Bab 11 - Kalimat Yang Terngiang

...༻◐༺...

Setelah mendengar pengakuan Zara, pikiran Gamal semakin tidak karuan. Dia tidak bisa percaya sebelum mengetahui fakta lebih lanjut. Hingga akhirnya Gamal mencoba mencari tahu sendiri.

Diam-diam Gamal mencari berkas pribadi Zara melalui data perusahaan. Ia tidak perlu waktu lama untuk mencari.

Gamal langsung memeriksa status Zara dalam berkas tersebut. Benar saja, di berkas itu status Zara diterangkan sudah menikah. Gamal hanya bisa menghela nafas panjang. Dia merasa sangat kecewa.

Perlahan Gamal duduk menyandar ke sofa. Menatap kosong ke arah luar jendela. Ia teringat dengan perjuangan dirinya tanpa Zara selama tujuh tahun terakhir.

Yang dilakukan Gamal saat itu hanyalah berusaha patuh kepada Afrijal. Belajar sungguh-sungguh, sampai terdidik menjadi pria yang di inginkan Afrijal. Gamal bahkan tidak pernah lagi menyentuh alkohol, rokok, obat-obatan terlarang, dan wanita.

Gamal akhirnya terpikir, mungkin saja perpisahannya dengan Zara memberikan dampak baik. Meski masih berharap, Gamal akan berusaha melupakan Zara.

'Aku tidak tahu alasannya. Yang jelas Zara sudah menolakku mentah-mentah. Baiklah kalau itu yang dia mau,' ucap Gamal dalam hati. Salah satu tangannya mengepal. Membuktikan bahwa dirinya telah mengambil keputusan bulat.

Di sisi lain, Zara sibuk gigit jari. Ia sedang berada di salah satu bilik toilet. Jujur saja, perkataan Gamal tadi pagi terus terngiang di telinga.

'Udah Zara... lupakan... masalahmu akan tambah parah kalau balikan sama Gamal.' Sekali lagi Zara memperingatkan dirinya sendiri.

Zara menenangkan diri. Berulang kali dia menghembuskan nafas lewat mulut. Seterusnya, barulah Zara lanjut bekerja.

...'Kembalilah kepadaku sebelum semuanya terlambat.'...

...'Kembalilah kepadaku sebelum semuanya terlambat.'...

...'Kembalilah kepadaku sebelum semuanya terlambat.'...

Kalimat yang dilantunkan Gamal terus menjadi momok pikiran Zara. Gadis itu jadi tidak fokus bekerja.

"Arrrghhh!!!" Zara mengacak-acak rambut frustasi. Salah satu kakinya menghentak sebal. Dia ingin sekali melupakan segala hal tentang Gamal. Tetapi tidak bisa.

Sialnya Zara malah menyesali penolakan yang dilakukannya terhadap Gamal. Godaan untuk kembali ke pelukan Gamal terus bersemayam dalam pilihan hatinya.

"Kak Zara kenapa?" tegur Susan yang berhasil memergoki kegelisahan Zara.

"Eh, anu. Rambutku gatal banget. Ketombeku kayaknya kumat." Zara memberikan alasan sekenanya. Dia bergegas pergi meninggalkan Susan. Sebab dirinya tidak mau mendapat pertanyaan lebih lanjut.

Kala waktu menunjukkan jam sebelas siang, Gamal menyuruh seluruh karyawan untuk berkumpul di lobi. Dia ingin mengumumkan sesuatu hal penting.

Satu per satu karyawan mulai terkumpul. Termasuk Zara yang merupakan bagian dari pekerja cleaning service.

Zara dapat menyaksikan Gamal dari kejauhan. Pria itu terlihat dua kali lipat lebih mempesona, setelah pengakuan yang dilakukannya tadi pagi.

Untuk yang kesekian kali, Zara berupaya menyadarkan diri. Dia tidak mau terus-terusan berkalut kepada sesuatu yang hanya akan membawanya ke masalah lebih besar.

"Selamat pagi menjelang siang untuk semuanya," sapa Gamal. Mata Zara otomatis tertuju kepadanya.

Gamal memberitahukan keadaan perusahaan yang kian membaik. Ia juga menyebutkan bahwa Relangga Grup bisa maju lagi. Jika perusahaan sukses besar, Gamal berjanji akan menambah fasilitas lebih baik serta bonus untuk karyawannya yang bekerja keras.

"Walaupun kemajuannya masih tidak bisa dibilang meningkat drastis, tapi aku pastikan selanjutnya akan lebih baik lagi. Untuk mensyukuri sedikit kemajuan kita, hari ini aku akan mentraktir kalian makan di sebuah restoran," ujar Gamal yang langsung disambut dengan seruan histeris para karyawannya. Bahkan ada beberapa orang yang sampai melompat kegirangan akan hal itu.

"Sumpaaaah... Pak Gamal baik banget! Dia sekaya apa sih, sampai bisa traktir semua karyawannya gitu."

"Sayangnya dia udah ada yang punya. Kalau jadi pacar dia, pasti aku bisa dibeliin i-phone keluaran terbaru."

"Iya, bener banget. Calon tunangannya beruntung banget. Cowok ganteng, nggak pelit, kaya, dan pintar itu langka banget di muka bumi ini loh."

Zara dapat mendengar pembicaraan para karyawati muda. Sebagian besar dari mereka memuja-muji sosok Gamal. Mimik wajah Zara cemberut seketika. Entah kenapa dirinya merasa kesal.

"Kak Zara ikut ke restoran kan nanti?" tanya Susan sembari menyenggol Zara dengan siku.

"Iya, aku ikut." Zara mengangguk yakin. Dia tidak perlu berpikir lama.

Gamal tampak beranjak kembali ke kantor direktur. Tanpa sadar, Zara berlari kecil untuk mengejar. Ada sesuatu yang ingin dia bicarakan.

"Gamal!" panggil Zara. Membuat Gamal sontak membalikkan badan.

"Aku boleh ajak anakku ke restoran nggak? Nanti aku bayar--"

"Silahkan! Ngajak suami juga boleh." Gamal sengaja memotong perkataan Zara. Kemudian pergi dengan ekspresi tak acuh.

Zara membeku di tempat. Dia mengerti kenapa Gamal mendadak bersikap dingin kepadanya.

...***...

Sebelum pergi makan malam, Zara dan Zafran pulang ke rumah lebih dulu. Keduanya sengaja ingin mengenakan pakaian pantas dan rapi. Terutama Zara, dia sudah tiga kali berganti pakaian.

"Bunda kok gonta-ganti baju terus? Padahal mau pakai apapun tetap cantik kok." Zafran memuji sambil melakukan thumbs up.

"Idih! Anak Bunda bisa aja. Kecil-kecil udah hebat gombal ya." Zara yang gemas, mencubit hidung Zafran.

"Gombal itu apa, Bunda?" Zafran yang masih dalam tahap pertumbuhan, tentu masih tidak mengetahui beberapa makna bahasa. Terutama bahasa gaul.

"Bwahahaha..." Zara tergelak lepas mendengar pertanyaan Zafran. Kepolosan putranya membuat kasih sayang Zara kian bertambah.

Bersamaan dengan itu, pintu depan terdengar dibanting keras. Suara derap langkah laju mendekat. Sosok Anton nampak muncul dari balik pintu.

Zara tidak sempat lagi menutup pintu. Dia hanya berdiri tepat di hadapan Zafran. Sengaja menjadi benteng pelindung untuk sang putra.

Tanpa mengatakan apapun, Anton menjambak rambut Zara begitu saja. Lalu menarik paksa istrinya keluar dari kamar.

"Zafran jangan kemana-mana ya! Bunda mau--" Zara tidak bisa menyelesaikan pembicaraan, ketika Anton mendorong kepalanya dengan kasar.

"Mas kenapa?!" protes Zara yang merasa teraniaya.

"Aku cuman mau balas yang tadi siang! Terus apa-apaan ini?! Tumben pakai lipstik segala. Dan..." Anton membaui tubuh Zara. Dia dapat mencium bau parfum yang menguar jelas. "Kamu mau selingkuh ya?!" tukasnya. Asal tuduh.

Mata Zara mendelik. Nafasnya perlahan tak bisa terkontrol. Tidak tahan, Zara tidak tahan lagi dengan sikap Anton.

"Iya! Aku selingkuh! Gimana tanggapan kamu?! Aku selama ini sangat menderita jadi istri kamu, Mas!!" pungkas Zara. Menyebabkan amarah Anton semakin membara.

Plak!

Satu tamparan dilayangkannya ke wajah Zara. Tidak sampai di situ. Ia juga menambahkan beberapa tendangan. Ulahnya sukses membuat Zara tumbang ke lantai.

"Ayah! Berhenti!!!" teriak Zafran sambil menangis. Entah sejak kapan dia melihat apa yang dilakukan Anton kepada Zara.

"Zafran... masuk ke kamar, Sayang. Cepat kembali ke kamar..." lirih Zara.

"Ibumu nakal sama Ayah. Jadi inilah yang harus dia dapatkan!" ucap Anton. Memberitahu Zafran. Sekarang dia menyeret Zara masuk ke kamar sebelah. Anton tidak lupa mengunci pintu, agar Zafran tidak bisa melihat lagi.

Di kamar Zara di sakiti habis-habisan. Beberapa bagian tubuhnya bahkan harus mendapatkan memar.

"Aku tahu kau berbohong! Wanita lemah sepertimu tidak akan berani selingkuh dariku! Kau pikir aku percaya, hah?!" tukas Anton meremehkan.

"Lalu apa alasan Mas mukulin aku sekarang?!" timpal Zara.

"Kan sudah aku bilang karena sikap kamu tadi siang! Pokoknya Zafran harus ikut sama aku besok! Biar aku yang jemput dia ke sekolah!" imbuh Anton. Setelah puas bermain tangan, dia minta dibuatkan makan malam.

Saat itu, Zara tentu tidak bisa menghadiri acara makan malam perusahaan. Ia juga berada di titik lelah melakukan perlawanan. Zara hanya bertekad, besok dirinya akan menjemput Zafran lebih dulu dibanding Anton.

Zara berjalan dengan gontai ke dapur. Ia memasak sambil memasang ekspresi datar. Entah kenapa kalimat Gamal kembali muncul dalam ingatan.

...'Kembalilah kepadaku sebelum semuanya terlambat.'...

Perlahan Zara tersenyum miring. Sebuah pilihan terlintas dalam benaknya.

Terpopuler

Comments

Bzaa

Bzaa

duhhhh anton

2023-06-25

0

Kod Driyah

Kod Driyah

km hrs kuat zara menghadapi Anton smga dia dpt celaka

2022-07-07

0

Nona Lengary

Nona Lengary

pisah dlu dri suami mu Zara gak baik klo msih SMA suami Bru mnjlin hbngn SMA lki2 lain

2022-06-02

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - KDRT
2 Bab 2 - Direktur Baru
3 Bab 3 - Tentang Zara
4 Bab 4 - Bertemu Lagi
5 Bab 5 - Godaan Mantan
6 Bab 6 - Acara Reuni [1]
7 Bab 7 - Acara Reuni [2]
8 Bab 8 - Acara Reuni [3]
9 Bab 9 - Terpesona Lagi
10 Bab 10 - Ungkapan Gamal
11 Bab 11 - Kalimat Yang Terngiang
12 Bab 12 - Awal Mula [Affair]
13 Bab 13 - Rindu Yang Memanas
14 Bab 14 - Resminya Hubungan Rahasia
15 Bab 15 - Cincin & Kalung
16 Bab 16 - Serasa Kembali Muda
17 Bab 17 - Tempat Ternyaman
18 Bab 18 - Hari Pertunangan
19 Bab 19 - Bertemu Zafran
20 Bab 20 - Misi Mengambil Sampel DNA [1]
21 Bab 21 - Misi Mengambil Sampel DNA [2]
22 Bab 22 - Dimabuk Cinta
23 Bab 23 - Kedatangan Selia
24 Bab 24 - Perasaan Tak Rela
25 Bab 25 - Modus Anton
26 Bab 26 - Kebetulan Yang Aneh
27 Bab 27 - Terjebak Banjir
28 Bab 28 - Lantai Tiga, Kamar No. 20
29 Bab 29 - Paksaan Anton
30 Bab 30 - Keputusan Zara
31 Bab 31 - Saling Bercurah Hati
32 Bab 32 - Strategi Zara & Gamal
33 Bab 33 - Pulang
34 Bab 34 - Berkunjung Ke Panti
35 Bab 35 - Sayang?
36 Bab 36 - Mandi Bersama
37 Bab 37 - Memberitahu Zafran
38 Bab 38 - Usulan Elsa
39 Bab 39 - Memutuskan Pertunangan
40 Bab 40 - Lampu Hijau Zafran
41 Bab 41 - Kekalahan Anton
42 Bab 42 - Sekretaris Baru
43 Bab 43 - Berita Hangat
44 Bab 44 - Kandidat Sekretaris
45 Bab 45 - Menerima Kebencian
46 Bab 46 - Permainan Ranjang Zara
47 Bab 47 - Pertumpahan Darah
48 Bab 48 - Ancaman Afrijal
49 Bab 49 - Ciuman Tulus
50 Bab 50 - Menuju Pernikahan
51 Bab 51 - Hati-Hati Di Jalan
52 Bab 52 - Hari Pernikahan
53 Bab 53 - Hukuman
54 Bab 54 - Pembalasan Gamal
55 Bab 55 - Perihal Warisan
56 Bab 56 - Tiga Buah Ranjang
57 Bab 57 - Cinta & Hujan
58 Bab 58 - Mual
59 Bab 59 - Pijit-Memijit Berujung Birah*i
60 Bab 60 - Keajaiban
61 Bab 61 - Gangguan Selia
62 Bab 62 - Berkibarnya Bendera Permusuhan
63 Bab 63 - Keputusan Afrijal
64 Bab 64 - Bertemu Bi Nur
65 Bab 65 - Persaingan Tawar-Menawar
66 Bab 66 - Akibat Perselingkuhan
67 Bab 67 - Ide Zara
68 Bab 68 - Cinta Pertama & Terakhir
69 Epilog - Pertama Kali Mengenalmu
70 Epilog - Nasib Keluarga Baskara [+Info Novel Zafran]
71 Novel Baru - Cinta Di Tengah Permusuhan
72 Novel Baru Konflik Rumah Tangga
73 Pengumuman Novel Baru
74 Novel Baru Gairah Zerin & Zidan
75 Pengumuman!
76 NOVEL WANITA KUAT
77 Novel Baru Dewasa & Perselingkuhan
78 Novel Impoten : Ritual Bergairah
Episodes

Updated 78 Episodes

1
Bab 1 - KDRT
2
Bab 2 - Direktur Baru
3
Bab 3 - Tentang Zara
4
Bab 4 - Bertemu Lagi
5
Bab 5 - Godaan Mantan
6
Bab 6 - Acara Reuni [1]
7
Bab 7 - Acara Reuni [2]
8
Bab 8 - Acara Reuni [3]
9
Bab 9 - Terpesona Lagi
10
Bab 10 - Ungkapan Gamal
11
Bab 11 - Kalimat Yang Terngiang
12
Bab 12 - Awal Mula [Affair]
13
Bab 13 - Rindu Yang Memanas
14
Bab 14 - Resminya Hubungan Rahasia
15
Bab 15 - Cincin & Kalung
16
Bab 16 - Serasa Kembali Muda
17
Bab 17 - Tempat Ternyaman
18
Bab 18 - Hari Pertunangan
19
Bab 19 - Bertemu Zafran
20
Bab 20 - Misi Mengambil Sampel DNA [1]
21
Bab 21 - Misi Mengambil Sampel DNA [2]
22
Bab 22 - Dimabuk Cinta
23
Bab 23 - Kedatangan Selia
24
Bab 24 - Perasaan Tak Rela
25
Bab 25 - Modus Anton
26
Bab 26 - Kebetulan Yang Aneh
27
Bab 27 - Terjebak Banjir
28
Bab 28 - Lantai Tiga, Kamar No. 20
29
Bab 29 - Paksaan Anton
30
Bab 30 - Keputusan Zara
31
Bab 31 - Saling Bercurah Hati
32
Bab 32 - Strategi Zara & Gamal
33
Bab 33 - Pulang
34
Bab 34 - Berkunjung Ke Panti
35
Bab 35 - Sayang?
36
Bab 36 - Mandi Bersama
37
Bab 37 - Memberitahu Zafran
38
Bab 38 - Usulan Elsa
39
Bab 39 - Memutuskan Pertunangan
40
Bab 40 - Lampu Hijau Zafran
41
Bab 41 - Kekalahan Anton
42
Bab 42 - Sekretaris Baru
43
Bab 43 - Berita Hangat
44
Bab 44 - Kandidat Sekretaris
45
Bab 45 - Menerima Kebencian
46
Bab 46 - Permainan Ranjang Zara
47
Bab 47 - Pertumpahan Darah
48
Bab 48 - Ancaman Afrijal
49
Bab 49 - Ciuman Tulus
50
Bab 50 - Menuju Pernikahan
51
Bab 51 - Hati-Hati Di Jalan
52
Bab 52 - Hari Pernikahan
53
Bab 53 - Hukuman
54
Bab 54 - Pembalasan Gamal
55
Bab 55 - Perihal Warisan
56
Bab 56 - Tiga Buah Ranjang
57
Bab 57 - Cinta & Hujan
58
Bab 58 - Mual
59
Bab 59 - Pijit-Memijit Berujung Birah*i
60
Bab 60 - Keajaiban
61
Bab 61 - Gangguan Selia
62
Bab 62 - Berkibarnya Bendera Permusuhan
63
Bab 63 - Keputusan Afrijal
64
Bab 64 - Bertemu Bi Nur
65
Bab 65 - Persaingan Tawar-Menawar
66
Bab 66 - Akibat Perselingkuhan
67
Bab 67 - Ide Zara
68
Bab 68 - Cinta Pertama & Terakhir
69
Epilog - Pertama Kali Mengenalmu
70
Epilog - Nasib Keluarga Baskara [+Info Novel Zafran]
71
Novel Baru - Cinta Di Tengah Permusuhan
72
Novel Baru Konflik Rumah Tangga
73
Pengumuman Novel Baru
74
Novel Baru Gairah Zerin & Zidan
75
Pengumuman!
76
NOVEL WANITA KUAT
77
Novel Baru Dewasa & Perselingkuhan
78
Novel Impoten : Ritual Bergairah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!