Bab 10 - Ungkapan Gamal

...༻◐༺...

Karena tidak ada pekerjaan tambahan, Zara pulang lebih cepat dari biasanya. Di rumah dia biasanya sibuk memasak sambil menjaga Zafran.

Bruk!

Pintu mendadak terbuka. Anton terlihat masuk sembari menyiratkan raut wajah marah.

"Ayah!" panggil Zafran. Ia yang tidak tahu apa-apa, bergegas menghampiri Anton. Zafran hanya bersemangat bisa melihat ayahnya cepat pulang.

Kali ini Anton tidak peduli. Dia justru menarik tangan Zara. Memaksa sang istri untuk berhenti beraktifitas sejenak.

"Mana uang aku kemarin?" tanya Anton seraya membuka lebar telapak tangan. Seakan mendesak Zara untuk memberikannya sesuatu.

Zara menatap tak percaya. Dia sudah menduga Anton akan begitu. Sebenarnya hal itu sudah terjadi berulang kali. Makanya Zara terpaksa mencari pekerjaan. Mengharapkan uang Anton hanya angan-angan belaka.

"Biar aku ambil dulu." Zara mematikan kompor terlebih dahulu. Lalu masuk ke kamar untuk mengambilkan uang. Dia kembali dan langsung menyerahkan semua uangnya kepada Anton.

"Nanti aku akan gantikan dengan yang lebih banyak," ujar Anton yang telah memegangi uang di tangannya.

Zara langsung membuang muka. Ia sudah lelah terhadap sikap Anton yang tak pernah berubah.

"Ayah, jalan-jalan yuk!" seru Zafran. Ia menarik-narik kaos baju Anton. Mendongakkan kepala dengan tatapan penuh harap.

"Boleh, Ayah juga ngajak Paman Joni dan Paman Ical tuh." Anton sedikit berjongkok. Mensejajarkan tubuhnya dengan Zafran.

"Nggak boleh, Zafran. Kamu nggak boleh ganggu Ayah kerja ya." Belum sempat Zafran menjawab, Zara lebih dulu angkat bicara.

"Kamu ngapain larang-larang dia?! Zafran cuman mau ikut Ayahnya aja kok!" sungut Anton. Sudut bibirnya tertarik ke atas.

"Aku nggak mau Zafran diajarkan yang tidak-tidak sama kamu dan anak buahmu!" tegas Zara. Ia segera membujuk Zafran untuk berubah pikiran.

"Zafran... jalan-jalan bareng Bunda aja yah. Tapi kita harus makan dulu biar kenyang," ujar Zara lembut.

"Zafran, kamu mau main kuda-kudaan lagi nggak sama teman-teman Ayah?" Anton tidak ingin kalah. Ucapannya berhasil membuat Zafran merasa tertarik.

"Benarkah, Ayah?" Zafran memastikan.

"Enggak, Zafran! Ayah bohong. Dia hari ini harus kerja seharian." Zara bersikeras. Akibat merasa terancam, Zara bergegas menggendong Zafran menjauh dari Anton. Akan tetapi Anton sigap menghentikan. Tidak tanggung-tanggung dia menarik daster yang dikenakan Zara sampai sobek.

"Lepasin, Mas!" Zara memeluk Zafran kuat-kuat. Ia tidak sudi putranya dibawa pergi Anton bergaul dengan para preman.

"Ayo, Zafran! Ikut Ayah!" Anton mencoba merebut Zafran dari gendongan Zara. Namun dia tidak bisa, karena Zara lebih dulu berlari masuk ke dalam kamar.

"Keparat!" geram Anton sembari berlari menyusul Zara. Sekali lagi dia tidak mampu. Pintu kamar sudah terlanjur dikunci Zara dari dalam.

"Berani sekali kau berbuat begini! Cepat buka pintunya!!!" cetus Anton. Dia tidak berhenti menggedor-gedor pintu.

Sementara di kamar, Zafran mulai merengek. Dia ketakutan melihat sang ayah mengamuk.

"Tenang ya, sayang... ada Bunda di sini. Kita akan baik-baik saja." Zara mendekap Zafran erat-erat. Cairan bening luruh melalui sudut matanya. Hati Zara terasa begitu pilu. Kenapa dirinya harus melewati keadaan seperti sekarang? Semuanya terasa berat ketika melihat Zafran ikut-ikutan menangis.

"Woy! Wanita jal*ng! Buka pintunya nggak?! Kasih Zafran ke aku!!!" desak Anton yang masih belum kunjung menyerah. Dadanya tampak bergerak naik turun. Pertanda amarah yang dia rasakan telah mencapai ubun-ubun.

"Kenapa, Bos?" tanya Joni. Dia preman yang merupakan bagian dari anak buah Anton. Di belakangnya juga ada Ical yang ikut mendekat.

"Istriku nggak bolehin Zafran ikut sama kita!" ucap Anton. Masih menunjukkan eskpresi kesal.

"Nanti aja deh, Bos. Lagian hari ini kita harus ke rumah Ridwan. Rumahnya agak jauh. Capek kalau bawa anak-anak," sahut Ical. Mencoba meyakinkan.

Disertai hembusan nafas kasar, akhirnya Anton menyerah. Dia dan dua rekan premannya beranjak pergi dari rumah.

Kini Zara dapat mendengus lega. Ia berusaha menenangkan Zafran dan mengajak untuk makan siang.

Dahulu Zara sempat membiarkan Zafran pergi bersama Anton beberapa kali. Dia mengira sikap suaminya akan membaik jika Zafran ikut. Tetapi sayang, harapan Zara pupus seketika. Terutama saat sebuah kecelakaan pernah menimpa Zafran. Putranya itu harus mengalami luka-luka yang cukup parah, karena Anton nekat membawanya kebut-kebutan dengan motor.

Belum sampai di sana, Zara juga pernah menangkap basah Ical mengajari Zafran merokok. Zara tentu tidak akan membiarkan lingkungan Zafran menjadi seburuk itu. Terlebih Zafran baru menginjak usia tujuh tahun.

Sungguh, Zara tidak mengerti cara berpikir Anton. Bila dia benar-benar menyayangi Zafran, tidak seharusnya Anton berbuat begitu.

...***...

Di pagi hari yang cerah. Zara melangkah pelan sambil membawa dua kantong sampah. Ia berhenti ketika sudah tiba di depan tempat sampah. Di sana Zara membuang semua kantong yang dirinya bawa.

Zara diam sejenak sembari mengibaskan telapak tangan. Dia memejamkan mata ketika desiran angin kecil melewati badannya.

"Tempat sampah aja bisa lebih tenang dibanding keadaan di rumah." Zara bergumam. Rambut pendek sebahunya beterbangan diterpa angin.

Dari kejauhan, ada Gamal yang sedari tadi memperhatikan. Dia kebetulan baru saja datang. Masih berada di dalam mobilnya.

Semenjak kemarin malam, sebenarnya Gamal selalu dihantui segala hal tentang Zara. Dia tahu apa yang dirasakannya bukanlah hal biasa. Gamal yang tahu bagaimana rasanya jatuh cinta, tentu tidak perlu waktu lama untuk menyimpulkan.

Tidak heran Gamal langsung mencemaskan Zara saat melihat gadis itu pilek. Walau dia perlu banyak penjelasan atas menghilangnya Zara, namun rasa rindu lebih mendominasi. Gamal tak bisa terus-terusan menahan.

Sebelum Zara pergi, Gamal berniat mendekat. Ia hendak memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Selagi para karyawannya belum berdatangan.

Gamal melenggang dengan pasti. Dia menyapa Zara dengan sebuah sentuhan di pergelangan tangan.

Zara tersentak. Pupil matanya membesar ketika melihat kehadiran Gamal.

"Eh, kenapa, Mal... eh, Tuan?" Zara tidak tahu harus berkata apa. Dia kadang bingung harus memanggil Gamal bagaimana. Segalanya terasa serba salah.

"Ra, aku nggak tahu kenapa kau tiba-tiba menghilang tujuh tahun lalu. Yang jelas, aku sudah menemukanmu sekarang. Jadi, kembalilah kepadaku sebelum semuanya terlambat." Gamal mengungkapkan perasaan terdalamnya secara gamblang.

"Apaan sih, Mal!" Zara menarik tangan dan menjaga jarak dari Gamal. Dia tidak mengerti kenapa Gamal mendadak bicara begitu.

"Udah deh, Ra! Kamu nggak capek pura-pura jadi orang asing terus, hah?!" timpal Gamal. Nafasnya mulai tersengal-sengal akibat merasa emosional.

"Aku nggak pura-pura! Tapi emang beginilah aku sekarang! Satu hal yang harus kamu tahu." Zara bertekad. Ia segera memperlihatkan cincin pernikahan yang tersemat di jari manisnya. "Aku sudah menikah!" sambungnya.

Gamal terdiam seribu bahasa. Kenyataan yang dia ketahui langsung menghujam hati. Perlahan kakinya melangkah mundur untuk menjauhi Zara. Gamal dibuat begitu syok.

"Nggak ada yang perlu diharapkan dari hubungan kita. Kamu sebaiknya fokus sama calon tunanganmu. Aku akan menganggap apa yang kau ucapkan tadi tidak pernah kudengar." Zara berlalu pergi. Meninggalkan Gamal yang sekarang mematung dengan tatapan kosong.

Terpopuler

Comments

ega

ega

nyesek bngetttt 😭😭

2023-09-08

1

Bzaa

Bzaa

cari kebenaran 7 tahun yg lalu mal, biar tau alasan knp Zara ninggalin kamu

2023-06-25

0

penahitam (HIATUS)

penahitam (HIATUS)

Huahhh, prasaan aku baper mulu deh kalo gamal sama zara ketemu.
Aku makin gak sabar, pngen tau ekspresi gamal pas dia tau punya anak sam zara.

2022-06-02

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - KDRT
2 Bab 2 - Direktur Baru
3 Bab 3 - Tentang Zara
4 Bab 4 - Bertemu Lagi
5 Bab 5 - Godaan Mantan
6 Bab 6 - Acara Reuni [1]
7 Bab 7 - Acara Reuni [2]
8 Bab 8 - Acara Reuni [3]
9 Bab 9 - Terpesona Lagi
10 Bab 10 - Ungkapan Gamal
11 Bab 11 - Kalimat Yang Terngiang
12 Bab 12 - Awal Mula [Affair]
13 Bab 13 - Rindu Yang Memanas
14 Bab 14 - Resminya Hubungan Rahasia
15 Bab 15 - Cincin & Kalung
16 Bab 16 - Serasa Kembali Muda
17 Bab 17 - Tempat Ternyaman
18 Bab 18 - Hari Pertunangan
19 Bab 19 - Bertemu Zafran
20 Bab 20 - Misi Mengambil Sampel DNA [1]
21 Bab 21 - Misi Mengambil Sampel DNA [2]
22 Bab 22 - Dimabuk Cinta
23 Bab 23 - Kedatangan Selia
24 Bab 24 - Perasaan Tak Rela
25 Bab 25 - Modus Anton
26 Bab 26 - Kebetulan Yang Aneh
27 Bab 27 - Terjebak Banjir
28 Bab 28 - Lantai Tiga, Kamar No. 20
29 Bab 29 - Paksaan Anton
30 Bab 30 - Keputusan Zara
31 Bab 31 - Saling Bercurah Hati
32 Bab 32 - Strategi Zara & Gamal
33 Bab 33 - Pulang
34 Bab 34 - Berkunjung Ke Panti
35 Bab 35 - Sayang?
36 Bab 36 - Mandi Bersama
37 Bab 37 - Memberitahu Zafran
38 Bab 38 - Usulan Elsa
39 Bab 39 - Memutuskan Pertunangan
40 Bab 40 - Lampu Hijau Zafran
41 Bab 41 - Kekalahan Anton
42 Bab 42 - Sekretaris Baru
43 Bab 43 - Berita Hangat
44 Bab 44 - Kandidat Sekretaris
45 Bab 45 - Menerima Kebencian
46 Bab 46 - Permainan Ranjang Zara
47 Bab 47 - Pertumpahan Darah
48 Bab 48 - Ancaman Afrijal
49 Bab 49 - Ciuman Tulus
50 Bab 50 - Menuju Pernikahan
51 Bab 51 - Hati-Hati Di Jalan
52 Bab 52 - Hari Pernikahan
53 Bab 53 - Hukuman
54 Bab 54 - Pembalasan Gamal
55 Bab 55 - Perihal Warisan
56 Bab 56 - Tiga Buah Ranjang
57 Bab 57 - Cinta & Hujan
58 Bab 58 - Mual
59 Bab 59 - Pijit-Memijit Berujung Birah*i
60 Bab 60 - Keajaiban
61 Bab 61 - Gangguan Selia
62 Bab 62 - Berkibarnya Bendera Permusuhan
63 Bab 63 - Keputusan Afrijal
64 Bab 64 - Bertemu Bi Nur
65 Bab 65 - Persaingan Tawar-Menawar
66 Bab 66 - Akibat Perselingkuhan
67 Bab 67 - Ide Zara
68 Bab 68 - Cinta Pertama & Terakhir
69 Epilog - Pertama Kali Mengenalmu
70 Epilog - Nasib Keluarga Baskara [+Info Novel Zafran]
71 Novel Baru - Cinta Di Tengah Permusuhan
72 Novel Baru Konflik Rumah Tangga
73 Pengumuman Novel Baru
74 Novel Baru Gairah Zerin & Zidan
75 Pengumuman!
76 NOVEL WANITA KUAT
77 Novel Baru Dewasa & Perselingkuhan
78 Novel Impoten : Ritual Bergairah
Episodes

Updated 78 Episodes

1
Bab 1 - KDRT
2
Bab 2 - Direktur Baru
3
Bab 3 - Tentang Zara
4
Bab 4 - Bertemu Lagi
5
Bab 5 - Godaan Mantan
6
Bab 6 - Acara Reuni [1]
7
Bab 7 - Acara Reuni [2]
8
Bab 8 - Acara Reuni [3]
9
Bab 9 - Terpesona Lagi
10
Bab 10 - Ungkapan Gamal
11
Bab 11 - Kalimat Yang Terngiang
12
Bab 12 - Awal Mula [Affair]
13
Bab 13 - Rindu Yang Memanas
14
Bab 14 - Resminya Hubungan Rahasia
15
Bab 15 - Cincin & Kalung
16
Bab 16 - Serasa Kembali Muda
17
Bab 17 - Tempat Ternyaman
18
Bab 18 - Hari Pertunangan
19
Bab 19 - Bertemu Zafran
20
Bab 20 - Misi Mengambil Sampel DNA [1]
21
Bab 21 - Misi Mengambil Sampel DNA [2]
22
Bab 22 - Dimabuk Cinta
23
Bab 23 - Kedatangan Selia
24
Bab 24 - Perasaan Tak Rela
25
Bab 25 - Modus Anton
26
Bab 26 - Kebetulan Yang Aneh
27
Bab 27 - Terjebak Banjir
28
Bab 28 - Lantai Tiga, Kamar No. 20
29
Bab 29 - Paksaan Anton
30
Bab 30 - Keputusan Zara
31
Bab 31 - Saling Bercurah Hati
32
Bab 32 - Strategi Zara & Gamal
33
Bab 33 - Pulang
34
Bab 34 - Berkunjung Ke Panti
35
Bab 35 - Sayang?
36
Bab 36 - Mandi Bersama
37
Bab 37 - Memberitahu Zafran
38
Bab 38 - Usulan Elsa
39
Bab 39 - Memutuskan Pertunangan
40
Bab 40 - Lampu Hijau Zafran
41
Bab 41 - Kekalahan Anton
42
Bab 42 - Sekretaris Baru
43
Bab 43 - Berita Hangat
44
Bab 44 - Kandidat Sekretaris
45
Bab 45 - Menerima Kebencian
46
Bab 46 - Permainan Ranjang Zara
47
Bab 47 - Pertumpahan Darah
48
Bab 48 - Ancaman Afrijal
49
Bab 49 - Ciuman Tulus
50
Bab 50 - Menuju Pernikahan
51
Bab 51 - Hati-Hati Di Jalan
52
Bab 52 - Hari Pernikahan
53
Bab 53 - Hukuman
54
Bab 54 - Pembalasan Gamal
55
Bab 55 - Perihal Warisan
56
Bab 56 - Tiga Buah Ranjang
57
Bab 57 - Cinta & Hujan
58
Bab 58 - Mual
59
Bab 59 - Pijit-Memijit Berujung Birah*i
60
Bab 60 - Keajaiban
61
Bab 61 - Gangguan Selia
62
Bab 62 - Berkibarnya Bendera Permusuhan
63
Bab 63 - Keputusan Afrijal
64
Bab 64 - Bertemu Bi Nur
65
Bab 65 - Persaingan Tawar-Menawar
66
Bab 66 - Akibat Perselingkuhan
67
Bab 67 - Ide Zara
68
Bab 68 - Cinta Pertama & Terakhir
69
Epilog - Pertama Kali Mengenalmu
70
Epilog - Nasib Keluarga Baskara [+Info Novel Zafran]
71
Novel Baru - Cinta Di Tengah Permusuhan
72
Novel Baru Konflik Rumah Tangga
73
Pengumuman Novel Baru
74
Novel Baru Gairah Zerin & Zidan
75
Pengumuman!
76
NOVEL WANITA KUAT
77
Novel Baru Dewasa & Perselingkuhan
78
Novel Impoten : Ritual Bergairah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!