Bab 15 - Cincin & Kalung

...༻◐༺...

Zara berdiri di depan cermin toilet. Sedari tadi dia terus memperhatikan tanda merah yang ada di salah satu bahunya. Siapa lagi yang memberikan tanda merah itu selain dari pada Gamal.

Entah kenapa, Zara rela berlama-lama menatap tanda merah tersebut. Kemungkinan hatinya sedang berbunga-bunga.

Bertepatan dengan itu, Zara mendapatkan pesan dari Wida. Dia baru teringat kalau hari sudah malam. Zara harus segera menjemput Zafran.

Zara melangkah jauh dari lokasi perusahaan. Dia berniat menaiki bus umum. Namun sebuah mobil mewah tiba-tiba berhenti. Zara sontak menghentikan pergerakan kakinya. Dia tahu betul kalau pemilik mobil itu adalah Gamal.

"Mau aku anterin pulang?" tawar Gamal sembari membuka kaca jendela mobil.

Zara tersenyum lembut. Ia mengangguk dan segera masuk ke mobil Gamal.

"Rumahmu dimana?" tanya Gamal seraya menjalankan mobil dengan pelan.

"Antar ke panti asuhan aja," jawab Zara. Dia mengaitkan anak rambut ke daun telinga. Entah kenapa dirinya merasa muda lagi saat bersama Gamal.

"Hah? Kau masih tinggal di panti?" Gamal menoleh selintas. Kelopak matanya melebar. Memperlihatkan manik hitamnya lebih jelas.

Zara menggeleng. "Nggak! Aku cuman mau jemput anakku," sahutnya.

Deg!

Mendengar kata anak, Gamal sangat terkejut. Dia reflek menginjak rem mobil. Sehingga mobil berhenti dengan tiba-tiba. Gamal dan Zara tersentak bersamaan ke arah depan.

"Mal!" panggil Zara spontan. Jantungnya bergermuruh akibat dibuat panik dengan penghentian tiba-tiba.

"Kamu juga udah punya anak?" timpal Gamal memastikan. Matanya mendelik. Dia merasa tidak percaya. Sebab selama ini Zara tidak pernah membicarakan perihal anak.

"Iya, anakku cowok," ujar Zara. Ia sebenarnya sangat ingin mengatakan Zafran adalah anak Gamal. Namun tidak bisa. Zara takut Gamal akan menjadi emosional. Dia masih ingin menjalani hubungan rahasia yang tenang.

Di sisi lain, Zara belum siap menanggung resiko yang akan terjadi. Terlebih Anton dan Afrijal sama-sama ancaman baginya. Zara hanya berusaha melindungi Zafran dan Gamal sekaligus.

"Kenapa nggak pernah cerita?" Gamal kembali bertanya.

"Kamu nggak pernah tanya," jawab Zara tenang.

Gamal memejamkan mata sejenak. Ketika suara klakson terdengar bersahutan di belakang, barulah dia bergegas menjalankan mobilnya lagi.

Hening menyelimuti suasana. Fakta tambahan tentang Zara yang sudah memiliki anak, membuat hati Gamal merasa tidak enak.

"Kamu nggak mikirin anakmu, Ra? Sebelum ngajak aku masuk ke hubungan rahasia kita sekarang?" Gamal tampak memasang raut wajah serius.

"Mikirin sih. Tapi... ya gitu deh..." Zara bingung harus menjawab apa. Dia benar-benar tidak mau menceritakan segala penderitaan yang diterimanya selama ini.

"Ya gitu gimana?! Bisa jelasin ke aku nggak?" Gamal menuntut jawaban.

Zara menarik nafas dalam-dalam. Entah kenapa dia kesal terhadap desakan Gamal.

"Kalau aku nggak mau jelasin, gimana? Sudah kubilang aku melakukan hubungan denganmu untuk pengalihan. Aku tidak mau membicarakan rumah tanggaku saat bersamamu! Jangan coba tanya-tanya lagi! Kalau nggak, hubungan kita mending udahan aja!" tukas Zara yang malah berakhir mengomel.

Gamal memutar bola mata jengah. Dia terpaksa memilih mengalah. Lagi pula Gamal tidak mau hubungannya berakhir dengan Zara. Tidak untuk sekarang.

Tidak lama kemudian, Gamal dan Zara tiba di panti asuhan. Zara yang hampir keluar dari mobil, dicekal oleh Gamal.

"Kenapa lagi?" Kening Zara mengernyit. Namun Gamal malah membalas dengan sebuah kecupan di pipi.

"Sampai jumpa besok!" ujar Gamal. Berhasil membuat Zara mengembangkan senyum.

Zara mematung dalam sesaat. Dia melirik Gamal dengan rasa kagum. Walau belum siap memberitahu kebenaran tentang Zafran, tetapi pemikiran untuk mempertemukan Gamal dengan putranya sempat terlintas dalam benak.

"Mau ketemu anakku nggak? Namanya Zafran. Dia..."

"Nggak usah! Lain kali aja. Dan tolong ya, Ra. Jangan bicarain tentang suami sama anakmu pas bareng aku!" potong Gamal sambil mengacungkan jari telunjuk ke depan wajah.

Zara lantas mengangguk saja. Dia segera turun dari mobil. Gamal otomatis beranjak pergi.

Kini Zara dan Zafran memutuskan untuk pulang. Keduanya berjalan sembari terus bergandengan tangan.

Langkah Zara terhenti, tatkala menyakasikan Anton dan beberapa temannya mabuk-mabukkan di teras rumah. Tanpa pikir panjang, Zara mengajak Zafran berbalik arah.

"Bunda kenapa kita pergi lagi?" tanya Zafran dengan mimik wajah polosnya.

"Ada yang mau Bunda beli. Kita jalan-jalan sebentar dulu ya," ucap Zara.

Zafran yang mendengar, langsung melompat-lompat kegirangan. Zara lantas tersenyum saat melihatnya.

Sementara itu, Gamal baru saja berhenti di sebuah toko perhiasan. Selia menyuruhnya untuk membeli cincin pertunangan seorang diri. Gadis itu kebetulan sedang disibukkan dengan pekerjaan. Setidaknya begitulah yang Gamal tahu.

Entah berapa kali Gamal menghela nafas berat. Dia masuk ke toko perhiasan dan meminta rekomendasi cincin yang bagus.

"Aku merekomendasikan cincin yang sedang banyak digemari orang." Seorang pramuniaga memperlihatkan sepasang cincin. Modelnya sendiri memiliki satu batu berlian yang mengkilap.

"Ya sudah aku beli yang ini saja." Gamal asal memutuskan. Ia sebenarnya tidak peduli jenis cincin untuk pertunangan nanti akan seperti apa.

"Harganya dua puluh enam juta rupiah ya, Tuan." Sang pramuniaga memberitahukan. Gamal hanya mengangguk dan merekahkan senyuman. Harga segitu tentu bukanlah apa-apa baginya.

Sekarang Gamal iseng melihat-lihat perhiasan lain. Hingga sebuah kalung berlian menarik perhatiannya.

"Mbak, tolong bungkuskan juga kalung yang itu!" titah Gamal.

"Tentu saja, Tuan. Tapi kalung itu keluaran terbaru, harganya sebesar tujuh puluh juta lebih. Apakah--"

"Aku tetap membelinya!" Gamal bersikeras. Dia sudah mengeluarkan dompet dari saku celana.

"Baiklah, Tuan. Dengan senang hati." Pramuniaga wanita itu tentu senang dengan pilihan Gamal. Dia segera membungkuskan perhiasan yang di inginkan Gamal.

Setelah selesai membeli perhiasan, Gamal keluar dari toko. Saat itulah atensinya menangkap kehadiran Zara dan Zafran. Dua ibu dan anak itu tengah asyik menikmati bakso di warung pinggiran jalan. Tempatnya sendiri berseberangan dengan toko perhiasan.

Gamal memicingkan mata. Perlahan senyumannya terukir. Terutama saat menyaksikan sisi berbeda dari seorang Zara. Gadis itu memperlihatkan sisi keibuannya. Zara menyuapi Zafran dengan hati-hati.

Perhatian Gamal sekarang tertuju ke arah Zafran. Entah kenapa dia merasa senang melihat wajah anak tersebut.

Tanpa basa-basi, Gamal melangkah untuk menyeberang jalan. Akan tetapi jalannya terhenti, ketika menyaksikan seorang lelaki menghampiri Zara.

"Ayah!" pekik Zafran. Dari sana Gamal dapat mengetahui kalau lelaki itu adalah suami Zara.

Gamal akhirnya urung mendekat. Karena tidak ingin tambah kecewa, dia langsung pergi dengan mobil.

Sementara Zara, dia bergegas memeluk Zafran. Apalagi saat menyaksikan Anton sudah duduk di kursi dengan satu kaki terlipat.

"Kamu mau berniat kabur lagi, hah?!" timpal Anton. Matanya tampak memerah. Ia jelas sedang dalam keadaan mabuk. Meskipun begitu, mabuk Anton kali ini tidak separah biasanya. Pria itu masih dapat menguasai kesadaran.

"Kita bicarakan di rumah saja, Mas." Zara mengajak Zafran beranjak meninggalkan Anton. Dia tidak mau berdebat dengan Anton. Terutama saat ada di tempat umum.

"Gitu ya kamu sama suami!" pekik Anton seraya mengeratkan rahang kesal. Ia langsung mengejar istri dan anaknya.

Terpopuler

Comments

Bzaa

Bzaa

yah aturan Gamal jgn langsung pergi

2023-06-25

0

Diah Elmawati

Diah Elmawati

Kasihan Zara dapat perlakuan yang kasar terus dari Anton

2023-03-24

0

Gina Putri Yana

Gina Putri Yana

Thor up lgi

2022-06-06

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - KDRT
2 Bab 2 - Direktur Baru
3 Bab 3 - Tentang Zara
4 Bab 4 - Bertemu Lagi
5 Bab 5 - Godaan Mantan
6 Bab 6 - Acara Reuni [1]
7 Bab 7 - Acara Reuni [2]
8 Bab 8 - Acara Reuni [3]
9 Bab 9 - Terpesona Lagi
10 Bab 10 - Ungkapan Gamal
11 Bab 11 - Kalimat Yang Terngiang
12 Bab 12 - Awal Mula [Affair]
13 Bab 13 - Rindu Yang Memanas
14 Bab 14 - Resminya Hubungan Rahasia
15 Bab 15 - Cincin & Kalung
16 Bab 16 - Serasa Kembali Muda
17 Bab 17 - Tempat Ternyaman
18 Bab 18 - Hari Pertunangan
19 Bab 19 - Bertemu Zafran
20 Bab 20 - Misi Mengambil Sampel DNA [1]
21 Bab 21 - Misi Mengambil Sampel DNA [2]
22 Bab 22 - Dimabuk Cinta
23 Bab 23 - Kedatangan Selia
24 Bab 24 - Perasaan Tak Rela
25 Bab 25 - Modus Anton
26 Bab 26 - Kebetulan Yang Aneh
27 Bab 27 - Terjebak Banjir
28 Bab 28 - Lantai Tiga, Kamar No. 20
29 Bab 29 - Paksaan Anton
30 Bab 30 - Keputusan Zara
31 Bab 31 - Saling Bercurah Hati
32 Bab 32 - Strategi Zara & Gamal
33 Bab 33 - Pulang
34 Bab 34 - Berkunjung Ke Panti
35 Bab 35 - Sayang?
36 Bab 36 - Mandi Bersama
37 Bab 37 - Memberitahu Zafran
38 Bab 38 - Usulan Elsa
39 Bab 39 - Memutuskan Pertunangan
40 Bab 40 - Lampu Hijau Zafran
41 Bab 41 - Kekalahan Anton
42 Bab 42 - Sekretaris Baru
43 Bab 43 - Berita Hangat
44 Bab 44 - Kandidat Sekretaris
45 Bab 45 - Menerima Kebencian
46 Bab 46 - Permainan Ranjang Zara
47 Bab 47 - Pertumpahan Darah
48 Bab 48 - Ancaman Afrijal
49 Bab 49 - Ciuman Tulus
50 Bab 50 - Menuju Pernikahan
51 Bab 51 - Hati-Hati Di Jalan
52 Bab 52 - Hari Pernikahan
53 Bab 53 - Hukuman
54 Bab 54 - Pembalasan Gamal
55 Bab 55 - Perihal Warisan
56 Bab 56 - Tiga Buah Ranjang
57 Bab 57 - Cinta & Hujan
58 Bab 58 - Mual
59 Bab 59 - Pijit-Memijit Berujung Birah*i
60 Bab 60 - Keajaiban
61 Bab 61 - Gangguan Selia
62 Bab 62 - Berkibarnya Bendera Permusuhan
63 Bab 63 - Keputusan Afrijal
64 Bab 64 - Bertemu Bi Nur
65 Bab 65 - Persaingan Tawar-Menawar
66 Bab 66 - Akibat Perselingkuhan
67 Bab 67 - Ide Zara
68 Bab 68 - Cinta Pertama & Terakhir
69 Epilog - Pertama Kali Mengenalmu
70 Epilog - Nasib Keluarga Baskara [+Info Novel Zafran]
71 Novel Baru - Cinta Di Tengah Permusuhan
72 Novel Baru Konflik Rumah Tangga
73 Pengumuman Novel Baru
74 Novel Baru Gairah Zerin & Zidan
75 Pengumuman!
76 NOVEL WANITA KUAT
77 Novel Baru Dewasa & Perselingkuhan
78 Novel Impoten : Ritual Bergairah
Episodes

Updated 78 Episodes

1
Bab 1 - KDRT
2
Bab 2 - Direktur Baru
3
Bab 3 - Tentang Zara
4
Bab 4 - Bertemu Lagi
5
Bab 5 - Godaan Mantan
6
Bab 6 - Acara Reuni [1]
7
Bab 7 - Acara Reuni [2]
8
Bab 8 - Acara Reuni [3]
9
Bab 9 - Terpesona Lagi
10
Bab 10 - Ungkapan Gamal
11
Bab 11 - Kalimat Yang Terngiang
12
Bab 12 - Awal Mula [Affair]
13
Bab 13 - Rindu Yang Memanas
14
Bab 14 - Resminya Hubungan Rahasia
15
Bab 15 - Cincin & Kalung
16
Bab 16 - Serasa Kembali Muda
17
Bab 17 - Tempat Ternyaman
18
Bab 18 - Hari Pertunangan
19
Bab 19 - Bertemu Zafran
20
Bab 20 - Misi Mengambil Sampel DNA [1]
21
Bab 21 - Misi Mengambil Sampel DNA [2]
22
Bab 22 - Dimabuk Cinta
23
Bab 23 - Kedatangan Selia
24
Bab 24 - Perasaan Tak Rela
25
Bab 25 - Modus Anton
26
Bab 26 - Kebetulan Yang Aneh
27
Bab 27 - Terjebak Banjir
28
Bab 28 - Lantai Tiga, Kamar No. 20
29
Bab 29 - Paksaan Anton
30
Bab 30 - Keputusan Zara
31
Bab 31 - Saling Bercurah Hati
32
Bab 32 - Strategi Zara & Gamal
33
Bab 33 - Pulang
34
Bab 34 - Berkunjung Ke Panti
35
Bab 35 - Sayang?
36
Bab 36 - Mandi Bersama
37
Bab 37 - Memberitahu Zafran
38
Bab 38 - Usulan Elsa
39
Bab 39 - Memutuskan Pertunangan
40
Bab 40 - Lampu Hijau Zafran
41
Bab 41 - Kekalahan Anton
42
Bab 42 - Sekretaris Baru
43
Bab 43 - Berita Hangat
44
Bab 44 - Kandidat Sekretaris
45
Bab 45 - Menerima Kebencian
46
Bab 46 - Permainan Ranjang Zara
47
Bab 47 - Pertumpahan Darah
48
Bab 48 - Ancaman Afrijal
49
Bab 49 - Ciuman Tulus
50
Bab 50 - Menuju Pernikahan
51
Bab 51 - Hati-Hati Di Jalan
52
Bab 52 - Hari Pernikahan
53
Bab 53 - Hukuman
54
Bab 54 - Pembalasan Gamal
55
Bab 55 - Perihal Warisan
56
Bab 56 - Tiga Buah Ranjang
57
Bab 57 - Cinta & Hujan
58
Bab 58 - Mual
59
Bab 59 - Pijit-Memijit Berujung Birah*i
60
Bab 60 - Keajaiban
61
Bab 61 - Gangguan Selia
62
Bab 62 - Berkibarnya Bendera Permusuhan
63
Bab 63 - Keputusan Afrijal
64
Bab 64 - Bertemu Bi Nur
65
Bab 65 - Persaingan Tawar-Menawar
66
Bab 66 - Akibat Perselingkuhan
67
Bab 67 - Ide Zara
68
Bab 68 - Cinta Pertama & Terakhir
69
Epilog - Pertama Kali Mengenalmu
70
Epilog - Nasib Keluarga Baskara [+Info Novel Zafran]
71
Novel Baru - Cinta Di Tengah Permusuhan
72
Novel Baru Konflik Rumah Tangga
73
Pengumuman Novel Baru
74
Novel Baru Gairah Zerin & Zidan
75
Pengumuman!
76
NOVEL WANITA KUAT
77
Novel Baru Dewasa & Perselingkuhan
78
Novel Impoten : Ritual Bergairah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!