Bab 8 - Acara Reuni [3]

...༻◐༺...

Gamal sama terkejutnya seperti Zara. Akibat lengah dengan kesenangan, dia jadi lupa mengenai fakta kalau Zara bekerja di restoran Angkasa Jaya. Sekarang semua pasang mata tertuju ke arah gadis itu.

Zara mengabaikan pertanyaan Putri. Ia memilih sibuk menyembunyikan wajah dibalik rambut pendek sebahunya. Zara mencoba bersikap senormal mungkin.

"Zara!" Elsa bangkit dari tempat duduk. Dia juga yakin, sosok yang dilihatnya adalah Zara.

Sekali lagi Zara tidak menjawab. Malu, dia merasa sangat malu. Tidak ada hal yang ingin Zara lakukan selain pergi dari hadapan semua orang.

Zara meninggalkan nampan berisi minuman. Lalu lekas-lekas berbalik badan. Dia melangkah cepat sampai menghilang dari pandangan semua orang.

"Zara!" Elsa memanggil sekali lagi. Dia berniat mengejar teman yang sudah lama tidak ditemuinya tersebut. Namun Raffi sigap menghentikan.

"Apapun alasannya, yang jelas Zara sengaja menjauh dari kita. Menurutku sekarang bukan waktu yang tepat untuk bicara dengannya," ujar Raffi. Mencoba meyakinkan Elsa. Tindakannya sukses mengurungkan niat Elsa.

"Raffi benar, El. Aku aja sekarang udah nggak peduli." Gamal sependapat dengan Raffi. Ia menyarankan Elsa untuk kembali ke tempat duduk. Padahal dari lubuk hati terdalam, Gamal juga sangat ingin mengejar Zara. Namun harus ditahan karena merasa gengsi.

Dari arah pintu, terlihat seorang pria berkemeja motif batik baru saja datang. Gamal dan kawan-kawan langsung menyapa pria tersebut.

"Mantap jiwa! Kau telat banget datangnya, Dan!" tegur Royan.

"Sorry, aku harus ngurus anak buah dulu tadi," jawab pria yang tidak lain adalah Danu. Dia sekarang meneruskan bisnis ayahnya berjualan bakso. Kebetulan usaha jualan kelilingnya mengalami sukses besar. Danu sudah memiliki puluhan anak buah.

"Kenapa kita nggak makan bakso Danu lagi coba. Kayak tahun-tahun sebelumnya," ucap Raffi. Menatap teman-teman yang duduk di dekatnya satu per satu.

"Eh, dua tahun sebelumnya kita udah dua kali makan bakso dia. Kan bosan juga kalau makan bakso dia terus," sahut Royan.

"Dih! Sok-sokan bosan. Padahal kau yang paling sering beli bakso aku!" timpal Danu yang tidak terima.

"Hehehe... baksomu murah dan enak sih. Tipe aku banget." Royan tersenyum malu.

"Eh, Tirta nggak datang ya? Biasanya kan kalian ber-empat?" tanya Ratna. Merasa ada sesuatu yang kurang.

"Tirta masih sekolah di luar negeri. Aku dengar dia terusin S2. Mau ngalahin Raffi kayaknya," jelas Danu memberitahu.

"Siapa bilang? Sok tahu banget sih," tukas Raffi. Candaan dan nostalgia terus berlanjut. Seluruh orang menikmati pertemuan yang ada. Mereka tenggelam untuk sekedar bercerita dan berbagi pengalaman.

Dari semua kebahagiaan itu, hanya Gamal yang menunjukkan senyuman palsu. Sedari tadi dia terus melirik ke arah pintu dapur. Tepat ke tempat Zara terlihat terakhir kali. Jujur saja, Gamal mengkhawatirkan Zara.

"Eh, aku mau nyetor dulu ya." Gamal beranjak dari kursinya. Berniat ingin ke toilet.

"Udah nyetor aja nih anak," sindir Danu. Namun Gamal hanya menanggapi dengan cara memajukan bibir bawahnya.

Selepas dari toilet, Gamal diam-diam masuk ke area dapur restoran. Dia hendak memastikan keadaan Zara.

"Pak Gamal? Ngapain di sini?" Susan tiba-tiba menegur. Dia tentu mengenal Gamal. Mengingat dirinya juga bekerja di perusahaan Relangga Grup.

"Eh, anu... cuman mau pesan makanan aja," kilah Gamal. Dia masih celingak-celingukan ke segala arah. Gelagatnya menjelaskan kalau Gamal tengah mencari-cari sesuatu.

"Yakin, Pak? Atau lagi cari seseorang gitu?" terka Susan. Dia menyatukan tangan di depan badan seolah bersikap patuh.

"Enggak! Bawakan aku stik kentang lagi ya. Cuman mau pesan itu kok." Gamal berusaha menutupi niat aslinya. Dia segera pergi setelah tidak berhasil menemukan Zara.

Acara reuni belum berakhir. Namun Gamal memutuskan pulang lebih dulu. Hatinya merasa tidak nyaman akibat menyaksikan apa yang terjadi kepada Zara tadi.

Di tengah hujan yang cukup deras, Gamal menjalankan mobil dalam kecepatan sedang. Hingga atensinya tertuju kepada seorang gadis yang berjalan tertunduk di pinggir jalan. Dari rambut dan perawakannya, Gamal yakin dia adalah Zara. Gadis itu tampak basah kuyup.

Gamal dilanda kegalauan. Dia bingung apakah harus berhenti atau tidak. Tanpa sengaja dirinya melewati Zara begitu saja.

Belum sempat menjauh, Gamal langsung berubah pikiran. Lelaki itu memundurkan mobil dan berhenti tepat di posisi Zara.

"Sengaja hujan-hujanan ya?!" timpal Gamal yang sudah keluar dari mobil. Ia tidak lupa menggunakan payung jenis transparan miliknya.

Zara berhenti melangkah. Lalu menoleh ke belakang.

Ketika melihat kehadiran Gamal, dahi Zara sontak mengerut dalam. "Mau ngejek aku ya?!" pungkasnya. Ia terlalu tenggelam dalam rasa malunya tadi.

Gamal tidak mengatakan apapun. Ia justru mendekat. Kemudian melindungi Zara dari tetesan hujan dengan menggunakan payung.

Zara terkesiap. Dia dan Gamal saling menatap lekat. Jantung yang berdebaran kembali menyerang.

"Masuk ke mobilku. Biar aku antar pulang," tawar Gamal yang terkesan seperti memaksa.

"Aku bisa pulang sendiri." Zara membalikkan badan. Melangkah meninggalkan Gamal.

"Jangan salah paham deh, Ra! Aku cuman ngasih tumpangan aja kok. Nggak ada maksud apa-apa. Asal kamu tahu ya, aku udah jadi orang baik sekarang," ungkap Gamal.

Zara yang mendengar, tanpa sadar mengembangkan senyuman. Dia nyaris tertawa. Merasa apa yang dikatakan Gamal begitu lucu. Perlahan Zara berbalik lagi ke belakang.

"Asal kamu tahu ya, Mal. Orang baik itu nggak akan pernah ngaku kalau dia baik," balas Zara. Bermaksud sarkas. Kini dia benar-benar beranjak dari hadapan Gamal.

"Sialan!" rutuk Gamal. Dia mengusap tengkuknya karena merasa malu. Gamal yang awalnya ingin tebar pesona, malah berakhir dipermalukan.

...***...

Waktu menunjukkan jam setengah delapan pagi. Zara terlihat sudah sibuk membersihkan lobi perusahaan. Sesekali dia mendenguskan hidungnya. Gadis itu mengalami pilek yang cukup parah. Wajah Zara juga agak pucat. Kemungkinan akibat efek kehujanan kemarin malam.

Tidak lama kemudian, Gamal datang. Dia menyapa beberapa karyawan yang kebetulan berpapasan. Termasuk Zara sendiri. Saat itu Gamal dapat mengetahui kondisi kesehatan Zara yang terganggu. Meskipun begitu, dia berlalu pergi menuju kantor.

Kala sudah menyelesaikan tugas bersih-bersih, Zara rehat sejenak. Dia duduk di ruangan khusus cleaning service. Zara berulang kali mengalami bersin.

Ceklek!

Pintu mendadak terbuka. Susan terlihat membawa nampan berisi makanan dan minuman hangat.

"Gila! Pak Gamal kasih makanan dan minuman khusus untuk petugas cleaning service hari ini!" ungkap Susan penuh semangat.

"Yang bener? Direktur baru kita sangat baik ya," tanggap Endang yang juga merupakan rekan kerja Zara. "Waah... ada sup hangat sama wedang jahe. Pas banget buat kamu yang lagi pilek, Ra!" sambungnya seraya menoleh ke arah Zara.

"Iya, pas banget ini buat Kak Zara. Apa emang khusus buat Kak Zara ya?" kata Susan bermaksud bercanda.

"A-apaan sih, San. Aku aja nggak sedekat itu sama direktur," respon Zara terbata-bata. Entah kenapa dia sependapat dengan dugaan Susan.

'Jangan-jangan Gamal beneran kasih ini buat aku lagi,' batin Zara. Akan tetapi dia lekas menggeleng. Lalu menepuk pipinya sendiri. 'Ih! Jangan kepedean, Ra! Ini pasti kebetulan.' Zara berusaha menyadarkan diri.

Terpopuler

Comments

Bzaa

Bzaa

semangat Zara... 💪

2023-06-25

0

Neneng cinta

Neneng cinta

ktnya ga peduli,,tp masih az d cariin 😂

2023-04-30

0

TK

TK

sukses Thor

2022-06-08

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - KDRT
2 Bab 2 - Direktur Baru
3 Bab 3 - Tentang Zara
4 Bab 4 - Bertemu Lagi
5 Bab 5 - Godaan Mantan
6 Bab 6 - Acara Reuni [1]
7 Bab 7 - Acara Reuni [2]
8 Bab 8 - Acara Reuni [3]
9 Bab 9 - Terpesona Lagi
10 Bab 10 - Ungkapan Gamal
11 Bab 11 - Kalimat Yang Terngiang
12 Bab 12 - Awal Mula [Affair]
13 Bab 13 - Rindu Yang Memanas
14 Bab 14 - Resminya Hubungan Rahasia
15 Bab 15 - Cincin & Kalung
16 Bab 16 - Serasa Kembali Muda
17 Bab 17 - Tempat Ternyaman
18 Bab 18 - Hari Pertunangan
19 Bab 19 - Bertemu Zafran
20 Bab 20 - Misi Mengambil Sampel DNA [1]
21 Bab 21 - Misi Mengambil Sampel DNA [2]
22 Bab 22 - Dimabuk Cinta
23 Bab 23 - Kedatangan Selia
24 Bab 24 - Perasaan Tak Rela
25 Bab 25 - Modus Anton
26 Bab 26 - Kebetulan Yang Aneh
27 Bab 27 - Terjebak Banjir
28 Bab 28 - Lantai Tiga, Kamar No. 20
29 Bab 29 - Paksaan Anton
30 Bab 30 - Keputusan Zara
31 Bab 31 - Saling Bercurah Hati
32 Bab 32 - Strategi Zara & Gamal
33 Bab 33 - Pulang
34 Bab 34 - Berkunjung Ke Panti
35 Bab 35 - Sayang?
36 Bab 36 - Mandi Bersama
37 Bab 37 - Memberitahu Zafran
38 Bab 38 - Usulan Elsa
39 Bab 39 - Memutuskan Pertunangan
40 Bab 40 - Lampu Hijau Zafran
41 Bab 41 - Kekalahan Anton
42 Bab 42 - Sekretaris Baru
43 Bab 43 - Berita Hangat
44 Bab 44 - Kandidat Sekretaris
45 Bab 45 - Menerima Kebencian
46 Bab 46 - Permainan Ranjang Zara
47 Bab 47 - Pertumpahan Darah
48 Bab 48 - Ancaman Afrijal
49 Bab 49 - Ciuman Tulus
50 Bab 50 - Menuju Pernikahan
51 Bab 51 - Hati-Hati Di Jalan
52 Bab 52 - Hari Pernikahan
53 Bab 53 - Hukuman
54 Bab 54 - Pembalasan Gamal
55 Bab 55 - Perihal Warisan
56 Bab 56 - Tiga Buah Ranjang
57 Bab 57 - Cinta & Hujan
58 Bab 58 - Mual
59 Bab 59 - Pijit-Memijit Berujung Birah*i
60 Bab 60 - Keajaiban
61 Bab 61 - Gangguan Selia
62 Bab 62 - Berkibarnya Bendera Permusuhan
63 Bab 63 - Keputusan Afrijal
64 Bab 64 - Bertemu Bi Nur
65 Bab 65 - Persaingan Tawar-Menawar
66 Bab 66 - Akibat Perselingkuhan
67 Bab 67 - Ide Zara
68 Bab 68 - Cinta Pertama & Terakhir
69 Epilog - Pertama Kali Mengenalmu
70 Epilog - Nasib Keluarga Baskara [+Info Novel Zafran]
71 Novel Baru - Cinta Di Tengah Permusuhan
72 Novel Baru Konflik Rumah Tangga
73 Pengumuman Novel Baru
74 Novel Baru Gairah Zerin & Zidan
75 Pengumuman!
76 NOVEL WANITA KUAT
77 Novel Baru Dewasa & Perselingkuhan
78 Novel Impoten : Ritual Bergairah
Episodes

Updated 78 Episodes

1
Bab 1 - KDRT
2
Bab 2 - Direktur Baru
3
Bab 3 - Tentang Zara
4
Bab 4 - Bertemu Lagi
5
Bab 5 - Godaan Mantan
6
Bab 6 - Acara Reuni [1]
7
Bab 7 - Acara Reuni [2]
8
Bab 8 - Acara Reuni [3]
9
Bab 9 - Terpesona Lagi
10
Bab 10 - Ungkapan Gamal
11
Bab 11 - Kalimat Yang Terngiang
12
Bab 12 - Awal Mula [Affair]
13
Bab 13 - Rindu Yang Memanas
14
Bab 14 - Resminya Hubungan Rahasia
15
Bab 15 - Cincin & Kalung
16
Bab 16 - Serasa Kembali Muda
17
Bab 17 - Tempat Ternyaman
18
Bab 18 - Hari Pertunangan
19
Bab 19 - Bertemu Zafran
20
Bab 20 - Misi Mengambil Sampel DNA [1]
21
Bab 21 - Misi Mengambil Sampel DNA [2]
22
Bab 22 - Dimabuk Cinta
23
Bab 23 - Kedatangan Selia
24
Bab 24 - Perasaan Tak Rela
25
Bab 25 - Modus Anton
26
Bab 26 - Kebetulan Yang Aneh
27
Bab 27 - Terjebak Banjir
28
Bab 28 - Lantai Tiga, Kamar No. 20
29
Bab 29 - Paksaan Anton
30
Bab 30 - Keputusan Zara
31
Bab 31 - Saling Bercurah Hati
32
Bab 32 - Strategi Zara & Gamal
33
Bab 33 - Pulang
34
Bab 34 - Berkunjung Ke Panti
35
Bab 35 - Sayang?
36
Bab 36 - Mandi Bersama
37
Bab 37 - Memberitahu Zafran
38
Bab 38 - Usulan Elsa
39
Bab 39 - Memutuskan Pertunangan
40
Bab 40 - Lampu Hijau Zafran
41
Bab 41 - Kekalahan Anton
42
Bab 42 - Sekretaris Baru
43
Bab 43 - Berita Hangat
44
Bab 44 - Kandidat Sekretaris
45
Bab 45 - Menerima Kebencian
46
Bab 46 - Permainan Ranjang Zara
47
Bab 47 - Pertumpahan Darah
48
Bab 48 - Ancaman Afrijal
49
Bab 49 - Ciuman Tulus
50
Bab 50 - Menuju Pernikahan
51
Bab 51 - Hati-Hati Di Jalan
52
Bab 52 - Hari Pernikahan
53
Bab 53 - Hukuman
54
Bab 54 - Pembalasan Gamal
55
Bab 55 - Perihal Warisan
56
Bab 56 - Tiga Buah Ranjang
57
Bab 57 - Cinta & Hujan
58
Bab 58 - Mual
59
Bab 59 - Pijit-Memijit Berujung Birah*i
60
Bab 60 - Keajaiban
61
Bab 61 - Gangguan Selia
62
Bab 62 - Berkibarnya Bendera Permusuhan
63
Bab 63 - Keputusan Afrijal
64
Bab 64 - Bertemu Bi Nur
65
Bab 65 - Persaingan Tawar-Menawar
66
Bab 66 - Akibat Perselingkuhan
67
Bab 67 - Ide Zara
68
Bab 68 - Cinta Pertama & Terakhir
69
Epilog - Pertama Kali Mengenalmu
70
Epilog - Nasib Keluarga Baskara [+Info Novel Zafran]
71
Novel Baru - Cinta Di Tengah Permusuhan
72
Novel Baru Konflik Rumah Tangga
73
Pengumuman Novel Baru
74
Novel Baru Gairah Zerin & Zidan
75
Pengumuman!
76
NOVEL WANITA KUAT
77
Novel Baru Dewasa & Perselingkuhan
78
Novel Impoten : Ritual Bergairah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!