Bab 3 - Tentang Zara

...༻◐༺...

Setibanya di kantor direktur, Gamal mencegat kepergian Elena. Menanyakan sesuatu hal yang sejak tadi ingin ditanyakan.

"Cleaning service yang di lobi tadi. Itu namanya siapa ya?" Gamal memastikan. Dia takut apa yang dilihatnya hanyalah halusinasi. Selama tujuh tahun terakhir hal seperti itu sudah beberapa kali terjadi. Tidak jarang Gamal menanggung malu atas hal tersebut. Itulah sebabnya tadi dia mengabaikan Zara mentah-mentah. Seolah apa yang dilihatnya adalah angin lalu.

"Cleaning service?" Elena menguak memori dalam otak sejenak. Setelah berhasil mengingat, dia berucap, "Ah... yang di lobi tadi itu namanya Zara. Kenapa ya Tuan?"

Deg!

Sekali lagi jantung Gamal berdegub kencang. Kepastian tentang Zara membuatnya menghela nafas. Ia sempat membisu dalam sesaat.

"Tuan?" Elena yang penasaran, masih menanti jawaban Gamal. Panggilannya itu sukses menyadarkan keterpakuan Gamal.

"Eh... nggak apa-apa kok. Dia cuman mirip sama kenalanku aja. Tapi ternyata aku salah," kilah Gamal sembari memaksakan diri untuk tersenyum. "Ya sudah, kamu bisa pergi!" suruhnya.

"Kalau ada apa-apa, Tuan bisa memanggilku. Kursiku ada di luar, dan..." Elena mengaitkan anak rambut ke telinga. Menampakkan bagian rahang terbaiknya. Dia jelas sedang berusaha merayu Gamal. Elena juga menyilangkan kakinya, agar kedua pahanya yang mulus terlihat lebih menggoda. Ia kebetulan mengenakan rok ketat yang memiliki belahan cukup tinggi.

"Bukankah ini hari pertamaku? Apa pantas kau bersikap begini?" tukas Gamal ketus. Memancarkan pelototan yang tak pernah Elena duga.

"Ma-maaf, Tuan..." ungkap Elena. Dia menundukkan kepala. Bergegas memperbaiki rambut serta pakaian.

Ponsel Gamal mendadak berdering. Elena lantas berpamitan keluar dari ruangan. Saat itulah Gamal mengangkat panggilan telepon yang tidak lain dari Afrijal.

"Gamal, bagaimana hari pertamamu? Papah nggak sabar lihat kamu memimpin perusahaan yang sedang jatuh itu," ujar Afrijal dari seberang telepon.

"Aku sedang berusaha, Pah..." jawab Gamal seraya duduk menghempas ke kursi kerjanya.

"Kamu tidak lupa dengan janji jam tujuh malam nanti bukan?"

"Tentu, Pah. Gimana aku bisa lupa. Papah nggak usah khawatir, sekarang aku kan sudah berubah. Kali ini aku akan..." Gamal ragu untuk melanjutkan. Ingatannya tentang keberadaan Zara membuat pikirannya tidak karuan.

"Gamal? Kenapa kamu tiba-tiba diam?" imbuh Afrijal. Menyebabkan lamunan Gamal buyar seketika.

"Ada sesuatu yang aku pikirin, Pah. Nggak penting kok." Gamal memberikan alasan asal.

"Ya sudah, pokoknya jangan sampai kecewakan Selia. Setahuku dia gadis berpendidikan dan berasal dari keluarga Aksara. Papah yakin kamu akan menyukai Selia."

"Baiklah, Pah..." Gamal menjawab seadanya. Pembicaraan mereka berakhir, saat Afrijal mengakhiri panggilan lebih dulu.

Gamal mengusap kasar wajahnya. Dia tidak habis pikir. Kenapa Zara kembali muncul di waktu yang tidak tepat? Tekad Gamal yang tadinya ingin menuruti keinginan Afrijal, goyah begitu saja.

Sekali lagi Gamal berkutat pada ponsel. Mencoba menghubungi Raffi. Tidak perlu menunggu lama untuk menunggu panggilan terjawab.

"Cie... Pak Direktur. Gimana? Enak nggak, bisa beneran jadi bos?" sambut Raffi dari seberang telepon. Dia dan Gamal memang tidak pernah memutuskan kontak. Bahkan ketika sama-sama berada di luar negeri sekali pun.

"Baru juga aku datang ke perusahaan! Oh iya, aku nemu sesuatu yang mengejutkan di sini!" seru Gamal.

"Apaan?"

"Zara, Raf! Aku ketemu Zara!"

"Beneran? Dia kerja di tempatmu? Jangan bilang dia jadi sekretaris?" Raffi terdengar begitu kaget.

"Nggak tuh. Dia jadi OB. Anjir! Aku nggak nyangka!" keluh Gamal. Berjalan bolak-balik tidak karuan. Elena yang dapat menyaksikan dari luar, hanya bisa mengernyitkan kening.

"Bukannya kamu marah sama dia ya? Zara udah ninggalin kamu selama tujuh tahun. Tanpa kabar dan menghilang kayak ditelan bumi. Dan dia sekarang muncul pas kamu mau tunangan? Gila sih." Raffi terdengar menghembuskan nafas kasar. "Terus gimana respon dia pas lihat kamu?"

"Zara agak kaget gitu sih. Tapi seterusnya, dia biasa aja." Gamal akhirnya lelah dan memutuskan duduk di sofa.

"Abaikan aja dia, Mal. Kalau aku jadi kau, itu sudah yang aku lakukan. Lagian kamu kan udah lupain dia."

Gamal menggaruk kepalanya tanpa alasan. Lalu menyahut, "Ya iyalah! Ngapain aku masih berharap sama dia."

"Bagus deh. Kau mending fokus sama kerjaan dan rencana pertunangan. Semoga berhasil ya pertemuannya malam ini," harap Raffi. Obrolannya dan Gamal segera berakhir.

Gamal mencengkeram kepalanya sendiri. Lalu mencoba membuang jauh-jauh segala hal tentang Zara.

'Ngapain juga aku mikirin cewek itu,' batin Gamal. Dia masih belum mengetahui kalau Afrijal-lah yang telah membuat Zara pergi dari hidupnya.

Gamal menyibukkan diri untuk melihat berkas-berkas yang ada di meja. Dia mencoba mencari-cari sesuatu agar bisa membuat perusahaan Relangga Grup bisa maju lagi. Gamal cukup lama terfokus dengan berkas-berkas tersebut.

Tok!

Tok!

Pintu terdengar diketuk dua kali. Ada Zara di depan pintu. Ia membawa perlengkapan kebersihan. Dia hendak membersihkan toilet pribadi direktur.

Jujur saja, Zara sudah beberapa kali menenggak salivanya sendiri. Entah kenapa dirinya merasa gugup berhadapan dengan Gamal. Zara takut akan lupa diri. Ia terus saja menjadikan cincin pernikahannya sebagai pengingat. Cincin itu tampak selalu tersemat di jari manisnya.

"Masuk!" sahut Gamal.

"Permisi, Tuan. Aku mau bersihin toiletnya..." ujar Zara. Bersikap enggan.

"Iya, silahkan." Gamal tak acuh. Dia memilih berlagak seakan tidak mengenal.

Zara membungkuk hormat sejenak. Ia sepertinya juga memutuskan bersikap layaknya orang asing. Kemudian bergegas masuk ke dalam toilet.

Setibanya di toilet, Zara reflek mengelus dadanya berulang kali. Dia bahkan menepuk dadanya dengan perasaan kesal.

'Kamu kenapa sih?! Kenapa jadi berdebar-debar gini? Ingat, Ra! Kamu itu sudah punya suami dan anak! Biar suami kamu begitu, dia tetap suami kamu.' Zara mencoba menegur dirinya sendiri.

Hal serupa juga dirasakan Gamal dari meja kerja. Sekarang pria itu mencoba mengalihkan pikirannya dengan membuka berkas-berkas yang ada.

Tanpa disangka, Gamal malah terkena panggilan alam. Sungguh, dia sangat kesal. Alam seolah mendesaknya untuk berhadapan dengan Zara.

"Gila! Kenapa harus sekarang coba!" keluh Gamal kesal. Satu tangannya memegangi bagian alat vital. Keinginan untuk buang air kecil begitu menuntut.

"Ahh! Dari pada burungku mencuat. Lagian itu kan cuman Zara!" Gamal mencuci otaknya sendiri. Kemudian berlari masuk ke dalam toilet. Sosok Zara tentu langsung menyambut penglihatannya.

Melihat kemunculan Gamal, jantung Zara rasanya hampir copot. Dia hanya membulatkan mata seraya memegangi tongkat pel dengan erat.

"Kamu keluar dulu sana!" perintah Gamal.

Zara tidak bergeming. Ia seakan terhipnotis. Atensinya tertuju ke arah dua kancing kemeja Gamal yang terbuka. Dada bidang pria tersebut sedikit mengintip. Kalung emas putih yang sepertinya mahal, melingkar di sekitar leher Gamal.

Bukan hanya itu, badan Gamal terlihat lebih atletis dibandingkan dulu. Zara yakin selama tujuh tahun terakhir, Gamal rutin belorahraga di gym.

"Eh! Aku mau kencing loh. Mau lihat aku kencing?" tegur Gamal.

Zara tersentak. Dia bergegas keluar dari toilet dan memberikan ruang untuk Gamal. Pintu langsung ditutup pria tersebut.

Terpopuler

Comments

Nacita

Nacita

aku penasaran, uang yg d ksh bokap gamal brp besar dan d pke apa sm s zara, knp bsa kelilit utang k rentenir sih

2024-05-31

0

Bzaa

Bzaa

kasian Zara... sedih banget, tpi ada bagusny keguguran jdi gak ada beban dikemudian hari kl pisah sama Anton..

2023-06-25

0

Neneng cinta

Neneng cinta

bener nih......hati ga bs boong lho Mal...😁

2023-04-30

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - KDRT
2 Bab 2 - Direktur Baru
3 Bab 3 - Tentang Zara
4 Bab 4 - Bertemu Lagi
5 Bab 5 - Godaan Mantan
6 Bab 6 - Acara Reuni [1]
7 Bab 7 - Acara Reuni [2]
8 Bab 8 - Acara Reuni [3]
9 Bab 9 - Terpesona Lagi
10 Bab 10 - Ungkapan Gamal
11 Bab 11 - Kalimat Yang Terngiang
12 Bab 12 - Awal Mula [Affair]
13 Bab 13 - Rindu Yang Memanas
14 Bab 14 - Resminya Hubungan Rahasia
15 Bab 15 - Cincin & Kalung
16 Bab 16 - Serasa Kembali Muda
17 Bab 17 - Tempat Ternyaman
18 Bab 18 - Hari Pertunangan
19 Bab 19 - Bertemu Zafran
20 Bab 20 - Misi Mengambil Sampel DNA [1]
21 Bab 21 - Misi Mengambil Sampel DNA [2]
22 Bab 22 - Dimabuk Cinta
23 Bab 23 - Kedatangan Selia
24 Bab 24 - Perasaan Tak Rela
25 Bab 25 - Modus Anton
26 Bab 26 - Kebetulan Yang Aneh
27 Bab 27 - Terjebak Banjir
28 Bab 28 - Lantai Tiga, Kamar No. 20
29 Bab 29 - Paksaan Anton
30 Bab 30 - Keputusan Zara
31 Bab 31 - Saling Bercurah Hati
32 Bab 32 - Strategi Zara & Gamal
33 Bab 33 - Pulang
34 Bab 34 - Berkunjung Ke Panti
35 Bab 35 - Sayang?
36 Bab 36 - Mandi Bersama
37 Bab 37 - Memberitahu Zafran
38 Bab 38 - Usulan Elsa
39 Bab 39 - Memutuskan Pertunangan
40 Bab 40 - Lampu Hijau Zafran
41 Bab 41 - Kekalahan Anton
42 Bab 42 - Sekretaris Baru
43 Bab 43 - Berita Hangat
44 Bab 44 - Kandidat Sekretaris
45 Bab 45 - Menerima Kebencian
46 Bab 46 - Permainan Ranjang Zara
47 Bab 47 - Pertumpahan Darah
48 Bab 48 - Ancaman Afrijal
49 Bab 49 - Ciuman Tulus
50 Bab 50 - Menuju Pernikahan
51 Bab 51 - Hati-Hati Di Jalan
52 Bab 52 - Hari Pernikahan
53 Bab 53 - Hukuman
54 Bab 54 - Pembalasan Gamal
55 Bab 55 - Perihal Warisan
56 Bab 56 - Tiga Buah Ranjang
57 Bab 57 - Cinta & Hujan
58 Bab 58 - Mual
59 Bab 59 - Pijit-Memijit Berujung Birah*i
60 Bab 60 - Keajaiban
61 Bab 61 - Gangguan Selia
62 Bab 62 - Berkibarnya Bendera Permusuhan
63 Bab 63 - Keputusan Afrijal
64 Bab 64 - Bertemu Bi Nur
65 Bab 65 - Persaingan Tawar-Menawar
66 Bab 66 - Akibat Perselingkuhan
67 Bab 67 - Ide Zara
68 Bab 68 - Cinta Pertama & Terakhir
69 Epilog - Pertama Kali Mengenalmu
70 Epilog - Nasib Keluarga Baskara [+Info Novel Zafran]
71 Novel Baru - Cinta Di Tengah Permusuhan
72 Novel Baru Konflik Rumah Tangga
73 Pengumuman Novel Baru
74 Novel Baru Gairah Zerin & Zidan
75 Pengumuman!
76 NOVEL WANITA KUAT
77 Novel Baru Dewasa & Perselingkuhan
78 Novel Impoten : Ritual Bergairah
Episodes

Updated 78 Episodes

1
Bab 1 - KDRT
2
Bab 2 - Direktur Baru
3
Bab 3 - Tentang Zara
4
Bab 4 - Bertemu Lagi
5
Bab 5 - Godaan Mantan
6
Bab 6 - Acara Reuni [1]
7
Bab 7 - Acara Reuni [2]
8
Bab 8 - Acara Reuni [3]
9
Bab 9 - Terpesona Lagi
10
Bab 10 - Ungkapan Gamal
11
Bab 11 - Kalimat Yang Terngiang
12
Bab 12 - Awal Mula [Affair]
13
Bab 13 - Rindu Yang Memanas
14
Bab 14 - Resminya Hubungan Rahasia
15
Bab 15 - Cincin & Kalung
16
Bab 16 - Serasa Kembali Muda
17
Bab 17 - Tempat Ternyaman
18
Bab 18 - Hari Pertunangan
19
Bab 19 - Bertemu Zafran
20
Bab 20 - Misi Mengambil Sampel DNA [1]
21
Bab 21 - Misi Mengambil Sampel DNA [2]
22
Bab 22 - Dimabuk Cinta
23
Bab 23 - Kedatangan Selia
24
Bab 24 - Perasaan Tak Rela
25
Bab 25 - Modus Anton
26
Bab 26 - Kebetulan Yang Aneh
27
Bab 27 - Terjebak Banjir
28
Bab 28 - Lantai Tiga, Kamar No. 20
29
Bab 29 - Paksaan Anton
30
Bab 30 - Keputusan Zara
31
Bab 31 - Saling Bercurah Hati
32
Bab 32 - Strategi Zara & Gamal
33
Bab 33 - Pulang
34
Bab 34 - Berkunjung Ke Panti
35
Bab 35 - Sayang?
36
Bab 36 - Mandi Bersama
37
Bab 37 - Memberitahu Zafran
38
Bab 38 - Usulan Elsa
39
Bab 39 - Memutuskan Pertunangan
40
Bab 40 - Lampu Hijau Zafran
41
Bab 41 - Kekalahan Anton
42
Bab 42 - Sekretaris Baru
43
Bab 43 - Berita Hangat
44
Bab 44 - Kandidat Sekretaris
45
Bab 45 - Menerima Kebencian
46
Bab 46 - Permainan Ranjang Zara
47
Bab 47 - Pertumpahan Darah
48
Bab 48 - Ancaman Afrijal
49
Bab 49 - Ciuman Tulus
50
Bab 50 - Menuju Pernikahan
51
Bab 51 - Hati-Hati Di Jalan
52
Bab 52 - Hari Pernikahan
53
Bab 53 - Hukuman
54
Bab 54 - Pembalasan Gamal
55
Bab 55 - Perihal Warisan
56
Bab 56 - Tiga Buah Ranjang
57
Bab 57 - Cinta & Hujan
58
Bab 58 - Mual
59
Bab 59 - Pijit-Memijit Berujung Birah*i
60
Bab 60 - Keajaiban
61
Bab 61 - Gangguan Selia
62
Bab 62 - Berkibarnya Bendera Permusuhan
63
Bab 63 - Keputusan Afrijal
64
Bab 64 - Bertemu Bi Nur
65
Bab 65 - Persaingan Tawar-Menawar
66
Bab 66 - Akibat Perselingkuhan
67
Bab 67 - Ide Zara
68
Bab 68 - Cinta Pertama & Terakhir
69
Epilog - Pertama Kali Mengenalmu
70
Epilog - Nasib Keluarga Baskara [+Info Novel Zafran]
71
Novel Baru - Cinta Di Tengah Permusuhan
72
Novel Baru Konflik Rumah Tangga
73
Pengumuman Novel Baru
74
Novel Baru Gairah Zerin & Zidan
75
Pengumuman!
76
NOVEL WANITA KUAT
77
Novel Baru Dewasa & Perselingkuhan
78
Novel Impoten : Ritual Bergairah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!