Aku terbangun ketika mendengar suara mobil bermesin diesel mendekati rumah ini. dan kemudian mobil itu membunyikan klaksonnya beberapa kali.
“Solaaaaarrrr!...Solaaaarrrr”
Suara teriakan orang yang ada diluar pagar. Suara teriakan itu keras sekali.
“Masuk gerbang belakang boooss”
Jawab suara yang dikenal sebagai suara Mamad
Mobil itu kemudian menyalakan mesin nya lagi dan kemudian berjalan menuju ke arah belakang, sesuai dengan yang tadi disuruh Mamad.
Kulihat jam tanganku, ternyata sekarang sudah pukul 02.30, berarti solar datang pada jam-jam segini, aku penasaran untuk lihat keluar apa yang ada di belakang.
Rencanaku keluar dari kamar depan untuk menuju ke pintu yang menghubungkan dengan bagian belakang rumah, yaitu tempat untuk melakukan penggergajian kayu.
Tapi ketika kubuka pintu kamar, ternyata lampu petromak yang ada di ruang tamu dan ruang belakang sudah mati, keadaan menjadi gelap gulita.
Lampu petromak mati biasanya karena minyak tanahnya sudah habis. Karena lampu seperti ini itu rakus minyak tanah.
Tapi keadaan gelap ruangan ini tidak menghalangiku untuk melangkahkan kaki menuju ke arah belakang rumah.
Aku penasaran kenapa pengiriman solar kok datang pada jam segini.
Langkahku terhenti ketika aku mendengar suara dengkuran yang amat keras. Suara dengkuran yang semenjak malam hingga pagi ini terdengar di telinga.
“Lho…suara dengkuran ini kok berasal dari kamar ini, kamarnya Mamad?”
"Bukanya dia ada di luar?"
"Suara dengkuran ini kan yang kudengar dari semalam hingga sekarang. Lha tadi yang teriak masuk gerbang belakang siapa lho?"
Bulu kudukku meremang, darah yang ada di tengkuk berdesir cepat ketika di bagian belakang rumah tidak terdengar aktivitas sama sekali, hanya sepi dan suara hewan malam saja yang terdengar
Aku merasa ada yang aneh, tetapi tidak ada apa-apa di sekitar kamar mandi dan dapur rumah ini, hanya gelap gulita dan perasaan berdebar debar saja yang sekarang kurasakan.
“Aduuuh kenapa aku bisa keluar dari kamar semudah mendengarkan orang yang berteriak solar, tapi apa iya sih, suara orang ngorok itu adalah Mamad yang ada di kamarnya?” gumamku lirih
Tapi anehnya aku ndak bisa membalikan badan ketika akan kembali ke kamar
“Yang bisa aku lakukan hanya menatap pintu belakang rumah, apa yang terjadi pada diriku?”
“Kenapa aku merasa ada sesuatu yang sedang memperhatikanku dari belakang, sebenarnya apa yang sedang terjadi dengan ku ini?” batinku
Pelan-pelan kubalikkan tubuhku sambil membaca surah apa saja yang pernah aku pelajari waktu sekolah, tetapi aku tetap saja merasa ada yang sedang memperhatikan aku, tidak ada yang bisa kulakukan kecuali masuk kembali ke kamar.
Aku berjalan mundur pelan-pelan hingga merasa punggungku menabrak sesuatu yang sangat dingin!.
“Allahuakbaaar!” pekik ku dengan keras.
Suara teriakan ku ternyata membangunkan Mamad, pintu kamar Mamad dibuka dari dalam, tetapi aku belum berani untuk menoleh ke arah Mamad, karena aku merasa benda dingin itu masih ada di punggungku.
“Ya Tuhaaan, mas Agus.. ngapain ada disini malam-malam kayak gini?” kata Mamad yang ada di ambang pintu kamarnya sambil membawa lampu minyak yang tadinya dia taruh di dinding kamarnya
“Ndak papa Mad, saya cuma mimpi saja tadi” aku baru berani menoleh ke arah Mamad yang ada di sampingku
“Ya sudah mas Agus, kembali tidur saja mas, jangan keluar kamar pada jam-jam segini, kalau mau keluar kamar, bangunkan saya mas. Ketuk-ketuk dinding kamar saya saja” kata Mamad yang kemudian masuk ke kamarnya lagi
Apa sebenarnya yang terjadi disini, kenapa aku sampai bisa ada di luar kamar? Apakah gara-gara tadi ada yang teriak solar-solar dan ada suara Mamad yang menjawab mengarahkan menuju ke belakang?.
Kurebahkan tubuh di kasur isi kapuk yang sudah lepek lagi, meskipun kasur ini berisi kapok, tetapi masih nyaman untuk dibuat tidur. Kupaksa untuk memejamkan mata, tapi ingatanku tentang yang tadi masih saja tidak hilang.
Tidak terasa rasa kantuk kembali menyerang, dan tidak ada lima menit aku pun tertidur karena aku terlalu lelah untuk berpikir lagi.
*****
Pagi yang Indah di tengah hutan, suara burung yang saling bersahut sahutan menambah kesan alami di sekitar sini. Pagi yang sejuk dengan sinar matahari pagi yang masuk ke dalam kamar yang kadang terhalang dedaunan.
“Tadi malam ada apa mas Agus, kenapa ada di depan kamar mandi. Memangnya mau kencing mas?”
“Mungkin saya semalam bermimpi Mad, saya dengar suara mobil di samping kamar, kemudian ada suara orang berteriak solar….solar, kemudian kamu jawab agar mobil itu ke belakang saja”
“Karena saya penasaran dan kepingin tau proses pembelian solar, maka dari itu saya bangun dan keluar dari kamar Mad, dan ternyata di luar kamar keadaanya sepi dan gelap”
“Ndak papa mas, mungkin mas Agus sedang capek sehingga mudah sekali bermimpi yang tidak-tidak mas” jawab Mamad sambil menyeruput kopi susunya.
“Pekerja datang jam berapa Mad, kok masih sepi saja jam segini” aku lihat jam tanganku dan saat ini sudah pukul 07.10
“Sebentar lagi mereka akan datang mas, mereka cuma ada lima orang saja kok, nanti mas agus akan saya kenalkan kepada mereka semua”
“Eh lebih baik mas Agus segera mandi saja, karena setelah ini keadaan disini akan ramai dan sibuk mas, oh ya, tadi saya masak mie instan rebus dan telor dadar mas, silahkan makan dulu mas sebelum mandi hehehe” kata Mamad
Aku beranjak dari kursi panjang yang ada di depan rumah, tempat ini benar-benar menenangkan rasanya, sejuk dingin dan banyak suara binatang hutan yang saling bersahutan.
Tapi apakah aku akan kerasan ada disini yang tidak ada orang lain selain Mamad, dan tidak ada hiburan apapun selain radio.
Mamad masih ada di depan rumah, dia masih duduk di kursi panjangnya sambil meminum kopinya, dan keadaan disini masih sepi tanpa ada satupun pekerja yang datang, tapi kenapa pintu yang mengarah ke belakang belum juga dibuka oleh Mamad?
“Mad… kenapa pintu belakang belum kamu buka Mad, saya kepingin lihat ke bagian belakang Mad” teriakku dari sisi dapur
“Nanti saja mas Agus jangan dibuka sekarang, biarkan anak-anak datang dan membersihkan halaman belakang dulu mas, nanti baru akan saya buka pntu itu” jawab Mamad yang kemudian melangkah masuk menuju ke dalam rumah
“Ya sudah Mad, saya mandi dulu saja”
“Lha gak sarapan dulu mas Agus” tanya Mamad yang ada di depan pintu kamarku
“Nanti saja Mad, setelah mandi saya baru sarapan”
Baru pertama ini aku mandi di rumah ini, karena semalam aku tidak mandi, maklum hawa disini dingin sekali dan yang pasti waktu malam hari kamar mandi ini nampak seram juga.
Kamar mandi khas di daerah pedalaman dimana antara bagian untuk mandi dan bagian untuk buang air besar dipisah oleh sekat tembok, sehingga yang mandi tidak bisa melihat keadaan tempat buang hajat.
Eh sebenarnya aku penasaran dengan kata-kata hajat. Ada kata buang hajat yang artinya buang air besar, ada lagi kata Hajatan yang artinya adalah sebuah acara. Jadi yang benar kata hajat itu apa sih arti sesungguhnya?.
Sudahlah lupakan kata hajatan, yang pasti aku merasa agak aneh juga mandi sini karena aku tidak bisa melihat keadaan tempat buang hajatnya.
Tapi tidak akan ku tengok lah karena yang pasti tempatnya gitu gitu juga, sebuah kloset jongkok yang kotor lah pastinya.
“Kamar mandi ini agak kotor dan licin sekali lantainya. Besok-besok aku beli pembersih lantai lah, biar agak bersihan dikit keadaan kamar mandi ini, bukanya aku akan tinggal disini agak lama kan” batinku
“Aku pasti akan selalu datang ke kamar mandi ini, dan pasti akan selalu mengunjungi kloset, karena dalam sehari aku bisa ngising sampai tiga kali hihihihi” gumamku sambil tersenyum
Aku mulai mandi, seperti biasanya aku kalau mandi selalu membasahi rambutku, agar terasa segar kepalaku, tapi…
Ada yang sedikit aneh disini, tiap aku mengguyur kepalaku, aku merasa ada yang sedang melihatku dari depan. Beberapa kali tiap air dari cebok atau gayung diguyurkan ke kepalaku, aku merasa ada yang sedang melihatku!
Tetapi ketika kuusap mukaku, tidak ada siapapun di kamar mandi ini, kutengadahkan wajahku ke atap kamar mandi, ternyata kamar mandi ini tidak ada plafonya.
Atas kamar mandi ini hanya ada kayu usuk yang bersilangan di atas, diatas kayu usuk tentu saja genting yang sudah menghitam warnanya.
“Hmmm kayu usuk yang satu itu kenapa lebih besar dari pada yang lainya ya?” gumamku ketika kulihat ada sebuah kayu usuk yang melintang dari ujung ke ujung atas kamar mandi
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 318 Episodes
Comments
Isnaaja
bener kak,,kenapa 2 hal yang berbeda tapi namanya sama.penasaran juga saya
2023-02-09
0
De'Ran7
gantian yg ngintip itu bukan mahkluk hidup tapi dah ehm😅
2022-10-29
0
Randy_Chavaladruva
hsjsksosoao
2022-10-24
0