Sore hari pukul 16.00 para pekerja sudah mulai membersihkan tubuhnya, mereka juga mengatur dan membersihkan peralatan baik diesel maupun alat penggergajian.
Sore hari sebelum maghrib tiba aku harus menuju ke desa untuk menelpon sang bos seperti yang disuruh oleh pak Wandi.
“Mad kalau telepon bos jam segini apa ndak bisa?”
“Kalau kata pak Wandi, jam segini ini bos sedang perjalanan pulang dari kantornya mas, jadi jelas ndak mau diganggu, nah biasanya pak Wandi itu menelpon beberapa menit sebelum adzan maghrib dimulai”
“Atau setelah maghrib sekalian mas, Karena bos pasti sudah ada di rumahnya dan siap untuk menerima laporan dari kita mas Agus” jawab mamad
“Oh gitu alasan kita harus hubungi pada malam hari, jadi usaha ini merupakan usaha pribadinya gitu ya Mad?”
“Ya mungkin juga mas heheheh, pokoknya saya taunya begitu mas heheheheh” jawab Mamad
Kini tugasku harus pergi ke desa sore hari menggunakan motor tua yang untungnya sudah dibetulkan Mamad dari beberapa kerusakan kecil yang ada. Ke desa melewati hutan pada sore hari ya ndak masalah, tetapi baliknya itu yang mungkin butuh penyesuaian.
Sore hari setelah lima orang pekerja pulang. Mamad mulai menyiapkan dua lampu petromaks nya, tapi sebelumnya dia mengambil air dari sumur untuk memenuhi bak mandi dulu.
“Mas Agus mandi dulu saja, kan mas Agus akan pergi ke desa mas” kata Mamad
“Iya Mad, aku mandi dulu saja ya, eh motor untuk ke desa aman kan Mad heheheh” aku agak khawatir juga dengan keadaan motor yang disini
“Aman mas, pokoknya jangan seperti kemarin, asal ngegas aja mas heheheh” jawab Mamad
Sore hari aku masuk ke kamar mandi yang saat ini agak terang, karena cahaya lampu petromak masuk melalui sela sela atap kamar mandi yang tidak berplafon.
Memang untuk ventilasi yang mengarah ke luar ditutup dengan menggunakan kertas semen tetapi karena di atas dinding yang memisahkan kamar mandi dengan area dapur ini tidak berplafon akibatnya cahaya petromax bisa masuk ke dalam kamar mandi.
Pengalaman mandi pagi pertamaku disini tidak begitu sukses, karena aku merasa ada yang sedang memperhatikan aku, entahlah untuk mandi sore ini.
Ketika aku akan melepas pakaianku, tiba-tiba perutku mules. Nah harusnya perut mules ini adalah bagian terbaikku, karena aku bisa berlama lama di kamar mandi.
Kutoleh sebentar di sebelah tempat kloset yang ada di sebelah tempat mandi.
“Duh, aku harus sudah terbiasa dengan keadaan ini aku gak boleh takut dengan kloset dan kamar mandi ini” gumamku sambil kudatangi kloset yang ada di sebelah ini,
“Hal pertama yang harus dilakukan adalah menyiram kloset itu, karena kalau kloset itu buntu akibatnya kita yang akan susah hihihihi” gumamku sambil ketawa sendiri
Satu gayung kusiram ke dalam kloset, ternyata bisa dan aman, air yang di dalam kloset bisa habis dalam waktu cepat… kemudian dengan cepat kucoba lagi beberapa kali. Ternyata yang ku takutkan pun terjadi. Kloset itu buntu.
Air yang disiramkan ke dalam kloset itu tidak bisa masuk ke dalam, akhirnya air itu menggenang di dalam kloset, air itu tidak bisa mengalir ke sepiteng!
Buru-buru memakai pakaian, kemudian keluar dari kamar mandi untuk menanyakan kepada Mamad kenapa kok kloset itu buntu.
“Maaad, itu klosetnya buntu ya?” tanyaku di ruang tamu
“Oh iyaaaa, saya lupa ngomong mas, kloset itu tidak bisa digunakan, kalau mas Agus mau buang air besar, ayo saya antar mas” jawab Mamad yang membuat kepalaku berdenyut denyut karena tidak bisa buang hajat
“Mau kamu antar ke mana memangnya Mad? Tanyaku gusar
“Sudahlah ayo ikut saya mas, mumpung hari belum gelap ini mas” kata Mamad yang buru-buru mengajakku keluar dari rumah dan menuju ke suatu tempat
Aku diajak Mamad keluar rumah dan menuju ke arah belakang rumah, atau ke arah yang dekat dengan pohon beringin yang ada di belakang pagar seng.
Ternyata di sana ada sebuah kali atau sungai kecil yang lebarnya mungkin hanya selebar lebih dari lima meter, dan di pinggirnya ada sebuah tempat yang terbuat dari papan yang dibuat sedemikian rupa menyerupai kotak.
Kotak yang hanya muat untuk satu orang untuk jongkok di dalamnya.
“Kalau buang air besar disana saja mas, saya saja kalau buang air besar juga disana mas” kata Mamad menunjuk ke kotak yang digunakan untuk buang hajat.
“Waduh kok gitu hehehe, eh apa dulu pak Wandi juga buang hajat disana juga Mad?”
“Iya mas, karena closet yang ada di dalam itu tidak bisa digunakan lagi, sudah buntu karena sudah banyak tanah yang masuk” jawab Mamad
“Mumpung masih ada sinar matahari mas, ayo cepat saya tunggu disini mas” kata Mamad menyuruhku untuk buang hajat disana
“Wis gak jadi Mad hehehe udah gak mules kok, aku lanjutkan mandi saja kemudian pergi ke desa untuk memberikan laporan kepada bos” kataku sambil mengajak Mamad kembali ke rumah.
Lebih baik aku cari tempat buang hajat di desa saja, atau nanti di wartel mungkin aku bisa nunut ke kamar mandi, dari pada aku harus buang hajat di kali yang sebelahnya pohon beringin.
Mungkin kalau siang atau pagi hari enak buang hajat di sana, tetapi tadi kan sudah hampir surup, sehingga agak ngeri juga suasananya disana.
Saat ini sudah melewati maghrib, hanya gara-gara masalah dengan buang hajat akhirnya aku terlambat untuk menuju ke desa.
Tapi ndak papalah daripada aku ditegur oleh bos, jadi setelah sholat maghrib aku segera berangkat menggunakan motor tua yang biasanya digunakan oleh Mamad
“Mas Agus, untuk yang dibutuhkan itu sudah saya tulis di buku itu ya mas, nanti mas Agus tinggal minta anggaran saja sesuai yang saya tulis mas”
“Tapi maaf saya nulisnya itu hanya berdasarkan dana yang diperlukan untuk proses produksi mas, dan untuk anggaran dana lainya mungkin mas Agus bisa bicarakan lagi dengan bos mas” kata Mamad
“Okelah Mad, aku berangkat dulu Mad hehehehe”
“Ingat mas, kalau di hutan jangan sampai menoleh ke suara-suara yang memanggil, mas Agus tetap lurus saja dan jangan berhenti mas” kata Mamad lagi
Keadaan sudah gelap, pukul 18.30 aku berangkat menuju ke desa dengan perasaan yang gak karu karuan. Tentu sajalah, karena ini kan hari pertamaku sendirian melalui hutan yang mengerikan
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 318 Episodes
Comments
mahira
engk berani baca serem, besok pagi aja..
2023-02-04
2
Dharris Tio
susah kalo nggak nengok. suka reflek sih
2022-10-07
1
V_nee ' wife Siwonchoi ' 🇰🇷
Itu Desa angker gak sih kok syeeeeeeerem banget yaa
2022-09-09
2