Malam itu Dita tengah terlelap bersama kedua anak nya di kamar.
Entah kenapa suasana malam ini terasa sangat sepi dan hening. di keheningan malam tiba-tiba.
BLUGH !!
Terdengar suara hantaman keras di atap rumah. seperti suara benda besar yang jatuh menimpa atap.
Seketika itu Dita kaget dan terbangun.
"Suara apa itu?" Lirih nya pelan sambil menatap langit-langit kamar.
" Ah, mungkin hanya kucing yang melompat di atap" Tuturnya sendiri mencoba berpikir positif
Dita melihat anak-anaknya masih tidur lelap.
huffht.. syukurlah mereka masih terlelap, lebih baik aku juga segera kembali tidur
Saat Dita hendak membaringkan tubuhnya.dia di kejutkan oleh suara ketukan pintu di luar.
Tok! tok! tok!
Dita tersentak. segera dia melihat jam dinding di kamarnya. Jam menunjukan tepat pukul dua dini hari.
Astaga, siapa yang mengetuk pintu di jam segini.
Dia mencoba berpikir, mencerna apa yang tengah terjadi.
Mana mungkin sih ada orang yang mau bertamu selarut ini. tunggu ...kalau bukan orang bagaimana?
Seketika bulu kuduk nya berdiri
Tok ! tok ! tok!
Suara ketukan pintu itu terdengar lagi.
Perlahan Dita memberanikan diri berjalan menuju ruang tamu yang gelap.
Deg.!
Terlihat dari jendela sebelah kiri ada bayangan seseorang yang berdiri menghadap ke jendela.
Suara ketukan pintu juga berhenti sejenak , lalu tercium bau bangkai yang begitu menyengat.
bayangan itu tetap saja berdiri mematung didepan jendela
Tokk ! tokk! tokk!
Posisi pintu berada di tengah. sisi kiri dan kanan adalah jendela. jarak antara pintu dan jendela sekitar satu meter.
Dita heran,
Harusnya saat mengetuk pintu bayangan itu bergerak menuju pintu. tapi kenapa bayangan itu hanya terdiam. lantas siapa yang mengetuk pintunya...
Dita langsung bergidik ketakutan
Tiba-tiba
Brakk ! Brakk ! Brakk! Brakk!
Dita tersentak, Seketika suara ketukan pintu yang pelan berubah,menjadi suara debrakan pintu yang keras.
Bersamaan dengan suara debrakan pintu ,bayangan itu bukannya menghampiri pintu, justru malah bergerak mendekati kaca dan bayangan itu pun membesar.
Seketika Dita berlari ketakutan menuju kamar dan mengunci diri di kamar.
Sementara suara debrakan pintu masih keras terdengar. Dita gemetar ketakutan. kaki nya lemas. jantung nya berdegup kencang.
Ini jelas bukan manusia. jika seseorang pasti dia mengetuk pintu dengan mengucap salam. te..terus mana ada seseorang yang bertamu selarut ini ,apalagi mengetuk pintu dengan keras dan kasar seperti i**tu.
La.. lalu bayangan tadi bayangan apa?
Dia makin khawatir,cemas, dan takut.
Dia melihat kedua anaknya masih tertidur lelap.
Yaa tuhan lindungi kami.
Dita seraya berdoa dan membaca ayat kursi. dan suara debrakan pintu itu pun berhenti.
Segera dita mengambil ponsel di kasur dan segera menelepon Nandy suaminya.
......................
Saat tengah sibuk bekerja ponsel ku tiba-tiba berbunyi. aku memicingkan mata tertera nama istriku di sana. aku heran, ada apa Dita menghubungiku selarut ini.
Aku mengangkatnya.
" Ha, hallo." ucap Dita dengan suara yang bergetar.
" Ya Hallo, ada apa mah?" aku bertanya.
" Yah, Aku takut !" rengeknya padaku.
'' Kenapa , Ada Apa? '' tanyaku makin penasaran dan cemas.
'' Di, di rumah ada yang mengetuk pintu yah, ada bayangan seseorang berdiri di depan jendela . tapi aku gak berani membuka pintu so..soalnya ketukan pintu nya makin lama jadi makin keras dan kasar. bagaimana ini yaj?aku takut sekali." cema Dita dengan nada nya suara yang bergetar saat menceritakan semuanya
'' Tenangkan dulu dirimu, Apa suara yang mengetuk pintu itu masih ada?" Tanyaku penasaran.
" Sudah tidak ada , aku sempat membaca ayat kursi tadi dan suata ketukan pintunya menghilang." Ujar Dita
" Apa ada yang mengucap salam, saat pintu di ketuk?!" tanyaku selidik.
" Tidak ada. hanya mengetuk pintu saja" Ucap Dita.
" Kalau begitu biarkan saja ! jika ada lagi jangan di buka! kamu bisa membedakan dengan jelas kan? suara ketukan dari seseorang dengan suara ketukan pintu dari gangguan mahluk atau sejenisnya? " tanyaku mengingatkan.
" Iya." jawabnya.
" Baguslah ,kamu akan tetap aman di dalam rumah, bagaimana keadaan anak-anak?" sahutku
" Mereka tidur yah. aku terbangun tadi, karena sebelumnya dari langit-langit terdengar suara keras seperti benda besar yang jatuh di atap rumah." Tutur Dita.
"Begitu ya, hmmmm.. tidak apa-apa, tidur lah lagi. Aku akan memantau dari jauh, Tuhan juga tidak tidur." Ucapku menenangkan Dita.
"Baiklah, tolong pulang lebih cepat ya." ucap Dita di akhir telepon lalu menutupnya.
Aku pun melanjutakan pekerjaan ku.
Fokus ku kini terbagi antara keluargaku dan pekerjaanku.
Tuhan lindungi selalu keluargaku, semoga mereka baik-baik saja.
......................
Jam menunjukan pukul enam pagi. saatnya pulang kerja, aku segera bergegas untuk pulang ke rumah.
Sempainya di rumah ,aku membuka kunci rumah dengan kunci cadangan yang selalu aku bawa kemanapun.
Aku lega. mereka baik-baik saja, ku lihat kedua anakku masih terlelap di kamar, sedangkan Dita sedang sibuk di dapur.
Melihat kedatangan ku dia segera memberiku segelas air, kami pun duduk di ruang tamu dan Dita menceritakan kembali kejadian semalam dengan detail.
Aku memberikan Dita arahan,agar dirinya tetap tenang jika sesuatu terjadi lagi, dan agar dia bisa mengantisipasi bagaimana cara menghadapi gangguan di rumah saat aku tidak ada.
Tiba-tiba ponselku bedering. Tertera Iman di ponsel ku.
Ada apa lagi ini? kenapa dia telepon sepagi ini?
Aku pun mengangkat teleponnya.
" Halo Man, ada apa? " tanyaku langsung.
" Halo bah, mmmm... elu ada di rumah gak ?" tanya iman balik.
"Iya ada, gue baru pulang kerja shif malam. kenapa? " tanyaku heran.
"Ada yang mau gua ceritain sama lu bah, kayanya ada yang aneh sama gue bah." ucap iman.
"Aneh? Lah emang elu mah udah aneh dari dulu, baru nyadar? hehehehe." candaku mengejeknya.
" Etdah, seriusan bah! maksud gue ada yang gak beres ada hal aneh yang terjadi sama gue bah. Nanti gue kerumah lu ya?" tutur iman.
"Ya boleh man,tapi nggak sekarang, ntar lah agak sorean, gue ngantuk nih, abis pulang kerja malam, gak apa-apa kan? Tanyaku lagi.
"Oh,oke deh ,nanti sore gue ke rumah" Ucapnya.
"Oke, telepon dulu aja lagi, takutnya gue kebablasan" Kataku.
" Sip" jawabnya
Aku mengakhiri percakapan kami di telepon.
Aku segera mengisi perut ku dengan hidangan yang sudah Dita masak, setelah itu aku pergi ke kamar untuk beristirahat dan tidur.
......................
Waktu menunjukan pukul setengah empat sore, Aku terbangun oleh suara adzan ashar, Aku masih terduduk, dan melihat ponsel.
Ada tiga notifikasi panggilan tak terjawab dari Iman dan Pak Amin.
Aku mulai merasa heran ,merasa ada yang tidak beres kali ini. segera aku balik menghubungi Iman. Iman pun mengangkatnya
"Sorry Man, gue baru bangun. hehehe." ucapku.
"Ampun dah, lu tidur kaya ******, jam segini baru bangun bah." ejek Iman.
" Ya namanya juga kerja malam ,Man. lumayan capek." keluhku
"Iya ,Iya, elu lagi nyantai kan bah? gue mau otw sekarang ke rumah lu nih?" sahut Iman
"Oke Man, kesini aja ,gue tunggu" jawabku.
......................
Selang beberpa menit Iman pun datang ke rumah, aku yang masih dalam keadaan sedikit ngantuk terduduk di kursi.
"Yah,ada iman tuh di luar." ucap Dita membangunkanku yang hampir terlelap lagi.
" Hah, ooohh Iman? suruh masuk aja" jawabku.
Iman lalu masuk, dia langsung terduduk di sampingku, seperti tergesa-gesa ingin segera mengatakan sesuatu kepadaku.
"Cepet amat lu nyampe,baru juga di tutup telepon udah nyampe aja, hoaammm..." ucap ku sambil menguap.
"Lah ,rumah kita kan emang deket bah. kayanya nyawa lu belum ngumpul tuh bah." Timpal Iman.
"Iya nih, mata gue sepet bener dah, padahal udah cuci muka. Ngomong-ngomong ada apa Man, kayanya dah ngebet banget mau cerita nih." kataku.
"Kampret bah, semalem gua ngalamin hal aneh, tengah malem ada yang ngetuk pintu bah. pas gue buka gak ada orang. terus yang bikin gue takut tiba- tiba aja ada suara kakek-kakek di depan pintu kamar gue." Tuturnya sambil bergidik ketakutan
" hmm.." ucapku mendengarkan seksama
" Terus Dia bilang gini bah, katanya 'Jangan ikut campur urusanku atau tidak kamu akan mati 'gitu katanya. Gue langsung ngumpet lah, di dalem selimut. Takut gue. " Ujar iman. sambil menirukan suara kakek- kakek.
"Terus ?" sahut ku
" Ya gue ketiduran, terus gue mimpi,bah. di mimpi itu gue ngeliat pohon besar di hutan itu, terus gue masuk kedalamnya, gue liat banyak orang yang di kurung, di cambuk digantung sama percis kaya cerita lu waktu menembus dimensi buat cari si Rusli " ungkap Iman
" iya iya,terus?" tanyaku lagi.
"Terus terus mulu! emang elu mau jadi kang parkir bah?!" ejek Iman kesal
"Hehe, iya kan gue penasaran sama cerita lu man, soalnya semalem di rumah gue juga ada yang ngetuk pintu, tapi Dita yang ngalamin pas gue lagi kerja." sahutku dengan serius
"Tuh kan, feeling gue ada yang nggak beres nih bah, sama ntuh pohon." keluh Iman.
"Sepertinya begitu Man, soalnya di ponsel gue ada panggilan tak terjawab dari Pak Amin, juga, kayanya ada hal penting yang mau dia bilang ke gue." ungkap ku mengerutkan alis.
"elu telpon balik aja bah." sahut Iman.
"iya deh Man, siapa tahu penting". jawabku sambil mengotak-ngatik ponselku. mencari kontak Pak Amin dan langsung meneleponnya.
"Hallo asalamualaikum Pak, maaf Pak ini Abah maaf tadi telepon bapak gak sempet saya angkat." ucapku .
"Waalaikumsalam, oh iya gak apa-apa bah. bapak telepon cuman mau tanya bah, kira-kira Abah bisa ke sini nggak?kerumah bapak lagi. ada hal penting yang ingin bapak ceritakan. oh ya sekalian saya ingin mempertemukan Abah sama Rusli. Rusli pengen banget ketemu sama abah katanya." Tutur Pak Amin.
"Bisa pak, paling hari sabtu saya ke tempat bapak, soal nya sekarang saya kerja malam. kebetulan hari sabtu saya libur kerja." ungkapku pada Pak Amin.
"Oh iya bah, nanti sabtu bapak tunggu kedatang abah ya." ucap Pak Amim
"Iya Pak" jawabku.
Kami pun mengakhiri percakapan di telepon.
......................
Di malam-malam selanjutnya pun Iman dan Dita kembali lagi di teror oleh mahluk astral.
Kali ini cukup meresahkan. Aku merasa keluarga ku mulai terancam.
Aku harus segera bertindak secepat mungkin. Ada sesuatu yang membuat ku penasaran dan ingin aku pastikan. akhirnya aku memutuskan untuk izin dan tidak masuk kerja lagi pada malam jumat esok hari
......................
Hari ini hari kamis ,malam jumat kliwon , jam memunjukan pukul sebelas malam.
Istri dan kedua anaku sudah terlelap, aku masih tetap terjaga dan menunggu kejadian apa yang akan datang, jika aku ada di rumah.
Apa teror itu akan datang lagi, seperti yang di alami Dita
Aku akan menunggu.
......................
Assalamualaikum..
Sesudah baca, jangan lupa like nya ya.. biar makin semangat buat nulis.
Jangan lupa komen dan sarannya tentang apa yang kamu rasakan setelah membaca. sebagai semangat untuk memperbaiki tulisanku yang masih kurang bagus
Terima kasih untuk dukungannya.
i love you readers.
😍🥰😘
Wasalam.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
Clara Safitri
kerjanya banyak cuti apa tak kena marah atau teguran sama atassan
2022-11-18
1
rakarayi
betul kak
2022-09-27
0
Yona
Dan di tambah Dita seorang diri di rmh
2022-09-27
1