Mahluk pengganggu

Dengan berbekal senter, aku pun pergi menelusuri hutan sendirian.

Angin bertiup kencang saat itu, Suara lolongan anjing pun tidak menyurutkan semangatku menyelesaikan misi ini.

"Hari ini aku harus berhasil menyelamatkan Rusli."

......................

Aku sudah berjalan menjauhi pemukiman, kini aku mulai memasuki kawasan hutan yang di pakai lahan perkebunan, dan mulai memasuki kedalaman hutan yang jarang di datangi warga.

Ku amati sekelilingku rimbun sekali dengan pohon bambu, mereka saling beradu karena terhembus oleh angin yang kencang, sehingga memberikan suara yang terkesan menyeramkan.

Di tambah lagi bulan pun seolah enggan menunjukkan dirinya, dia menyembunyikan sinarnya di balik awan. Membuat keadaan jadi semakin gelap, anjing pun tidak henti-hentinya melolong menemani perjalananku.

Tiba-tiba muncul bayangan- bayangan yang melesat cepat di sekelilingku, terdengar juga bunyi-bunyian aneh yang entah darimana asalnya, aura hutan pun mulai tidak nyaman mun ku rasa.

Kali ini aku sadar, sepertinya para penghuni hutan mulai menyambut kedatanganku dan mereka sedang menunjukan eksistensinya padaku.

Kejanggalan mulai terjadi, jalan setapak yang seharusnya lurus tiba-tiba berubah menjadi tiga arah. Jalannya pun kini bersih, rumput yang tadinya menutupi juga menghilang, untuk jalanan setapak di hutan menurutku justru terlalu rapih dan bersih. Bahkan saat aku ke hutan waktu itu pun, aku tidak merasa pernah melewati jalanan yang seperti ini.

Aku amati sekelilingku, Di setiap pohon yang selalu ada sosok bayangan hitam yang berdiri di belakangnya. Aku tak tahu itu mahluk apa, yang jelas itu bukan manusia.

"Aku yakin mereka muncul karena tahu tujuan ku, seolah mereka ingin menghalangiku agar tidak pergi ke pohon keramat."

Aku sengaja menghentikan langkahku di antara tiga jalan di depanku ini, aku berpikir untuk bisa ke pohon keramat aku harus melewati mereka lebih dulu.

"Aku tahu ini salah satu tipu mereka untuk menjebak ku. Jika salah memilih entah apa yang akan terjadi."

Aku pun menutup mata, lalu menarik nafas yang panjang, aku mencoba fokus, lalu membuka mata.

Dan benar saja, kemudian muncul tiga sosok aneh yang berdiri tepat di masing-masing ketiga jalan tersebut. Seolah mereka terang-terangan menyuruhku untuk memilih.

Di jalan sebelah kiri, ada sosok yang merangkak, dia memiliki tangan dan kaki yang panjang, kepalanya gundul, lidahnya panjang menjulur keluar, dengan mata yang melotot dia melihat ke arahku.

"Mendekatlah, aku ingin memakan daging manusia sepertimu."

"Aku Lapar....!"

"Lapar....!"

"Lapar....!" ucapnya berulang kali, sambil terus melihat ke arahku.

Lalu, di jalan yang tengah. Aku melihat sosok wanita cantik yang memakai baju kerajaan, dia bahkan memakai mahkota, cantik seperti seorang putri, namun tubuh bagian bawahnya berbentuk ekor ular yang panjang sekali.

"Aku sudah menunggumu begitu lama, negeriku membutuhkan raja sepertimu, ikutlah bersamaku ke kerajaanku, disana kau akan hidup senang." ucap wanita itu, sambil melambai-lambaikan tangannya padaku dan tersenyum.

Lalu, di jalan yang sebelah kanan, ada sosok tinggi besar yang tingginya hampir setinggi pohon, tubuhnya di penuhi bulu hitam yang lebat, namun dia tidak memperlihatkan wajahnya padaku, mahluk ini hanya tertunduk dan diam mematung.

"Aku yakin ucapan-ucapan mereka itu, hanya bujukan agar aku terpancing dan masuk dalam jebakan mereka.

Aku pun yakin, tidak ada satu pun jalan yang benar di antara ketiganya."

Aku sudah setengah jalan, tidak mungkin aku mundur dan kembali ke desa. Dan mana mungkin aku hanya diam saja dan terjebak di sini. Aku harus mencari jalan keluarku sendiri."

Aku mencoba untuk berdoa, aku lantunkan ayat kursi, di sertai keyakinan ku untuk meminta perlindungan kepada sang kuasa.

Ayat demi ayat ku lantunkan, pergerakan mereka mulai sedikit aneh, mereka terlihat terganggu dengan lantunan doa yang ku baca, ketiga mahluk itu mulai bereaksi, mereka marah, dan mencoba menghentikan apa yang aku lakukan.

Makhluk berbulu hitam yang tadi menunduk pun, mulai menggeram, dia perlahan mengangkat kepalanya, lalu menunjukan wajahnya padaku. Aku melihat dengan jelas matanya yang merah, ada gigi taring besar dan tajam di mulutnya, dia menyeringai.

Jarak antara aku dengan mereka kurang lebih lima meter jauhnya.

Aku masih belum berhenti melantunkan ayat kursi.

Tiba-sosok kepala gundul itu merangkak cepat ke arahku sambil berteriak.

" Hentikaaann.... !! Hentikaaaann... !!" teriaknya dengan nada marah.

Semakin merangkak mendekatiku, tubuhnya mengeluarkan asap, muncul percikan api di tubuhnya

" Aaaa tidaaaakkk!" teriaknya kesakitan. perlahan dia terbakar lalu menghilang.

Tapi berbeda dengan wanita ular yang ku lihat tadi, Nampaknya dia kabur dan menghilang begitu saja.

Kini yang tersisa, hanya tinggal mahluk yang berbulu hitam, dia tertawa dengan berjalan perlahan menghampiriku.

Aku merasakan energi yang cukup kuat darinya. Aku terus melantunkan ayat kursi, namun sayang sepertinya itu tidak berpengaruh padanya.

" Akh sial, ternyata tidak mempan ya."

Aku segera mengganti bacaanku dengan Ajian Pelebur Jin (Brajamusti).

Ketika aku hendak membacakannya, tiba-tuba dia melesat cepat ke arahku dan langsung mencekikku.

" Ugh! Le, lepaskan!" ucapku sesak.

" Jika ingin selamat, jangan kau coba untuk membaca Ajian itu!" Tuturnya memperingatkan ku.

"Kau takut!?" ejekku tersenyum.

" Dasar persetan kau manusia!" bentaknya dan mencekikku semakin keras.

"Ugh! Uhuk! uhuk!" Aku kesulitan bernafas. Alu mencoba melepaskan diri, namun tenaganya kuat sekali.

" Apa boleh buat, kau yang menyerangku lebih dulu bod*oh."

Aku mencoba membacakan ajian itu, sialnya tangan mahluk itu, yang satunya lagi membekap seluruh wajahku. Tubuhku kini diangkatnya ke atas, cekikannya makin kuat, wajahku tertutup oleh tangannya, Aku tidak bisa melanjutkan bacaan brajamusti

" Ugh,, sesak! Aku tidak bisa bernafas, seseorang tolong aku!"

Aku meronta-ronta kesakitan. Aku mulai lemas. Lalu tiba-tiba, entah dari mana muncul sebuah tongkat panjang yang melayang.

Tongkat itu menyerang, memukul dan mendorong mahluk tersebut hingga terpental jauh dan menghilang.

Seketika tubuhku jatuh di atas tanah, untunglah aku lepas dari cekikannya, refleks kembali mengatur nafasku.

"Cekikan mahluk itu hampir saja membunuhku, tapi darimana tongkat itu muncul, dan milik siapa itu?"

Tiba-tiba terdengar suara tawa nenek- nenek di belakangku.

"Khiihii.. Hihihi... apa kau baik baik saja Anom?" Ucap Nenek itu sambil mengunyah sirih dan tertawa.

Seketika aku menoleh untuk melihatnya.

"Nini Gandiwi!" seruku.

"Ternyata tongkat yang menyelamatkan ku itu milikmu! Nini yang datang menolongku. Terima kasih, Ni! berkat Nini, aku bisa selamat dari mahluk itu. Untung saja nini datang tepat waktu." tuturku dengan perasaan lega.

"Ya baguslah, kau tidak kenapa-kenapa." Nini Gandiwi tersenyum.

Nini Gandiwi adalah sesosok nenek tua yang memakai pakaian tradisional, kebiasaannya selalu mengunyah daun sirih, Rambut nya gimbal dan panjang, badannya sedikit bungkuk sambil memegang tongkat. Nini Gandiwi adalah rekan ghaibku. Dia memiliki saudara kembar yang bernama Nini Gandiwa.

"Kemana Nini Gandiwa Ni? kenapa dia tidak ikut bersamamu?" tanyaku penasaran.

"Dia sudah ada di pohon keramat bersama Ki Sugro. Mereka berdua sedang mencoba membuka portal di sana, kami sudah lama menunggumu, namun kau tidak kunjung datang, jadi Nini kemari untuk memastikan, Hah, ternyata mereka semua sengaja menahan di sini. Bikin kesal saja." gerutunya.

" Iya Ni, maaf. Aku sedikit kesulitan tadi, mereka menjebak ku, sehingga membuatku bingung menentukan arah jalan di depanku." keluhku.

"Jalan di depanmu? lihatlah jalan yang kau maksud itu hanya ada jurang yang dalam" ungkap Nini menunjuk dengan tongkatnya.

Wushh! angin berhembus kencang di atas jurang yang ku lihat. Benar ketiga jalan tadi sudah tidak ada hanya ada jurang yang menganga, Aku melongo saking kagetnya.

"Sial, hampir saja aku terjebak, ternyata tipu daya mereka masih bisa menipu mata batinku."

" Lain kali berhati-hatilah anom, meski mereka makhluk yang tidak kuat, mereka tetap berbahaya." tutur Nini Gandiwi.

Aku pun mengangguk.

" Ayo cepatlah Anom! kita harus segera ke pohon keramat." Ajak Nini Gandiwi.

Segera aku memutar arah, dan menyusul Nini Gandiwi yang sudah berjalan lebih dulu di depanku. Kami pun pergi bersama menuju pohon keramat.

...............

Aku terus berjalan menyusuri hutan bersama Nini Gandiwi.

Ternyata begitu berbahaya di hutan ini jika kita pergi sendirian, banyak kulihat penampakan-penampakan seperti kuntilanak dan pocong di sepanjang jalan.

Bagi Nini Gandiwi mereka bukanlah ancaman, jadi dia membiarkannya, dan untukku itu juga sudah jadi hal biasa, karena sosok mereka sering ku jumpai di perkotaan.

Tidak lama, kami pun tiba di pohon keramat.

Terlihat Ki Sugro dan Nini Gandiwa masih mencoba untuk membuka portal di sana dengan susah payah.

Mereka sedikit kesulitan, karena terhalang oleh energi yang cukup kuat dari siluman raja kera.

" Dari mana saja kamu Anom! kami sudah menunggu lama sekali." tegur Ki Sugro.

" Maafkan aku Ki, ada sedikit masalah saat di perjalanan tadi." ujarku.

" Untung saja aku menyuruh Gandiwi menyusulmu." ujar Nini Gandiwa.

" Cepatlah, sekarang bantu kami untuk membuka portal ini." titah Ki Sugro pada aku dan Nini gandiwi.

Kami pun mencoba untuk ikut membantu, kami berempat berdiri di setiap sisi pohon.

Dan mulailah kami menyalur energi kami pada pohon keramat, untuk membuka segel pada pohon itu lebih dulu. Barulah portal itu akan terbuka.

Namun sayang, sepertinya Raja kera itu tahu kami mencoba membuka portal dimensinya, sehingga dia menghalangi kami, sehingga energi kami saling berbenturan pada pohon keramat.

Akibatnya muncul ledakan-ledakan kecil karena gesekan dari kedua energi yang berbeda.

Tapi untunglah kami cukup kuat,Perlahan portal mulai terbuka dan segelnya pun hampir pudar.

Namun tiba -tiba saja, Akar gantung dan sulur pada pohon keramat, bergerak sendiri menyerang dan melilit tubuh Ki Sugro, Nini Gandiwa dan juga Gandiwi. Mereka semua terjebak dalam lilitan, tapi anehnya aku tidak.

"Ugh! Sial " gerutu Ki Sugro.

Lalu, dengan mudahnya pintu portal itu terbuka begitu saja, tanpa kami bersusah payah, lalu terdengar suara tawa raja siluman kera.

" Hahahaha.. besar juga nyalimu, manusia! tidak ku sangka kau berani juga datang kemari." ucap raja kera dengan suara yang menggema tanpa wujud.

"Tentu saja karena aku tidak pernah takut dengan mahluk sepertimu." jawabku dengan berani.

"Hahaha, baguslah.. kalau begitu cobalah kau masuk ke dimensiku jika kamu bisa, lalu selamatkanlah teman manusiamu itu. Jika kau takut kau boleh kembali ke tempatmu, dan aku akan menutup kembali portal ini, lalu teman manusiamu tidak akan pernah bisa kembali, dia akan menjadi budakku selamanya. Ahahaha.. " Ejek siluman kera.

"Bagaimana ini, mana mungkin aku bisa masuk kesana sendirian. Sedangkan rekan ghoib ku terperangkap di sini."

"Pergilah Anom, jangan pedulikan kami, aki yakin kamu bisa tanpa kami, karena sang kuasa selalu melihat dan melindungimu. Selamatkanlah teman mu, sudah tidak banyak waktu lagi." ucap Ki Sugro meyakinkanku.

Mendengar ucapan itu, semangatku muncul. Aku tahu tidak ada kekuatan yang melebihi kekuatan dan kekuasaan sang pencipta.

Dengan penuh percaya diri, Aku pun bergegas masuk sendiri ke portal dimensi itu.

Aku langkahkan kakiku menuju cahaya putih yang ada di pohon keramat.

Tida lupa aku memanjatkan doa serta perlindungan kepada sang kuasa, dan memulai dengan ucapan.

Bismillahirrahmanirrahim.

......................

Terpopuler

Comments

Yona

Yona

fto makhluk kayak pernah lihat 🙄

2022-09-08

1

Ia Asiah

Ia Asiah

aduuuhhh keren bgt ini ada visual nxa jga mkin tmbhn seru ....semgat kk

2022-09-01

1

Ia Asiah

Ia Asiah

aduuuhhh keren bgt ini ada visual nxa jga mkin tmbhn seru ....semgat kk

2022-09-01

1

lihat semua
Episodes
1 Sang penunggu
2 Rusli
3 Rekan ghoib
4 Kondisi Rusli
5 Meraga sukma
6 Persiapan
7 Mahluk pengganggu
8 Menembus Dimensi
9 Kampung Demit
10 Rekan Ghoib.
11 Kekuatanku?
12 Dimensi siluman kera.
13 Rusli bebas.
14 Bantuan Iman.
15 Raja kera kabur.
16 Musyawarah
17 Teror
18 Dukun sang kuncen pohon.
19 Pertemuan.
20 Menebang pohon.
21 Kerasukan
22 Musnahnya Musuh
23 Pamit
24 Bab 2. Lilis
25 Gentayangan
26 Akses Dimensi.
27 Konflik
28 Penyebab kematian Lilis
29 Flashback Lilis
30 Mengakses Masa Lalu.
31 Diriku Yang Lain
32 Pengintaian Roni
33 Menggagalkan Ritual Pemujaan
34 Akhir Nini Kutek
35 Bab 2. Sekte 18
36 Kondisi Pak Rizal
37 Belenggu
38 Klewing
39 Iman Aneh
40 Teror Klewing
41 Teror Klewing 2
42 Teror Klewing 3
43 Tersesat
44 Tersesat 2
45 Adzan
46 Selamat
47 Yono
48 Di intai
49 Di bakar
50 Teror untuk Iman.
51 Putus Asa
52 Iman bergabung?
53 Kepastian
54 Pertemuan
55 Tujuan Pak Yono.
56 Berkumpul
57 Klewing menghadang
58 Terbawa Ilusi
59 Sigil
60 Kanjing Kunci
61 Kematian
62 Sang Penguasa Api
63 Dimas
64 Bab 4. Awal Mula Kekuatanku
65 Waktu berharga.
66 Membuka Diri kembali.
67 Jin Qorin Milikku
68 Dimensi pertama.
69 Bertemu Ki Dayeng
70 Aki Rongge
71 Mendapatkan brajamusti
72 Tugas Pertamaku
73 Bangsa Arof
74 Menyepi
75 Ilmu Sukma
76 Bab 5. Tugas pertamaku
77 Iman
78 Kuncen Air Terjun
79 Siluman Ular
80 Mempertahankan Iman
81 Bernegoisasi
82 Kondisi Ayah Iman.
83 Hutan
84 Pak Kuncen
85 Setan kerdil
86 Tertangkap
87 Akhir Siluman Ular
88 Bab 6. Bang Syukur
89 Ritual Aneh
90 Mencurigakan
91 Akal bulus
92 Pembuktian
93 Pernyataan Asep
94 Pintar Berdalih
95 Teror Untuk Bang Syukur
96 Pengakuan Bang Syukur
97 Bab 7 .Asep
98 Nenek Tua
99 Penjelasan Deni
100 Pertarungan Di Dunia Pararel
101 Kawan lama
102 Memulai Rencana
103 Sandiwara
104 Membongkar semuanya
105 Akhir Rita
106 Bab 8. Teluh
107 Penjelasan ilmu hitam
108 Serangan Tiba-Tiba
109 Terjadi Hal Aneh
110 Kondisi Paman Surya
111 Kisah Pak Surya
112 Family Time
113 Gubuk Tua
114 Siluman Anjing
115 Bertahan
116 Kembali pulang
117 Paman Surya Siuman
118 Dimensi Mimpi
119 Perubahan Wujud.
Episodes

Updated 119 Episodes

1
Sang penunggu
2
Rusli
3
Rekan ghoib
4
Kondisi Rusli
5
Meraga sukma
6
Persiapan
7
Mahluk pengganggu
8
Menembus Dimensi
9
Kampung Demit
10
Rekan Ghoib.
11
Kekuatanku?
12
Dimensi siluman kera.
13
Rusli bebas.
14
Bantuan Iman.
15
Raja kera kabur.
16
Musyawarah
17
Teror
18
Dukun sang kuncen pohon.
19
Pertemuan.
20
Menebang pohon.
21
Kerasukan
22
Musnahnya Musuh
23
Pamit
24
Bab 2. Lilis
25
Gentayangan
26
Akses Dimensi.
27
Konflik
28
Penyebab kematian Lilis
29
Flashback Lilis
30
Mengakses Masa Lalu.
31
Diriku Yang Lain
32
Pengintaian Roni
33
Menggagalkan Ritual Pemujaan
34
Akhir Nini Kutek
35
Bab 2. Sekte 18
36
Kondisi Pak Rizal
37
Belenggu
38
Klewing
39
Iman Aneh
40
Teror Klewing
41
Teror Klewing 2
42
Teror Klewing 3
43
Tersesat
44
Tersesat 2
45
Adzan
46
Selamat
47
Yono
48
Di intai
49
Di bakar
50
Teror untuk Iman.
51
Putus Asa
52
Iman bergabung?
53
Kepastian
54
Pertemuan
55
Tujuan Pak Yono.
56
Berkumpul
57
Klewing menghadang
58
Terbawa Ilusi
59
Sigil
60
Kanjing Kunci
61
Kematian
62
Sang Penguasa Api
63
Dimas
64
Bab 4. Awal Mula Kekuatanku
65
Waktu berharga.
66
Membuka Diri kembali.
67
Jin Qorin Milikku
68
Dimensi pertama.
69
Bertemu Ki Dayeng
70
Aki Rongge
71
Mendapatkan brajamusti
72
Tugas Pertamaku
73
Bangsa Arof
74
Menyepi
75
Ilmu Sukma
76
Bab 5. Tugas pertamaku
77
Iman
78
Kuncen Air Terjun
79
Siluman Ular
80
Mempertahankan Iman
81
Bernegoisasi
82
Kondisi Ayah Iman.
83
Hutan
84
Pak Kuncen
85
Setan kerdil
86
Tertangkap
87
Akhir Siluman Ular
88
Bab 6. Bang Syukur
89
Ritual Aneh
90
Mencurigakan
91
Akal bulus
92
Pembuktian
93
Pernyataan Asep
94
Pintar Berdalih
95
Teror Untuk Bang Syukur
96
Pengakuan Bang Syukur
97
Bab 7 .Asep
98
Nenek Tua
99
Penjelasan Deni
100
Pertarungan Di Dunia Pararel
101
Kawan lama
102
Memulai Rencana
103
Sandiwara
104
Membongkar semuanya
105
Akhir Rita
106
Bab 8. Teluh
107
Penjelasan ilmu hitam
108
Serangan Tiba-Tiba
109
Terjadi Hal Aneh
110
Kondisi Paman Surya
111
Kisah Pak Surya
112
Family Time
113
Gubuk Tua
114
Siluman Anjing
115
Bertahan
116
Kembali pulang
117
Paman Surya Siuman
118
Dimensi Mimpi
119
Perubahan Wujud.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!