Bab 6 - Acara Reuni [1]

...༻◐༺...

Zara berusaha tenang menghadapi Anton. Lagi pula lelaki itu tidak akan berani menyakitinya jika dia ada di dekat Zafran. Hingga kini, Zara tidak tahu apa alasannya. Yang jelas Zafran seperti malaikat kecil baginya.

"Kami berkunjung ke panti sebentar. Zafran sudah punya banyak teman di sana. Iyakan Zafran?" terang Zara sembari melangkah masuk ke rumah. Ia membiarkan Zafran berlari menghampiri Anton.

"Ayah! Aku punya mobil-mobilan baru!" seru Zafran seraya memamerkan mobil-mobilan miliknya.

"Wah... siapa yang beliin?" tanggap Anton.

"Nenek Wida," jawab Zafran dengan ekspresi polos. Dia segera di ajak Zara untuk membersihkan diri.

"Setelah Zafran tidur, kita perlu ngomong berdua." Anton menatap serius kepada Zara. Istrinya itu hanya merespon dengan anggukan kepala.

Anton Nirwana masih tergolong muda. Usianya sekarang telah mencapai tiga puluh tahun. Dia memiliki badan tegap, kulit kecokelatan, serta kumis dan jabang tipis. Anton sering dianggap rentenir tampan yang kejam.

Zara merupakan satu-satunya wanita yang pernah dinikahi Anton. Meskipun begitu, dia tidak bisa memperlakukan istrinya tersebut dengan baik. Kebiasaannya dalam hal kekerasan sampai terbawa-bawa ke rumah. Untung saja Anton belum pernah menyakiti Zafran. Seolah dia benar-benar menganggap Zafran sebagai anaknya sendiri.

Setelah sama-sama berganti pakaian. Zara mengajak Zafran tidur. Keduanya telentang bersama di kasur. Hingga akhirnya Zara tidak sengaja ikut tertidur.

Sebuah pukulan pelan dan panggilan membangunkan Zara. Dia lantas membuka lebar matanya. Kemudian merubah posisi menjadi duduk. Sosok Anton tampak menunggu.

"Ayo kita bicara di luar!" ajak Anton. Dia dan Zara segera duduk berhadapan di meja makan kecil.

"Aku dengar kamu melakukan kerja sambilan ya?" tukas Anton dengan tatapan menyelidik.

"Iya, Mas. Aku terpaksa melakukannya, karena Mas kasih uang bulanan yang tidak mencukupi." Zara mengungkapkan tanpa ragu. Ia bahkan malas menatap wajah Anton. Entah kenapa akhir-akhir ini dirinya semakin membenci sang suami.

"Banyak orang yang ngutang pada kabur. Aku dan anak buahku rugi banyak!" jelas Anton. Dia memang sedang mengalami krisis. Selain harus menyediakan uang simpanan untuk dihutangkan, dia juga harus menerima kenyataan, bahwasanya banyak sekali tukang hutang yang melarikan diri.

"Kalau begitu cari pekerjaan lain!" usul Zara. Menyebabkan raut wajah Anton seketika cemberut.

"Apa kau bilang?! Enak sekali kau bicara begitu?! Coba lihat dirimu? Berapa banyak gaji yang kau dapatkan dengan hanya menjadi tukang bersih?! Pasti melelahkan. Penghasilannya bahkan nggak sebanding sama tenaga yang kamu keluarkan!"

"Yang penting ini pekerjaan halal! Aku juga tidak mau terus-terusan makan uang harammu itu!" balas Zara ketus.

"Bwahahaha..." mendengar ucapan Zara, Anton malah tertawa terbahak-bahak. "Haram kau bilang? Hahaha..." lanjutnya, disela-sela gelak tawa.

"Nggak ada yang lucu, Mas!" Zara menggertakkan gigi.

Perlahan Anton berhenti tergelak. Lalu berkata, "Jangan sok suci! Kau pikir aku tidak tahu pekerjaan yang kau geluti dahulu?!"

Zara langsung membuang muka. Dia tidak bisa membantah. Dirinya memang sempat menjadi sugar baby saat menginjak kelas dua SMA. Zara terpaksa berbuat begitu karena ingin mempunyai banyak uang. Ketika SMA, Zara sangat tergila-gila dengan yang namanya uang.

Segalanya berubah saat Zafran lahir. Zara ingin menjadi orang tua yang baik. Zafran seperti pelita dalam hidupnya. Zara rela melakukan apapun demi membuat Zafran tumbuh menjadi anak baik. Termasuk dengan cara menggeluti pekerjaan yang halal.

"Tuh kan, kamu nggak bisa membantah? Makanya ngaca dulu sebelum sok-sokan menggurui!" tukas Anton. Tersenyum remeh.

Zara mendengus kasar. Dia beranjak kembali ke kamar. Zara tidak tahan lagi meneruskan pembicaraan dengan Anton. Ia bahkan tidak berminat membahas perihal keguguran yang dideritanya.

Belum sempat melangkah jauh, Anton mendadak memanggil. Mengharuskan Zara otomatis menoleh.

"Nih aku kasih uang yang banyak! Bayar semua kebutuhan sekolah Zafran dengan ini!" Anton menghempaskan uang ratusan ribu ke atas meja.

Zara terpaksa mendekat. Berusaha mengambil uang yang diberikan Anton. Akan tetapi suaminya itu justru bermain-main. Anton sigap menjauhkan uangnya dari jangkauan Zara.

"Katanya nggak mau uang haram. Dasar!" cibir Anton. Sekali lagi dia melantunkan tawa menyebalkan.

"Memang betul, Mas! Aku hanya menggunakan uang ini untuk memberikan kamu makanan enak! Biar kamu nggak terus-terusan mukulin aku tiap hari! Kamu mau ayam? Daging? Aku bisa beliin dengan uang kamu ini!" ungkap Zara. Kesabarannya telah habis.

"Apa kau bilang?!" Anton kesal mendengar perkataan Zara. Dia segera memegangi dagu Zara dengan kasar.

"Kau bisa hidup sampai sekarang karena aku! Anak-anak yatim di panti asuhan masih bertahan juga karena aku!" geram Anton. Pelan tetapi dengan nada penuh penekanan.

Zara memilih bungkam dan memejamkan mata. Dia pasrah sekarang. Membiarkan Anton berbuat sesuka hati.

Tanpa diduga Anton tiba-tiba melepas pegangannya. Lalu menyerahkan uang ke dalam genggaman tangan Zara. "Terserah kau mau apakan uang ini! Aku hanya berusaha memenuhi tanggung jawabku sebagai kepala keluarga!" ujarnya. Lalu masuk ke dalam kamar.

Selama tujuh tahun, Zara tentu sering melakukan percobaan melarikan diri dari Anton. Tetapi tidak ada yang berhasil. Pelarian Zara selalu batal ketika Anton mengancam akan menghancurkan panti asuhan.

...***...

Satu minggu berlalu. Hubungan Zara dan Gamal masih layaknya orang asing. Mereka jarang bertemu walau berada di perusahaan yang sama. Hal itu tentu sangat wajar, mengingat posisi Zara hanya sebagai pekerja cleaning service.

Kala jam istirahat, Zara makan siang bersama rekan-rekannya. Saat itulah Susan memberitahukan kabar baik. Ia mengajak Zara ikut ke sebuah acara khusus yang akan diselenggarakan di restoran Angkasa Jaya.

"Tamu yang datang katanya ada banyak. Jadi restoran juga memerlukan pelayan tambahan," kata Susan bersemangat.

"Ya udah kalau gitu. Aku akan ke restoran setelah nitip Zafran ke Bi Wida dulu," tanggap Zara. Dia jadi ikut-ikutan bersemangat.

Zara berangkat ke restoran saat selesai mengantar Zafran. Dia dan para pelayan lain segera mendekor keadaan restoran.

"Ada acara apa sih?" tanya Zara.

"Acara reuni, Kak!" sahut Susan sembari mengembangkan senyuman tipis.

Zara hanya manggut-manggut saja. Dia dan Susan kembali sibuk bekerja.

Tidak terasa tamu mulai berdatangan. Kebetulan Zara terlalu sibuk membantu di dapur kala itu. Satu hal yang dia tidak ketahui, yaitu kenyataan kalau reuni yang akan dilaksanakan adalah acara dari sekolahnya dulu.

Orang-orang yang mungkin dikenal Zara terlihat bermunculan. Semakin lama jadi tambah banyak.

Seruan dan tepuk tangan tiba-tiba bergema. Tepat ketika ada dua sejoli yang baru saja datang. Mereka tidak lain adalah Raffi dan Elsa. Pasangan itu merupakan teman dekat Gamal dan Zara saat masih SMA. Andai ada yang ingin tahu bagaimana nakalnya gaya berpacaran Gamal dan Zara, tanyakan saja kepada Raffi dan Elsa. Mereka adalah saksi paling depan atas hubungan Gamal dan Zara.

"Mereka nggak ngejek kita kan?" bisik Elsa. Dia sebenarnya enggan ikut datang ke acara reuni. Selama beberapa tahun terakhir, hanya Raffi yang selalu datang sendirian. Elsa masih dihantui dengan aibnya. Dia menikah dengan Raffi karena mengalami hamil di luar nikah.

"Ya ampun, sayang. Jangan ngomong gitu. Mereka nggak seburuk itu," sahut Raffi. Mencoba menenangkan sang istri.

Terpopuler

Comments

Nacita

Nacita

yabegitulahhhh 🤣

2024-05-31

0

Bzaa

Bzaa

semoga gak ada yg bully pas liat zara

2023-06-25

0

Novi Yantisuherman

Novi Yantisuherman

Resiko Ngutangin orang wkwkwk

2023-05-24

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - KDRT
2 Bab 2 - Direktur Baru
3 Bab 3 - Tentang Zara
4 Bab 4 - Bertemu Lagi
5 Bab 5 - Godaan Mantan
6 Bab 6 - Acara Reuni [1]
7 Bab 7 - Acara Reuni [2]
8 Bab 8 - Acara Reuni [3]
9 Bab 9 - Terpesona Lagi
10 Bab 10 - Ungkapan Gamal
11 Bab 11 - Kalimat Yang Terngiang
12 Bab 12 - Awal Mula [Affair]
13 Bab 13 - Rindu Yang Memanas
14 Bab 14 - Resminya Hubungan Rahasia
15 Bab 15 - Cincin & Kalung
16 Bab 16 - Serasa Kembali Muda
17 Bab 17 - Tempat Ternyaman
18 Bab 18 - Hari Pertunangan
19 Bab 19 - Bertemu Zafran
20 Bab 20 - Misi Mengambil Sampel DNA [1]
21 Bab 21 - Misi Mengambil Sampel DNA [2]
22 Bab 22 - Dimabuk Cinta
23 Bab 23 - Kedatangan Selia
24 Bab 24 - Perasaan Tak Rela
25 Bab 25 - Modus Anton
26 Bab 26 - Kebetulan Yang Aneh
27 Bab 27 - Terjebak Banjir
28 Bab 28 - Lantai Tiga, Kamar No. 20
29 Bab 29 - Paksaan Anton
30 Bab 30 - Keputusan Zara
31 Bab 31 - Saling Bercurah Hati
32 Bab 32 - Strategi Zara & Gamal
33 Bab 33 - Pulang
34 Bab 34 - Berkunjung Ke Panti
35 Bab 35 - Sayang?
36 Bab 36 - Mandi Bersama
37 Bab 37 - Memberitahu Zafran
38 Bab 38 - Usulan Elsa
39 Bab 39 - Memutuskan Pertunangan
40 Bab 40 - Lampu Hijau Zafran
41 Bab 41 - Kekalahan Anton
42 Bab 42 - Sekretaris Baru
43 Bab 43 - Berita Hangat
44 Bab 44 - Kandidat Sekretaris
45 Bab 45 - Menerima Kebencian
46 Bab 46 - Permainan Ranjang Zara
47 Bab 47 - Pertumpahan Darah
48 Bab 48 - Ancaman Afrijal
49 Bab 49 - Ciuman Tulus
50 Bab 50 - Menuju Pernikahan
51 Bab 51 - Hati-Hati Di Jalan
52 Bab 52 - Hari Pernikahan
53 Bab 53 - Hukuman
54 Bab 54 - Pembalasan Gamal
55 Bab 55 - Perihal Warisan
56 Bab 56 - Tiga Buah Ranjang
57 Bab 57 - Cinta & Hujan
58 Bab 58 - Mual
59 Bab 59 - Pijit-Memijit Berujung Birah*i
60 Bab 60 - Keajaiban
61 Bab 61 - Gangguan Selia
62 Bab 62 - Berkibarnya Bendera Permusuhan
63 Bab 63 - Keputusan Afrijal
64 Bab 64 - Bertemu Bi Nur
65 Bab 65 - Persaingan Tawar-Menawar
66 Bab 66 - Akibat Perselingkuhan
67 Bab 67 - Ide Zara
68 Bab 68 - Cinta Pertama & Terakhir
69 Epilog - Pertama Kali Mengenalmu
70 Epilog - Nasib Keluarga Baskara [+Info Novel Zafran]
71 Novel Baru - Cinta Di Tengah Permusuhan
72 Novel Baru Konflik Rumah Tangga
73 Pengumuman Novel Baru
74 Novel Baru Gairah Zerin & Zidan
75 Pengumuman!
76 NOVEL WANITA KUAT
77 Novel Baru Dewasa & Perselingkuhan
78 Novel Impoten : Ritual Bergairah
Episodes

Updated 78 Episodes

1
Bab 1 - KDRT
2
Bab 2 - Direktur Baru
3
Bab 3 - Tentang Zara
4
Bab 4 - Bertemu Lagi
5
Bab 5 - Godaan Mantan
6
Bab 6 - Acara Reuni [1]
7
Bab 7 - Acara Reuni [2]
8
Bab 8 - Acara Reuni [3]
9
Bab 9 - Terpesona Lagi
10
Bab 10 - Ungkapan Gamal
11
Bab 11 - Kalimat Yang Terngiang
12
Bab 12 - Awal Mula [Affair]
13
Bab 13 - Rindu Yang Memanas
14
Bab 14 - Resminya Hubungan Rahasia
15
Bab 15 - Cincin & Kalung
16
Bab 16 - Serasa Kembali Muda
17
Bab 17 - Tempat Ternyaman
18
Bab 18 - Hari Pertunangan
19
Bab 19 - Bertemu Zafran
20
Bab 20 - Misi Mengambil Sampel DNA [1]
21
Bab 21 - Misi Mengambil Sampel DNA [2]
22
Bab 22 - Dimabuk Cinta
23
Bab 23 - Kedatangan Selia
24
Bab 24 - Perasaan Tak Rela
25
Bab 25 - Modus Anton
26
Bab 26 - Kebetulan Yang Aneh
27
Bab 27 - Terjebak Banjir
28
Bab 28 - Lantai Tiga, Kamar No. 20
29
Bab 29 - Paksaan Anton
30
Bab 30 - Keputusan Zara
31
Bab 31 - Saling Bercurah Hati
32
Bab 32 - Strategi Zara & Gamal
33
Bab 33 - Pulang
34
Bab 34 - Berkunjung Ke Panti
35
Bab 35 - Sayang?
36
Bab 36 - Mandi Bersama
37
Bab 37 - Memberitahu Zafran
38
Bab 38 - Usulan Elsa
39
Bab 39 - Memutuskan Pertunangan
40
Bab 40 - Lampu Hijau Zafran
41
Bab 41 - Kekalahan Anton
42
Bab 42 - Sekretaris Baru
43
Bab 43 - Berita Hangat
44
Bab 44 - Kandidat Sekretaris
45
Bab 45 - Menerima Kebencian
46
Bab 46 - Permainan Ranjang Zara
47
Bab 47 - Pertumpahan Darah
48
Bab 48 - Ancaman Afrijal
49
Bab 49 - Ciuman Tulus
50
Bab 50 - Menuju Pernikahan
51
Bab 51 - Hati-Hati Di Jalan
52
Bab 52 - Hari Pernikahan
53
Bab 53 - Hukuman
54
Bab 54 - Pembalasan Gamal
55
Bab 55 - Perihal Warisan
56
Bab 56 - Tiga Buah Ranjang
57
Bab 57 - Cinta & Hujan
58
Bab 58 - Mual
59
Bab 59 - Pijit-Memijit Berujung Birah*i
60
Bab 60 - Keajaiban
61
Bab 61 - Gangguan Selia
62
Bab 62 - Berkibarnya Bendera Permusuhan
63
Bab 63 - Keputusan Afrijal
64
Bab 64 - Bertemu Bi Nur
65
Bab 65 - Persaingan Tawar-Menawar
66
Bab 66 - Akibat Perselingkuhan
67
Bab 67 - Ide Zara
68
Bab 68 - Cinta Pertama & Terakhir
69
Epilog - Pertama Kali Mengenalmu
70
Epilog - Nasib Keluarga Baskara [+Info Novel Zafran]
71
Novel Baru - Cinta Di Tengah Permusuhan
72
Novel Baru Konflik Rumah Tangga
73
Pengumuman Novel Baru
74
Novel Baru Gairah Zerin & Zidan
75
Pengumuman!
76
NOVEL WANITA KUAT
77
Novel Baru Dewasa & Perselingkuhan
78
Novel Impoten : Ritual Bergairah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!