Bab 13 - Rindu Yang Memanas

...༻◐༺...

Gamal dan Zara saling beciuman cukup lama. Sesekali mereka merasakan sesuatu yang menggelitik di perut. Sesuatu yang tentu saja membuat setiap sentuhan terasa candu.

Zara melepas ciumannya dan berucap, "Langsung? Kau bahkan nggak ngajak aku bicara dulu gitu."

"Aku udah nggak sabar, Ra. Mending sekarang kau diam!" sahut Gamal. Dia ingin memadukan bibirnya dengan mulut Zara lagi.

Zara menghindar. Ia mencoba mendorong Gamal sekuat tenaga. Akan tetapi usahanya tidak langsung berhasil.

Karena tahu Zara bersikeras, Gamal sengaja melemah. Kini gadis itu sukses membuat Gamal terduduk ke lantai. Untung saja ubin yang dijatuhi Gamal dibalut dengan karpet berbahan tebal dan empuk. Jadi dia tidak begitu merasakan sakit.

Zara sekali lagi mendorong Gamal. Dia membuat pria itu telentang. Lalu memberikan kecupan di bibir untuk yang kesekian kalinya.

Sekarang Zara berada di atas badan Gamal. Tangannya perlahan membuka kancing piama Gamal satu per satu.

"Kita pindah ke ranjang aja, gimana?" cetus Gamal yang telah memutuskan tautan bibirnya.

Zara tidak menanggapi sama sekali. Dia malah sibuk menciumi dada bidang Gamal. Berpegang erat ke kalung emas putih yang dikenakan lelaki itu. Apa yang dilakukannya, berhasil membuat darah disekujur badan Gamal berdesir hebat.

Bibir Zara mulai merambah area perut Gamal. Sekarang dia hendak melepas celana lelaki yang dicumbunya tersebut.

Kali ini Gamal sigap menghentikan. Ia segera membawa Zara masuk ke dalam kamar. Keduanya berjalan dengan tergesak-gesak. Seluruh kancing piama yang terbuka, memperlihatkan tubuh atletis Gamal.

Zara yang sempat oleng, agak kesulitan mengikuti pergerakan Gamal. Dia hanya bisa mengontrol nafas sebisa mungkin. Sampai akhirnya Gamal menghempaskannya ke atas ranjang.

Paru-paru yang kesulitan mengatur gebu gairah, menyebabkan Zara terengah-engah. Dia terlalu banyak bernafas melalui mulut.

"Sekarang giliranku." Gamal menyeringai. Dia membantu Zara melepas seluruh pakaian. Lalu menenggelamkan wajah di bagian dada gadis tersebut. Di saat bersamaan, satu tangan Gamal bermain jari di alat vital Zara.

Mulut Zara menganga lebar. Kedua tangannya hanya bisa mencengkeram seprei sekuat tenaga.

"Akh..." Zara mengerang lirih. Dia mendongakkan kepala. Mengernyitkan kening dalam keadaan wajah yang memerah padam. Zara menggeliatkan kaki tidak karuan. Kini tangannya memegangi kepala Gamal. Mencoba menghentikan ulah lelaki itu.

"Udah, Mal... udah..." seru Zara yang merasakan Gamal kian meliar.

Gamal akhirnya berhenti. Dia duduk sambil mengusap mulutnya dengan punggung tangan. Gamal menyurai rambut cepaknya satu kali. Mencoba mengatur nafas, tepat sebelum melakukan kegiatan inti.

"Gila, Ra. Kau sedang masa subur ya?" Gamal melebarkan kelopak matanya dan meneruskan, "di bawah sana basah banget."

"Idih! Burungmu aja udah berdiri tuh!" tukas Zara sembari merubah posisi menjadi duduk.

Ketika bersama Gamal, jati diri Zara yang sebenarnya selalu muncul. Begitu pun sebaliknya. Mereka seolah sudah terbiasa dengan sifat asli satu sama lain. Itulah alasan keduanya sangat sulit saling melupakan.

Tidak heran Gamal dan Zara dikenal sebagai pasangan nakal ketika sekolah. Keduanya tidak pernah absen mendatangi ruang BK setiap minggu. Sifat kasar dan pembulian bahkan tidak jarang mereka lakukan.

"Kalau udah begitu, waktunya digabungin dong," ujar Gamal. Perkataannya berhasil membuat Zara terkekeh geli.

"Hahaha... apanya yang digabungin coba," balas Zara. Dia yang gemas, menekan bibir bawah Gamal dengan ibu jari.

"Sok-sokan nggak ngerti juga. Bukannya kau udah tua ya!" sahut Gamal. Dia iseng menggigit ibu jari Zara yang bertengger di bibirnya.

Untuk kali kedua, kelakuan Gamal sukses membuat Zara tergelak. Tatapan matanya memancarkan binar penuh kekaguman. Sejujurnya, Zara sangat merindukan momen seperti sekarang. Rasanya dia ingin waktu berhenti saja.

Gamal ikut terkekeh, sembari melepas semua pakaian yang tersisa. Selanjutnya, barulah dia melakukan penyatuan.

"Mal, kamu ingat pas waktu pertama kita ngelakuin ini nggak?" imbuh Zara. Di sela-sela pengaturan nafas.

"Bisa diam dulu nggak? Aku kangen desaahanmu tau..." kata Gamal. Mengharuskan Zara otomatis membungkam mulut.

Suara tepukan daging terdengar. Pertanda Gamal telah memulai pergerakan. Zara lantas tak bisa membendung lenguhan. Hal yang sama juga dilakukan Gamal, walau erangannya terdengar lebih pelan.

Zara tidak lupa melantunkan nama Gamal ditengah-tengah erangan. Hal itu tentu membuat gairah Gamal terpacu. Hingga lama-kelamaan, lenguhan Zara semakin menjadi-jadi. Ia merasakan kenikmatan yang begitu dirinya rindukan. Tubuhnya terasa ringan, seringan kapas. Entah sudah berapa kali Zara mencapai gairah yang memuncak.

Sekali-kali, Gamal menyumpal mulut Zara dengan sebuah ciuman. Keduanya benar-benar tenggelam dalam naf*su. Kalung emas putih yang dikenakan Gamal, bergelayut seiring pergerakan intim.

Menit demi menit berlalu. Gamal telah berhasil mencapai puncak.

Zara yang sadar, bergegas melepaskan diri dari Gamal. Kebetulan mereka lupa menggunakan pengaman, jadi Zara tidak mau Gamal kecolongan lagi.

Kini Gamal dan Zara sama-sama sibuk telentang. Mengontrol nafas yang masih memburu. Gamal tidak lupa menaruh selimut untuk menutupi tubuhnya dan Zara.

"Gila banget... udah lama burungku nggak aktif..." ungkap Gamal seraya meletakkan satu tangan ke atas dahi.

Zara tertawa pecah. Lalu menjawab, "Bacot! Aku nggak percaya! Pasti kamu gonta-ganti pacar pas tinggal di London kan?"

"Gonta-ganti pacar, pantatmu!" bantah Gamal. Dia segera menceritakan tentang apa saja yang dilakukannya ketika di London. Gamal mengaku hanya sibuk belajar dan memperbaiki diri.

"Gara-gara kamu menghilang, aku nggak punya tujuan selain nurut sama bokap." Gamal menatap Zara dengan sudut matanya. Seolah menuntut penjelasan dari Zara.

"Aku belum siap ceritain semuanya." Zara membuang muka. Tujuannya bersama Gamal sekarang hanya bermakna sebagai pelarian.

"Maksudnya? Kamu nggak anggap serius--" ucapan Gamal terpotong, saat ponselnya tiba-tiba berdering.

Tanpa pikir panjang, Gamal berdiri dan bergegas mengenakan celana pendek. Kemudian mengambil ponsel dari atas nakas. Dia langsung mengangkat panggilan telepon.

"Gamal! Kamu kemana saja?! Satu-satunya orang yang belum datang cuman kamu loh!" timpal Afrijal dari seberang telepon.

Gamal membulatkan mata. Dia baru saja ingat kalau dirinya ada jadwal makan malam. Gamal melupakan janjinya karena terbuai menikmati waktu bersama Zara.

'Sial!' maki Gamal dalam hati.

"Aku tadi ada kerjaan mendadak, Pah. Makanya lupa. Ini aku akan segera bersiap-siap pergi ke sana!" ujar Gamal yang kini bicara melalui mulut. Ia mematikan telepon dan langsung membuka lemari.

Di belakang Gamal, Zara beringsut ke ujung kasur. Dia memperhatikan segala gerak-gerik Gamal.

"Mau kemana?" tanya Zara. Sepertinya dia tidak rela Gamal pergi.

"Aku lupa ada janji makan malam. Oh iya, ini juga bisa jadi kesempatan aku buat bilang jujur sama Selia. Aku tadi bohongin dia," ungkap Gamal. Dia terlihat sudah mengenakan kemeja dan celana panjang.

"Emang kamu ngomong apa?" Zara penasaran.

"Aku bilang kalau aku nyaman sama dia. Padahal nggak sama sekali," terang Gamal.

Mata Zara mengerjap pelan. Rasa penasarannya belum habis. "Kenapa tiba-tiba mau putusin Selia?" tanya-nya lagi.

Gamal tercengang. "Ya karena kamu lah! Emang kamu nggak anggap serius hubungan kita?" timpalnya tak percaya.

"Kamu lupa ya, kalau aku udah punya suami?" perkataan Zara membuat Gamal tertohok. Pria itu tidak bisa berkata-kata. Dia hanya memancarkan tatapan nanar. Kini Gamal tahu, kalau Zara sedang bermain-main dengan dirinya.

Terpopuler

Comments

Bzaa

Bzaa

kl sampe jdi adenya zafran, seru bangettt🤣

2023-06-25

0

Kod Driyah

Kod Driyah

Zara cerita yg jujur sm Gamal tetang papahmu

2022-07-07

1

Gina Putri Yana

Gina Putri Yana

Thor up jangan di gantung ceritanya
penasaran Thor

2022-06-03

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - KDRT
2 Bab 2 - Direktur Baru
3 Bab 3 - Tentang Zara
4 Bab 4 - Bertemu Lagi
5 Bab 5 - Godaan Mantan
6 Bab 6 - Acara Reuni [1]
7 Bab 7 - Acara Reuni [2]
8 Bab 8 - Acara Reuni [3]
9 Bab 9 - Terpesona Lagi
10 Bab 10 - Ungkapan Gamal
11 Bab 11 - Kalimat Yang Terngiang
12 Bab 12 - Awal Mula [Affair]
13 Bab 13 - Rindu Yang Memanas
14 Bab 14 - Resminya Hubungan Rahasia
15 Bab 15 - Cincin & Kalung
16 Bab 16 - Serasa Kembali Muda
17 Bab 17 - Tempat Ternyaman
18 Bab 18 - Hari Pertunangan
19 Bab 19 - Bertemu Zafran
20 Bab 20 - Misi Mengambil Sampel DNA [1]
21 Bab 21 - Misi Mengambil Sampel DNA [2]
22 Bab 22 - Dimabuk Cinta
23 Bab 23 - Kedatangan Selia
24 Bab 24 - Perasaan Tak Rela
25 Bab 25 - Modus Anton
26 Bab 26 - Kebetulan Yang Aneh
27 Bab 27 - Terjebak Banjir
28 Bab 28 - Lantai Tiga, Kamar No. 20
29 Bab 29 - Paksaan Anton
30 Bab 30 - Keputusan Zara
31 Bab 31 - Saling Bercurah Hati
32 Bab 32 - Strategi Zara & Gamal
33 Bab 33 - Pulang
34 Bab 34 - Berkunjung Ke Panti
35 Bab 35 - Sayang?
36 Bab 36 - Mandi Bersama
37 Bab 37 - Memberitahu Zafran
38 Bab 38 - Usulan Elsa
39 Bab 39 - Memutuskan Pertunangan
40 Bab 40 - Lampu Hijau Zafran
41 Bab 41 - Kekalahan Anton
42 Bab 42 - Sekretaris Baru
43 Bab 43 - Berita Hangat
44 Bab 44 - Kandidat Sekretaris
45 Bab 45 - Menerima Kebencian
46 Bab 46 - Permainan Ranjang Zara
47 Bab 47 - Pertumpahan Darah
48 Bab 48 - Ancaman Afrijal
49 Bab 49 - Ciuman Tulus
50 Bab 50 - Menuju Pernikahan
51 Bab 51 - Hati-Hati Di Jalan
52 Bab 52 - Hari Pernikahan
53 Bab 53 - Hukuman
54 Bab 54 - Pembalasan Gamal
55 Bab 55 - Perihal Warisan
56 Bab 56 - Tiga Buah Ranjang
57 Bab 57 - Cinta & Hujan
58 Bab 58 - Mual
59 Bab 59 - Pijit-Memijit Berujung Birah*i
60 Bab 60 - Keajaiban
61 Bab 61 - Gangguan Selia
62 Bab 62 - Berkibarnya Bendera Permusuhan
63 Bab 63 - Keputusan Afrijal
64 Bab 64 - Bertemu Bi Nur
65 Bab 65 - Persaingan Tawar-Menawar
66 Bab 66 - Akibat Perselingkuhan
67 Bab 67 - Ide Zara
68 Bab 68 - Cinta Pertama & Terakhir
69 Epilog - Pertama Kali Mengenalmu
70 Epilog - Nasib Keluarga Baskara [+Info Novel Zafran]
71 Novel Baru - Cinta Di Tengah Permusuhan
72 Novel Baru Konflik Rumah Tangga
73 Pengumuman Novel Baru
74 Novel Baru Gairah Zerin & Zidan
75 Pengumuman!
76 NOVEL WANITA KUAT
77 Novel Baru Dewasa & Perselingkuhan
78 Novel Impoten : Ritual Bergairah
Episodes

Updated 78 Episodes

1
Bab 1 - KDRT
2
Bab 2 - Direktur Baru
3
Bab 3 - Tentang Zara
4
Bab 4 - Bertemu Lagi
5
Bab 5 - Godaan Mantan
6
Bab 6 - Acara Reuni [1]
7
Bab 7 - Acara Reuni [2]
8
Bab 8 - Acara Reuni [3]
9
Bab 9 - Terpesona Lagi
10
Bab 10 - Ungkapan Gamal
11
Bab 11 - Kalimat Yang Terngiang
12
Bab 12 - Awal Mula [Affair]
13
Bab 13 - Rindu Yang Memanas
14
Bab 14 - Resminya Hubungan Rahasia
15
Bab 15 - Cincin & Kalung
16
Bab 16 - Serasa Kembali Muda
17
Bab 17 - Tempat Ternyaman
18
Bab 18 - Hari Pertunangan
19
Bab 19 - Bertemu Zafran
20
Bab 20 - Misi Mengambil Sampel DNA [1]
21
Bab 21 - Misi Mengambil Sampel DNA [2]
22
Bab 22 - Dimabuk Cinta
23
Bab 23 - Kedatangan Selia
24
Bab 24 - Perasaan Tak Rela
25
Bab 25 - Modus Anton
26
Bab 26 - Kebetulan Yang Aneh
27
Bab 27 - Terjebak Banjir
28
Bab 28 - Lantai Tiga, Kamar No. 20
29
Bab 29 - Paksaan Anton
30
Bab 30 - Keputusan Zara
31
Bab 31 - Saling Bercurah Hati
32
Bab 32 - Strategi Zara & Gamal
33
Bab 33 - Pulang
34
Bab 34 - Berkunjung Ke Panti
35
Bab 35 - Sayang?
36
Bab 36 - Mandi Bersama
37
Bab 37 - Memberitahu Zafran
38
Bab 38 - Usulan Elsa
39
Bab 39 - Memutuskan Pertunangan
40
Bab 40 - Lampu Hijau Zafran
41
Bab 41 - Kekalahan Anton
42
Bab 42 - Sekretaris Baru
43
Bab 43 - Berita Hangat
44
Bab 44 - Kandidat Sekretaris
45
Bab 45 - Menerima Kebencian
46
Bab 46 - Permainan Ranjang Zara
47
Bab 47 - Pertumpahan Darah
48
Bab 48 - Ancaman Afrijal
49
Bab 49 - Ciuman Tulus
50
Bab 50 - Menuju Pernikahan
51
Bab 51 - Hati-Hati Di Jalan
52
Bab 52 - Hari Pernikahan
53
Bab 53 - Hukuman
54
Bab 54 - Pembalasan Gamal
55
Bab 55 - Perihal Warisan
56
Bab 56 - Tiga Buah Ranjang
57
Bab 57 - Cinta & Hujan
58
Bab 58 - Mual
59
Bab 59 - Pijit-Memijit Berujung Birah*i
60
Bab 60 - Keajaiban
61
Bab 61 - Gangguan Selia
62
Bab 62 - Berkibarnya Bendera Permusuhan
63
Bab 63 - Keputusan Afrijal
64
Bab 64 - Bertemu Bi Nur
65
Bab 65 - Persaingan Tawar-Menawar
66
Bab 66 - Akibat Perselingkuhan
67
Bab 67 - Ide Zara
68
Bab 68 - Cinta Pertama & Terakhir
69
Epilog - Pertama Kali Mengenalmu
70
Epilog - Nasib Keluarga Baskara [+Info Novel Zafran]
71
Novel Baru - Cinta Di Tengah Permusuhan
72
Novel Baru Konflik Rumah Tangga
73
Pengumuman Novel Baru
74
Novel Baru Gairah Zerin & Zidan
75
Pengumuman!
76
NOVEL WANITA KUAT
77
Novel Baru Dewasa & Perselingkuhan
78
Novel Impoten : Ritual Bergairah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!