Malam sudah semakin larut, belum terjadi hal-hal aneh saat ini. Tapi aku harus tetap waspada.
Tiba-tiba
Aku di kejutkan oleh kedatangan Ki Sugro yang muncul di sampingku.
" Sampurasun, Anom !" sapa Ki Sugro memberi salam.
" Rampes ki, ada apa?" tanyaku.
"Saat ini kamu harus waspada ,Anom. Apa yang terjadi pada semua orang terdekat mu adalah serangan yang di kirim dari seseorang." ungkap Ki Sugro.
"Aku sudah menduganya ki , tapi siapa pelaku di balik semua ini ?" tanyaku lagi.
"Dia adalah Dukun yang membantu raja kera melarikan diri, dia juga adalah sang kuncen pesugihan di pohon besar.Jika kamu ingin tahu lebih tentang nya , lakukan meraga sukma. Aku akan menuntunmu ke tempat dimana Dukun itu berada." tutur Ki Sugro
''Baiklah ki" ucapku tanda setuju.
Aku segera duduk bersila, memejamkan mata. tubuh mulai terasa ringan. wujud halus ku sudah mulai meninggalkan wujud kasarku.
Tiba-tiba aku muncul di sebuah hutan.
Di tengah lebat nya pohon di hutan tersebut terdapat sebuah gubuk kecil disana.
Dan ada seorang kakek tua memakai pakaian serba hitam. kulihat dia sedang bersemedi di meja batu di sisi gubuknya.
" Akhirnya kamu terpancing juga untuk mengunjungi ku." ucap kakek dukun itu.
Pada siapa dia berbicara?
" Tentu saja padamu ,anak muda?! siapa lagi selain kamu yang bisa mengunjungiku dengan cara meraga sukma." timpal kakek dukun melihat ke arahku.
" ka..kamu bisa melihatku!!" tanyaku terkejut
" Hahaha, tentu saja ,bahkan untuk menyerang mu itu hal yang mudah." Sahut si Kakek dukun
" Tunggu dulu, memangnya apa salahku? kamu tiba-tiba ingin menyerangku begitu saja. justru seharusnya aku yang menyerangmu. karena kamu kan, yang sudah meneror keluargaku serta teman-temanku selama ini," ungkapku geram
" Ahahahah, tak perlu alasan untuk menyerang orang yang selalu ikut campur sepertimu, kalian semua sudah menghancurkan dimensi pesugihan, bahkan kalian akan menghancurkan pohon keramat milik kami, tentu saja kami marah.Memangnya kalian siapa ,seenaknya memutuskan untuk menebang pohon kami." ungkapnya dengan amarah.
"Raja kera itu sudah banyak merugikan banyak manusia. banyak manusia yang tak berdosa menjadi tumbal, harusnya kamu tidak membantunya. " Tuturku
" Aaahhh !! , sudahlah, kamu sudah terlalu jauh ikut campur dalam urusan kami! terima saja seranganku ini..!!" teriaknya hendak menyerangku.
Tapi..
tiba- tiba aku tertarik kembali ke wujud kasarku. Ternyata Dita yang membangunkan ragaku mengatakan kalau anakku Rayi terbangun dan menangis.
Untung lah berkatnya aku tidak kena serangan kakek dukun tadi.
Tidak biasanya Rayi menangis seperti itu.
Biasanya Rayi menangis jika dia merasakan sesuatu yang ghaib yang membuatnya tidak nyaman.
Anak kecil memang memiliki insting yang lebih tajam. jiika dia merasa tak nyaman dia pasti menangis, dan benar saja.
Selang beberapa detik kemudian, tiba-tiba sesuatu terjadi.
BLUGH !!
Suara hantaman keras menimpa atap kami. segera Dita dengan sigap menggendong rayi
BLUGH !!
Kali ini suaranya jadi lebih keras.
" Pergi kalian !!!" bentakku dengan suara keras sambil menatap langit -langit rumah.
Suara hantaman di atap berhenti ,kini berubah menjadi suara ketukan di pintu.
Tokk ! Tokk ! Tokk!
Aku dan Dita saling bertatapan. Dita mulai cemas dan ketakutan. aku mengelus kepalanya untuk menenangkannya.
Tokk ! Tokk! Tokk!
Mendengar suara ketukan itu lagi, Aku memutuskan untuk memeriksanya.
"Tetaplah disini jaga anak-anak." himbauku pada Dita.
Dita mengangguk dan mempererat pelukannya pada Rayi. sembil duduk di samping Raka yang masih tidur pulas.
Aku pun menuju ruang tamu. benar saja aku melihat bayangan yang Dita ceritakan berdiri di depan jendela.
Dengan cepat aku membuka pintu.
Ada sekelebat bayangan seperti kakek dukun tadi, lalu menghilang dengan cepat.
" Mau apa lagi kamu kemari !! tidak perlu bersembunyi ! aku sudah tahu siapa kamu, cepat keluar!!" teriakku sambil marah-marah ke halaman rumah yang kosong.
Tiba-tiba saja ponselku berbunyi. Aku segera mengambil ponsel yang tengah berdering itu. kulihat nama Iman disana.
Pasti ada sesuatu yang terjadi juga padanya.
Segera aku mengangkatnya. namun Iman berbicara lebih dulu dengan Panik.
" Abaaaahhh!! bah cepetan elu ke sini ke rumah gue !! gue takut bah! tolongin gue.." ucapnya dengan panik.
"Tenang dulu Man, ada apa? bicara pelan-pelan." Sahutku menenangkannya.
" Bah, tadi tuh ada yang ngetuk pintu lagi. gue cuman ngintip di jendela. pas gue liat ternyata di luar ada.. setan bah!! po.. pocong!! ada banyak bah ! mereka berjejer di teras rumah gue. hiii.. cepetan elu kemari , buruan tolongin gue!!" rengek Iman sambil bergidik ketakutan.
Duh, bagaimana ini. aku harus apa? jika aku ke tempat Iman bagaimana dengan keluargaku disini. kami di serang dalam waktu yang bersamaan. dasar dukun tua sialan!
"Gue nggak bisa ke tempat elu, Man. keluarga gue juga sama di teror. elu aja yang kesini, lawan aja itu pocong, gue yakin elu bisa." usulku.
"Duh,gue takut bah, kalau hantu nya sebiji gue bisa gampang buat lari, lah ini mereka berjejer ,bah? ogah bah." keluh iman.
"Berdoa aja,Man. Minta perlindungan pada sang kuasa, kalau misalnya udah ngilang, elu cepet-cepet kemari." saranku pada Iman
"Huufffhhtt.. Iya deh gue coba" cetus Iman dan langsung mematikan teleponnya.
Aku memutuskan untuk shalat malam di ruang tamu, aku siapkan alat-alat sholat. aku pun bersembahyang. Berharap Sang Kuasa membantu dan melindungi keluargaku.
......................
Selesai sembahyang aku kembali duduk bersila di atas sejadah, bersiap untuk mengaji.
Baru memulai ayat pertama, suara hantaman benda yang jatuh di atap rumah terdengar lagi.
Semakin keras dan semakin sering.
Sebenernya suara itu di akibatkan oleh gesekan energi yang berbenturan, energi jahat hendak masuk ke rumah namun terhalang oleh pagar gaib yang telah lama aku buat.
Aku mulai membacakan ayat demi ayat dalam al-quran, perlahan suara benturan energi pun menghilang suasana kembali hening.
Istri dan anakku pun mulai tenang dan kembali tertidur lelap.
Ini sudah tidak bisa di biarkan, anak dan istriku bisa dalam bahaya. aku harus cepat bertindak.
Akhirnya keadaan sudah terasa aman, suara ketukan atau pun hantaman di atap rumah ,sudah tidak ada.
fiiuhh..alhamdulillah sepertinya mahluk- mahluk itu sudah pergi.
Aku teringat akan Iman.
Bagaimana keadaannya sekarang
Segera aku ambil ponsel dan menelponnya.
Namun, tak kunjung dia angkat.
Haduh, kemana sih Si Iman ,telepon dariku gak di angkat-angkat, bikin aku khawatir aja.
Ini sudah ketiga kalinya aku menelepon Iman namun tidak ada jawaban darinya, Aku mulai cemas takut terjadi sesuatu padanya.
Apa aku kerumahnya saja ya? hmm.. iya deh kerumah iman saja,lagian kondisi sudah aman ,Dita dan anak-anak juga sudah tidur. tak apa aku tinggal mereka sebentar, rumah iman juga deket dari sini.
Aku tengah bersiap untuk berangkat menuju rumah Iman.
Tapi tiba tiba terdengar suara Ki Sugro tanpa wujudnya.
"Jangan pergi, anom!! tetaplah di rumah!!" pinta Ki Sugro.
"Lho Ki, Aki dimna? timpalku ku sambil celingukan.
Hadeuhh, si aki pake acara ngumpet lagi.
Aku terpaksa menuruti pinta Ki Sugro untuk tidak meninggalkan rumah.
Sekali lagi aku mencoba untuk menelpon iman, lama menunggu akhirnya di angkat juga.
"hallo,Man ? elu dimana sekarang? keadaan lu gimana, udah aman? hantunya udah ngilang belum?." tanyaku dengan panik.
"Hah! hantu apa bah? jangan nakut-nakutin dong, gue kebangun dari tidur gara- gara elu telepon nih, malah ngomongin hantu. gue mau tidur lagi kan jadi takut. Ada apaan sih bah,elu kenapa?!" jawab Iman dengan suara parau
"Lah, bukanya elu tadi nelepon gue, elu maksa gue ke rumah lu, gara-gara di rumah lu ada teror hantu, masa elu lupa? tanyaku keheranan.
"Lah, dari isya gue udah bablas tidur bah, ini gue kebangun karena telepon dari elu, sumpah loh bah.. gue gak telpon, dari tadi gue mah tidur. aaahhh.. pasti elu niat jahilin gue kan?" terka iman padaku.
Aku pun termenung , mencoba mencerna apa yang sedang terjadi.
" Bah..!!" panggil Iman padaku.
Kalau bukan Iman yang telepon, lantas siapa? jelas-jelas suaranya suara Iman kok. Aneh..
"Woyy abah!! elu ngigau,apa gimana nih, ini jam tiga pagi bah, elu nelepon nanyain yang aneh-aneh lagi. elu gak apa-apa kan?" ucap Iman yang membuyarkan lamunanku.
"eh ! iya man, gue gak apa- apa kok. ya udah Man, elu lanjut tidur aja lagi. sori ya udah ganggu hehehe.." ucapku merasa tidak enak.
"Iya gak apa-apa bah, kalau gitu gue tutup ya, mau lanjut tidur hehehe.." timpal iman lalu menutup teleponnya.
Astaga, apa-apa an sih ini. bikin tambah pusing. jelas-jelas suara Iman yang minta tolong tadi. gimana ceritanya bisa jadi bukan Iman. masa iya sih kupingku salah denger.
Aki sugro mana lagi, disaat kaya gini dia malah gak ada.
Kayanya ada yang gak beres nih, aku harus pecahkan semua teka-teki di balik kejadian ini.
......................
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
Yona
Sampai sini dulu
Semangat kak 💪💪💪
2022-09-27
1
Achi
💪💪 Semangat
2022-07-11
1
🤗🤗
semangat thor
2022-07-11
1