“Alhamdulillah… akhirnya sampai juga di rumah"
Aku berkata dengan suara yang agak keras agar Mamad mendengar suaraku
“Aneh itu kenapa pintu depan tidak terkunci, apa memang sengaja Mamad tidak menguncinya agar aku mudah untuk masuk ke dalam?”
Pintu rumah terbuka lebar, dan di dalam sangat gelap…
Seperangkat meja kursi tua kosong yang ada di depanku menyambut kedatanganku, tapi ada yang agak aneh dengan situasi ini.
Rumah ini gelap gulita, lampu petromaks tidak ada yang nyala, padahal tadi aku pergi setelah maghrib dan keadaan di sini sudah terang karena lampu minyak dan lampu petromaks sudah dinyalakan.
Pintu kamar depan aku buka, dan ternyata lampu minyak kamar tidak dinyalakan juga.
“Kenapa mati… tapi tadi sore kan nyala. Apa mungkin sengaja dimatikan ketika aku pergi?”
Aku diam di antara kamar dan ruang tamu, kemudian aku toleh keluar.. di luar juga gelap, semua gelap…
Ku Tutup pintu kamarku, kemudian berjalan menuju ke kamar mandi, tapi sedetik kemudian ku urungkan karena aku ingat keadaan kamar mandi disini yang agak ngeri dengan kloset barunya.
Aku menoleh ke kamar Mamad, ketika akan kuketuk pintu kamarnya… tiba-tiba aku dengar suara ngorok dari dalam kamar Mamad, sehingga kurungkan untuk mengetuk pintu kamarnya.
Aku kembali lagi ke ruang tamu untuk menutup pintu rumah, dan tidak lupa kukunci juga dengan memasang grendel atau slot kunci pintu.
“Ternyata Mamad lagi tidur, ya wislah aku masuk ke kamar saja lah, tapi aku harus cari korek api dulu”
“Dia taruh dimana ya korek apinya itu, duh…kenapa aku ndak pernah tanya ke Mamad sih”
“Ah goblok, di tas ranselku kan ada senter, tolol bener kenapa ndak kepikiran dari tadi sih”
Aku masuk ke kamar tanpa menoleh ke meja kursi yang tadi kulewati untuk menuju ke kamar mandi. Tapi ada yang berbeda, aku merasa ada yang sedikit beda di sini, tapi hingga kini aku belum bisa merasakan apa yang berbeda itu.
kubongkar tas ranselku yang kutaruh di ujung kamar, meskipun kamar ini gelap gulita, tapi untuk melihat dimana letak ranselku tentu saja itu hal yang mudah.
“Naaah ini dia senter sialan, untung aku bawa senter ini dari rumah, coba kalau tidak, bisa-bisa mati ketakutan gelap gelapan aku hihihihi”
“Sekarang harus temukan dimana korek api yang disimpan Mamad”
“Sik…sik, dia biasanya ambil korek api itu di bufet itu di atas radio tape jadul itu”
Kemudian kusorotkan cahaya senter ke atas radio tape kuno yang tidak pernah dinyalakan itu
“Aaahh itu dia hehehe”
Sekarang lampu minyak yang ada di kamar akhirnya nyala, sekarang keadaanya sudah tidak gelap gulita. tapi ada sesuatu yang berbeda, dan itu belum bisa kurasakan.
Kurebahkan tubuhku ke dipan yang hanya ada kasur kapuk di atasnya, tapi lumayanlah daripada tidak ada sama sekali.
Suasana hening di dalam kamar yang hanya ada satu lampu minyak yang kadang cahayanya menimbulkan bayangan yang agak mengerikan ini terasa sedikit berbeda.
“Alhamdulillah akhirnya bisa tidur di kasur…”
Dari tadi yang aku kangenin memang hanya kasur busuk ini, lha apa lagi yang aku kangenin, Pacar juga jauh.
“Aduh kenapa tadi ndak sekalian telpon pacarku ya, ah jangkreeeeek!!!!!”
Kataku dengan suara agak keras...
“Ssssssssttt!....”
Suara desisan yang artinya “diam” dan berasal dari kamar sebelah yang mungkin terganggu dengan suaraku.
“Ah berarti memang ada Mamad di kamar sebelah, mangkane ngoroknya gak berenti-berenti dari tadi”
Kutatap langit langit kamar yang kadang-kadang membentuk bayangan siluet aneh karena terkena cahaya lampu minyak, suasana tenang kamar ini membuatku semangkin ngantuk, dan akhirnya aku tidur…
…BRAAAAK…
Aku kaget terbangun ketika suara keras yang berasal dari depan membangunkan aku. Suasana kamar yang gelap sempat membuatku tercengang sejenak.
“Kok gelap…. “
“Mungkin minyak yang ada di dalam lampu itu habis”
ketika aku mulai menyadari suasana kamar yang gelap Gulita seperti waktu datang tadi.
“Astaga aku cuma tidur dua jam saja ini”
ketika kulihat jam tangan digital menunjukan angka 02.15
“Mas Mad….mas Mamad....” kupanggil Mamad
Tidak ada jawaban dari kamar sebelah, bahkan suara ngorok yang tadi selalu terdengar sekarang sudah tidak ada lagi, sunyi sepi tidak ada siapapun setelah suara brak tadi.
Pikiranku berusaha mengolah data yang ada di sini, apa yang terjadi tadi, dan kenapa semua menjadi sunyi, dan kenapa lampu minyak itu juga mati, aku belum bisa berpikir jernih karena otakku diliputi pikiranku sendiri.
Hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari cahaya, cari senter yang tadi kamu pegang, ayo jangan berpikiran aneh -aneh dulu.
Aku berusaha bicara kepada diriku sendiri agar pikiran buruk hilang dari otakku.
“Alhamdulillah senter ini ketemu”
Sekarang langkah kedua adalah aku harus check minyak yang ada di lampu minyak itu, jangan sampai minyak yang ada di dalamnya habis!
Dengan keberanian yang kukumpulkan, aku turun dari tempat tidur, kemudian aku berjalan ke tembok yang terdapat lampu minyak yang tergantung, dan dengan cahaya senter kulihat minyak yang ada di dalam lampu itu
“Jangkrek!…, memang habis c*k, mangkane kok lampu iki mati dewe asyuuu”
“Yo wislah, tak tinggal turu ae nek gitu…”
Sebenarnya mbangunin Mamad dan minta tolong untuk diberitahu dimana pasokan minyak tanah untuk Lampu minyak kan bisa.
Tapi tidak kulakukan, kasihan Mama kalau hanya bangun untuk menunjukan dimana tempat persediaan minyak berada.
Aku berusaha untuk tetap berbicara pada diriku sendiri untuk melawan rasa takut akibat lampu minyak yang mati, aku juga berusaha bahwa tidak ada yang akan menggangguku setelah ini
Cahaya senter tetap ku pertahankan agar tetap menyala dan kutaruh di sebelah tempat tidurku, pelan-pelan aku pun ngantuk….
*****
“ASSALAMUALAIKUM….MAS AGUUUUUS”
Samar-sama suara Mamad terdengar di telingaku berulang kali, rasanya seperti mimpi, ada suara Mamad yang sedang mengucapkan salam
Kupaksa buka mataku, ternyata aku ada di tempat tidur dengan senter yang masih dalam kondisi nyala. Kulihat jam tangan ternyata saat ini sudah pukul 05.30 pagi
“ASSALAMUALAIKUM…..
ASSALAMUALAIKUM… MAS AGUUUS”
Tapi aku masih belum sadar betul, teriakan Mamad yang berulang kali dan terdengar dari luar rumah ini yang membuatku terduduk di tempat tidurku
“Waalaikum salam…. Mad, kenapa sih kok teriak teriak Mad”
Aku masih terduduk di tempat tidur dan belum bisa berpikir jernih
“ASSALAMUALAIKUM….MAS AGUUUUUS”
Teriakan Mamad itu terdengar dari luar rumah, aku berdiri dan berjalan ke ruang tamu untuk membuka grendel atau slot kunci pintu
“Kamu kok ada di luar, apa kamu barusan keluar, ..eeennghhh lalu kenapa pintu itu bisa terkunci sendiri Mad?”
“Lho mas, saya baru datang mas hehehe, semalam saya dijemput teman saya, karena ada acara sunatan anak teman saya mas"
"Kemudian karena kemalaman saya tidak pulang sekalian saja mas hehehe maaf mas Agus”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 318 Episodes
Comments
novita setya
reti ngono mw bengi pean nginep ning mie ayam gooos agoos.
2023-08-17
1
Liani Purnapasary
astaga Agus 😨😨😂rupax kmu sndirian dlm hutan 😬😬suara ngorok iTu suara siapa lg haadeeehh bnr2 dikerjain kmu guss
2023-06-18
0
Erma Wati
terlalu banyak kata umpatan, sangat mengganggu
2023-03-14
0