Bab 20 - Misi Mengambil Sampel DNA [1]

...༻◐༺...

Raffi mengusap kasar wajahnya. Dia memahami segala penjelasan Gamal. Tetapi masih sulit untuk percaya. Mengingat Zara memilih menghilang selama tujuh tahun lamanya.

"Gila sih kalau anak itu beneran anakmu," komentar Raffi.

"Makanya bantuin aku buat cari tahu," tanggap Gamal.

"Itu gampang. Tapi kau harus cari sampel DNA anak itu dulu. Kalau bisa, bawa dia ikut bersamamu," ujar Raffi.

"Tentu saja. Aku akan memberimu kabar secepatnya!" Gamal menepuk pundak Raffi sekitar dua kali. Keduanya segera kembali memasuki ruang utama.

Tidak terasa acara pertunangan telah berakhir. Waktu menunjukkan jam satu dini hari. Seluruh pekerja yang ada diperbolehkan untuk pulang. Zara yang kebetulan tidak mau kembali ke rumah, memutuskan bermalam di tempat acara sampai pagi tiba.

Zara merenung sendirian. Dia sedang duduk di samping Zafran yang asyik tertidur.

Kalimat Gamal beberapa saat lalu, terus berkalut dalam pikiran. Terutama di bagian Gamal menyuruhnya untuk bercerai dengan Anton.

'Aku sangat ingin menceraikan Anton... tapi bagaimana? Haruskah aku minta bantuan Gamal? Namun... aku takut Anton akan melukai Gamal...' batin Zara sembari memainkan jari-jemarinya tidak karuan.

Zara tahu betul Anton bukanlah orang biasa. Suaminya tersebut memang tidak mempunyai banyak uang yang melimpah, tetapi memiliki koneksi yang sangat hebat.

Sebenarnya Zara pernah melaporkan kejahatan Anton kepada polisi beberapa kali. Namun dia malah kena batunya sendiri. Anton sama sekali tidak mendapat penindakan hukum. Satu hal yang Zara tahu, Anton tidak bisa diremehkan dengan mudah.

Ceklek...

Pintu perlahan terbuka. Sosok Gamal datang.

"Kau belum pulang?" tanya Gamal.

Mata Zara membulat sempurna. Ia reflek bangkit dari tempat duduk. "Se-sebentar lagi kami akan pulang. Aku hanya tidak tega membangunkan Zafran," gagapnya yang tentu saja berkilah.

"Mau aku antarkan pulang? Kebetulan tempat ini sudah sepi," tawar Gamal seraya berjalan menghampiri Zara.

"Nggak usah. Aku dan Zafran bisa pulang sendiri," tolak Zara baik-baik. Dia segera berdalih dari tatapan Gamal.

"Ra!" Gamal memegangi pergelangan tangan Zara. Mengharuskan gadis itu kembali menatapnya.

"Jujur aja sama aku. Zafran anakku kan?" Gamal bertanya secara gamblang. Dia hanya ingin melihat bagaimana respon Zara. Jujur atau tidak, jawaban sebenarnya tetap ada di tangan Raffi.

Sekali lagi pupil mata Zara membesar. Dia kaget dengan pernyataan Gamal yang sangat tiba-tiba.

"Tentu saja bukan!" tegas Zara. Dia tetap berbohong. Lalu mengambil tas dan bersiap untuk pergi.

Gamal menghela nafas panjang. Dia lebih dulu bergerak untuk menggendong Zafran.

"Gamal! Biar aku saja!" Zara mencoba merebut Zafran dari gendongan Gamal.

"Aku akan mengantar kalian pulang!" Gamal bersikeras. Dia bahkan melangkah lebih dulu keluar dari ruangan.

Kini Zara tidak punya pilihan selain pasrah. Saat itulah Gamal diam-diam mengambil beberapa helai rambut Zafran.

Zara, Gamal, dan Zafran sudah berada di dalam mobil. Mereka saling terdiam. Apalagi Zafran, yang kebetulan masih dalam keadaan setengah sadar. Anak itu masih ingin melanjutkan tidurnya.

"Kalian mau pulang kemana?" tanya Gamal yang mulai mengemudikan setir.

"Ke panti aja..." jawab Zara dengan semburat wajah sendu.

Gamal melirik Zara selintas. Ia berucap, "Kenapa ke panti terus? Kau sama suamimu nggak tinggal bareng di sana kan?"

Zara mengerjapkan mata beberapa kali. Dia sempat bingung harus menjawab apa. Meskipun begitu, Zara berusaha bersikap biasa saja.

"Kami emang sering berkunjung ke panti kok. Zafran senang punya banyak teman di sana," terang Zara seraya membuang muka dari Gamal.

"Oh..." Gamal berpura-pura paham. Dia hanya siap melemparkan pertanyaan selanjutnya.

"Boleh aku tahu nama suamimu nggak?" tanya Gamal.

"Anton Wijaya." Kali ini Zara tidak berbohong. Dia yakin Gamal hanya sekedar bertanya.

Tidak terasa mobil sudah tiba di tempat tujuan. Zara terlihat hendak turun dari mobil. Namun Gamal dengan cepat mencekal.

"Nggak ada ciuman dulu?" tukas Gamal.

Mata Zara langsung mendelik. "Mal! Ada Zafran loh!" geramnya memperingatkan.

"Eh, benar juga. Aku lupa." Gamal mengusap tengkuknya tanpa alasan. Lalu mempersilahkan Zara pergi bersama Zafran.

Gamal memperhatikan kepergian Zara dan Zafran sejenak. Satu tangannya masuk ke saku untuk mengambil helaian rambut Zafran. Namun sayang, helaian rambut tersebut sudah menghilang. Benda kecil itu memang sangat mudah berjatuhan kemana-mana. Apalagi rambut lelaki pada umumnya terbilang pendek.

"Sial! Aku harus cari lagi!" keluh Gamal sambil memukul alat kemudi. Dia akan memikirkan cara lain untuk mengambil sampel DNA dari Zafran.

Gamal akhirnya nekat menunggu Zara. Dia sengaja memarkirkan mobil jauh dari panti asuhan.

Ketika pagi telah tiba, alarm di ponsel berbunyi. Gamal langsung terbangun. Dia mendapati waktu sudah menunjukkan jam tujuh pagi. Gamal bersiap memantau Zara dan Zafran lebih lanjut.

Sekian menit terlewat. Barulah Zara dan Zafran terlihat sambil bergandengan tangan. Pemandangan tersebut membuat Gamal mengembangkan senyuman tipis. Entah kenapa dia merasa tenang sekaligus gemas.

Diam-diam Gamal mengikuti Zara dan Zafran. Hari itu dia tidak hanya tahu rumah Zara, tetapi juga tempat Zafran bersekolah.

...***...

Keesokan harinya. Tepat saat waktu menunjukkan jam sepuluh pagi. Gamal memutuskan pergi dari perusahaan lebih dulu. Dia bahkan melingus melewati Zara yang tengah sibuk mengepel lantai.

Zara mengerutkan dahi. Dia heran menyaksikan Gamal yang pulang lebih dulu dari biasanya. Walaupun begitu, Zara hanya mengangkat bahu. Ia berpikir Gamal pasti sedang ada pekerjaan yang mendesak di luar perusahaan.

Gamal beranjak pergi dengan menggunakan mobil. Dia hendak menemui Zafran ke sekolah. Meminta izin baik-baik kepada guru yang ada di sekolah Zafran.

"Akhirnya bisa juga lihat Ayahnya Zafran," sapa Bu Lily. Selaku wakil kepala sekolah. Dia tidak perlu berlama-lama menyimpulkan Gamal sebagai ayahnya Zafran. Sebab kemiripan wajah telah membuktikan segalanya. Selain itu, fakta Anton belum pernah sekali pun mendatangi sekolah Zafran, memudahkan Bu Lily memberi kesimpulan begitu saja.

"Iya, Bu. Zafran boleh pulang duluan hari ini kan?" tanya Gamal.

"Tentu saja boleh. Ada acara penting ya, Pak?" balas Bu Lily.

"Iya, Bu. Kami mau berkunjung ke rumah paman dan bibinya Zafran," kilah Gamal santai. Ia terdiam dalam sesaat. Lalu melanjutkan, "tolong bilang kalau aku datang sama ibunya ya. Soalnya setelah ini aku juga akan menjemput Zara ke kantor."

Gamal sengaja membiarkan Bu Lily menjemput Zafran seorang diri. Ia takut Zafran menolak untuk ikut. Jadi Gamal memilih menunggu di depan mobil.

Zafran nampak keluar dari gerbang. Dia celingak-celingukan ke segala arah. Berusaha mencari kehadiran sang ibu. Akan tetapi orang yang dicarinya tidak terlihat dimana-mana.

Gamal bergegas mendekat. Dia tersenyum dan berjongkok ke hadapan Zafran.

"Om orang yang kemarin malam sama Bunda kan?" pungkas Zafran seraya memicingkan mata.

"Iya bener banget. Bunda kamu menyuruh Om beliin apa aja yang kamu mau hari ini. Zafran mau ikut Om sebentar kan?" Gamal bertutur kata lembut. Sungguh, dia kagum menyaksikan sosok Zafran yang terkesan pandai.

"Apa yang aku mau? Beneran, Om?" Zafran sontak bersemangat.

"Beneran! Ayo ikut Om! Kita bisa beli sekarang juga." Gamal membuka lebar telapak tangan ke arah Zafran. Berharap anak itu bersedia menggenggam tangannya.

Zafran berpikir cukup lama sambil memandangi tangan Gamal. Sebenarnya sang ibu sangat sering mengingatkannya untuk tidak bicara dengan orang asing. Tetapi mengingat Gamal begitu dekat dengan ibunya tadi malam, Zafran akhirnya memilih ikut. Apalagi Gamal mengiming-iminginya dengan sesuatu yang sangat menggiurkan.

Gamal tersenyum lebar, saat tangan mungil Zafran menggenggam erat jari-jemarinya. Zafran memang belum terbukti sebagai anak kandungnya, namun Gamal sudah merasakan adanya ikatan batin.

Terpopuler

Comments

Bzaa

Bzaa

darah memang lebih kental dr air

2023-06-25

1

Diah Elmawati

Diah Elmawati

Nah loh ... Gamal emang Bapaknya

2023-03-24

0

Fitriani Fitriani

Fitriani Fitriani

zafran anak kamu gamal

2022-06-10

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - KDRT
2 Bab 2 - Direktur Baru
3 Bab 3 - Tentang Zara
4 Bab 4 - Bertemu Lagi
5 Bab 5 - Godaan Mantan
6 Bab 6 - Acara Reuni [1]
7 Bab 7 - Acara Reuni [2]
8 Bab 8 - Acara Reuni [3]
9 Bab 9 - Terpesona Lagi
10 Bab 10 - Ungkapan Gamal
11 Bab 11 - Kalimat Yang Terngiang
12 Bab 12 - Awal Mula [Affair]
13 Bab 13 - Rindu Yang Memanas
14 Bab 14 - Resminya Hubungan Rahasia
15 Bab 15 - Cincin & Kalung
16 Bab 16 - Serasa Kembali Muda
17 Bab 17 - Tempat Ternyaman
18 Bab 18 - Hari Pertunangan
19 Bab 19 - Bertemu Zafran
20 Bab 20 - Misi Mengambil Sampel DNA [1]
21 Bab 21 - Misi Mengambil Sampel DNA [2]
22 Bab 22 - Dimabuk Cinta
23 Bab 23 - Kedatangan Selia
24 Bab 24 - Perasaan Tak Rela
25 Bab 25 - Modus Anton
26 Bab 26 - Kebetulan Yang Aneh
27 Bab 27 - Terjebak Banjir
28 Bab 28 - Lantai Tiga, Kamar No. 20
29 Bab 29 - Paksaan Anton
30 Bab 30 - Keputusan Zara
31 Bab 31 - Saling Bercurah Hati
32 Bab 32 - Strategi Zara & Gamal
33 Bab 33 - Pulang
34 Bab 34 - Berkunjung Ke Panti
35 Bab 35 - Sayang?
36 Bab 36 - Mandi Bersama
37 Bab 37 - Memberitahu Zafran
38 Bab 38 - Usulan Elsa
39 Bab 39 - Memutuskan Pertunangan
40 Bab 40 - Lampu Hijau Zafran
41 Bab 41 - Kekalahan Anton
42 Bab 42 - Sekretaris Baru
43 Bab 43 - Berita Hangat
44 Bab 44 - Kandidat Sekretaris
45 Bab 45 - Menerima Kebencian
46 Bab 46 - Permainan Ranjang Zara
47 Bab 47 - Pertumpahan Darah
48 Bab 48 - Ancaman Afrijal
49 Bab 49 - Ciuman Tulus
50 Bab 50 - Menuju Pernikahan
51 Bab 51 - Hati-Hati Di Jalan
52 Bab 52 - Hari Pernikahan
53 Bab 53 - Hukuman
54 Bab 54 - Pembalasan Gamal
55 Bab 55 - Perihal Warisan
56 Bab 56 - Tiga Buah Ranjang
57 Bab 57 - Cinta & Hujan
58 Bab 58 - Mual
59 Bab 59 - Pijit-Memijit Berujung Birah*i
60 Bab 60 - Keajaiban
61 Bab 61 - Gangguan Selia
62 Bab 62 - Berkibarnya Bendera Permusuhan
63 Bab 63 - Keputusan Afrijal
64 Bab 64 - Bertemu Bi Nur
65 Bab 65 - Persaingan Tawar-Menawar
66 Bab 66 - Akibat Perselingkuhan
67 Bab 67 - Ide Zara
68 Bab 68 - Cinta Pertama & Terakhir
69 Epilog - Pertama Kali Mengenalmu
70 Epilog - Nasib Keluarga Baskara [+Info Novel Zafran]
71 Novel Baru - Cinta Di Tengah Permusuhan
72 Novel Baru Konflik Rumah Tangga
73 Pengumuman Novel Baru
74 Novel Baru Gairah Zerin & Zidan
75 Pengumuman!
76 NOVEL WANITA KUAT
77 Novel Baru Dewasa & Perselingkuhan
78 Novel Impoten : Ritual Bergairah
Episodes

Updated 78 Episodes

1
Bab 1 - KDRT
2
Bab 2 - Direktur Baru
3
Bab 3 - Tentang Zara
4
Bab 4 - Bertemu Lagi
5
Bab 5 - Godaan Mantan
6
Bab 6 - Acara Reuni [1]
7
Bab 7 - Acara Reuni [2]
8
Bab 8 - Acara Reuni [3]
9
Bab 9 - Terpesona Lagi
10
Bab 10 - Ungkapan Gamal
11
Bab 11 - Kalimat Yang Terngiang
12
Bab 12 - Awal Mula [Affair]
13
Bab 13 - Rindu Yang Memanas
14
Bab 14 - Resminya Hubungan Rahasia
15
Bab 15 - Cincin & Kalung
16
Bab 16 - Serasa Kembali Muda
17
Bab 17 - Tempat Ternyaman
18
Bab 18 - Hari Pertunangan
19
Bab 19 - Bertemu Zafran
20
Bab 20 - Misi Mengambil Sampel DNA [1]
21
Bab 21 - Misi Mengambil Sampel DNA [2]
22
Bab 22 - Dimabuk Cinta
23
Bab 23 - Kedatangan Selia
24
Bab 24 - Perasaan Tak Rela
25
Bab 25 - Modus Anton
26
Bab 26 - Kebetulan Yang Aneh
27
Bab 27 - Terjebak Banjir
28
Bab 28 - Lantai Tiga, Kamar No. 20
29
Bab 29 - Paksaan Anton
30
Bab 30 - Keputusan Zara
31
Bab 31 - Saling Bercurah Hati
32
Bab 32 - Strategi Zara & Gamal
33
Bab 33 - Pulang
34
Bab 34 - Berkunjung Ke Panti
35
Bab 35 - Sayang?
36
Bab 36 - Mandi Bersama
37
Bab 37 - Memberitahu Zafran
38
Bab 38 - Usulan Elsa
39
Bab 39 - Memutuskan Pertunangan
40
Bab 40 - Lampu Hijau Zafran
41
Bab 41 - Kekalahan Anton
42
Bab 42 - Sekretaris Baru
43
Bab 43 - Berita Hangat
44
Bab 44 - Kandidat Sekretaris
45
Bab 45 - Menerima Kebencian
46
Bab 46 - Permainan Ranjang Zara
47
Bab 47 - Pertumpahan Darah
48
Bab 48 - Ancaman Afrijal
49
Bab 49 - Ciuman Tulus
50
Bab 50 - Menuju Pernikahan
51
Bab 51 - Hati-Hati Di Jalan
52
Bab 52 - Hari Pernikahan
53
Bab 53 - Hukuman
54
Bab 54 - Pembalasan Gamal
55
Bab 55 - Perihal Warisan
56
Bab 56 - Tiga Buah Ranjang
57
Bab 57 - Cinta & Hujan
58
Bab 58 - Mual
59
Bab 59 - Pijit-Memijit Berujung Birah*i
60
Bab 60 - Keajaiban
61
Bab 61 - Gangguan Selia
62
Bab 62 - Berkibarnya Bendera Permusuhan
63
Bab 63 - Keputusan Afrijal
64
Bab 64 - Bertemu Bi Nur
65
Bab 65 - Persaingan Tawar-Menawar
66
Bab 66 - Akibat Perselingkuhan
67
Bab 67 - Ide Zara
68
Bab 68 - Cinta Pertama & Terakhir
69
Epilog - Pertama Kali Mengenalmu
70
Epilog - Nasib Keluarga Baskara [+Info Novel Zafran]
71
Novel Baru - Cinta Di Tengah Permusuhan
72
Novel Baru Konflik Rumah Tangga
73
Pengumuman Novel Baru
74
Novel Baru Gairah Zerin & Zidan
75
Pengumuman!
76
NOVEL WANITA KUAT
77
Novel Baru Dewasa & Perselingkuhan
78
Novel Impoten : Ritual Bergairah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!