Bab 16 - Serasa Kembali Muda

...༻◐༺...

Zara menyarankan Zafran untuk bersembunyi di dalam kamar. Sementara dirinya akan menghadapi Anton yang sedang mabuk.

Kebetulan tadi Zara sempat membeli sebungkus bakso untuk Anton. Dia segera pergi ke dapur dan menuang bakso itu ke dalam mangkuk.

Bruk!

Seperti biasa, Anton selalu datang dalam keadaan membanting pintu. Dia langsung mencari Zara.

"Kenapa kau lari dariku, Dek! Kenapa baru pulang sekarang?! Kau mau cari mati, hah?!" timpal Anton yang sudah berdiri di dekat meja makan.

"Aku belikan Mas bakso. Makan dulu ya." Zara tidak menanggapi perkataan Anton. Dia hanya menyodorkan semangkuk bakso dan segelas teh hangat.

Mimik wajah Anton seketika berubah. Dia seolah menciut dengan perlakuan Zara yang lembut. Apalagi gadis itu terlihat tersenyum.

"Tumben sekali wajahmu tidak cemberut?" imbuh Anton dengan tatapan menyelidik.

"Apa istri nggak boleh senyum sama suaminya?" balas Zara. Ia menarik sebuah kursi dan segera mendudukinya.

Anton diam saja. Dia hanya meraih bakso yang diberikan Zara, kemudian melahapnya.

"Gini dong kalau sama suami. Jangan cemberut dan masak makanan sampah mulu," celetuk Anton. Di tengah-tengah kegiatan makannya.

Zara tersenyum masam. Dia hanya dapat mengepalkan tinju di salah satu tangan. Apa yang dilakukan Zara sekarang, tentu merupakan strategi saja. Setidaknya dirinya mengetahui cara menjinakkan Anton. Ia tidak tahu, usahanya akan efektif dalam berapa lama.

Gara-gara dibawakan makanan enak, hubungan Zara dan Anton malam itu berlangsung damai. Zara akhirnya dapat tidur nyenyak bersama Zafran.

Satu malam terlewati. Zara kembali bekerja seperti hari-hari biasa. Kini dia asyik bergumul dengan kain pel di lantai tujuh. Zara melakukan pekerjaannya dengan tekun dan hati-hati. Ia juga tidak lupa menyapa karyawan yang berlalu lalang.

Sosok pria yang baru keluar dari lift, menarik perhatian Zara. Jantung gadis itu langsung bedegub tidak karuan. Gamal nampak berjalan kian mendekat.

Karena merasa ada di tempat umum, Zara bergegas menundukkan kepala. Dia mencoba bersikap normal.

Bertepatan saat Gamal melewatinya, Zara merasakan bokongnya dicengkeram kuat. Dia agak kaget dan reflek membulatkan mata. Lalu menengok ke segala arah. Memastikan tidak ada orang yang melihat tangan nakal Gamal beraksi.

Zara mendengus lega, tatkala tidak menemukan siapa-siapa di sekitar. "Dasar nakal," cibirnya seraya tersenyum miring. Dia kembali meneruskan pekerjaan.

Setengah jam berlalu. Zara sudah menyelesaikan tugasnya di lantai tujuh. Ia sedang di toilet. Sibuk mencuci tangannya dengan sabun.

Ponsel tiba-tiba bergetar. Zara segera memeriksa, seusai mengeringkan tangan dengan alat pengering.

'Ra, hari ini ke apartemen aku lagi ya.' Begitulah bunyi pesan yang didapatkan Zara dari Gamal. Dia perlahan mengulas senyuman simpul.

Selepas menyelesaikan semua tugas, Zara bergegas menjemput Zafran. Dia berniat menitipkan Zafran ke panti terlebih dahulu.

"Ra, kamu jangan terlalu sering ninggalin Zafran begini. Nggak baik kalau..."

"Bi... aku kan nggak setiap hari begini. Bibi nggak perlu khawatir," tutur Zara. Dia sengaja memotong ucapan Wida secara pelan. Selanjutnya, Zara segera beranjak pergi.

Wida mengamati kepergian Zara. Dia menghela nafas kasar. Berharap Zara tidak berbuat sesuatu yang salah.

Sebagai orang yang sangat mengenal Zara, Wida merasa ada sesuatu hal ganjil. Dia tahu bagaimana sikap Zara ketika melakukan hal yang tidak-tidak. Meskipun begitu, Wida berusaha keras untuk berpikir positif. Ia akan menjaga Zafran sebaik mungkin. Terutama dari Anton.

...***...

Zara dan Gamal saling bicara ditelepon. Kebetulan Gamal baru pulang dari kantor. Dia ingin pergi ke apartemen bersama Zara. Lelaki itu telah menunggu dengan mobilnya di depan gang menuju panti.

Baru masuk ke mobil, Zara langsung mendapat serangan ciuman dari Gamal. Pria tersebut seolah tidak bisa menahan lagi.

Zara tidak berkutik. Dia memejamkan mata dan menerima segala sentuhan Gamal. Deru nafas Gamal, memberikan hawa panas yang menghantam indera perasa Zara. Terasa nyaman dan candu.

"Ra... kita ke mall dulu ya. Ada sesuatu yang pengen aku beli..." ungkap Gamal yang masih asyik menenggelamkan wajah ke leher Zara.

"Oke..." sahut Zara lirih. Dia memegangi kepala Gamal sembari mendongakkan kepala.

Kemesraan tak terduga itu berselang hanya dalam sekian menit. Keduanya pergi saat merasa hari sudah cukup sore.

Setibanya di mall, Gamal dan Zara mengunjungi sebuah toko pakaian. Yang mana di sana hanya terdapat pakaian wanita.

"Kamu mau beli baju wanita? Atau mau beliin seseorang?" tanya Zara. Menatap Gamal dengan sudut matanya.

"Ya iyalah buat seseorang. Ngapain aku pakai baju wanita," tanggap Gamal sembari memperhatikan satu per satu pakaian yang terpajang.

Zara membiarkan Gamal memilih. Dia terpaksa ikut sibuk melihat-lihat. Hingga sebuah dress cantik berhasil membuatnya terpaku. Dress itu berwarna hitam dan memiliki motif bunga. Berbahan kain mahal serta dipakaikan di sebuah patung manekin. Jelas dress tersebut bukanlah pakaian biasa.

"Mbak, tolong ambilkan dress hitam itu!" perkataan Gamal membuat Zara terkejut.

"Mau beli dress itu?" Zara memastikan. Dia mengira Gamal membeli dress yang disukainya untuk Selia. Sebab Zara tahu betul posisinya di mata Gamal. Ia hanyalah wanita simpanan atas pelarian Gamal dari kejenuhan.

"Iya." Gamal menjawab singkat. Pramuniaga yang bertugas segera memberikan dress itu kepada Gamal.

"Nih cobain!" suruh Gamal sembari menyodorkan dress hitam untuk Zara.

"Kau nyuruh aku pakai? Ini pasti udah cocok buat calon binimu!" tukas Zara.

"Cepat pakai!" paksa Gamal. Dia mengabaikan kesimpulan Zara.

"Dasar gundul!" Zara mengambil dress yang disodorkan Gamal. Ia segera melenggang masuk ke ruang ganti.

Setelah memasang dress, Zara menatap ke arah cermin. Tersenyum saat melihat dirinya sendiri mengenakan dress tersebut. Sungguh, Zara sangat menyukainya.

Tanpa diduga, Gamal muncul dari belakang. Pupil mata Zara sontak membesar. Ia dapat melihat kedatangan Gamal melalui pantulan cermin.

"Kenapa tiba-tiba masuk coba? Aku nggak mau mesum di sini ya!" Zara sedikit memajukan bibir bawahnya.

Gamal tidak mengatakan apapun. Dia mengeluarkan sebuah kalung dari saku celana. Lalu memakaikan kalung itu ke leher Zara.

"Eh..." Zara terpelongo. Walaupun begitu, dia memilih pasrah. Wanita mana yang tidak suka dengan perhiasan? Apalagi dengan jenis kalung berlian yang indah.

Kini Zara terpana menatap Gamal. Jantungnya tak berhenti berdebaran. Dia tidak hanya merasa luluh, tetapi sudah nyaris mencapai tahap tergila-gila. Kenapa pria berambut cepak itu sangat mempesona? Wajar saja Zara tidak mampu menahan diri untuk tidak berselingkuh.

Zara berbalik menghadap Gamal. Dia langsung menarik kerah baju lelaki itu. Kemudian memberikan sebuah kecupan yang menggebu.

Gamal tentu tak menolak. Ia dengan senang hati membalas. Satu tangannya menekan tengkuk Zara. Sesekali dia dan Zara memiringkan kepala. Mereka berciuman cukup lama.

Di waktu tertentu, Gamal melepas tautan bibirnya dari mulut Zara. Ia berucap, "Ra, sebaiknya kita harus cepat-cepat pergi ke apartemen!"

Zara terkekeh. Dia mengusap wajah Gamal dengan telapak tangan. Kemudian memberikan pelukan erat.

Gamal tersenyum tipis. Entah kenapa dia merasa pelukan Zara begitu tulus. "Dress dan kalung itu untukmu ya. Supaya nggak lusuh-lusuh amat tampilanmu," cetusnya.

Zara sontak melepaskan pelukan. Dia justru menampar pelan pipi Gamal.

"Apa kau bilang? Lusuh?!" Zara memasang pose berkacak pinggang, sambil memasang pelototan. Namun Gamal malah memecahkan tawa.

"Nggak lucu, kampret!" raut wajah Zara seketika cemberut.

"Sekarang kamu udah kayak emak-emak kalau marah," komentar Gamal. Melanjutkan tawa gelinya.

Terpopuler

Comments

Nacita

Nacita

heeeeeee 🤣

2024-05-31

0

Bzaa

Bzaa

jangan sampe Anton liat, ntar malah dijadiin modal mabok2an

2023-06-25

0

Diah Elmawati

Diah Elmawati

Duh Zara knp menyambung hubungan lagi? Apa tdk berbahaya

2023-03-24

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - KDRT
2 Bab 2 - Direktur Baru
3 Bab 3 - Tentang Zara
4 Bab 4 - Bertemu Lagi
5 Bab 5 - Godaan Mantan
6 Bab 6 - Acara Reuni [1]
7 Bab 7 - Acara Reuni [2]
8 Bab 8 - Acara Reuni [3]
9 Bab 9 - Terpesona Lagi
10 Bab 10 - Ungkapan Gamal
11 Bab 11 - Kalimat Yang Terngiang
12 Bab 12 - Awal Mula [Affair]
13 Bab 13 - Rindu Yang Memanas
14 Bab 14 - Resminya Hubungan Rahasia
15 Bab 15 - Cincin & Kalung
16 Bab 16 - Serasa Kembali Muda
17 Bab 17 - Tempat Ternyaman
18 Bab 18 - Hari Pertunangan
19 Bab 19 - Bertemu Zafran
20 Bab 20 - Misi Mengambil Sampel DNA [1]
21 Bab 21 - Misi Mengambil Sampel DNA [2]
22 Bab 22 - Dimabuk Cinta
23 Bab 23 - Kedatangan Selia
24 Bab 24 - Perasaan Tak Rela
25 Bab 25 - Modus Anton
26 Bab 26 - Kebetulan Yang Aneh
27 Bab 27 - Terjebak Banjir
28 Bab 28 - Lantai Tiga, Kamar No. 20
29 Bab 29 - Paksaan Anton
30 Bab 30 - Keputusan Zara
31 Bab 31 - Saling Bercurah Hati
32 Bab 32 - Strategi Zara & Gamal
33 Bab 33 - Pulang
34 Bab 34 - Berkunjung Ke Panti
35 Bab 35 - Sayang?
36 Bab 36 - Mandi Bersama
37 Bab 37 - Memberitahu Zafran
38 Bab 38 - Usulan Elsa
39 Bab 39 - Memutuskan Pertunangan
40 Bab 40 - Lampu Hijau Zafran
41 Bab 41 - Kekalahan Anton
42 Bab 42 - Sekretaris Baru
43 Bab 43 - Berita Hangat
44 Bab 44 - Kandidat Sekretaris
45 Bab 45 - Menerima Kebencian
46 Bab 46 - Permainan Ranjang Zara
47 Bab 47 - Pertumpahan Darah
48 Bab 48 - Ancaman Afrijal
49 Bab 49 - Ciuman Tulus
50 Bab 50 - Menuju Pernikahan
51 Bab 51 - Hati-Hati Di Jalan
52 Bab 52 - Hari Pernikahan
53 Bab 53 - Hukuman
54 Bab 54 - Pembalasan Gamal
55 Bab 55 - Perihal Warisan
56 Bab 56 - Tiga Buah Ranjang
57 Bab 57 - Cinta & Hujan
58 Bab 58 - Mual
59 Bab 59 - Pijit-Memijit Berujung Birah*i
60 Bab 60 - Keajaiban
61 Bab 61 - Gangguan Selia
62 Bab 62 - Berkibarnya Bendera Permusuhan
63 Bab 63 - Keputusan Afrijal
64 Bab 64 - Bertemu Bi Nur
65 Bab 65 - Persaingan Tawar-Menawar
66 Bab 66 - Akibat Perselingkuhan
67 Bab 67 - Ide Zara
68 Bab 68 - Cinta Pertama & Terakhir
69 Epilog - Pertama Kali Mengenalmu
70 Epilog - Nasib Keluarga Baskara [+Info Novel Zafran]
71 Novel Baru - Cinta Di Tengah Permusuhan
72 Novel Baru Konflik Rumah Tangga
73 Pengumuman Novel Baru
74 Novel Baru Gairah Zerin & Zidan
75 Pengumuman!
76 NOVEL WANITA KUAT
77 Novel Baru Dewasa & Perselingkuhan
78 Novel Impoten : Ritual Bergairah
Episodes

Updated 78 Episodes

1
Bab 1 - KDRT
2
Bab 2 - Direktur Baru
3
Bab 3 - Tentang Zara
4
Bab 4 - Bertemu Lagi
5
Bab 5 - Godaan Mantan
6
Bab 6 - Acara Reuni [1]
7
Bab 7 - Acara Reuni [2]
8
Bab 8 - Acara Reuni [3]
9
Bab 9 - Terpesona Lagi
10
Bab 10 - Ungkapan Gamal
11
Bab 11 - Kalimat Yang Terngiang
12
Bab 12 - Awal Mula [Affair]
13
Bab 13 - Rindu Yang Memanas
14
Bab 14 - Resminya Hubungan Rahasia
15
Bab 15 - Cincin & Kalung
16
Bab 16 - Serasa Kembali Muda
17
Bab 17 - Tempat Ternyaman
18
Bab 18 - Hari Pertunangan
19
Bab 19 - Bertemu Zafran
20
Bab 20 - Misi Mengambil Sampel DNA [1]
21
Bab 21 - Misi Mengambil Sampel DNA [2]
22
Bab 22 - Dimabuk Cinta
23
Bab 23 - Kedatangan Selia
24
Bab 24 - Perasaan Tak Rela
25
Bab 25 - Modus Anton
26
Bab 26 - Kebetulan Yang Aneh
27
Bab 27 - Terjebak Banjir
28
Bab 28 - Lantai Tiga, Kamar No. 20
29
Bab 29 - Paksaan Anton
30
Bab 30 - Keputusan Zara
31
Bab 31 - Saling Bercurah Hati
32
Bab 32 - Strategi Zara & Gamal
33
Bab 33 - Pulang
34
Bab 34 - Berkunjung Ke Panti
35
Bab 35 - Sayang?
36
Bab 36 - Mandi Bersama
37
Bab 37 - Memberitahu Zafran
38
Bab 38 - Usulan Elsa
39
Bab 39 - Memutuskan Pertunangan
40
Bab 40 - Lampu Hijau Zafran
41
Bab 41 - Kekalahan Anton
42
Bab 42 - Sekretaris Baru
43
Bab 43 - Berita Hangat
44
Bab 44 - Kandidat Sekretaris
45
Bab 45 - Menerima Kebencian
46
Bab 46 - Permainan Ranjang Zara
47
Bab 47 - Pertumpahan Darah
48
Bab 48 - Ancaman Afrijal
49
Bab 49 - Ciuman Tulus
50
Bab 50 - Menuju Pernikahan
51
Bab 51 - Hati-Hati Di Jalan
52
Bab 52 - Hari Pernikahan
53
Bab 53 - Hukuman
54
Bab 54 - Pembalasan Gamal
55
Bab 55 - Perihal Warisan
56
Bab 56 - Tiga Buah Ranjang
57
Bab 57 - Cinta & Hujan
58
Bab 58 - Mual
59
Bab 59 - Pijit-Memijit Berujung Birah*i
60
Bab 60 - Keajaiban
61
Bab 61 - Gangguan Selia
62
Bab 62 - Berkibarnya Bendera Permusuhan
63
Bab 63 - Keputusan Afrijal
64
Bab 64 - Bertemu Bi Nur
65
Bab 65 - Persaingan Tawar-Menawar
66
Bab 66 - Akibat Perselingkuhan
67
Bab 67 - Ide Zara
68
Bab 68 - Cinta Pertama & Terakhir
69
Epilog - Pertama Kali Mengenalmu
70
Epilog - Nasib Keluarga Baskara [+Info Novel Zafran]
71
Novel Baru - Cinta Di Tengah Permusuhan
72
Novel Baru Konflik Rumah Tangga
73
Pengumuman Novel Baru
74
Novel Baru Gairah Zerin & Zidan
75
Pengumuman!
76
NOVEL WANITA KUAT
77
Novel Baru Dewasa & Perselingkuhan
78
Novel Impoten : Ritual Bergairah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!