Bab 5 - Godaan Mantan

...༻◐༺...

Gamal terperangah melihat kehadiran Zara. "Astaga..." kali ini dia tidak bisa menahan diri untuk tidak berkomentar.

Kata yang keluar dari mulut Gamal berhasil menyadarkan Zara dari lamunan. Dia menggeleng tegas dan mempersilahkan Gamal untuk memesan makanan.

"Gila, Ra. Kamu ngapain di sini?" Gamal merasa tidak habis pikir. Mengingat Zara juga bekerja di perusahaan yang baru di pimpinnya.

"Ya kerja-lah. Bukannya udah jelas?" tanggap Zara. Dia bersiap mencatat pesanan.

Gamal memutar bola mata jengah. Ia mencoba tidak peduli. Lalu segera memesan makanan dan minuman yang tersedia.

"Mohon ditunggu beberapa menit ya," ujar Zara. Kembali bersikap seperti orang asing. Walau sudah lama tidak bertemu, dia dan Gamal seolah memiliki satu pemikiran. Sebuah pemahaman yang tidak perlu dijelaskan lewat banyak kalimat.

Zara berbalik membelakangi Gamal. Kebetulan seragam pelayan yang dikenakannya berupa rok hitam ketat selutut, serta baju atasan putih yang dimasukkan ke dalam rok tersebut. Lekuk tubuh Zara yang ideal terlihat jelas.

Mata Gamal tak berkedip. Atensinya tertuju ke arah punggung Zara yang kian menjauh. Ingatan tentang masa lalu langsung terlintas. Masa-masa kenakalannya bersama Zara saat dulu tidak pernah terlupakan.

Ada satu kenangan yang tidak pernah dilupakan Gamal. Yaitu ketika dirinya dan Zara menghabiskan waktu berduaan di sebuah ruangan bioskop pribadi. Kala itu mereka dalam pengaruh narkoba. Gamal sangat ingat kalau dia dan Zara melakukan adegan panas nyaris semalaman. Ketika mengingat momen tersebut, Gamal selalu berucap dalam hati, 'Itu benar-benar gila!'

Gamal berniat merahasiakan kejadian gila tersebut seumur hidup. Zara yang turut melakukannya, bahkan tidak ingat dengan insiden itu.

Tidak lama kemudian, seorang gadis menghampiri Gamal. Dia tidak lain adalah Selia. Calon istri pilihan Afrijal untuk Gamal.

"Maaf telat ya..." imbuh Selia. Membuat Gamal segera mengalihkan pandangan dari Zara. Dia berdiri dan mempersilahkan Selia duduk.

"Nggak apa-apa. Aku juga baru datang," jawab Gamal sembari tersenyum. Dia baru satu bulan mengenal Selia. Ini bukan pertama kalinya mereka bertemu.

"Kamu udah pesan makanan?" tanya Selia lembut.

"Sudah, baru aja. Aku juga sudah pesankan menu favorit kamu, steak tenderloin kan?" tebak Gamal sambil mengangkat kedua alisnya secara bersamaan. Ia sedikit mencondongkan kepala ke arah Selia. Keahlian Gamal dalam menaklukkan wanita memang tidak berubah. Dia memiliki keahlian itu semenjak SMA.

"Iya, bener banget." Selia mengangguk seraya tersenyum malu.

"Selia, sekarang aku mau tanya serius." Ketika Gamal berucap begitu, Zara tiba-tiba datang. Membawakan hidangan yang telah di pesannya. Kehadiran Zara membuat Gamal terdiam sejenak. Menatap Zara dengan tatapan sinis.

Zara sama sekali tidak peduli. Dia meletakkan pesanan Gamal satu per satu ke meja.

"Tanya apa, Mal? Jangan bikin aku penasaran deh," celetuk Selia. Mendesak Gamal agar bisa melanjutkan pembicaraan.

"Nanti aja deh. Lagian kita masih punya banyak waktu," balas Gamal.

"Nyebelin banget. Sumpah!" Selia memanyunkan mulut sebal. Jujur saja, dia mulai merasa nyaman menghabiskan waktu bersama Gamal. Padahal mereka baru bertemu sekitar lima kali.

Gamal terkekeh. Membiarkan Selia menikmati hidangan yang tersaji. Sementara dirinya diam-diam melirik ke arah Zara. Sungguh, Gamal tidak bisa menahan diri untuk tidak memandangi mantan kekasihnya itu.

"Mbak, potongkan steak punyaku ya!" titah Selia.

Zara lantas menurut. Ia memotongkan daging steak dengan hati-hati.

Di saat tak terduga, Selia tidak sengaja menyenggol sebuah sendok. Hingga sendok itu terjatuh ke lantai.

"Biar aku saja, Mbak..." tutur Zara. Dia segera meraih sendok yang tergeletak di lantai.

Deg!

Jantung Gamal berdegub kencang. Matanya mendelik sembari terus menenggak minuman dari dalam gelas. Atensi Gamal tidak bisa teralih dari bokong Zara yang sibuk menungging menghadapnya.

Byur!

"Uhuk! Uhuk! Uhuk!" Tanpa sengaja Gamal menyemburkan air yang harusnya dia minum. Gamal bahkan sampai tersedak akibat tergoda dengan badan molek milik Zara.

"Mal, kamu nggak apa-apa?" Selia yang melihat, sontak panik. Dia bergegas menyodorkan sapu tangan untuk Gamal.

Sementara Zara, langsung berdiri tegak. Memastikan keadaan Gamal baik-baik saja. Rasa khawatir muncul secara alami dalam dirinya. Berbeda dengan Selia, Zara langsung turun tangan mengelap air yang belepotan di mulut dan dagu Gamal.

Gamal terkesiap. Jantungnya semakin berdebar tidak karuan. Sungguh, sudah begitu lama dia tidak merasakan sensasi debaran tersebut. Manik hitam Gamal hanya terfokus ke wajah Zara yang dirasa tidak pernah berubah. Masih cantik seperti dulu. Rambut pendek sebahunya bahkan tetap dipertahankan.

Tanpa sadar, Gamal memegangi lengan Zara. Membuat pergerakan Zara sontak terhenti. Pertukaran pandang pun terjadi. Gamal dan Zara saling menatap lekat.

"Hati-hati, Mbak. Nanti jatuh cinta loh..." tegur Selia, yang sedari tadi diabaikan.

Zara bergegas menjauh dari Gamal. Dia segera memutar tubuhnya ke hadapan Selia.

"Maaf, Mbak. Aku cuman berusaha bantu aja," jelas Zara seraya sedikit membungkukkan badan.

Selia mencoba mengerti. Dia tersenyum dan mempersilahkan Zara untuk kembali bekerja. Kini tatapan Selia beralih kepada Gamal.

"Kamu tertarik ya sama pelayan itu?" Selia memicingkan mata. Kedua tangannya terlipat di depan dada. Dia sebenarnya hanya bermaksud bercanda.

Menurut Selia, sikap Zara tadi bisa dibilang wajar. Baginya apa yang dilakukan Zara merupakan kebiasaan para pelayan pada umumnya.

"A-apaan sih kamu? Mana mungkin." Gamal membantah sambil tergagap.

"Hahaha... kamu lucu banget kalau gugup begitu. Ya udah aku percaya kok. Kata Om Afrijal, kamu bisa dipercaya," ucap Selia. Dia melanjutkan kembali makan malamnya.

Gara-gara berdekatan dengan Zara tadi, keinginan makan Gamal menjadi tidak karuan. Dia berusaha melupakan Zara, namun tidak bisa. Bahkan ketika Selia mulai berani menggandeng tangannya.

"Aku mulai nyaman sama kamu," ungkap Selia. Melirik sembari terus berjalan bersama Gamal. Mereka sudah keluar dari area restoran. "Ngomong-ngomong kamu juga merasakan hal yang sama nggak sih?" tanya-nya.

Gamal hanya diam saja. Dia malah sibuk melamun. Seolah ada sesuatu yang mengganggu pikirannya.

"Mal?" panggil Selia.

"Eh, kenapa?" Gamal akhirnya merespon.

"Kamu pikirin apa? Pasti pekerjaan pertama kamu hari ini nggak berjalan lancar kan? Kamu bisa kasih tahu aku masalahnya, mungkin aku bisa bantu." Selia menyimpulkan sendiri, mengenai masalah yang sedang dipikirkan Gamal.

"Lumayan, perusahaan Relangga Grup kan mengalami krisis. Aku harus cari cara untuk memulihkannya lagi," kilah Gamal. Dia sedari tadi hanya sibuk memikirkan Zara. Pembicaraannya dengan Selia berlanjut hingga ke perjalanan pulang.

Di sisi lain, Zara baru saja berganti pakaian. Sama seperti Gamal, dia juga terpikirkan insiden yang terjadi tadi. Zara tidak bisa melupakan tatapan lekat Gamal. Dia merasa ada yang berbeda.

Zara berulang kali menggelengkan kepala. Membuang semua harapan dan perasaannya jauh-jauh. Lagi pula dia yakin, gadis yang bernama Selia tadi pasti merupakan kekasih Gamal.

Sebelum pulang, Zara tidak lupa menjemput Zafran ke panti asuhan. Dia kembali ke rumah saat waktu menunjukkan jam sepuluh malam.

Kala pintu terbuka, sosok Anton langsung menyambut. Pria itu melotot tajam sambil menikmati rokok yang tersemat di jari-jemarinya.

"Kemana saja kalian?!!" timpal Anton. Dagunya terangkat angkuh.

Terpopuler

Comments

elleya

elleya

wkwkwkwk

2024-08-10

0

Nacita

Nacita

anda belum berubah ya pak 🤣

2024-05-31

0

Bzaa

Bzaa

aihhhh si anton

2023-06-25

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - KDRT
2 Bab 2 - Direktur Baru
3 Bab 3 - Tentang Zara
4 Bab 4 - Bertemu Lagi
5 Bab 5 - Godaan Mantan
6 Bab 6 - Acara Reuni [1]
7 Bab 7 - Acara Reuni [2]
8 Bab 8 - Acara Reuni [3]
9 Bab 9 - Terpesona Lagi
10 Bab 10 - Ungkapan Gamal
11 Bab 11 - Kalimat Yang Terngiang
12 Bab 12 - Awal Mula [Affair]
13 Bab 13 - Rindu Yang Memanas
14 Bab 14 - Resminya Hubungan Rahasia
15 Bab 15 - Cincin & Kalung
16 Bab 16 - Serasa Kembali Muda
17 Bab 17 - Tempat Ternyaman
18 Bab 18 - Hari Pertunangan
19 Bab 19 - Bertemu Zafran
20 Bab 20 - Misi Mengambil Sampel DNA [1]
21 Bab 21 - Misi Mengambil Sampel DNA [2]
22 Bab 22 - Dimabuk Cinta
23 Bab 23 - Kedatangan Selia
24 Bab 24 - Perasaan Tak Rela
25 Bab 25 - Modus Anton
26 Bab 26 - Kebetulan Yang Aneh
27 Bab 27 - Terjebak Banjir
28 Bab 28 - Lantai Tiga, Kamar No. 20
29 Bab 29 - Paksaan Anton
30 Bab 30 - Keputusan Zara
31 Bab 31 - Saling Bercurah Hati
32 Bab 32 - Strategi Zara & Gamal
33 Bab 33 - Pulang
34 Bab 34 - Berkunjung Ke Panti
35 Bab 35 - Sayang?
36 Bab 36 - Mandi Bersama
37 Bab 37 - Memberitahu Zafran
38 Bab 38 - Usulan Elsa
39 Bab 39 - Memutuskan Pertunangan
40 Bab 40 - Lampu Hijau Zafran
41 Bab 41 - Kekalahan Anton
42 Bab 42 - Sekretaris Baru
43 Bab 43 - Berita Hangat
44 Bab 44 - Kandidat Sekretaris
45 Bab 45 - Menerima Kebencian
46 Bab 46 - Permainan Ranjang Zara
47 Bab 47 - Pertumpahan Darah
48 Bab 48 - Ancaman Afrijal
49 Bab 49 - Ciuman Tulus
50 Bab 50 - Menuju Pernikahan
51 Bab 51 - Hati-Hati Di Jalan
52 Bab 52 - Hari Pernikahan
53 Bab 53 - Hukuman
54 Bab 54 - Pembalasan Gamal
55 Bab 55 - Perihal Warisan
56 Bab 56 - Tiga Buah Ranjang
57 Bab 57 - Cinta & Hujan
58 Bab 58 - Mual
59 Bab 59 - Pijit-Memijit Berujung Birah*i
60 Bab 60 - Keajaiban
61 Bab 61 - Gangguan Selia
62 Bab 62 - Berkibarnya Bendera Permusuhan
63 Bab 63 - Keputusan Afrijal
64 Bab 64 - Bertemu Bi Nur
65 Bab 65 - Persaingan Tawar-Menawar
66 Bab 66 - Akibat Perselingkuhan
67 Bab 67 - Ide Zara
68 Bab 68 - Cinta Pertama & Terakhir
69 Epilog - Pertama Kali Mengenalmu
70 Epilog - Nasib Keluarga Baskara [+Info Novel Zafran]
71 Novel Baru - Cinta Di Tengah Permusuhan
72 Novel Baru Konflik Rumah Tangga
73 Pengumuman Novel Baru
74 Novel Baru Gairah Zerin & Zidan
75 Pengumuman!
76 NOVEL WANITA KUAT
77 Novel Baru Dewasa & Perselingkuhan
78 Novel Impoten : Ritual Bergairah
Episodes

Updated 78 Episodes

1
Bab 1 - KDRT
2
Bab 2 - Direktur Baru
3
Bab 3 - Tentang Zara
4
Bab 4 - Bertemu Lagi
5
Bab 5 - Godaan Mantan
6
Bab 6 - Acara Reuni [1]
7
Bab 7 - Acara Reuni [2]
8
Bab 8 - Acara Reuni [3]
9
Bab 9 - Terpesona Lagi
10
Bab 10 - Ungkapan Gamal
11
Bab 11 - Kalimat Yang Terngiang
12
Bab 12 - Awal Mula [Affair]
13
Bab 13 - Rindu Yang Memanas
14
Bab 14 - Resminya Hubungan Rahasia
15
Bab 15 - Cincin & Kalung
16
Bab 16 - Serasa Kembali Muda
17
Bab 17 - Tempat Ternyaman
18
Bab 18 - Hari Pertunangan
19
Bab 19 - Bertemu Zafran
20
Bab 20 - Misi Mengambil Sampel DNA [1]
21
Bab 21 - Misi Mengambil Sampel DNA [2]
22
Bab 22 - Dimabuk Cinta
23
Bab 23 - Kedatangan Selia
24
Bab 24 - Perasaan Tak Rela
25
Bab 25 - Modus Anton
26
Bab 26 - Kebetulan Yang Aneh
27
Bab 27 - Terjebak Banjir
28
Bab 28 - Lantai Tiga, Kamar No. 20
29
Bab 29 - Paksaan Anton
30
Bab 30 - Keputusan Zara
31
Bab 31 - Saling Bercurah Hati
32
Bab 32 - Strategi Zara & Gamal
33
Bab 33 - Pulang
34
Bab 34 - Berkunjung Ke Panti
35
Bab 35 - Sayang?
36
Bab 36 - Mandi Bersama
37
Bab 37 - Memberitahu Zafran
38
Bab 38 - Usulan Elsa
39
Bab 39 - Memutuskan Pertunangan
40
Bab 40 - Lampu Hijau Zafran
41
Bab 41 - Kekalahan Anton
42
Bab 42 - Sekretaris Baru
43
Bab 43 - Berita Hangat
44
Bab 44 - Kandidat Sekretaris
45
Bab 45 - Menerima Kebencian
46
Bab 46 - Permainan Ranjang Zara
47
Bab 47 - Pertumpahan Darah
48
Bab 48 - Ancaman Afrijal
49
Bab 49 - Ciuman Tulus
50
Bab 50 - Menuju Pernikahan
51
Bab 51 - Hati-Hati Di Jalan
52
Bab 52 - Hari Pernikahan
53
Bab 53 - Hukuman
54
Bab 54 - Pembalasan Gamal
55
Bab 55 - Perihal Warisan
56
Bab 56 - Tiga Buah Ranjang
57
Bab 57 - Cinta & Hujan
58
Bab 58 - Mual
59
Bab 59 - Pijit-Memijit Berujung Birah*i
60
Bab 60 - Keajaiban
61
Bab 61 - Gangguan Selia
62
Bab 62 - Berkibarnya Bendera Permusuhan
63
Bab 63 - Keputusan Afrijal
64
Bab 64 - Bertemu Bi Nur
65
Bab 65 - Persaingan Tawar-Menawar
66
Bab 66 - Akibat Perselingkuhan
67
Bab 67 - Ide Zara
68
Bab 68 - Cinta Pertama & Terakhir
69
Epilog - Pertama Kali Mengenalmu
70
Epilog - Nasib Keluarga Baskara [+Info Novel Zafran]
71
Novel Baru - Cinta Di Tengah Permusuhan
72
Novel Baru Konflik Rumah Tangga
73
Pengumuman Novel Baru
74
Novel Baru Gairah Zerin & Zidan
75
Pengumuman!
76
NOVEL WANITA KUAT
77
Novel Baru Dewasa & Perselingkuhan
78
Novel Impoten : Ritual Bergairah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!