Bab 14 - Resminya Hubungan Rahasia

...༻◐༺...

Akibat kegiatan intim tadi, Gamal melupakan fakta bahwa Zara sudah bersuami. Kini dia mematung di tempat. Menyaksikan Zara yang baru selesai mengenakan pakaian.

"Aku nggak bisa tinggalin suamiku, Mal. Aku punya alasan yang--"

"Lalu kenapa kau datang ke sini, hah?!" timpal Gamal. Sengaja memotong perkataan Zara.

Zara membisu sejenak. Jika memikirkan hubungannya dengan Gamal, dia selalu saja teringat Afrijal. Zara sangat ingat bagaimana Afrijal memaksanya menjauh dari Gamal.

Menurut Zara, kehidupan Gamal masih terlalu bergantung kepada Afrijal. Kedua ayah dan anak itu bahkan semakin dekat. Terutama setelah Gamal menjalani pendidikan di luar negeri.

Zara tidak mau dirinya menjadi penghancur kehidupan damai Gamal. Mengingat dia bukanlah gadis yang berpendidikan. Zara tahu dirinya tidak selevel dengan Gamal. Meskipun begitu, Zara berusaha mendapatkan kebahagiaan meski hanya secuil saja.

"Aku cuman butuh pengalihan sebentar. Tapi jika kau tidak suka, aku tidak masalah. Aku akan menganggap apa yang kita lakukan barusan tidak pernah terjadi." Zara merapikan pakaian. Lalu beranjak pergi dari kamar.

Gamal terperangah. Dia bergegas mengejar. "Jadi maksudnya, kau ngajak aku untuk melakukan hubungan rahasia, gitu?" tanya-nya memastikan.

"Terlalu beresiko jika kita menjalani hubungan yang serius. Mungkin ini bukan hubungan yang akan berlangsung lama. Tapi kita bisa jalani hanya untuk sekedar saling memuaskan," jelas Zara panjang lebar.

"Kamu emang sinting, Ra!" cibir Gamal.

Zara tersenyum tipis dan berjalan ke hadapan Gamal. "Aku emang sinting! Kamu adalah satu-satunya orang yang tahu. Tapi kau harus tahu satu hal, kau sama sintingnya denganku. Aku bertaruh, cepat atau lambat kau akan setuju dengan usulanku tadi. Sejak dulu kita punya satu kesamaan. Yaitu hobi berbuat nekat!" balasnya.

Gamal mendengus kasar. Dia sama sekali tidak menampik pernyataan Zara. Gamal bahkan membiarkan Zara pergi meninggalkan apartemennya.

Kini Gamal dalam perjalanan menuju rumah Selia. Sesampainya di tempat tujuan, Gamal hanya melangkah dalam keadaan kepala tertunduk. Dia menyapa semua orang dengan senyuman yang dipaksakan.

Semua ucapan Zara tidak hanya membuat kecewa, tetapi juga terus menghantui pikiran Gamal.

"Maaf telat ya, Om. Tante..." Gamal menyapa Firman dan Cintya. Selaku kedua orang tua kandung Selia. Kebetulan mereka adalah keluarga pebisnis kaya raya. Tidak heran, Afrijal dan Tania kegirangan saat mendapat tawaran perjodohan.

"Gamal kayaknya sibuk banget deh, Pah. Mah..." Selia angkat suara. Ia mencoba menggoda Gamal. Bermaksud mencairkan suasana.

"Biasa, direktur baru lahir." Afrijal merangkul pundak Gamal. Membanggakan sang putra dengan senyuman lebar.

Jujur saja, sekarang Gamal dilanda kebingungan. Dia sebenarnya ingin bicara empat mata dengan Selia. Mengatakan kebenaran bahwa dirinya tidak mencintai gadis itu. Namun di sisi lain, Gamal tidak mau ayahnya kecewa. Terutama jika dia mengaku terlanjur mencintai gadis lain. Parahnya gadis tersebut sudah bersuami.

'Aku tidak bisa bayangin semarah apa Papah kalau tahu,' batin Gamal. Dahinya perlahan mengernyit. 'Tapi ini kan hidupku. Semuanya aku yang jalanin sendiri, dan jelas bukan Papah,' sambungnya lagi.

"Ada yang--"

"Gamal! Pertunanganmu dan Selia akan dilaksanakan lusa nanti!" imbuh Firman. Tak sengaja menjeda ucapan calon menantunya.

Mata Gamal langsung terbelalak. Dia tentu dibuat kaget. Pupus sudah keingingannya untuk mengungkapkan isi hati. Apalagi setelah melihat semua orang tersenyum bahagia. Terutama Selia.

Sekarang Gamal tidak punya pilihan selain menerima. Dia akhirnya hanya dapat berupaya keras untuk berpikir positif.

'Mungkin ini yang terbaik. Lagi pula Zara tidak berniat serius denganku. Aku tidak perlu berlarut-larut menyesali pertunangan ini bukan?' ucap Gamal dalam hati. Ia segera melempar senyuman kepada Selia.

"Setelah puluhan lelaki ditolak. Ternyata cuman Gamal yang berhasil bikin Selia kepincut," celetuk Cyntia. Sekali lagi semua orang tergelak. Tawa itu terkesan palsu bagi Gamal.

"Kamu pakai jurus apa sih, Mal?" tanya Firman. Menatap selidik.

"Cuman dimanja-manjain dikit kok, Om..." Gamal asal cetus saja. Entah kenapa, dia merasa seperti berada di panggung sandiwara.

Mulai besok, Gamal disibukkan dengan rencana pertunangannya. Saat itulah dia mengetahui lebih banyak tentang sikap Selia.

"Mbak! Aku tuh maunya motif bunga kecil-kecil gitu, bukannya yang gede gini. Pokoknya semua harus jadi sebelum hari H!" tegas Selia, kepada seorang pramuniaga butik.

"Udahlah, Sel. Yang ada itu juga bagus. Warnanya juga sesuai selera--"

"Tunggu ya, Mal. Aku mau angkat telepon dulu." Selia menepuk dada Gamal sekitar dua kali. Lalu beranjak sebentar meninggalkan Gamal. Kini pria itu harus bertanggung jawab mengurus gaun milik Selia. Hal tersebut terus terjadi berulang kali.

Selain disibukkan dengan rencana pertunangan, Gamal juga sedang berusaha mengurus perusahaan miliknya. Dia dan beberapa karyawan, harus melakukan lembur selama satu hari.

Ponsel Gamal berdering. Akan tetapi dia sama sekali tidak berniat untuk mengangkat. Mengingat kalau orang yang menghubungi adalah Selia. Gadis super bosy dan keras kepala.

Gamal mengacak-acak rambut frustasi. Dia sangat lelah dengan pekerjaan dan gadis yang sama sekali tidak disukainya. Hingga usulan Zara tempo hari tiba-tiba teringat dalam benak.

Tanpa diduga, gadis yang dia pikirkan muncul dari balik pintu. Zara terlihat membawakan secangkir kopi.

"Kamu belum pulang?" tanya Gamal.

"Ini baru mau pulang. Tapi sebelum pulang, aku dan rekan-rekanku berinisiatif membuatkan minuman untuk semua orang yang lembur," jawab Zara seraya sedikit membungkukkan badan. Dia kembali bersikap seperti orang asing.

Sebelum Zara pergi, Gamal dengan cepat menghentikan. Dia memutar tubuh Zara menghadap ke arahnya.

"Kau benar, Ra! Aku sama sintingnya sama kamu!" kata Gamal. Dia memegangi tengkuk, lalu segera memagut bibir Zara.

Bersamaan dengan itu, Gamal menghimpit Zara ke depan pintu. Diam-diam dirinya mengunci pintu sambil terus bermain lidah bersama Zara.

Gamal nekat membuat keputusan karena merasa sudah berada di titik jenuh. Apalagi setelah mengetahui bagaimana jati diri seorang Selia. Hanya sosok Zara yang mampu membuat hidupnya lebih berwarna.

"Tunggu dulu." Zara menghentikan sesi ciuman sejenak. "Jadi kau setuju untuk menjalani hubungan rahasia?" sambungnya. Menatap penuh tanya.

"Aku sepertinya juga butuh pengalihan," jawab Gamal. Dia dan Zara saling tersenyum. Kemudian lanjut bercumbu. Mereka bahkan sempat-sempatnya melakukan hubungan intim saat masih ada di kantor.

Zara melenguh dengan leluasa. Terutama ketika Gamal sibuk bergerak maju mundur dari belakang. Ia berpegangan erat ke meja kerja Gamal.

Tubuh Zara bergetar hebat, dalam keadaan hanya mengenakan bra dengan pengait terlepas. Bagaimana tidak? tangan nakal Gamal tidak berhenti meremaas buah dadanya.

Zara mengacak-acak rambutnya terus-menerus. Tepat saat Gamal mempercepat pergerakan. Lemas, tubuh Zara mulai terasa lemas. Energinya terkuras habis karena merasakan nikmat yang tiada tara.

Tap!

Tap!

Tap!

Terdengar suara langkah kaki yang mendekat. Elena telah kembali dari jadwal makan malam. Itu juga menjadi sinyal berakhirnya aktifitas intim Gamal dan Zara. Keduanya bergegas mengenakan pakaian.

"Bisa suruh Elena pergi nggak? Aku takut kita akan ketahuan kalau dia masih duduk di tempatnya..." ujar Zara dengan nada pelan.

"Tenang aja, Ra. Itu hal kecil kok." Gamal segera mengambil telepon. Dia menyuruh Elena memeriksa berkas penting yang ada di bagian tim akuntansi.

Kala Elena pergi, saat itulah Zara keluar dari kantor Gamal. Untuk sekarang rencana mereka berjalan mulus.

Terpopuler

Comments

Bzaa

Bzaa

bener2 nekad dan memicu adrenalin 😉

2023-06-25

0

Neneng cinta

Neneng cinta

kalian bener2 nekat ya...

2023-04-30

0

Eni Rohaeni

Eni Rohaeni

ko..g pada bersih2 ..

2022-06-14

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - KDRT
2 Bab 2 - Direktur Baru
3 Bab 3 - Tentang Zara
4 Bab 4 - Bertemu Lagi
5 Bab 5 - Godaan Mantan
6 Bab 6 - Acara Reuni [1]
7 Bab 7 - Acara Reuni [2]
8 Bab 8 - Acara Reuni [3]
9 Bab 9 - Terpesona Lagi
10 Bab 10 - Ungkapan Gamal
11 Bab 11 - Kalimat Yang Terngiang
12 Bab 12 - Awal Mula [Affair]
13 Bab 13 - Rindu Yang Memanas
14 Bab 14 - Resminya Hubungan Rahasia
15 Bab 15 - Cincin & Kalung
16 Bab 16 - Serasa Kembali Muda
17 Bab 17 - Tempat Ternyaman
18 Bab 18 - Hari Pertunangan
19 Bab 19 - Bertemu Zafran
20 Bab 20 - Misi Mengambil Sampel DNA [1]
21 Bab 21 - Misi Mengambil Sampel DNA [2]
22 Bab 22 - Dimabuk Cinta
23 Bab 23 - Kedatangan Selia
24 Bab 24 - Perasaan Tak Rela
25 Bab 25 - Modus Anton
26 Bab 26 - Kebetulan Yang Aneh
27 Bab 27 - Terjebak Banjir
28 Bab 28 - Lantai Tiga, Kamar No. 20
29 Bab 29 - Paksaan Anton
30 Bab 30 - Keputusan Zara
31 Bab 31 - Saling Bercurah Hati
32 Bab 32 - Strategi Zara & Gamal
33 Bab 33 - Pulang
34 Bab 34 - Berkunjung Ke Panti
35 Bab 35 - Sayang?
36 Bab 36 - Mandi Bersama
37 Bab 37 - Memberitahu Zafran
38 Bab 38 - Usulan Elsa
39 Bab 39 - Memutuskan Pertunangan
40 Bab 40 - Lampu Hijau Zafran
41 Bab 41 - Kekalahan Anton
42 Bab 42 - Sekretaris Baru
43 Bab 43 - Berita Hangat
44 Bab 44 - Kandidat Sekretaris
45 Bab 45 - Menerima Kebencian
46 Bab 46 - Permainan Ranjang Zara
47 Bab 47 - Pertumpahan Darah
48 Bab 48 - Ancaman Afrijal
49 Bab 49 - Ciuman Tulus
50 Bab 50 - Menuju Pernikahan
51 Bab 51 - Hati-Hati Di Jalan
52 Bab 52 - Hari Pernikahan
53 Bab 53 - Hukuman
54 Bab 54 - Pembalasan Gamal
55 Bab 55 - Perihal Warisan
56 Bab 56 - Tiga Buah Ranjang
57 Bab 57 - Cinta & Hujan
58 Bab 58 - Mual
59 Bab 59 - Pijit-Memijit Berujung Birah*i
60 Bab 60 - Keajaiban
61 Bab 61 - Gangguan Selia
62 Bab 62 - Berkibarnya Bendera Permusuhan
63 Bab 63 - Keputusan Afrijal
64 Bab 64 - Bertemu Bi Nur
65 Bab 65 - Persaingan Tawar-Menawar
66 Bab 66 - Akibat Perselingkuhan
67 Bab 67 - Ide Zara
68 Bab 68 - Cinta Pertama & Terakhir
69 Epilog - Pertama Kali Mengenalmu
70 Epilog - Nasib Keluarga Baskara [+Info Novel Zafran]
71 Novel Baru - Cinta Di Tengah Permusuhan
72 Novel Baru Konflik Rumah Tangga
73 Pengumuman Novel Baru
74 Novel Baru Gairah Zerin & Zidan
75 Pengumuman!
76 NOVEL WANITA KUAT
77 Novel Baru Dewasa & Perselingkuhan
78 Novel Impoten : Ritual Bergairah
Episodes

Updated 78 Episodes

1
Bab 1 - KDRT
2
Bab 2 - Direktur Baru
3
Bab 3 - Tentang Zara
4
Bab 4 - Bertemu Lagi
5
Bab 5 - Godaan Mantan
6
Bab 6 - Acara Reuni [1]
7
Bab 7 - Acara Reuni [2]
8
Bab 8 - Acara Reuni [3]
9
Bab 9 - Terpesona Lagi
10
Bab 10 - Ungkapan Gamal
11
Bab 11 - Kalimat Yang Terngiang
12
Bab 12 - Awal Mula [Affair]
13
Bab 13 - Rindu Yang Memanas
14
Bab 14 - Resminya Hubungan Rahasia
15
Bab 15 - Cincin & Kalung
16
Bab 16 - Serasa Kembali Muda
17
Bab 17 - Tempat Ternyaman
18
Bab 18 - Hari Pertunangan
19
Bab 19 - Bertemu Zafran
20
Bab 20 - Misi Mengambil Sampel DNA [1]
21
Bab 21 - Misi Mengambil Sampel DNA [2]
22
Bab 22 - Dimabuk Cinta
23
Bab 23 - Kedatangan Selia
24
Bab 24 - Perasaan Tak Rela
25
Bab 25 - Modus Anton
26
Bab 26 - Kebetulan Yang Aneh
27
Bab 27 - Terjebak Banjir
28
Bab 28 - Lantai Tiga, Kamar No. 20
29
Bab 29 - Paksaan Anton
30
Bab 30 - Keputusan Zara
31
Bab 31 - Saling Bercurah Hati
32
Bab 32 - Strategi Zara & Gamal
33
Bab 33 - Pulang
34
Bab 34 - Berkunjung Ke Panti
35
Bab 35 - Sayang?
36
Bab 36 - Mandi Bersama
37
Bab 37 - Memberitahu Zafran
38
Bab 38 - Usulan Elsa
39
Bab 39 - Memutuskan Pertunangan
40
Bab 40 - Lampu Hijau Zafran
41
Bab 41 - Kekalahan Anton
42
Bab 42 - Sekretaris Baru
43
Bab 43 - Berita Hangat
44
Bab 44 - Kandidat Sekretaris
45
Bab 45 - Menerima Kebencian
46
Bab 46 - Permainan Ranjang Zara
47
Bab 47 - Pertumpahan Darah
48
Bab 48 - Ancaman Afrijal
49
Bab 49 - Ciuman Tulus
50
Bab 50 - Menuju Pernikahan
51
Bab 51 - Hati-Hati Di Jalan
52
Bab 52 - Hari Pernikahan
53
Bab 53 - Hukuman
54
Bab 54 - Pembalasan Gamal
55
Bab 55 - Perihal Warisan
56
Bab 56 - Tiga Buah Ranjang
57
Bab 57 - Cinta & Hujan
58
Bab 58 - Mual
59
Bab 59 - Pijit-Memijit Berujung Birah*i
60
Bab 60 - Keajaiban
61
Bab 61 - Gangguan Selia
62
Bab 62 - Berkibarnya Bendera Permusuhan
63
Bab 63 - Keputusan Afrijal
64
Bab 64 - Bertemu Bi Nur
65
Bab 65 - Persaingan Tawar-Menawar
66
Bab 66 - Akibat Perselingkuhan
67
Bab 67 - Ide Zara
68
Bab 68 - Cinta Pertama & Terakhir
69
Epilog - Pertama Kali Mengenalmu
70
Epilog - Nasib Keluarga Baskara [+Info Novel Zafran]
71
Novel Baru - Cinta Di Tengah Permusuhan
72
Novel Baru Konflik Rumah Tangga
73
Pengumuman Novel Baru
74
Novel Baru Gairah Zerin & Zidan
75
Pengumuman!
76
NOVEL WANITA KUAT
77
Novel Baru Dewasa & Perselingkuhan
78
Novel Impoten : Ritual Bergairah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!