Setelah melaksanakan shalat isya, suasana di rumah mulai sepi, Dita dan anak-anak juga sudah tertidur. Aku mulai bermeditasi, Aku duduk bersila senyaman mungkin sambil memejamkan mata, aku mencoba untuk memfokuskan diri.
Dalam keheningan, perlahan sukmaku keluar dari ragaku, kini aku berdiri di hadapan diriku yang tengah duduk bersila.
Aku melihat cahaya putih bersinar terang di dekat pintu, itu biasa di sebut portal menuju dimensi lain. Lebih tepatnya pintu masuk antara dunia nyata dan dunia lain.
Tubuhku mulai terasa ringan, itu artinya sedikit demi sedikit sukmaku mulai menjauh dari ragaku.
Proses ini bukanlah kematian, sering di namakan dengan proses Meraga sukma.
Dimana dalam proses tersebut sang spiritualis dapat meninggalkan wujud kasar dan memakai wujud halus untuk mengakses ke dunia lain.
Dalam segi spiritual, hanya beberapa orang yang dapat melakukan Meraga sukma. Dan aku salah satu yang bisa melakukannya.
Setelah aku memasuki cahaya putih tersebut, kini aku sedang berdiri di sebuah lorong gelap yang begitu panjang, sisi kiri dan kanannya gelap dan tidak beruang, hanya ada satu cahaya terang yang terpancar jauh dari ujung lorong.
Tempat ini di namakan dunia pararel, jalan penghubung antar dimensi.
Dunia pararel yang sering aku datangi tidak hanya berupa lorong gelap saja, kadang juga membentuk ruangan lain yang berkaitan dengan dimensi selanjutnya.
Jalan menuju dimensi yang akan di tuju, tidak terbuka begitu saja, kita harus membuka dulu pintu portalnya dengan kekuatan kita sendiri, barulah bisa di akses, namun pada saat ini portal yang akan aku datangi terbuka begitu saja untukku, tanpa tahu dimensi apa itu. Aku menduga Ki Sugro lah yang membuka akses jalan portal untukku.
Suasana dunia pararel ini Hawanya begitu dingin dan gelap gulita, aku merasakan kakiku ini basah, entah apa yang sedang aku pijak, seperti air namun sangat lengket bahkan tercium bau amis.
Aku tidak begitu memedulikan situasi dunia paralel saat ini, fokusku terus tertuju pada cahaya yang ada di ujung lorong sana.
Semakin aku mendekati ujung cahaya, Semakin banyak suara-suara aneh yang aku dengar. Dari tangisan, rintihan, teriakan, dan ada juga suara yang memanggil-manggil namaku.
Sudah menjadi hal biasa bagiku mendengar suara semacam itu di dunia paralel, jadi aku hiraukan.
Kini aku sudah tiba di depan cahaya.
saat aku hendak masuk, Tiba- tiba muncul sebuah tangan yang berkuku tajam menarik tanganku masuk ke dalam cahaya tersebut.
Aku tentu saja panik, aku pikir ada mahluk ghaib jahat yang ingin menangkapku, sontak berteriak meminta tolong, namun tangan yang berkuku tajam itu langsung membekap mulutku.
"Ck! Ini bahaya, aku harus bisa melepaskan diri, makhluk macam apa yang berani menangkap ku seperti ini? Menyebalkan!"
Aku mencoba memberontak untuk melepaskan diri darinya, namun tubuhnya mengekang ku begitu kuat.
" Sst.. Diam! " Ucap makhluk yang menangkap ku itu dengan setengah berbisik
Aku refleks terdiam, karena suaranya yang cukup familiar.
Lalu makhluk itu pun terkekeh, seolah sedang mengejek ku.
Aku sontak saja menoleh ke belakang untuk melihat siapa dirinya.
" Astaga..! Aki!" Seruku kaget, lantas aku melepaskan tangannya dengan mengekang tubuhku, aku kesal padanya.
" Ck! Kenapa aki menangkap ku seperti tadi?! Aku kira setan atau mahluk jahat dari dimensi lain. Bikin panik saja!" gerutuku yang marah-marah pada Ki sugro. Ternyata dia tengah menjahili ku dan sengaja membuatku panik.
" Hahaha.. ternyata manusia sepertimu masih punya rasa takut." ejek Ki Sugro tertawa.
"Bukan takut ki, tapi kaget" ucapku kesal.
"Artinya kan sama saja, maaf sudah membuatmu panik, sebab aki bosan menunggu mu disini." keluh Aki sugro.
"Oh, jadi Aki yang sudah membukakan pintu portal di rumahku, sampai menunjukan jalan ke sini." Ujarku.
Ki Sugro mengangguk.
"Tapi ini dimana Ki? dimensi apa yang aku datangi sekarang ?" Tanyaku memastikan. Karena biasanya aku yang mencari akses jalanku sendiri.
" Iya. Aki memang sengaja langsung membukakan portal untukmu ke sini, Ini adalah dimensi siluman kera penunggu pohon keramat." Ucap Ki Sugro memberi tahu.
" Apa! Jadi ini tempatnya." Ucapku tidak menduga sambil melihat sekitar.
" Sebenarnya aki sudah menghabiskan banyak energi untuk bisa membuka portal menuju dimensi ini dari tempatku, Akan lebih menghemat energi jika kita masuk melalui portal di pohon keramat, tapi karena tujuan kita sekarang hanya untuk mengintai jadi terlalu berbahaya, pasti siluman kera itu mengetahui keberadaan kita." Tutur Ki sugro.
Aku mengangguk tanda aku paham dengan maksud Ki Sugro. Aku pun mencoba melihat ke sekelilingku.
Tempat ini suasananya seperti sore hari, langitnya berwarna oranye seperti matahari yang akan terbenam. Ada tanah lapang yang cukup luas terbentang jauh di depanku.
Aku dan Ki Sugro tengah berdiri di sisi bukit, dari balik rimbunnya semak-semak dan pepohonan.
Tanah lapang itu di kelilingi tembok besi kokoh dan kuat. Dari kejauhan aku melihat banyak siluman kera yang mondar-mandir.
Nampak ada beberapa manusia yang di kerangkeng.
Ada manusia yang di cambuk tanpa henti, ada pula manusia yang diikat tangannya dan di gantung.
Mereka semua terlihat menderita, ada yang menangis, ada yang menjerit, ada juga yang berteriak meminta tolong. Suara rintihan mereka seolah menjadi hal biasa bagi para siluman kera yang mendengarnya, seolah tidak peduli dan terus saja menyiksa manusia-manusia itu tanpa henti. Seperti pekerja rodi
"Aku miris melihatnya ki. tapi ada satu hal yang aku mengerti dari situasi di sini, semua manusia disini bukanlah raga manusia asli kan? Mereka adalah Sukma-sukma manusia yang terjerat dan di tangkap oleh para siluman kera.
" Benar Anom! Mereka adalah korban siluman kera, namun prosesnya penangkapannya berbeda-beda, Sukma manusia yang menjadi budak di sini, berasal dari sebuah perjanjian yang di lakukan antara siluman kera dan para manusia yang masih hidup di duniamu." Tutur Ki Sugro menjelaskan.
" Maksudnya perjanjian itu...Pesugihan?" Tanyaku memastikan.
Ki Sugro mengangguk.
" Astaga! Jadi mereka semua adalah korban tumbal?" Tanyaku lagi.
Ki Sugro mengangguk lagi.
Tidak dapat di percaya, ternyata pohon keramat yang di percayai warga selama ini, memang sengaja di keramat kan untuk ritual pesugihan. Berarti warga desa sengaja meminta dan memohon kepada siluman kera untuk mewujudkan keinginan mereka dan di bayar dengan nyawa manusia.
Aku benar-benar syok dengan kenyataan ini.
" Tapi dimana temanku Rusli Ki? Dari sekian banyaknya Sukma orang-orang disini, aku rasa dia tidak di jadikan sebagai budak, Jelas sekali Rusli bukan korban tumbal melainkan korban yang di tangkap secara paksa oleh siluman kera." Tuturku.
" Mungkin dia yang ada di sana! Terlihat jelas dia di perlakukan berbeda dari yang lainnya." Tunjuk Ki Sugro pada salah satu pria yang seorang diri yang di ikat dan di gantung di antara dua pilar yang tinggi besar.
Pria itu sedang di cambuk berkali-kali oleh para siluman kera, tubuhnya sudah di penuhi oleh darah, dia terus berteriak memohon untuk di lepaskan.
Terlihat wajahnya memang mirip dengan sosok pria pada foto yang di tunjukkan Iman pertama kali, Dan aku yakin dia memang Rusli.
Ada pula satu hal yang baru aku sadari, dari sekian banyaknya siluman kera yang ku lihat ada siluman kera yang ukurannya jauh lebih besar dari yang lain.
Dengan mudahnya aku bisa mengenali siluman kera yang ukurannya raksasa itu, dia tidak lain adalah siluman kera yang muncul dan menyerangku di hutan, jelas terliht semua siluman kera yang lain nampak patuh dan mengagungkan siluman kera raksasa itu.
" Dia itu adalah Raja dari para siluman kera." Ucap Ki Sugro.
Ludahku tercekat mengetahui fakta itu. Ternyata lawanku seorang pemimpin siluman kera, kini aku ragu dengan kemampuanku.
Namun Melihat penderitaan Rusli dan korban lainnya yang di siksa seperti itu, membuatku geram dan marah Ingin rasanya, aku bisa membebaskan mereka dari para Siluman kera.
Secara diam-diam, aku menuruni bukit dan perlahan aku mencoba mendekati tanah lapang tersebut. Namun saat akan turun Ki Sugro marah.
"Heh Anom! Apa yang kamu lakukan?!" Seru Ki Sugro memperingatkan ku.
Aku tidak memedulikan seruan Ki Sugro. aku malah semakin ingin mendekati gerbang tanah lapang itu.
"Tunggu Anom! Jangan kesana! Jangan sekarang! Energi kita tidak akan cukup kuat!" Seru Ki Sugro dengan nada marah.
" Tapi ki, aku harus segera menyelamatkan Rusli dan korban lain nya di dalam sana." timpal ku.
Tiba-tiba entah kenapa suasana di tanah lapang yang tadi nya ramai dengan rintihan dan teriakan korban penyiksaan, menjadi hening seketika.
Para siluman kera itu terdiam dan mulai mengendus-endus.
"Gawat. Apa aku kami ketahuan?" Bisikku
Dari kejauhan terlihat ada satu siluman kera yang memanjat sebuah menara yang tinggi menara itu sejajar dengan bukit tempat kami berada, dia tengah mengawasi sekeliling.
"Anom, bahaya! Cepat kembali." Teriak Ki Sugro memperingatkan.
Aku segera berlari dan kembali ke tempat Ki Sugro. Namun siluman kera di atas menara itu berteriak heboh. Seolah dirinya menemukan kami dan memberitahu kepada siluman kera lainnya jika ada penyusup.
Meski aku mencoba berlari sekencang mungkin, tetap saja lambat karena jalanan agak menanjak, Tiba-tiba Ki Sugro pun melesat membopong tubuhku dan kembali ke tempat persembunyian tadi, tapi tidak di balik semak- semak melainkan di balik sebuah batu raksasa. Ki Sugro lalu menyuruhku untuk membungkukkan badan dan bersembunyi.
"Dasar bodoh! kamu mau cari mati." bentak Ki Sugro sangat marah padaku.
"Maaf Ki, aku terbawa emosi melihat mereka di siksa seperti itu. Aku ingin menolong mereka. Apa kita sudah ketahuan?" Tanyaku cemas.
"Entahlah, aki periksa dulu, lebih baik kamu tetap bersembunyi seperti itu." Titah Ki Sugro.
Saat Ki Sugro mengawasi sekitar, Tiba-tiba semak-semak yang jauh di depan kami bergerak-gerak sendiri seolah ada yang datang ke tempat kami bersembunyi.
" Apa itu ki?" Tanyaku pada Ki Sugro.
" Bodoh! Kita sudah ketahuan. Ayo cepat pergi !" ajak Ki Sugro panik dan dia berlari ke atas bukit, tidak jauh dari batu raksasa ada sebuah goa. Ki Sugro pun masuk ke sana dan aku pun berlari menyusulnya.
Saat aku masuk ke dalam goa, tiba-tiba ada cahaya putih bersinar terang dan menyilaukan mata. Ternyata Ki Sugro sendang membuka portal untuk kembali.
" Cepatlah Anom, mereka sudah semakin dekat." Ucap Ki Sugro.
Dan benar saja dari kejauhan aku melihat beberapa siluman kera sudah mendaki ke arah goa, aku langsung berlari masuk ke dalam portal bersama Ki Sugro.
Seketika Sukma ku melesat begitu cepat kembali ke dalam raga kasarku.
Aku langsung membuka mata, dan aku langsung menghela dan membuang nafas panjang.
Degup jantungku masih berdetak cepat karena panik. Tubuhku tiba-tiba terasa letih, dan lemas, padahal yang beraktifitas wujud halusku. Tapi berpengaruh juga pada tubuh asliku, aku pun mencoba tetap tenang dan duduk diam untuk memulihkan tenaga dan merenungi kejadian tadi.
Ternyata memang tidak mudah untuk menyelematkan Rusli.
Pasukan siluman kera di sana, sangat banyak bagaimana caraku melawan mereka?
Jam di dinding menunjukan pukul dua belas malam.
Wush!
Ki Sugro muncul di hadapanku, dengan wajah marah dan kesal.
" Gara-gara kecerobohanmu, Anom! kita hampir saja tertangkap oleh mereka. untung saja kita masih sempat untuk melarikan diri." bentak Ki Sugro.
"Maafkan saya Ki, aku terlalu tergesa- gesa. Aku ceroboh." Ucapku menyesal.
Nampak Ki Sugro memijat pelipisnya. Hanya diam seolah sedang meredakan amarahnya.
"Ki, setelah mengintai tadi, aku menyadari dan baru membayangkannya saja aku merasa akan kesulitan melawan siluman kera yang banyak seperti itu." ucapku mulai pesimis.
" Haaah.. sudahlah berpuasalah kamu besok hari, serta kumpulkanlah semua energimu, jika kamu sudah siap untuk menyelamatkan temanmu, Aki tunggu kedatanganmu di pohon keramat." Sahut Ki sugro.
" Tapi ki..
Tanpa sempat menanyakan tujuannya Ki sugro sudah menghilang begitu saja.
Untuk sekarang aku harus mengikuti arahan Ki Sugro, aku harus istirahat sejenak dan bangun untuk sahur nanti. Aku segera menyetel alarm di handphone ku.
Karena tubuhku begitu lemas, dengan cepat Aku pun tertidur di atas sajadah yang belum sempat aku bereskan.
......................
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
Yona
Panik-panik 😆😆
2022-08-24
1
Author yang kece dong
Lanjut kakak
2022-07-13
1
Cindy
hmmm🤔🤔🤔 lanjuttt
2022-06-24
1