“Nama sampean siapa mas, nama saya Samsol Subarkah, tapi panggil saya Samsol saja mas” kata penjual mie ayam itu
“Aku Agusta mas, panggil aja Agus” jawabku
“Piye mas tadi dari wartel nya mbak Tina, opo sampean gak ditawari mampir mimik teh dulu di sana hehehe”
Ternyata mas Samsol tau juga kalau mbak Tina tadi nawari minum teh, Berarti bisa jadi tiap ada yang ke sana selalu ditawari minum teh, apa dia jualan minuman ringan ya hihihi.
“Tadi saya ditawari mampir mas, diajak masuk ke rumahnya untuk mimik teh, lha tapi saya ya takut mas, wis tak tolak ae ajakan mimik tehnya jeh, dari pada digerebek penduduk sini hehehe”
“Sampeyan nek ditawari mampir, ndak papa mampir saja mas, kasihan mbak Tina itu, suaminya jadi TKI tapi ndak pulang-pulang, sedangkan anaknya ikut mbake mas, soale Tina iku rodok kedanan sama laki-laki”
Ealah tibake dia itu jablay, sampek rodok edan gitu, tapi ya kasihan juga kalau seorang perempuan sampai berjauhan dengan anaknya karena dia dianggap tidak waras.
Samsol duduk di kursi kecil depan gerobaknya setelah dia menyuguhkan seporsi besar mie ayam untukku. Mumpung keadaan sepi, aku bisa tanya-tanya tentang pak Wandi yang ternyata betah lama-lama ada di rumah mbak Agustina.
“Sampean asalnya mana mas Agus”
“Saya dari daerah pinggiran kota M mas, saya tetangganya pak Wandi”
“Oalah masih satu desa dengan pak Wandi, mangkane sampean ditawari jaga rumah penggergajian itu mas. Eh tapi sampean ndak papa kan disana?” wajah Samsol agak berubah ketika dia bilang ndak papa itu
“Maksude piye mas Samsol?”
“Di rumah penggergajian itu. disana sampean ndak papa kan?” tanya Samsol lebih serius
“Gak masalah mas. Alhamdulillah aman kok mas, saya kan baru sehari ada disana mas. Memang ada apa disana mas Samsol?”
“Alhamdulillah nek aman mas, gak ada apa-apa kok mas Agus, pokoknya sampeyan jangan sampai lengah saja kalau ada disana”
“Terima kasih perhatiannya mas Samsol. Oh iya, tentang pak Wandi, apa dia punya hubungan sama mbak Tina mas?” tanyaku untuk merubah pembicaraan
“Hihihih. Tapi janji jangan bocorkan dengan pak Wandi atau keluarganya lho mas heheheh. Pak Wandi itu ada affair dengan mbak Tina mas hehehe”
“Ah mosok seeee!, tadi kan saya bilang nek pak Wandi itu ibadahnya rajin, apalagi batuke ada hitam-hitamnya mas, mosok se deke ada main sama mbak Tina mas”
“Yo mbuh se mas, yang saya tau istri pak Wandi sampai kesini tanpa sepengetahuan pak Wandi, kemudian istrinya ngelabrak mbak Tina hihihihih”
“Lhoooo mosok sampek ngono mas!” aku berhenti makan karena kaget dengan cerita mas Samsol
“Kandani kok gak percoyo sampean iki mas. Bojone pak Wandi itu kesini kapan hari itu mas, ke warung mie saya ini untuk makan malam sekalian tanya alamat mbak Tina. Aku kan ndak punya pikiran buruk, ya tak kasih tau saja dimana alamat mbak Tina heheheh”
“Lha kok ndak lama kemudian orang kampung pada lari ke rumah mbak Tina, karena istri pak Wandi ngamuk-ngamuk disana mas heheheh” lanjut mas Samsol
“Jangkreeeek! Hahaha, pantesan pak Wandi kemudian keluar dari pekerjaan ini dan dia suruh saya yang gantikan mas heheh, mungkin agar rahasia pak Wandi aman di sana ya mas hahahah”
“Yo itulah mas, lha sampeyan ini sudah menikah atau belum mas”
“Saya belum nikah mas, saya terima kerja ini untuk bekal nikah mas heheheh, lha wong pacarku wis ngebet ngajak nikah mas, sementara aku gak nyekel duit sama sekali” jawabku
Mie ayam yang ada di mangkokku sudah habis, lagipula saat ini sudah pukul 20.30 sudah terlalu malam untuk melewati hutan yang sangar itu. tapi biar bagaimanapun ya harus baik ke rumah penggergajian lah
“Eh mas Samsol, saya tak balik dulu ya, soalnya ini sudah hampir jam Sembilan mas, aku rodok takut kalau harus melewati hutan disana itu”
“Lebih baik sampean jangan balik dulu mas, eh nganu lebih baik sampean tinggal disini saja dulu saja, di rumah saya ada satu kamar yang bisa sampean tempati mas”
“Memange kenopo to mas, kok saya ndak boleh pulang dulu?” tanyaku heran
“Soale belum pernah ada orang yang berani melewati hutan itu pada jam segini, apalagi sendirian, jadi lebih baik sampean tinggal disini dulu saja mas. Besok setelah subuh sampeyan bisa balik ke sana” kata Samsol
“Mudah-mudahan saya bisa sampai rumah dengan selamat mas. Soale ndak enak sama Mamad, dia pasti sedang nungguin saya mas. Lagi pula saya besok harus kesini lagi untuk ambil uang di bank desa sini”
“Ya wis kalau mas Agus memaksa, tapi sampean harus hati-hati ya, jangan menoleh ke siapapun yang memanggil mas Agus, apalagi di tengah hutan itu kalau ndak salah ada makam yang tidak terlihat, kata orang sini lho, saya sendiri belum pernah melihat sih”
Setelah membereskan semuanya, aku pun berangkat dari warung mie ayam menuju ke rumah penggergajian kayu. Motor dijalankan pelan-pelan sambil tidak lupa selalu berdzikir dalam hati, pokoknya selama perjalanan aku tidak henti-hentinya mengingat Allah.
Motor mulai memasuki hutan yang gelap sekali, seakan-akan tidak ada cahaya sama sekali, bahkan sinar bulan pun tidak dengan bebas masuk ke sekitar hutan ini, karena daun pohon yang sangat lebat.
Hutan ini adalah hutan dengan pohon campuran, tapi kebanyakan adalah pohon mahoni, sedangkan untuk pohon sengon yang digunakan untuk palet itu diambil bukan dari hutan ini.
Motor mulai berjalan pelan di hutan, batas antara hutan dan desa sangat jelas, hingga pada suatu tempat tiba-tiba perasaanku menjadi ndak enak, aku merasa ada yang tidak semestinya disini, hanya saja sampai detik ini aku tidak bisa mencerna apa yang tidak semestinya itu.
Motor dengan cahaya lampu yang tidak begitu terang ini terus berjalan dengan pelan karena jalan disini sangat jelek, sehingga aku harus mencari jalan yang tidak berbatu batu dan kadang ada lubang yang tertutup dedaunan.
Ketika aku sedang serius dengan keadaan jalan mendadak perlahan aku mencium bau wangi bunga, bau yang tipis sekali, tetapi wangi, aku ndak tau ini bau bunga apa, pokoknya baunya wangi tetapi tipis. Bau itu tipis tapi terus menerus ada di hidungku.
Suasana hutan yang sedari tadi sudah sepi dan gelap gulita sekarang makin mencekam dengan bau wangi yang tipis yang tetap tercium di hidungku. Apalagi ditunjang dengan pikiran-pikiran buruk yang mulai menghampiriku.
Kutepis semua pikiran buruk dan horor yang sempat mendatangi otaku, karena pikiran manusia itu kadang dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya, seperti yang sedang kualami ini.
Meskipun pikiran buruk itu berhasil ku hilangkan tetapi aku merasa ada sesuatu yang aneh, aku merasa ada yang tidak semestinya denganku, ada sesuatu yang sedang mengikutiku.
Tetapi dalam keadaan begini aku tidak berani menoleh ke belakang, lebih baik ku percepat laju motor yang kugunakan ini, Tapi dasar motor tua, dia malah tidak mau lari kencang.
Lampu motor bergoyang goyang sesuai dengan setir motor yang di belok belokan untuk menghindari lubang yang banyak dan kandang tertutup daun kering.
Motor tua ini semakin aku gas agar semakin laju, tetapi tetap saja tidak mau laju, yang keras malah suara mesinnya saja hingga akhirnya……..
“Jangkreek mesin mati!, apa yang harus aku lakukan iki krek..jangkreeeek!” gerutuku sambil kulihat di depanku yang gelap gulita.
Aku sendirian dalam gelap gulitanya hutan tanpa ada sinar sama sekali, ku toleh ke semua sisi tetapi yang ada hanya kegelapan saja, tidak ada apapun yang menghasilkan cahaya disini.
Kucoba berkali kali menstater motor ini, tetapi tetap saja motor ini tidak ada tanda-tanda mau nyala, goncang goncangkan tangki motor, cairan premium yang ada di dalam tangki motor ini masih terdengar!
Tidak ada yang bisa kulakukan selain menuntun motor tua ini sambil menahan rasa takut yang luar biasa karena apa? karena di depan ku gelap sekali, dan aku tidak membawa senterku.
“Jangkrek, bensin motor masih banyak!... aku ada di tengah hutan yang gelap gulita sisan. Apa ini di tengah hutan yang kata Samsol ada makam yang tidak terlihat itu” gumamku sambil kutuntun motor tua ini
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 318 Episodes
Comments
ᴊɪʀᴏ ⍣⃝☠️
knp g Agustus sj sekalian🤭
2024-12-06
1
Ekayadi
mas...mas...jangkrek melulu yg di sebut.. ya zikir mas biar d lindungi Allah
2024-02-02
1
novita setya
mas agooooss drpd ngumpat mending zikir..jongkrak jangkrik ae lambemu🤣
2023-08-17
1