Bab 17 - Tempat Ternyaman

...༻◐༺...

Gamal menangkup wajah Zara yang cemberut. Lalu mengajak gadis itu keluar dari ruang ganti. Akan tetapi Zara lekas menolak.

"Aku belum ganti baju!" ujar Zara.

"Udah... biar pakai baju ini aja. Nggak usah dilepas lagi." Gamal menanggalkan label yang masih tersemat di dress Zara. Dia segera beranjak sambil menarik tangan Zara. Kemudian berhenti tepat di depan meja kasir.

Gamal melakukan transaksi pembayaran. Harga dress yang dia belikan untuk Zara bukan kaleng-kaleng. Zara sendiri sampai mengangakan mulut. Dia baru angkat suara saat sudah meninggalkan toko.

"Gila, Mal. Ngapain beliin baju mahal begini buat aku?" tanya Zara. Merasa tak percaya.

"Terserah aku dong. Kepo banget," sahut Gamal tak acuh. Dia memaksa Zara untuk menggandeng lengannya.

Zara mau-mau saja. Dia bahkan tersenyum sembari menyandarkan kepala ke bahu Gamal. Zara melirik pria itu lamat-lamat dari samping.

'Aku harap kamu yang jadi suamiku, Mal... apa itu bisa terjadi ya?' batin Zara penuh harap. Dia dan Gamal pergi meninggalkan mall.

Bukannya menuju apartemen, Gamal justru membawa Zara ke sebuah hotel bintang lima. Tidak tanggung-tanggung, dia memesan kamar suit mewah.

"Mal, kau sekarang udah berlebihan tau nggak? Emang uangmu nggak habis?" tanya Zara seraya memperhatikan kamar suit yang sekarang dia masuki.

"Nggak perlu cemasin uangku, Ra. Uangnya malah nambah terus." Gamal menjawab dengan santai. Ia melepas jas, lalu duduk menghempas ke sofa.

Zara menghela nafas. Dia melangkah ke balkon. Dari sana Zara dapat menyaksikan pemandangan kota saat malam hari.

Sepasang tangan mendadak melingkar di perut Zara. Gamal menenggerkan dagu ke salah satu bahunya.

"Kita nginap satu malam di sini ya..." lirih Gamal. Ia memejamkan mata. Seakan telah menemukan tempat ternyaman.

Zara merasa terenyuh. Dia tidak pernah dimanjakan seperti sekarang. Mungkin satu-satunya orang yang mau memanjakan Zara di dunia ini hanyalah Gamal.

"Emang kita mau ngapain semalaman di sini?" tanya Zara.

"Ya ampun... pakai nanya segala lagi," sahut Gamal, yang terdengar seperti mengeluh.

Zara tergelak kecil. Malam itu dia dan Gamal menghabiskan waktu di hotel berduaan. Mereka melupakan segala kegelisahan serta kejengahan akan hidup sejenak.

Ketika pagi telah tiba, Zara menjadi orang yang terbangun lebih dulu. Bola matanya langsung mendelik ke arah Gamal. Kebetulan dia dan Gamal sama-sama telanjang dibalik selimut.

Zara termangu menatap Gamal. Berulang kali jari-jemarinya yang lentik mengusap kepala pria tersebut. Ingatan tentang apa yang terjadi selama semalaman tidak pernah akan Zara lupakan. Namun ketika mengingat kalau hubungan yang terjadi merupakan angan saja, dia perlahan menundukkan kepala.

Zara yang sempat melamun, akhirnya menengok jam dinding. Dia dibuat begitu kaget ketika menyadari waktu menunjukkan jam 08.10. Gadis itu bergegas masuk ke kamar mandi.

Akibat keributan yang dibuat Zara, Gamal terbangun dari tidur. Ia mengenakan celana pendek, kemudian menyusul ke kamar mandi.

Ceklek...

Pintu kebetulan tidak dikunci. Nampaknya Zara lupa untuk menguncinya. Gamal lantas mendudukkan diri ke atas closet.

Posisi Zara dan Gamal hanya dihelat dengan dinding yang terbuat dari kaca. Keduanya sibuk dengan aktifitas masing-masing. Terutama Zara, yang baru selesai membersihkan sekujur badan dengan sabun dan shampo.

Zara langsung menoleh, ketika Gamal tiba-tiba masuk. Dia semakin terperangah tatkala mendengar Gamal memperdengarkan suara kentut yang merdu.

"Anjir, Mal. Kau itu nggak malu apa?!" timpal Zara sembari meringiskan wajah.

"Apaan sih! Bukannya kamu udah biasa dengar kentutku sejak SMA?" balas Gamal santai. Zara merupakan satu-satunya perempuan yang membuatnya nyaman.

"Ampun dah..." keluh Zara seraya bergegas keluar dari kamar mandi. Dia tidak lupa menutup hidungnya rapat-rapat.

"Bwahahaha!" Gamal tertawa geli melihat gelagat Zara.

Tepat di luar kamar mandi, Zara sebenarnya terkekeh. Dia jadi teringat masa-masa dulu. Sejujurnya dirinya tidak hanya sering mendengar kentut Gamal, tetapi juga mengelap muntahan perut dari lelaki itu. Kebetulan dulu Gamal cukup sering mengkonsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang.

"Suram banget hidupku..." gumam Zara. Mengomentari hidupnya sendiri. Dia baru selesai mengenakan pakaian. Zara sudah siap untuk pergi.

"Mal! Aku pulang duluan ya! Aku harus jemput Zafran. Ini sudah telat banget!" seru Zara. Dia meraih tas selempang dan beranjak dari kamar suit.

"Zara, tunggu!" cegah Gamal. Dia yang telah selesai buang air besar, buru-buru keluar dari kamar mandi. Namun sayang, dia tidak sempat mencegat kepergian Zara.

Ponsel Gamal berdering. Dia mendapat panggilan dari Selia. Dengan lidah yang berdecak kesal, Gamal mengangkat panggilan tersebut.

"Mal, kamu kemana aja? Jangan bilang kau lupa dengan acara pertunangan malam ini?" timpal Selia dari seberang telepon.

"Lupa? Enak aja. Ini aku sedang dalam perjalanan menuju tempat acara kok. Aku juga udah beli cincin untuk pertunangan kita," sahut Gamal dengan berat hati. Ia sesekali menggaruk kepalanya dengan kasar.

"Beneran? Ya udah deh. Aku tunggu ya... maaf kalau akhir-akhir ini aku sibuk banget." Selia terdengar menyesal.

"Nggak apa-apa. Aku ngerti kok," tanggap Gamal. Pembicaraannya berakhir di situ. Dia segera bersiap untuk menemui Selia.

...***...

Zara berlari tergesak-gesak memasuki panti asuhan. Ia memanggil nama Zafran berkali-kali.

"Zafran sudah aku antarkan ke sekolah!" Wida muncul dari balik pintu dapur. "Kamu kemana aja, hah?! Sampai lupa sama anak sendiri!" tukasnya, melanjutkan. Keningnya mengernyit dalam.

"Tadi malam ada lembur, Bi. Ya udah aku pulang dulu." Zara tidak berniat bicara panjang lebar dengan Wida. Ia tidak mau dicecar terlalu banyak pertanyaan.

Wida hanya menghela nafas kasar. Dia membiarkan Zara pergi. Kali ini Wida akan mempercayai Zara.

Sekarang Zara tidak punya pilihan selain pergi ke perusahaan. Dia mencoba menahan diri untuk tidak menemui Gamal. Padahal jika ingin bertemu pun Zara tetap tidak bisa bertemu. Karena Gamal sedang disibukkan dengan acara pertunangan.

"Kak Zara!" panggil Susan. Dia berlari menghampiri Zara.

"Kenapa?" tanya Zara.

"Restoran Angkasa Jaya mendapatkan pesanan untuk acara besar. Mereka membutuhkan lebih banyak pelayan! Kakak ikut kan?" ujar Susan bersemangat. Kedua alisnya terangkat secara bersamaan.

"Aku kayaknya nggak--"

"Kakak harus ikut! Acara besar itu seru banget, Kak." Susan bersikeras. Dia sepertinya bertekad memaksa Zara untuk ikut.

"Aku nggak bisa, San. Aku harus ngurus anakku. Maaf banget ya..." Zara menolak baik-baik. Dia tersenyum dan segera berlalu pergi.

Zara menjemput Zafran lebih cepat dari biasanya. Dia merasa bersalah karena melupakan putranya itu semalaman. Zara langsung memeluk erat Zafran, saat anak itu keluar dari gerbang sekolah.

"Kenapa Bunda nggak jemput aku tadi malam?" tanya Zafran seraya menggembungkan kedua pipinya.

"Maafin Bunda ya... Bunda tadi malam punya banyak kerjaan. Yang penting Bunda udah bareng kamu lagi kan?" ucap Zara. Mengulas senyuman simpul.

Sebelum pulang, Zara menyempatkan diri untuk membeli bahan makanan di sebuah kedai pinggir jalan. Bertepatan dengan itu, sebuah mobil tampak berhenti. Salah satu orang yang paling dihindari Zara di dunia ini, keluar dari mobil.

Deg!

Jantung Zara berdebam keras. Dia mematung sambil menggenggam tangan Zafran kuat-kuat.

Terpopuler

Comments

Bzaa

Bzaa

duhhhh.... siapa ya?

2023-06-25

0

Elly Watty

Elly Watty

mata afrizal dimana2 zara, harusnya gamal waspada

2022-11-11

0

Noer Amifah

Noer Amifah

👍

2022-06-25

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - KDRT
2 Bab 2 - Direktur Baru
3 Bab 3 - Tentang Zara
4 Bab 4 - Bertemu Lagi
5 Bab 5 - Godaan Mantan
6 Bab 6 - Acara Reuni [1]
7 Bab 7 - Acara Reuni [2]
8 Bab 8 - Acara Reuni [3]
9 Bab 9 - Terpesona Lagi
10 Bab 10 - Ungkapan Gamal
11 Bab 11 - Kalimat Yang Terngiang
12 Bab 12 - Awal Mula [Affair]
13 Bab 13 - Rindu Yang Memanas
14 Bab 14 - Resminya Hubungan Rahasia
15 Bab 15 - Cincin & Kalung
16 Bab 16 - Serasa Kembali Muda
17 Bab 17 - Tempat Ternyaman
18 Bab 18 - Hari Pertunangan
19 Bab 19 - Bertemu Zafran
20 Bab 20 - Misi Mengambil Sampel DNA [1]
21 Bab 21 - Misi Mengambil Sampel DNA [2]
22 Bab 22 - Dimabuk Cinta
23 Bab 23 - Kedatangan Selia
24 Bab 24 - Perasaan Tak Rela
25 Bab 25 - Modus Anton
26 Bab 26 - Kebetulan Yang Aneh
27 Bab 27 - Terjebak Banjir
28 Bab 28 - Lantai Tiga, Kamar No. 20
29 Bab 29 - Paksaan Anton
30 Bab 30 - Keputusan Zara
31 Bab 31 - Saling Bercurah Hati
32 Bab 32 - Strategi Zara & Gamal
33 Bab 33 - Pulang
34 Bab 34 - Berkunjung Ke Panti
35 Bab 35 - Sayang?
36 Bab 36 - Mandi Bersama
37 Bab 37 - Memberitahu Zafran
38 Bab 38 - Usulan Elsa
39 Bab 39 - Memutuskan Pertunangan
40 Bab 40 - Lampu Hijau Zafran
41 Bab 41 - Kekalahan Anton
42 Bab 42 - Sekretaris Baru
43 Bab 43 - Berita Hangat
44 Bab 44 - Kandidat Sekretaris
45 Bab 45 - Menerima Kebencian
46 Bab 46 - Permainan Ranjang Zara
47 Bab 47 - Pertumpahan Darah
48 Bab 48 - Ancaman Afrijal
49 Bab 49 - Ciuman Tulus
50 Bab 50 - Menuju Pernikahan
51 Bab 51 - Hati-Hati Di Jalan
52 Bab 52 - Hari Pernikahan
53 Bab 53 - Hukuman
54 Bab 54 - Pembalasan Gamal
55 Bab 55 - Perihal Warisan
56 Bab 56 - Tiga Buah Ranjang
57 Bab 57 - Cinta & Hujan
58 Bab 58 - Mual
59 Bab 59 - Pijit-Memijit Berujung Birah*i
60 Bab 60 - Keajaiban
61 Bab 61 - Gangguan Selia
62 Bab 62 - Berkibarnya Bendera Permusuhan
63 Bab 63 - Keputusan Afrijal
64 Bab 64 - Bertemu Bi Nur
65 Bab 65 - Persaingan Tawar-Menawar
66 Bab 66 - Akibat Perselingkuhan
67 Bab 67 - Ide Zara
68 Bab 68 - Cinta Pertama & Terakhir
69 Epilog - Pertama Kali Mengenalmu
70 Epilog - Nasib Keluarga Baskara [+Info Novel Zafran]
71 Novel Baru - Cinta Di Tengah Permusuhan
72 Novel Baru Konflik Rumah Tangga
73 Pengumuman Novel Baru
74 Novel Baru Gairah Zerin & Zidan
75 Pengumuman!
76 NOVEL WANITA KUAT
77 Novel Baru Dewasa & Perselingkuhan
78 Novel Impoten : Ritual Bergairah
Episodes

Updated 78 Episodes

1
Bab 1 - KDRT
2
Bab 2 - Direktur Baru
3
Bab 3 - Tentang Zara
4
Bab 4 - Bertemu Lagi
5
Bab 5 - Godaan Mantan
6
Bab 6 - Acara Reuni [1]
7
Bab 7 - Acara Reuni [2]
8
Bab 8 - Acara Reuni [3]
9
Bab 9 - Terpesona Lagi
10
Bab 10 - Ungkapan Gamal
11
Bab 11 - Kalimat Yang Terngiang
12
Bab 12 - Awal Mula [Affair]
13
Bab 13 - Rindu Yang Memanas
14
Bab 14 - Resminya Hubungan Rahasia
15
Bab 15 - Cincin & Kalung
16
Bab 16 - Serasa Kembali Muda
17
Bab 17 - Tempat Ternyaman
18
Bab 18 - Hari Pertunangan
19
Bab 19 - Bertemu Zafran
20
Bab 20 - Misi Mengambil Sampel DNA [1]
21
Bab 21 - Misi Mengambil Sampel DNA [2]
22
Bab 22 - Dimabuk Cinta
23
Bab 23 - Kedatangan Selia
24
Bab 24 - Perasaan Tak Rela
25
Bab 25 - Modus Anton
26
Bab 26 - Kebetulan Yang Aneh
27
Bab 27 - Terjebak Banjir
28
Bab 28 - Lantai Tiga, Kamar No. 20
29
Bab 29 - Paksaan Anton
30
Bab 30 - Keputusan Zara
31
Bab 31 - Saling Bercurah Hati
32
Bab 32 - Strategi Zara & Gamal
33
Bab 33 - Pulang
34
Bab 34 - Berkunjung Ke Panti
35
Bab 35 - Sayang?
36
Bab 36 - Mandi Bersama
37
Bab 37 - Memberitahu Zafran
38
Bab 38 - Usulan Elsa
39
Bab 39 - Memutuskan Pertunangan
40
Bab 40 - Lampu Hijau Zafran
41
Bab 41 - Kekalahan Anton
42
Bab 42 - Sekretaris Baru
43
Bab 43 - Berita Hangat
44
Bab 44 - Kandidat Sekretaris
45
Bab 45 - Menerima Kebencian
46
Bab 46 - Permainan Ranjang Zara
47
Bab 47 - Pertumpahan Darah
48
Bab 48 - Ancaman Afrijal
49
Bab 49 - Ciuman Tulus
50
Bab 50 - Menuju Pernikahan
51
Bab 51 - Hati-Hati Di Jalan
52
Bab 52 - Hari Pernikahan
53
Bab 53 - Hukuman
54
Bab 54 - Pembalasan Gamal
55
Bab 55 - Perihal Warisan
56
Bab 56 - Tiga Buah Ranjang
57
Bab 57 - Cinta & Hujan
58
Bab 58 - Mual
59
Bab 59 - Pijit-Memijit Berujung Birah*i
60
Bab 60 - Keajaiban
61
Bab 61 - Gangguan Selia
62
Bab 62 - Berkibarnya Bendera Permusuhan
63
Bab 63 - Keputusan Afrijal
64
Bab 64 - Bertemu Bi Nur
65
Bab 65 - Persaingan Tawar-Menawar
66
Bab 66 - Akibat Perselingkuhan
67
Bab 67 - Ide Zara
68
Bab 68 - Cinta Pertama & Terakhir
69
Epilog - Pertama Kali Mengenalmu
70
Epilog - Nasib Keluarga Baskara [+Info Novel Zafran]
71
Novel Baru - Cinta Di Tengah Permusuhan
72
Novel Baru Konflik Rumah Tangga
73
Pengumuman Novel Baru
74
Novel Baru Gairah Zerin & Zidan
75
Pengumuman!
76
NOVEL WANITA KUAT
77
Novel Baru Dewasa & Perselingkuhan
78
Novel Impoten : Ritual Bergairah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!