Bab 9 - Terpesona Lagi

...༻◐༺...

Zara menikmati wedang jahe pemberian Gamal. Dia menyesapnya dengan hati-hati. Sambil terus memikirkan nama sosok yang terus mengganggu.

'Mungkin pas ketemu di lobi tadi Gamal tahu aku lagi pilek.' Benak Zara terus bertanya-tanya.

"Zara, hari ini katanya ada rapat. Kamu yang giliran bikin minuman kan?" tegur Endang. Namun Zara sama sekali tidak menanggapi.

"Zara!" panggil Endang sembari menepuk bahu Zara. Usahanya berhasil menyadarkan gadis itu dari lamunan.

"Eh maaf, Kak." Zara merasa tidak enak. Untung saja tadi dia sempat mendengar apa yang sedang dibicarakan Endang.

"Apa nggak apa-apa, aku bawain minuman dalam keadaan pilek begini? Kalau aku bersin gimana?" ujar Zara meragu.

"Pakai masker nih! Giliran tetap giliran. Kecuali kalau kau benar-benar sakit dan nggak bisa jalan," balas Endang. Dia memberikan sebuah masker kepada Zara. Endang memang dikenal tegas dalam hal pembagian tugas.

"Ish! Kak Endang sadis amat deh," komentar Susan yang merasa berempati kepada Zara.

"Ya udah kalau gitu. Rapatnya jam berapa?" tanya Zara.

"Sekitar jam sepuluh nanti," jawab Endang singkat.

"Kak Zara! Biar aku aja yang gantiin Kakak ya. Kakak lebih baik pulang ke rumah," usul Susan.

Zara dengan cepat menggeleng. "Nggak usah, San. Lagian ini cuman bikin minuman kok. Aku masih bisa," sahut Zara. Menolak dengan cara baik-baik.

"Benar. Ini kan cuman bikin minuman. Bagian pekerjaan yang lebih sederhana dibanding nyapu dan ngepel." Endang sependapat dengan Zara. Susan yang mendengar, lantas hanya bisa menggedikkan bahu.

Ketika waktu menunjukkan jam sepuluh, Zara telah menerima pesanan dari seorang karyawan. Dia diberitahu untuk membuatkan minuman berupa teh hangat.

Zara segera menyiapkan teh hangat. Dia pergi ke ruang rapat sambil membawa nampan berisi teko dan beberapa gelas.

Setibanya di ruang rapat, Zara tidak lupa untuk mengetuk pintu terlebih dahulu. Setelah dipersilahkan masuk, barulah dia membuka pintu.

Zara melangkah masuk ke ruang rapat. Atensinya langsung terfokus ke arah Gamal. Bagaimana tidak? Pria yang dia kenal bodoh saat SMA, kini terlihat sangat cerdas menjelaskan presentasi tentang bisnis.

Gamal begitu lancar menjelaskan strategi yang berkaitan dengan bangunan properti. Dia juga tidak lupa menyebut perihal investasi dan beberapa istilah yang tak diketahui Zara.

"Eh, Mbak Zara!" tegur Fani. Salah satu karyawan yang duduk tidak begitu jauh dari posisi Zara berdiri.

Zara sekali lagi termangu. Dia selalu saja lupa diri jika jatuh dalam pesona Gamal.

Panggilan Fani yang terus terdengar, justru membuat Gamal menghentikan presentasi. Kini dia menyadari kehadiran Zara. Gamal reflek menatap ke arah gadis tersebut. Akibat tatapan yang diberikannya, Zara langsung tersadar dari keterpakuan.

Zara bergegas menuang teh ke gelas satu per satu. Lalu membagikannya kepada semua orang. Termasuk Gamal.

Tidak berani menatap. Itulah yang dilakukan Zara saat berada di dekat Gamal. Entah kenapa dirinya lebih mengutamakan gengsi, dibanding perasaan yang sedang menggebu-gebu.

Berbeda dengan Gamal, dia cenderung blak-blakan dalam hal memandangi Zara. Seolah banyak sekali hal yang ingin Gamal bicarakan kepada gadis itu.

"Kita lebih baik minum dahulu. Silahkan!" titah Gamal sembari menarik kursinya. Kemudian langsung menduduki kursi tersebut. Dia dan yang lain memutuskan menyesap teh hangat buatan Zara.

...***...

Zara menunggu Zafran sambil menggedikkan salah satu kaki. Tepat di samping tukang jual mainan keliling.

"Bunda!" pekik Zafran. Memanggil dengan histeris. Dia melambaikan tangan sambil berlari menghampiri sang ibu.

Zara tertawa bahagia, tatkala Zafran masuk ke dalam pelukan. Keduanya segera beranjak pulang bersama.

Di perjalanan pulang, Zafran tiba-tiba ingin singgah ke kedai es krim. Kali ini Zara tidak menolak sama sekali. Sebab harga es krim lebih terjangkau dibandingkan sebuah mainan.

Selepas memesan es krim, Zara dan Zafran hanya perlu menunggu. Tanpa diduga sepasang ibu dan anak yang lain datang.

"Pesan es krim stroberi sama vanilanya ya, Mas!" pesan seseorang yang tidak lain adalah Elsa. Zara yang merasa tidak asing dengan suaranya, langsung menoleh.

"Zara?" bertepatan dengan penolehan Zara, Elsa balas menatap. Sehingga dirinya langsung mengenali.

"Elsa!" balas Zara. Kali ini dia tidak bisa menghindar seperti sebelum-sebelumnya.

Elsa tersenyum haru. Lalu segera memeluk Zara dengan perasaan tulus.

"Sumpah, Ra. Aku kangen banget. Kamu kemana aja selama beberapa tahun ini?" tanya Elsa.

"Aku masih di kota ini kok. Cuman sibuk urus anak aja," jawab Zara yang perlahan melepas pelukan singkatnya dengan Elsa.

"Oh, jadi ini anak kamu?" Elsa memastikan sambil menunjuk Zafran.

"Iya, El." Zara ikut-ikutan mengalihkan pandangan ke arah anak Elsa. "Anak kamu cantik banget," pujinya seraya terus memperhatikan Ramanda. Buah hati Elsa dan Raffi.

"Anak kamu nggak kalah cakep." Elsa balas memuji. Dia dan Zara segera melanjutkan obrolan. Keduanya memilih mengunjungi taman terdekat. Duduk bersebelahan di sebuah bangku panjang. Mengamati Zafran dan Ramanda yang terlihat mulai saling berteman.

"Aku nggak tahu kenapa ya. Tapi wajah Zafran mirip banget sama Gamal," ujar Elsa. Membuat Zara otomatis merasa tertangkap basah.

Zara tertawa hambar sembari melambaikan tangan ke depan wajah. Dia berucap, "Jangan aneh-aneh deh."

Elsa tergelak kecil. "Kamu bikinnya nggak sambil mikirin Gamal kan?" candanya yang lanjut tertawa.

"Ya enggaklah. Apaan sih, El!" tepis Zara. Dia berusaha tenang atas segala praduga Elsa.

"Ngomong-ngomong, kamu dan Gamal kenapa bisa putus sih? Kamu tahu nggak? Pas ditinggalin sama kamu, Gamal sempat stress gitu. Dia cari kamu kemana-mana," ungkap Elsa.

"Aku tiba-tiba merasa nggak nyaman aja sama Gamal." Zara memberikan alasan secara asal. Elsa bahkan tak mengerti.

"Mungkin aku sama Gamal emang nggak jodoh. Aku udah punya suami sekarang loh, El. Jangan bikin aku baper sama mantan lagi dong." Zara menyenggol Elsa dengan siku. Mencoba merubah topik pembicaraan.

"Hahaha! Bener juga. Sorry, Ra." Usaha Zara sukses membuat Elsa tertawa. Keduanya terus bercerita. Mereka juga tidak lupa untuk saling bertukar nomor telepon.

Sekarang Zara memilih untuk terbuka. Ia tahu dirinya tidak bisa lari selamanya. Cepat atau lambat, Zara pasti akan mengalami pertemuan tak terduga yang berkaitan dengan masa lalu.

Zara terdiam mendengarkan cerita Elsa. Temannya itu mengatakan kalau Raffi sekarang sudah menjadi dokter bedah. Sementara Elsa sendiri berhasil menjadi juru masak di sebuah restoran yang baru saja di rintis.

"Aku nggak nyangka, orang tuanya Raffi baik banget, Ra. Aku merasa punya orang tua baru lagi," kata Elsa. Kebetulan dia juga anak yatim piatu seperti Zara. Jadi Elsa merasa sangat bahagia ketika menemukan ada orang tua yang begitu memperdulikannya.

"Kamu pantas kok mendapatkan itu semua. Aku juga pantas menerima yang aku dapatkan sekarang," tanggap Zara sembari mengembangkan senyuman kecut.

"Jangan ngomong gitu, Ra! Roda itu terus berputar. Ada masanya seseorang berada di atas atau di bawah." Elsa tidak mau Zara merasa gundah.

"Semua benar kok, El. Mungkin yang aku dapatkan sekarang adalah karma. Karena pas waktu muda aku nakalnya kebangetan," sahut Zara. Dia mengambil nafas dalam-dalam.

"Udah ah! Aku nggak mau ngomong begituan lagi." Lidah Elsa berdecak kesal. Dia tidak mau membuat Zara sedih. Selanjutnya, Elsa dan Zara segera ikut bergabung bersama anak mereka. Nostalgia dan pertemuan mereka berakhir kala hari sudah menanjak sore.

Sambil menuntun Zafran berjalan, Zara memikirkan segala pembicaraannya tadi dengan Elsa. Sungguh, dia sangat iri terhadap kehidupan Elsa yang begitu beruntung. Bisa menikahi lelaki yang dicintainya, disukai mertua, dan hidup nyaman dengan harta yang melimpah.

'Kapan ya aku bisa begitu...' batin Zara. Dia terlalu banyak melamun hari ini.

Terpopuler

Comments

Bzaa

Bzaa

sabar Zara, seperti kata Elza, dunia terus berputar, kadang di atas dan kadang di bawah..

2023-06-25

0

TK

TK

semoga bisa lebih panjang 😁😁✌️

2022-06-08

0

penahitam (HIATUS)

penahitam (HIATUS)

Kazian banget zara. Tapi aku yakin kok, nanti zara juga bakal bahagiaaaa.
Zafran kalo gede pacalannya sama ramanda ajah yaaa, biar onty yang jadi makcomblang 😂😂

2022-06-02

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - KDRT
2 Bab 2 - Direktur Baru
3 Bab 3 - Tentang Zara
4 Bab 4 - Bertemu Lagi
5 Bab 5 - Godaan Mantan
6 Bab 6 - Acara Reuni [1]
7 Bab 7 - Acara Reuni [2]
8 Bab 8 - Acara Reuni [3]
9 Bab 9 - Terpesona Lagi
10 Bab 10 - Ungkapan Gamal
11 Bab 11 - Kalimat Yang Terngiang
12 Bab 12 - Awal Mula [Affair]
13 Bab 13 - Rindu Yang Memanas
14 Bab 14 - Resminya Hubungan Rahasia
15 Bab 15 - Cincin & Kalung
16 Bab 16 - Serasa Kembali Muda
17 Bab 17 - Tempat Ternyaman
18 Bab 18 - Hari Pertunangan
19 Bab 19 - Bertemu Zafran
20 Bab 20 - Misi Mengambil Sampel DNA [1]
21 Bab 21 - Misi Mengambil Sampel DNA [2]
22 Bab 22 - Dimabuk Cinta
23 Bab 23 - Kedatangan Selia
24 Bab 24 - Perasaan Tak Rela
25 Bab 25 - Modus Anton
26 Bab 26 - Kebetulan Yang Aneh
27 Bab 27 - Terjebak Banjir
28 Bab 28 - Lantai Tiga, Kamar No. 20
29 Bab 29 - Paksaan Anton
30 Bab 30 - Keputusan Zara
31 Bab 31 - Saling Bercurah Hati
32 Bab 32 - Strategi Zara & Gamal
33 Bab 33 - Pulang
34 Bab 34 - Berkunjung Ke Panti
35 Bab 35 - Sayang?
36 Bab 36 - Mandi Bersama
37 Bab 37 - Memberitahu Zafran
38 Bab 38 - Usulan Elsa
39 Bab 39 - Memutuskan Pertunangan
40 Bab 40 - Lampu Hijau Zafran
41 Bab 41 - Kekalahan Anton
42 Bab 42 - Sekretaris Baru
43 Bab 43 - Berita Hangat
44 Bab 44 - Kandidat Sekretaris
45 Bab 45 - Menerima Kebencian
46 Bab 46 - Permainan Ranjang Zara
47 Bab 47 - Pertumpahan Darah
48 Bab 48 - Ancaman Afrijal
49 Bab 49 - Ciuman Tulus
50 Bab 50 - Menuju Pernikahan
51 Bab 51 - Hati-Hati Di Jalan
52 Bab 52 - Hari Pernikahan
53 Bab 53 - Hukuman
54 Bab 54 - Pembalasan Gamal
55 Bab 55 - Perihal Warisan
56 Bab 56 - Tiga Buah Ranjang
57 Bab 57 - Cinta & Hujan
58 Bab 58 - Mual
59 Bab 59 - Pijit-Memijit Berujung Birah*i
60 Bab 60 - Keajaiban
61 Bab 61 - Gangguan Selia
62 Bab 62 - Berkibarnya Bendera Permusuhan
63 Bab 63 - Keputusan Afrijal
64 Bab 64 - Bertemu Bi Nur
65 Bab 65 - Persaingan Tawar-Menawar
66 Bab 66 - Akibat Perselingkuhan
67 Bab 67 - Ide Zara
68 Bab 68 - Cinta Pertama & Terakhir
69 Epilog - Pertama Kali Mengenalmu
70 Epilog - Nasib Keluarga Baskara [+Info Novel Zafran]
71 Novel Baru - Cinta Di Tengah Permusuhan
72 Novel Baru Konflik Rumah Tangga
73 Pengumuman Novel Baru
74 Novel Baru Gairah Zerin & Zidan
75 Pengumuman!
76 NOVEL WANITA KUAT
77 Novel Baru Dewasa & Perselingkuhan
78 Novel Impoten : Ritual Bergairah
Episodes

Updated 78 Episodes

1
Bab 1 - KDRT
2
Bab 2 - Direktur Baru
3
Bab 3 - Tentang Zara
4
Bab 4 - Bertemu Lagi
5
Bab 5 - Godaan Mantan
6
Bab 6 - Acara Reuni [1]
7
Bab 7 - Acara Reuni [2]
8
Bab 8 - Acara Reuni [3]
9
Bab 9 - Terpesona Lagi
10
Bab 10 - Ungkapan Gamal
11
Bab 11 - Kalimat Yang Terngiang
12
Bab 12 - Awal Mula [Affair]
13
Bab 13 - Rindu Yang Memanas
14
Bab 14 - Resminya Hubungan Rahasia
15
Bab 15 - Cincin & Kalung
16
Bab 16 - Serasa Kembali Muda
17
Bab 17 - Tempat Ternyaman
18
Bab 18 - Hari Pertunangan
19
Bab 19 - Bertemu Zafran
20
Bab 20 - Misi Mengambil Sampel DNA [1]
21
Bab 21 - Misi Mengambil Sampel DNA [2]
22
Bab 22 - Dimabuk Cinta
23
Bab 23 - Kedatangan Selia
24
Bab 24 - Perasaan Tak Rela
25
Bab 25 - Modus Anton
26
Bab 26 - Kebetulan Yang Aneh
27
Bab 27 - Terjebak Banjir
28
Bab 28 - Lantai Tiga, Kamar No. 20
29
Bab 29 - Paksaan Anton
30
Bab 30 - Keputusan Zara
31
Bab 31 - Saling Bercurah Hati
32
Bab 32 - Strategi Zara & Gamal
33
Bab 33 - Pulang
34
Bab 34 - Berkunjung Ke Panti
35
Bab 35 - Sayang?
36
Bab 36 - Mandi Bersama
37
Bab 37 - Memberitahu Zafran
38
Bab 38 - Usulan Elsa
39
Bab 39 - Memutuskan Pertunangan
40
Bab 40 - Lampu Hijau Zafran
41
Bab 41 - Kekalahan Anton
42
Bab 42 - Sekretaris Baru
43
Bab 43 - Berita Hangat
44
Bab 44 - Kandidat Sekretaris
45
Bab 45 - Menerima Kebencian
46
Bab 46 - Permainan Ranjang Zara
47
Bab 47 - Pertumpahan Darah
48
Bab 48 - Ancaman Afrijal
49
Bab 49 - Ciuman Tulus
50
Bab 50 - Menuju Pernikahan
51
Bab 51 - Hati-Hati Di Jalan
52
Bab 52 - Hari Pernikahan
53
Bab 53 - Hukuman
54
Bab 54 - Pembalasan Gamal
55
Bab 55 - Perihal Warisan
56
Bab 56 - Tiga Buah Ranjang
57
Bab 57 - Cinta & Hujan
58
Bab 58 - Mual
59
Bab 59 - Pijit-Memijit Berujung Birah*i
60
Bab 60 - Keajaiban
61
Bab 61 - Gangguan Selia
62
Bab 62 - Berkibarnya Bendera Permusuhan
63
Bab 63 - Keputusan Afrijal
64
Bab 64 - Bertemu Bi Nur
65
Bab 65 - Persaingan Tawar-Menawar
66
Bab 66 - Akibat Perselingkuhan
67
Bab 67 - Ide Zara
68
Bab 68 - Cinta Pertama & Terakhir
69
Epilog - Pertama Kali Mengenalmu
70
Epilog - Nasib Keluarga Baskara [+Info Novel Zafran]
71
Novel Baru - Cinta Di Tengah Permusuhan
72
Novel Baru Konflik Rumah Tangga
73
Pengumuman Novel Baru
74
Novel Baru Gairah Zerin & Zidan
75
Pengumuman!
76
NOVEL WANITA KUAT
77
Novel Baru Dewasa & Perselingkuhan
78
Novel Impoten : Ritual Bergairah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!