambil berjalan aku mengeluh.

Mengapa rasa penasaranku selalu muncul disaat seperti ini.

......................

Kini aku berada di hadapan Rusli.

Segera aku buka ikatan tali yang mengikat tangan dan kakinya.

Tubuh Rusli pun jatuh ke tanah dengan keadaan yang tak sadarkan diri.

Segera aku membangunkannya.

Namun saat dia sadar ,dia berteriak ketakutan.

"Jangan! Tolong jangan siksa aku lagi..!!" teriak Rusli dengan mata yang masih terpejam.

" Rusli ! Tenanglah ! Aku datang untuk menyelamatkanmu." ucapku menenangkan Rusli yang tengah meronta.

Dia pun diam dan menatapku. dia melihat tangan dan kakinya yang kini telah lepas dari ikatan.

" Benarkah? Apa itu artinya aku bisa keluar dan bebas dari sini?! " tanyanya memastikan.

"yaa.. cepatlah ikuti aku, kita akan mencari jalan keluar dari tempat ini." ajakku pada Rusli.

Tanpa banyak pertanyaan rusli menggangguk.

Dengan susah payah Rusli mencoba berdiri, aku bantu memapahnya.

Kami menjauh dari tempai itu, dan keluar dari tanah lapang penyiksaan ini.

" Kamu akan membawaku kemana, aku sudah tidak kuat berjalan, semua tubuhku terasa sakit dan lemas." keluh Rusli.

" Bertahanlah, kamu akan selamat." tutur ku menyemangatinya.

Tibalah aku di hadapan sebuah pagar besi tinggi dan kokoh.

Pagar itu menjadi pembatas antara tanah lapang ini dengan hutan.

Tak jauh dari sana aku melihat sebuah batu besar.

Tak salah lagi pasti batu besar itu, tempatku bersembunyi dulu, semoga saja dugaan ku benar di balik batu ada portal itu.

Tapi bagaimana caraku melewati pagar besi ini.

Tiba-tiba ada suara bisikan tanpa wujud di telinga ku.

Berdoalah! Dan tendang pagar itu dengan sekuat tenaga!

Tanpa banyak berpikir, aku menuruti apa yang suara itu ucapkan

Aku berdoa kepada sang kuasa dengan membacakan ayat kursi.

Lalu ku pusatkan energi di kakiku dan ku tendang pagar besi yang kokoh itu dengan kekuatanku.

Dan..

BRAKK !!

Tendanganku membuat pagar itu berlubang. dengan lubang yang cukup besar.

Aku pun bergegas membawa Rusli keluar, melewati lubang di pagar itu, dan mendekati batu besar.

Kami pun sampai.

Di balik batu besar itu ada sebuah gua kecil.

Tak salah lagi disinilah portal yang kumasuki dulu.

Namun, saat ini gua itu bukan dalam bentuk portal, hanya gua kecil yang berujung buntu di dalamnya.

Bagaimana caraku membuka portal dimensi disini. Hanya ki sugro yang dapat membukanya.

Aku memutuskan untuk menunggu Ki Sugro datang kemari, sementara menunggu, aku dan Rusli bersembunyi di dalam gua. Agar Rusli juga bisa beristirahat sejenak.

Aku duduk bersandar pada dinding gua. Aku termenung.

Bagaimana keadaan Ki sugro sekarang?

Apa dia baik-baik saja?

Bagaimana jika dia sedang kesulitan?

Sebagian kekuatannya kan, tidak bisa di gunakan di dimensi ini.

Aku akan membantunya.

Tapi...

Bagaimna dengan Rusli ,tak mungkin jika aku harus meninggalkannya sendiri disini.

Bagaimana jika dia tertangkap lagi.

Argghh.. aku harus apa sekarang? tak mungkin aku hanya berdiam diri dan menunggu seperti ini.

Aku berkelit dengan pikiranku sendiri.

Tiba-tiba dari kejauhan aku mendengar suara teriakan dari si raja kera yang mencariku

Sontak aku kaget.

Aku segera menyuruh Rusli bersembunyi di ujung gua yang gelap.

"heyyy manusia hebat. Dimana kamu? aku tahu kamu bersembunyi." ledeknya.

"Keluarlah, sebelum aku menghampirimu." perintahnya.

Aku tetap berdiam diri dan bersembunyi di dalam gua.

Mendengarkan semua ocehannya.

" Apa kamu tak ingin tahu bagaimana nasib teman harimau mu itu?!" ujarnya

Aku sedikit tersentak, dan mulai resah mendengar ucapannya.

Apa yang terjadi pada Ki sugro.

" Teman harimau mu itu, sudah tidak berdaya dia sudah kalah dariku, hahahaha.." ejek si raja kera sambil tertawa keras.

......................

Terpopuler

Comments

Cindy

Cindy

kera busukkkkkk😠😤😤😤

2022-07-04

0

VEty SAry

VEty SAry

wah aku ketinggalan updaet😗🥳

2022-07-04

1

Tuan Ongkel

Tuan Ongkel

hay kak. semngat

2022-07-04

1

lihat semua
Episodes
1 Sang penunggu
2 Rusli
3 Rekan ghoib
4 Kondisi Rusli
5 Meraga sukma
6 Persiapan
7 Mahluk pengganggu
8 Menembus Dimensi
9 Kampung Demit
10 Rekan Ghoib.
11 Kekuatanku?
12 Dimensi siluman kera.
13 Rusli bebas.
14 Bantuan Iman.
15 Raja kera kabur.
16 Musyawarah
17 Teror
18 Dukun sang kuncen pohon.
19 Pertemuan.
20 Menebang pohon.
21 Kerasukan
22 Musnahnya Musuh
23 Pamit
24 Bab 2. Lilis
25 Gentayangan
26 Akses Dimensi.
27 Konflik
28 Penyebab kematian Lilis
29 Flashback Lilis
30 Mengakses Masa Lalu.
31 Diriku Yang Lain
32 Pengintaian Roni
33 Menggagalkan Ritual Pemujaan
34 Akhir Nini Kutek
35 Bab 2. Sekte 18
36 Kondisi Pak Rizal
37 Belenggu
38 Klewing
39 Iman Aneh
40 Teror Klewing
41 Teror Klewing 2
42 Teror Klewing 3
43 Tersesat
44 Tersesat 2
45 Adzan
46 Selamat
47 Yono
48 Di intai
49 Di bakar
50 Teror untuk Iman.
51 Putus Asa
52 Iman bergabung?
53 Kepastian
54 Pertemuan
55 Tujuan Pak Yono.
56 Berkumpul
57 Klewing menghadang
58 Terbawa Ilusi
59 Sigil
60 Kanjing Kunci
61 Kematian
62 Sang Penguasa Api
63 Dimas
64 Bab 4. Awal Mula Kekuatanku
65 Waktu berharga.
66 Membuka Diri kembali.
67 Jin Qorin Milikku
68 Dimensi pertama.
69 Bertemu Ki Dayeng
70 Aki Rongge
71 Mendapatkan brajamusti
72 Tugas Pertamaku
73 Bangsa Arof
74 Menyepi
75 Ilmu Sukma
76 Bab 5. Tugas pertamaku
77 Iman
78 Kuncen Air Terjun
79 Siluman Ular
80 Mempertahankan Iman
81 Bernegoisasi
82 Kondisi Ayah Iman.
83 Hutan
84 Pak Kuncen
85 Setan kerdil
86 Tertangkap
87 Akhir Siluman Ular
88 Bab 6. Bang Syukur
89 Ritual Aneh
90 Mencurigakan
91 Akal bulus
92 Pembuktian
93 Pernyataan Asep
94 Pintar Berdalih
95 Teror Untuk Bang Syukur
96 Pengakuan Bang Syukur
97 Bab 7 .Asep
98 Nenek Tua
99 Penjelasan Deni
100 Pertarungan Di Dunia Pararel
101 Kawan lama
102 Memulai Rencana
103 Sandiwara
104 Membongkar semuanya
105 Akhir Rita
106 Bab 8. Teluh
107 Penjelasan ilmu hitam
108 Serangan Tiba-Tiba
109 Terjadi Hal Aneh
110 Kondisi Paman Surya
111 Kisah Pak Surya
112 Family Time
113 Gubuk Tua
114 Siluman Anjing
115 Bertahan
116 Kembali pulang
117 Paman Surya Siuman
118 Dimensi Mimpi
119 Perubahan Wujud.
Episodes

Updated 119 Episodes

1
Sang penunggu
2
Rusli
3
Rekan ghoib
4
Kondisi Rusli
5
Meraga sukma
6
Persiapan
7
Mahluk pengganggu
8
Menembus Dimensi
9
Kampung Demit
10
Rekan Ghoib.
11
Kekuatanku?
12
Dimensi siluman kera.
13
Rusli bebas.
14
Bantuan Iman.
15
Raja kera kabur.
16
Musyawarah
17
Teror
18
Dukun sang kuncen pohon.
19
Pertemuan.
20
Menebang pohon.
21
Kerasukan
22
Musnahnya Musuh
23
Pamit
24
Bab 2. Lilis
25
Gentayangan
26
Akses Dimensi.
27
Konflik
28
Penyebab kematian Lilis
29
Flashback Lilis
30
Mengakses Masa Lalu.
31
Diriku Yang Lain
32
Pengintaian Roni
33
Menggagalkan Ritual Pemujaan
34
Akhir Nini Kutek
35
Bab 2. Sekte 18
36
Kondisi Pak Rizal
37
Belenggu
38
Klewing
39
Iman Aneh
40
Teror Klewing
41
Teror Klewing 2
42
Teror Klewing 3
43
Tersesat
44
Tersesat 2
45
Adzan
46
Selamat
47
Yono
48
Di intai
49
Di bakar
50
Teror untuk Iman.
51
Putus Asa
52
Iman bergabung?
53
Kepastian
54
Pertemuan
55
Tujuan Pak Yono.
56
Berkumpul
57
Klewing menghadang
58
Terbawa Ilusi
59
Sigil
60
Kanjing Kunci
61
Kematian
62
Sang Penguasa Api
63
Dimas
64
Bab 4. Awal Mula Kekuatanku
65
Waktu berharga.
66
Membuka Diri kembali.
67
Jin Qorin Milikku
68
Dimensi pertama.
69
Bertemu Ki Dayeng
70
Aki Rongge
71
Mendapatkan brajamusti
72
Tugas Pertamaku
73
Bangsa Arof
74
Menyepi
75
Ilmu Sukma
76
Bab 5. Tugas pertamaku
77
Iman
78
Kuncen Air Terjun
79
Siluman Ular
80
Mempertahankan Iman
81
Bernegoisasi
82
Kondisi Ayah Iman.
83
Hutan
84
Pak Kuncen
85
Setan kerdil
86
Tertangkap
87
Akhir Siluman Ular
88
Bab 6. Bang Syukur
89
Ritual Aneh
90
Mencurigakan
91
Akal bulus
92
Pembuktian
93
Pernyataan Asep
94
Pintar Berdalih
95
Teror Untuk Bang Syukur
96
Pengakuan Bang Syukur
97
Bab 7 .Asep
98
Nenek Tua
99
Penjelasan Deni
100
Pertarungan Di Dunia Pararel
101
Kawan lama
102
Memulai Rencana
103
Sandiwara
104
Membongkar semuanya
105
Akhir Rita
106
Bab 8. Teluh
107
Penjelasan ilmu hitam
108
Serangan Tiba-Tiba
109
Terjadi Hal Aneh
110
Kondisi Paman Surya
111
Kisah Pak Surya
112
Family Time
113
Gubuk Tua
114
Siluman Anjing
115
Bertahan
116
Kembali pulang
117
Paman Surya Siuman
118
Dimensi Mimpi
119
Perubahan Wujud.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!