Bab 19 - Bertemu Zafran

...༻◐༺...

Gamal memegangi pundak Zara. Ia tampak memancarkan raut wajah serius. Walau berada di ruangan yang agak gelap, Zara dapat melihat ekspresi Gamal melalui cahaya yang masuk dari ventilasi.

"Mal, jangan nekat deh." Zara mencoba memperingatkan.

Namun Gamal tidak menjawab dengan satu patah kata pun. Mulutnya langsung memagut bibir Zara. Lalu mengangkat Zara agar bisa duduk ke atas nakas.

Suara deru nafas yang ditemani dengan bunyi kecup-mengecup, memecah kesunyian dalam ruangan. Zara dan Gamal sama-sama kehilangan kendali.

Gamal mulai berpindah haluan ke ceruk leher Zara. Dua tangannya tidak berhenti menggerayangi setiap jengkal lekuk tubuh Zara. Gamal memiliki segalanya, tetapi dia menggilai segala hal yang dimiliki oleh Zara.

"Kau emang gila banget, Mal... kita sedang ada di acara--"

"Bisa diam dan fokus aja nggak?" timpal Gamal. Sengaja memotong ucapan Zara.

Gamal melepas seluruh kancing pakaian Zara. Dia juga tidak lupa melepas celana yang ada di balik rok ketat gadis itu. Gamal menyempatkan waktu untuk melakukan penyatuan di saat acara penting masih berlangsung.

Zara tidak kuasa menahan lenguhan yang bergejolak. Dia hanya sibuk mengangakan mulut sambil membuka lebar kedua kakinya. Membiarkan senjata pribadi Gamal bergerak maju mundur di sana.

Keringat mengalir deras membasahi pelipis Gamal dan Zara. Mereka melampiaskan hasrat satu sama lain sampai merasa puas.

Sementara itu di ruang utama, Afrijal mengedarkan pandangan ke segala arah. Dia merasa panik, ketika mengetahui Gamal mendadak tidak ada. Parahnya Zara juga sama sekali tidak terlihat lalu lalang seperti pelayan yang lain.

'Sialan! Kenapa aku merasa gelisah!' batin Afrijal. Dia berjalan tak tentu arah demi menemukan Gamal.

"Om!" panggilan Selia sukses mengagetkan Afrijal. Dia terpaksa berhenti melangkah sejenak. Melemparkan senyuman lebar kepada calon menantunya.

"Gamal mana? Om lihat dia nggak?" tanya Selia. Membuat kegelisahan dalam diri Afrijal kian bertambah.

"Dia tadi ke toilet. Bentar lagi datang kok. Tenang aja." Afrijal berupaya tenang sebisa mungkin.

"Ah, begitu... aku cuman mau kenalin Gamal sama teman-temanku kok. Ya udah, Om. Kalau ketemu Gamal, suruh dia buat temuin aku secepatnya ya," ujar Selia. Dia segera bergabung bersama teman-teman konglomeratnya. Sedangkan Afrijal bergegas turun tangan mencari Gamal. Entah kenapa dia mempunyai firasat buruk. Terutama setelah melihat kehadiran Zara di acara pertunangan yang diadakan sekarang.

Kembali ke ruangan gelap yang hanya bersinarkan pendar cahaya dari ventilasi. Gamal dan Zara baru selesai bersenggama. Keduanya tengah sibuk mengenakan pakaian masing-masing.

"Cie... yang punya cincin baru. Tapi malah pilih indehoy bareng aku." Atensi Zara tertuju ke cincin yang tersemat di jari manis Gamal.

Gamal merapikan jas beserta kemeja yang dikenakan. Kemudian berjalan ke hadapan Zara.

"Ingat ya, Ra. Aku pastikan hubunganku dan Selia tidak akan berlanjut ke jenjang pernikahan. Aku sudah membuat pilihan setelah menghabiskan waktu bersamamu di sini," ungkap Gamal. Dia mengaitkan anak rambut ke daun telinga Zara.

"Terus? Kamu mau ngapain?" tanya Zara.

"Ayo kita nikah! Aku udah nggak kuat sembunyi terus. Kau harus gugat cerai suamimu, aku tahu betul, kamu nggak cinta sama dia." Gamal kembali memancarkan aura serius.

"Kenapa kau berpikir aku nggak cinta sama suamiku?" Zara mencebik.

"Itu mudah banget! Kau nggak akan tega selingkuh, kalau benar-benar cinta sama dia! Ngaku aja deh, Ra! Kamu nggak bahagia kan sama rumah tanggamu sekarang?!" balas Gamal.

Bruk!

Pintu tiba-tiba terbuka. Berhasil membuat Gamal dan Zara tersentak kaget. Mereka langsung membungkam mulut masing-masing. Reflek menoleh kepada pelaku yang telah berani membuka pintu.

Sosok anak kecil berdiri di depan pintu. Dia ternyata Zafran yang entah kenapa mendadak membuka pintu.

"Zafran!" seru Zara sembari menghampiri Zafran. Hal serupa otomatis dilakukan oleh Gamal. Pria tersebut melangkah pelan mendekati Zafran.

"Bunda lagi sama siapa? Om ini siapa?" tanya Zafran. Ia mendongakkan kepala untuk menatap Gamal. Dahinya berkerut dalam. Seolah mencoba memberikan ancaman kepada Gamal.

"Zafran, kamu kenapa bisa tiba-tiba bangun? Kita tidur lagi ya." Zara sengaja mengubah topik pembicaraan. Dia berusaha mengajak Zafran pergi.

Tanpa diduga Gamal mencegat pergerakan Zafran. Dia berjongkok dan memperhatikan wajah Zafran dengan seksama.

"Mal! Aku harus cepat-cepat bawa pergi Zafran. Kalau ketahuan, aku nanti bisa kena marah sama manajer restoran." Zara mendesak.

Gamal membisu. Masih dalam keadaan mengamati wajah Zafran. Ada sesuatu yang menarik perhatiannya.

"Bunda..." lirih Zafran. Dia takut dengan tingkah Gamal yang memperhatikannya secara blak-blakan.

Gamal berdiri sambil menoleh ke arah Zara. "Ini anak kamu sama suamimu itu?" tanya-nya.

"Iya!" Zara mengangguk tanpa ragu.

"Tapi kenapa aku merasa mukanya mirip--"

"Sama kamu?" Zara terkekeh sebentar. Dia masih mencoba menutupi kebenaran dari Gamal. Zara hanya tidak mau Gamal terlibat masalah dengan Anton. "Jangan sok-sokan mirip-miripin wajah anakku sama kamu!" bantahnya.

Gamal sudah mengangakan mulut karena hendak bicara. Tetapi kemunculan Afrijal dari kejauhan, membuatnya harus merelakan Zara dan Zafran pergi.

"Cepat cari ruangan yang ada di bagian pojok kanan. Di sana kau bisa menidurkan Zafran!" saran Gamal. Setelah memastikan keamanan Zara dan Zafran, dia langsung menemui Afrijal. Menjauhkan lelaki paruh baya itu dari posisi Zara.

Gamal akhirnya kembali bergabung ke ruang utama. Dia terpaksa bersandiwara lagi. Terutama saat Selia menggandeng tangan dan memperkenalkannya kepada semua orang.

Meskipun sibuk menghadapi banyak tamu penting, pikiran Gamal sedang diganggu oleh sesuatu hal. Sesuatu hal yang berkaitan dengan Zafran. Wajah Zafran yang cenderung mirip dengannya, membuat Gamal menaruh kecurigaan. Rasa penasaran berkalut dalam benaknya.

'Kenapa muka Zafran mirip banget sama aku? Kok aku merasa ada yang aneh... apa jangan-jangan...' Pemikiran Gamal perlahan mengarah menjadi lebih serius. Hal tersebut buyar, tatkala tepukan keras menyentuh salah satu bahunya.

Gamal terperanjat. Dia spontan berbalik ke arah orang yang sudah berhasil membuatnya tersentak. Ternyata sosok itu tidak lain adalah Raffi.

"Kok mukamu suntuk gitu?! Ini acara pertunanganmu loh, Mal!" pungkas Raffi. Dia melebarkan senyuman karena bermaksud bercanda. Namun Gamal malah menanggapi dengan mimik wajah datar.

"Kenapa serius banget sih, Mal? Kamu nggak apa-apa kan?" Elsa ikut menimpali.

"Aku nggak apa-apa kok, El. Mau aku ajak kenalan sama Selia nggak?" tawar Gamal.

"Loh, aku nggak di ajak?" protes Raffi tak terima.

"Kau diam di sini aja, curut!" titah Gamal seraya mengarahkan Elsa menuju Selia berada.

Raffi yang kesal, memutuskan untuk ikut. Dia keras kepala walau tidak diajak oleh Gamal. Tetapi belum sempat menegur Selia, Gamal langsung menyeret Raffi menjauh dari keramaian.

"Apaan sih, Mal? Sikapmu aneh banget tau!" Kening Raffi mengernyit.

"Aku mau minta bantuanmu, Raf! Ini tentang Zara..." kata Gamal dengan nada berbisik.

"Gila! Ternyata kau beneran belum move on?!" Raffi merasa tak percaya.

"Kita bahas itu nanti. Ada sesuatu yang lebih penting!" ujar Gamal. Mengharuskan Raffi otomatis terdiam.

"Zara punya anak laki-laki. Aku awalnya nggak peduli sama sekali, tapi setelah aku lihat betul-betul wajah anak itu, aku merasa dia mirip banget sama aku!" jelas Gamal panjang lebar. Sambil sesekali memindai penglihatan ke sekeliling. Memastikan tidak ada orang yang menguping.

"Jadi maksudnya, anaknya Zara juga anakmu? Begitu?" Raffi menyimpulkan.

Gamal lantas menganggukkan kepala. Dia berniat meminta bantuan Raffi, yang kebetulan bekerja sebagai dokter. Jika pengakuan Zara masih meragukan baginya, maka Gamal punya jalan lain untuk mencari fakta sebenarnya.

Terpopuler

Comments

Nacita

Nacita

gamal memang bener2 gila sih asli 🤣

2024-05-31

0

hobi novel

hobi novel

gercep ya Gamal 👍

2023-09-22

0

Bzaa

Bzaa

setuju mal... cari kebenaran biar semua terungkap

2023-06-25

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - KDRT
2 Bab 2 - Direktur Baru
3 Bab 3 - Tentang Zara
4 Bab 4 - Bertemu Lagi
5 Bab 5 - Godaan Mantan
6 Bab 6 - Acara Reuni [1]
7 Bab 7 - Acara Reuni [2]
8 Bab 8 - Acara Reuni [3]
9 Bab 9 - Terpesona Lagi
10 Bab 10 - Ungkapan Gamal
11 Bab 11 - Kalimat Yang Terngiang
12 Bab 12 - Awal Mula [Affair]
13 Bab 13 - Rindu Yang Memanas
14 Bab 14 - Resminya Hubungan Rahasia
15 Bab 15 - Cincin & Kalung
16 Bab 16 - Serasa Kembali Muda
17 Bab 17 - Tempat Ternyaman
18 Bab 18 - Hari Pertunangan
19 Bab 19 - Bertemu Zafran
20 Bab 20 - Misi Mengambil Sampel DNA [1]
21 Bab 21 - Misi Mengambil Sampel DNA [2]
22 Bab 22 - Dimabuk Cinta
23 Bab 23 - Kedatangan Selia
24 Bab 24 - Perasaan Tak Rela
25 Bab 25 - Modus Anton
26 Bab 26 - Kebetulan Yang Aneh
27 Bab 27 - Terjebak Banjir
28 Bab 28 - Lantai Tiga, Kamar No. 20
29 Bab 29 - Paksaan Anton
30 Bab 30 - Keputusan Zara
31 Bab 31 - Saling Bercurah Hati
32 Bab 32 - Strategi Zara & Gamal
33 Bab 33 - Pulang
34 Bab 34 - Berkunjung Ke Panti
35 Bab 35 - Sayang?
36 Bab 36 - Mandi Bersama
37 Bab 37 - Memberitahu Zafran
38 Bab 38 - Usulan Elsa
39 Bab 39 - Memutuskan Pertunangan
40 Bab 40 - Lampu Hijau Zafran
41 Bab 41 - Kekalahan Anton
42 Bab 42 - Sekretaris Baru
43 Bab 43 - Berita Hangat
44 Bab 44 - Kandidat Sekretaris
45 Bab 45 - Menerima Kebencian
46 Bab 46 - Permainan Ranjang Zara
47 Bab 47 - Pertumpahan Darah
48 Bab 48 - Ancaman Afrijal
49 Bab 49 - Ciuman Tulus
50 Bab 50 - Menuju Pernikahan
51 Bab 51 - Hati-Hati Di Jalan
52 Bab 52 - Hari Pernikahan
53 Bab 53 - Hukuman
54 Bab 54 - Pembalasan Gamal
55 Bab 55 - Perihal Warisan
56 Bab 56 - Tiga Buah Ranjang
57 Bab 57 - Cinta & Hujan
58 Bab 58 - Mual
59 Bab 59 - Pijit-Memijit Berujung Birah*i
60 Bab 60 - Keajaiban
61 Bab 61 - Gangguan Selia
62 Bab 62 - Berkibarnya Bendera Permusuhan
63 Bab 63 - Keputusan Afrijal
64 Bab 64 - Bertemu Bi Nur
65 Bab 65 - Persaingan Tawar-Menawar
66 Bab 66 - Akibat Perselingkuhan
67 Bab 67 - Ide Zara
68 Bab 68 - Cinta Pertama & Terakhir
69 Epilog - Pertama Kali Mengenalmu
70 Epilog - Nasib Keluarga Baskara [+Info Novel Zafran]
71 Novel Baru - Cinta Di Tengah Permusuhan
72 Novel Baru Konflik Rumah Tangga
73 Pengumuman Novel Baru
74 Novel Baru Gairah Zerin & Zidan
75 Pengumuman!
76 NOVEL WANITA KUAT
77 Novel Baru Dewasa & Perselingkuhan
78 Novel Impoten : Ritual Bergairah
Episodes

Updated 78 Episodes

1
Bab 1 - KDRT
2
Bab 2 - Direktur Baru
3
Bab 3 - Tentang Zara
4
Bab 4 - Bertemu Lagi
5
Bab 5 - Godaan Mantan
6
Bab 6 - Acara Reuni [1]
7
Bab 7 - Acara Reuni [2]
8
Bab 8 - Acara Reuni [3]
9
Bab 9 - Terpesona Lagi
10
Bab 10 - Ungkapan Gamal
11
Bab 11 - Kalimat Yang Terngiang
12
Bab 12 - Awal Mula [Affair]
13
Bab 13 - Rindu Yang Memanas
14
Bab 14 - Resminya Hubungan Rahasia
15
Bab 15 - Cincin & Kalung
16
Bab 16 - Serasa Kembali Muda
17
Bab 17 - Tempat Ternyaman
18
Bab 18 - Hari Pertunangan
19
Bab 19 - Bertemu Zafran
20
Bab 20 - Misi Mengambil Sampel DNA [1]
21
Bab 21 - Misi Mengambil Sampel DNA [2]
22
Bab 22 - Dimabuk Cinta
23
Bab 23 - Kedatangan Selia
24
Bab 24 - Perasaan Tak Rela
25
Bab 25 - Modus Anton
26
Bab 26 - Kebetulan Yang Aneh
27
Bab 27 - Terjebak Banjir
28
Bab 28 - Lantai Tiga, Kamar No. 20
29
Bab 29 - Paksaan Anton
30
Bab 30 - Keputusan Zara
31
Bab 31 - Saling Bercurah Hati
32
Bab 32 - Strategi Zara & Gamal
33
Bab 33 - Pulang
34
Bab 34 - Berkunjung Ke Panti
35
Bab 35 - Sayang?
36
Bab 36 - Mandi Bersama
37
Bab 37 - Memberitahu Zafran
38
Bab 38 - Usulan Elsa
39
Bab 39 - Memutuskan Pertunangan
40
Bab 40 - Lampu Hijau Zafran
41
Bab 41 - Kekalahan Anton
42
Bab 42 - Sekretaris Baru
43
Bab 43 - Berita Hangat
44
Bab 44 - Kandidat Sekretaris
45
Bab 45 - Menerima Kebencian
46
Bab 46 - Permainan Ranjang Zara
47
Bab 47 - Pertumpahan Darah
48
Bab 48 - Ancaman Afrijal
49
Bab 49 - Ciuman Tulus
50
Bab 50 - Menuju Pernikahan
51
Bab 51 - Hati-Hati Di Jalan
52
Bab 52 - Hari Pernikahan
53
Bab 53 - Hukuman
54
Bab 54 - Pembalasan Gamal
55
Bab 55 - Perihal Warisan
56
Bab 56 - Tiga Buah Ranjang
57
Bab 57 - Cinta & Hujan
58
Bab 58 - Mual
59
Bab 59 - Pijit-Memijit Berujung Birah*i
60
Bab 60 - Keajaiban
61
Bab 61 - Gangguan Selia
62
Bab 62 - Berkibarnya Bendera Permusuhan
63
Bab 63 - Keputusan Afrijal
64
Bab 64 - Bertemu Bi Nur
65
Bab 65 - Persaingan Tawar-Menawar
66
Bab 66 - Akibat Perselingkuhan
67
Bab 67 - Ide Zara
68
Bab 68 - Cinta Pertama & Terakhir
69
Epilog - Pertama Kali Mengenalmu
70
Epilog - Nasib Keluarga Baskara [+Info Novel Zafran]
71
Novel Baru - Cinta Di Tengah Permusuhan
72
Novel Baru Konflik Rumah Tangga
73
Pengumuman Novel Baru
74
Novel Baru Gairah Zerin & Zidan
75
Pengumuman!
76
NOVEL WANITA KUAT
77
Novel Baru Dewasa & Perselingkuhan
78
Novel Impoten : Ritual Bergairah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!