Part 18

Tidak ada yang istimewa dengan pekerjaan Anang hari ini di perumahan, selain jam makan siang yang diselingi dengan cerita Mandor dengan kepala tukang, yang hampir saja berperang.

Anang dengan beberapa rekannya yang lain, hanya menonton adegan saling bentak antara kedua lelaki itu.

Pertengkaran Mandor dengan kepala tukang hanya gara-gara masalah sepele. Keduanya mau mencari muka kepada si pemilik rumah, yang datang memeriksa perkembangan pekerjaan renovasi rumahnya.

Lauk ikan asin goreng dengan sayur asem, jadi pengganjal perut Anang, dan rekan pekerja lain, dibumbui dengan caci maki ekstra pedas perkataan Mandor dan kepala tukang.

Tontonan yang sama sekali tidak menyenangkan. Kalau mereka berdua tidak berhenti bertengkar, pekerjaan Anang dan rekan yang lain akan terancam diberhentikan.

Salah satu rekan pekerja Anang, mencoba melerai pertengkaran kedua orang itu, tapi malah ikut mendapat umpatan kasar dari kedua lelaki yang bersitegang itu.

Entah apa yang merasuki mereka.

Anang dan rekan pekerja yang lain hanya bisa berharap, cekcok antara Mandor dengan kepala tukang, bisa segera berakhir.

"Parah! Kan mandor juga, yang kemarin menyuruh kita membuat pancuran duluan?! Hari ini kok malah marah-marah lagi?" celetuk salah satu rekan kerja Anang, sambil dengan tangan kurusnya menyuap makanannya ke mulutnya.

"Biasa, lah! ... Pasti begitu, kalau Nyonya datang. Seolah-olah dia yang paling sibuk. Padahal biasanya, kita sibuk bekerja, dia hanya bersantai di bawah pohon," sahut salah satu rekan Anang, yang lainnya lagi.

"Husstt! ... Sudah! Paling-paling satu jam nanti, mereka berdua sudah akur lagi," kata salah satu tukang cadangan, yang terlihat sudah berumur, dengan rambutnya yang sudah penuh dengan uban.

Anang hanya mendengarkan pembicaraan mereka di situ, tanpa mau ikut berkomentar.

Anang khawatir kalau sampai harus berhenti bekerja, maka Anang akan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya lebih dari biasanya.

Anang berdiam diri, dan memilih untuk menghabiskan makan siangnya, sebelum mereka bekerja lagi, saat jam istirahat siang berakhir.

Anang bisa bernafas lega, pekerjaan mereka bisa dilanjutkan, tanpa ada tambahan adegan drama pertengkaran lagi. Meski sang Mandor dan kepala tukang, masih saling memasang muka masam saat berpapasan.

Sampai jam kerja berakhir, Anang bisa bekerja tanpa mengalami kendala yang berarti.

Seperti biasanya, Anang pulang ke tempat tinggalnya, dan langsung menuju rakit untuk mencuci dan mandi, ditemani anak-anak yang bermain air di sungai.

Setelah selesai berpakaian, Anang tidak berminat mendatangi kamar Santi.

Bukannya Anang tidak mau menikmati pertempuran mereka di ranjang, hanya saja, rasa enggan mendatangi kamar Santi, lebih besar daripada keinginan Anang untuk mencelup teh di cangkir Santi.

Sambil duduk di kasurnya, Anang memakai earphone, lalu mulai mencoba menghapal lagu baru, untuk pentas pertunjukannya nanti malam.

Satu lagu, dua lagu, Anang merasa mudah menghapal lagu-lagu baru yang baru saja dia dengarkan, dengan iringan gitarnya yang nyaris tidak pernah meleset.

Ketika Anang sedang asyik melatih kemampuannya, pintu kamar Anang yang memang tidak dikuncinya, tiba-tiba terbuka.

Anang menoleh ke arah pintu, dan dia melihat Santi yang memakai tanktop dan rok mini, masuk ke kamarnya.

Buru-buru Anang melepas earphone dari telinganya, dan menyandarkan gitar tuanya ke dinding.

Tanpa sempat bicara apa-apa, Santi langsung mendorong Anang yang masih duduk di kasurnya, lalu menindih Anang sampai terbaring terlentang, dan menutup mulut Anang dengan tangannya.

"Kenapa kamu nggak pergi ke kamarku?" tanya Santi sambil berbisik, dengan matanya yang merah berkaca-kaca.

Santi lalu melepas tangannya dari mulut Anang, kemudian buru-buru membuka tanktop dan br* nya.

Anang hanya kebingungan melihatnya.

Ada apa dengan wanita ini?

Tapi, jiwa laki-laki Anang terpancing dengan tingkah Santi.

Anang tidak mau menolak yang sudah ada di depannya seperti itu. Tangannya memegang perbukitan yang menjulang menantang, dan meremasnya sepuasnya.

Santi menempelkan dadanya ke wajah Anang sampai Anang terbenam di bukit putih mulus yang padat kenyal, dengan titik puncaknya yang bisa masuk ke dalam mulut Anang.

Anang menggigit pelan dada Santi, saking gemasnya.

Sedangkan Santi menggigit bibirnya sendiri, kemudian menarik Anang agar kembali terduduk, lalu tangannya meraba-raba celana Anang, dan membukanya.

Anang yang sudah tidak bisa mengontrol pikirannya, hanya menikmati tangan Santi yang menyentuh daerah intimnya, sambil memejamkan matanya.

Anang bisa merasakan kalau Santi memasang sesuatu di bagian tubuhnya yang sudah mengeras, sebelum dia bisa merasa seakan menancap ke dalam sesuatu yang membuatnya terjepit, dan tertekan.

Santi bergerak kasar dipangkuan Anang.

***

"Kamu kenapa?" tanya Anang heran sambil menatap Santi yang masih di pangkuannya.

Anang memang penasaran, kenapa Santi mau melakukan itu dengannya, sedangkan dia tidak pernah memberikan Santi uang, seperti pelanggan-pelanggan Santi yang lain.

"Aku memang suka sensasi saat melakukan itu. Bukan lelakinya! Hanya itu saja!" kata Santi, enteng.

"Kalau aku bisa melakukan itu sambil mendapatkan uang, kan lebih baik?!" sambung Santi lagi.

Anang mengerutkan alisnya.

"Tapi, aku tidak mampu untuk memberimu uang," ujar Anang hati-hati.

"Dengan kamu itu beda. Aku puas. Makanya aku nggak minta bayaran. Kalau aku nggak butuh uang untuk bayar ini itu, aku mau kamu terus melayaniku. Kamu mau nggak?" Santi terlihat seolah-olah tidak ada beban saat bicara dengan Anang.

Anang terdiam sambil menatap Santi.

Santi berarti seorang penggila s*x.

Dalam hati Anang, ada sedikit rasa kasihan dengan wanita itu. Sayang sekali wanita dengan wajah cantik, lengkap dengan bentuk tubuh yang bagus seperti itu, malah pikirannya sakit.

"Kamu mau melayaniku, nggak?" tanya Santi sambil menatap Anang dengan sorot mata tajam.

Anang yang sejak tadi termangu, jadi gelagapan.

"Terserah kamu saja," sahut Anang asal.

Meski ada rasa iba, tapi sayang juga kalau ditolak, kan?

Hitung-hitung, Anang melakukannya untuk membantu Santi, dan....

Anggaplah sambil menyelam, Anang minum kopi ... Gratis.

"Bagus! Kalau kamu tidak ada kerjaan, dan aku belum pergi mencari uang, kamu datangi kamarku! Atau aku yang ke sini!" kata Santi tegas.

Anang menganggukkan kepalanya.

Santi terlihat senang, dan tersenyum lebar.

"Aku pergi mencari uang dulu!" ujar Santi, sambil mengedipkan sebelah matanya, kepada Anang.

Berarti benar kalau Anang membantu Santi 'kan?

Buktinya, Santi senang dengan bantuan Anang, sampai hampir meloncat kegirangan seperti anak kecil yang diberikan permen, saat keluar dari kamar Anang.

Anang menggeleng-gelengkan kepalanya.

Mimpi apa sampai bisa ada yang begini?

Anang harus tersadar dari mimpi. Tadi saat Santi membuka pintunya, diluar sudah mulai gelap. Anang harus buru-buru pergi ke pinggiran kota.

Anang merapikan baju dan celananya, kemudian mengambil gitarnya.

Anang kembali menyusuri sela-sela bangunan liar, dan trotoar yang panjang.

Di perjalanan, Anang teringat akan janjinya dengan Gita.

Kira-kira dia beneran datang ke sana lagi nggak, ya?

Sudahlah!

Anang sudah terlalu banyak bermimpi.

Terpopuler

Comments

Siboro Putra

Siboro Putra

Anang menang banyak

2022-08-28

1

Penulis Jelata

Penulis Jelata

Hyper tu cewek, haha

2022-08-16

1

Raysonic Lans™

Raysonic Lans™

Ceritanya sangat bagus natural kehidupan

2022-07-03

1

lihat semua
Episodes
1 Part 1
2 Part 2
3 Part 3
4 Part 4
5 Part 5
6 Part 6
7 Part 7
8 Part 8
9 Part 9
10 Part 10
11 Part 11
12 Part 12
13 Part 13
14 Part 14
15 Part 15
16 Part 16
17 Part 17
18 Part 18
19 Part 19
20 Part 20
21 Part 21
22 Part 22
23 Part 23
24 Part 24
25 Part 25
26 Part 26
27 Part 27
28 Part 28
29 Part 29
30 Part 30
31 Part 31
32 Part 32
33 Part 33
34 Part 34
35 Part 35
36 Part 36
37 Part 37
38 Part 38
39 Part 39
40 Part 40
41 Part 41
42 Part 42
43 Part 43
44 Part 44
45 Part 45
46 Part 46
47 Part 47
48 Part 48
49 Part 49
50 Part 50
51 Part 51
52 Part 52
53 Part 53
54 Part 54
55 Part 55
56 Part 56
57 Part 57
58 Part 58
59 Part 59
60 Part 60
61 Part 61
62 Part 62
63 Part 63
64 Part 64
65 Part 65
66 Part 66
67 Part 67
68 Part 68
69 Part 69
70 Part 70
71 Part 71
72 Part 72
73 Part 73
74 Part 74
75 Part 75
76 Part 76
77 Part 77
78 Part 78
79 Part 79
80 Part 80
81 Part 81
82 Part 82
83 Part 83
84 Part 84
85 Part 85
86 Part 86
87 Part 87
88 Part 88
89 Part 89
90 Part 90
91 Part 91
92 Part 92
93 Part 93
94 Part 94
95 Part 95
96 Part 96
97 Part 97
98 Part 98
99 Part 99
100 Part 100
101 Part 101
102 Part 102
103 Part 103
104 Part 104
105 Part 105
106 Part 106
107 Part 107
108 Part 108
109 Part 109
110 Part 110
111 Part 111
112 Part 112
113 Part 113
114 Part 114
115 Part 115
116 Part 116
117 Part 117
118 Part 118
119 Part 119
120 Part 120
121 Part 121
122 Part 122
123 Part 123
124 Part 124
125 Part 125
126 Part 126
127 Part 127
128 Part 128
129 Part 129
130 Part 130
131 Part 131
132 Part 132
133 Part 133
134 Part 134
135 Part 135
136 Part 136
137 Part 137
138 Part 138
139 Part 139
140 Part 140
141 Part 141
142 Part 142
143 Part 143
144 Part 144
145 Part 145
146 Part 146
147 Part 147
148 Part 148
149 Part 149
150 Part 150
151 Part 151
152 Part 152
153 Part 153
154 Part 154
155 Part 155
156 Part 156
157 Part 157
158 Part 158
159 Part 159
160 Part 160
161 Part 161
162 Part 162
163 Part 163
164 Part 164
165 Part 165
166 Part 166
167 Part 167
168 Part 168
169 Part 169
170 Part 170
171 Part 171
172 Part 172
173 Part 173
174 Part 174
175 Part 175
176 Part 176
177 Part 177
178 Part 178
179 Part 179
180 Part 180
181 Part 181
182 Part 182
183 Part 183
184 Part 184
185 Part 185
186 Part 186
187 Part 187
188 Part 188
189 Part 189
190 Part 190
191 Part 191
192 Part 192
193 Part 193
194 Part 194
195 Part 195
196 Novel baru
Episodes

Updated 196 Episodes

1
Part 1
2
Part 2
3
Part 3
4
Part 4
5
Part 5
6
Part 6
7
Part 7
8
Part 8
9
Part 9
10
Part 10
11
Part 11
12
Part 12
13
Part 13
14
Part 14
15
Part 15
16
Part 16
17
Part 17
18
Part 18
19
Part 19
20
Part 20
21
Part 21
22
Part 22
23
Part 23
24
Part 24
25
Part 25
26
Part 26
27
Part 27
28
Part 28
29
Part 29
30
Part 30
31
Part 31
32
Part 32
33
Part 33
34
Part 34
35
Part 35
36
Part 36
37
Part 37
38
Part 38
39
Part 39
40
Part 40
41
Part 41
42
Part 42
43
Part 43
44
Part 44
45
Part 45
46
Part 46
47
Part 47
48
Part 48
49
Part 49
50
Part 50
51
Part 51
52
Part 52
53
Part 53
54
Part 54
55
Part 55
56
Part 56
57
Part 57
58
Part 58
59
Part 59
60
Part 60
61
Part 61
62
Part 62
63
Part 63
64
Part 64
65
Part 65
66
Part 66
67
Part 67
68
Part 68
69
Part 69
70
Part 70
71
Part 71
72
Part 72
73
Part 73
74
Part 74
75
Part 75
76
Part 76
77
Part 77
78
Part 78
79
Part 79
80
Part 80
81
Part 81
82
Part 82
83
Part 83
84
Part 84
85
Part 85
86
Part 86
87
Part 87
88
Part 88
89
Part 89
90
Part 90
91
Part 91
92
Part 92
93
Part 93
94
Part 94
95
Part 95
96
Part 96
97
Part 97
98
Part 98
99
Part 99
100
Part 100
101
Part 101
102
Part 102
103
Part 103
104
Part 104
105
Part 105
106
Part 106
107
Part 107
108
Part 108
109
Part 109
110
Part 110
111
Part 111
112
Part 112
113
Part 113
114
Part 114
115
Part 115
116
Part 116
117
Part 117
118
Part 118
119
Part 119
120
Part 120
121
Part 121
122
Part 122
123
Part 123
124
Part 124
125
Part 125
126
Part 126
127
Part 127
128
Part 128
129
Part 129
130
Part 130
131
Part 131
132
Part 132
133
Part 133
134
Part 134
135
Part 135
136
Part 136
137
Part 137
138
Part 138
139
Part 139
140
Part 140
141
Part 141
142
Part 142
143
Part 143
144
Part 144
145
Part 145
146
Part 146
147
Part 147
148
Part 148
149
Part 149
150
Part 150
151
Part 151
152
Part 152
153
Part 153
154
Part 154
155
Part 155
156
Part 156
157
Part 157
158
Part 158
159
Part 159
160
Part 160
161
Part 161
162
Part 162
163
Part 163
164
Part 164
165
Part 165
166
Part 166
167
Part 167
168
Part 168
169
Part 169
170
Part 170
171
Part 171
172
Part 172
173
Part 173
174
Part 174
175
Part 175
176
Part 176
177
Part 177
178
Part 178
179
Part 179
180
Part 180
181
Part 181
182
Part 182
183
Part 183
184
Part 184
185
Part 185
186
Part 186
187
Part 187
188
Part 188
189
Part 189
190
Part 190
191
Part 191
192
Part 192
193
Part 193
194
Part 194
195
Part 195
196
Novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!