Part 14

Pagi ini Anang bangun lebih cepat, mendahului ocehan keributan ibu-ibu tetangga penghuni kost.

Anang mengalahkan kecepatan suara ibu-ibu, dan ayam peliharaan tetangganya.

Entah karena lebih semangat untuk bekerja, atau karena perutnya yang lapar.

Anang mengganti pakaiannya semalam, dengan memakai atribut kebangsaan, dan kebanggaannya untuk bekerja.

Sepatu boots karet terpasang sempurna di kedua kakinya. Anang tersenyum lega, karena kali ini jari kakinya tidak perlu menyentuh jalanan lagi. Tertutup rapat, aman, dan hangat di dalam sepatu barunya.

Anang menyalakan aplikasi musik kemudian memasukkan ponsel ke dalam saku belakang celananya, sambil memasang sebelah earphone ke salah satu daun telinganya.

Anang sudah siap untuk bekerja lagi hari ini.

Anang sudah berjalan menyusuri gang sempit di antara bangunan darurat kost liar, barulah terlihat tetangga-tetangganya membuka jendela dan pintu rumah mereka.

Anang menyapa dengan menganggukkan kepalanya sesekali, saat melihat ibu-ibu yang baru saja berjalan keluar dari tempat tinggalnya masing-masing.

Anang mempercepat langkahnya, kali ini cahaya matahari belum terlihat. Matahari ternyata juga kalah cepat bangunnya dari Anang.

Ketika melewati portal perumahan, Satpam di situ seperti biasanya menyapa Anang.

"Gitu dong! Makin keren sekarang, bro! Semangat!" Satpam muda itu, terlihat terkagum-kagum dengan Anang. Entah karena kecepatannya, atau karena penampilannya.

Anang sampai di tempat kerja serabutannya, saat pekerja yang lain banyak yang belum hadir.

Tapi, sebuah ceret kopi panas, dan kue jajanan pasar sudah tersedia di situ.

Lambung Anang berbahagia menyambut kedatangan donat yang ditaburi meses coklat dari mulut, dan tenggorokan Anang.

Lebih dari cukup.

Sebuah donat sebesar kepalan tinju Anang, habis digiling gigi-gigi Anang, dan didorong dengan cairan kopi, masuk tanpa penghalang ke dalam perut Anang.

Oke, sebentar lagi pekerjaan akan segera dimulai.

Anang tidak melepas earphone yang dipakainya tadi, melainkan bekerja dengan benda itu masih tetap terpasang di sebelah telinganya.

Belum waktunya jam istirahat makan siang, pekerjaan Anang dan rekan-rekan seperjuangannya terhenti.

Pekerjaan mereka ditunda, karena kehabisan bahan bangunan. Anang mendengar dari salah satu rekannya, kalau mereka masih harus menunggu bahan bangunan yang dikirim pemilik rumah.

Sambil menunggu pekerjaan mereka dilanjutkan, Anang duduk di bawah pohon di luar bangunan rumah, bersama pekerja-pekerja yang lain.

Anang mengeluarkan ponselnya, dan melihat lirik-lirik lagu yang dia dengarkan.

"Lagi dengar lagu ya? Mau dengar juga dong! bosan, nih!" kata salah satu rekan kerja Anang.

Anang lalu melepas sambungan earphone dari ponsel, agar semua bisa mendengar suara lagu yang keluar dari ponselnya.

"Ah! Payah! Masa cuma dengar lagu, doang?!" celetuk Mandor, yang biasa mengawasi pekerjaan pembangunan di situ tiba-tiba.

"Ada paket?" tanya Mandor itu kepada Anang, sambil menatapnya lekat-lekat.

Paket?

Paket apa?

Anang tidak merasa mengirim apa-apa. Jadinya Anang hanya terdiam termangu sambil menatap balik sang mandor.

"Nggak ngerti?" tanya Mandor itu lagi kepada Anang.

"Iya," Sahut Anang.

"Paket Internet biar bisa online. Itu yang kamu dengarkan lagu online?" tanya Mandor, sambil menjelaskan kepada Anang apa maksudnya.

"Oh, Iya ... Ini lagu online. Kata penjual ponsel kemarin, ini gratis internet sampai tiga bulan ke depan," sahut Anang.

"Mantap!" kata Mandor itu, yang kemudian duduk di samping Anang, lalu menjulurkan tangannya seolah meminta ponsel dari tangan Anang.

"Sini aku carikan tontonan dengan suara yang lebih bagus, daripada cuma dengar lagu doang!" kata Mandor itu, sambil menerima ponsel yang sudah disodorkan Anang.

Anang melihat sang Mandor mengetikkan sesuatu di layar ponsel, setelah menekan salah satu kotak kecil di situ.

"Tunggu sebentar! Jaringan kayaknya kurang bagus," kata Mandor itu, sambil melihat layar ponsel Anang yang dia pegang.

Anang juga ikut melihat layar ponselnya. Dia ingin tahu apa saja yang dibuat sang Mandor di situ.

Tidak lama, beberapa gambar terlihat dilayar ponsel Anang. Senyum di wajah sang Mandor juga ikut terbuka, se-terbuka dada wanita yang ada di gambar.

"Ini baru seru!" kata sang Mandor, dengan suara bersemangat.

Anang melihat, jempol Mandornya menekan salah satu gambar di ponsel Anang.

Gambar pun bergerak seperti film yang tayang di televisi.

Mata Anang terbelalak.

Di film yang muncul di layar ponsel Anang, terlihat sepasang laki-laki dan perempuan yang sedang bergantian berkuda.

Seperti film koboi Chuck Norris, tapi bukan menunggang kuda sambil berpakaian lengkap, dengan sepatu, dan topinya.

Melainkan kedua pemain filmnya tanpa busana, menungging, meloncat, dan bergoyang-goyang di atas pasangannya yang juga tanpa busana, berikut dengan suara yang mengeluh yang menyayat hati, dari kedua pemain film itu.

Sontak suara rintihan yang terdengar dari ponsel Anang, menjadi pusat perhatian pekerja yang lain.

Mereka semua berdesak-desakkan, mencari sela untuk melihat layar ponsel Anang. Mereka semua ingin melihat pertempuran yang terjadi antara laki-laki dan perempuan itu dari dekat.

Terdengar suara sorakan para pekerja yang rata-rata sudah berkeluarga itu kegirangan.

"Uuhhhuuyy! ... Mantap!"

"Assooiyy!"

Suara para pekerja bangunan di situ, benar-benar menimbulkan keributan.

Anang yang terhimpit tidak merasakan sesak di dadanya, yang bisa melebihi sesak di celananya.

Anang hampir tidak bisa mengedipkan matanya. Dia benar-benar lupa caranya menggerakkan kelopak matanya, sampai hampir kering karena terlalu lama terbuka lebar.

Rasanya Anang tidak bisa mempercayai apa yang dia lihat.

Sehebat itu!

Ponselnya hebat, bisa untuk melihat pemain film yang juga hebat dalam melakukan aksinya.

Luar biasa!

Ponselnya luar biasa, bisa mengalahkan televisi milik tetangganya dikampung dulu. Pemain filmnya juga luar biasa, bisa mengalahkan kerennya film koboi Chuck Norris.

Sorakan demi sorakan, tidak mengganggu konsentrasi Anang menonton pertarungan yang sengit di layar ponselnya.

Anang kebingungan melihat para pemain film, laki-laki dan perempuan itu, yang terlihat seakan tidak bisa lelah, dan tidak ada yang mau kalah.

Anang benar-benar heran melihat kekuatan para pemain film itu. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya, tanpa mengeluarkan suara apa-apa.

Akhirnya suara knalpot racing truk yang menggelegar, dengan asapnya yang hitam mengepul, menutupi pandangan mereka semua yang sedang duduk, saat mundur ke halaman bangunan rumah itu, memecahkan konsentrasi semua orang yang sedang menonton.

Truk yang membawa bahan bangunan sudah datang.

Para pekerja kembali bersiap untuk lanjut bekerja.

Begitu juga Anang yang buru-buru mematikan layar ponsel, dan menyimpan ponselnya kembali ke saku belakang celananya, yang sekarang sudah kembali terasa longgar.

Sambil bekerja Anang memikirkan semuanya.

Iya, semuanya mulai dari apa saja yang bisa dia pakai dengan ponselnya itu, dan apa yang dilakukan sepasang pemain film tadi.

Bukan main kekuatannya....

Kekuatan ponsel mengubah cara orang menikmati hiburan, juga kekuatan pasangan yang bertahan selama itu. Sampai-sampai, Anang sudah matikan layar ponselnya, tapi tidak ada satu pun dari mereka yang terkalahkan.

Anang jadi makin penasaran dengan semuanya. Dia kemudian teringat janjinya dengan Santi sore ini....

Cukup!

Anang harus fokus bekerja, kalau tidak mau diberhentikan sang Mandor, yang merusak otak Anang.

Terpopuler

Comments

Ganuwa Gunawan

Ganuwa Gunawan

kaya nya s Anang otak nya bakal rusak gr gra s mandor..
jng coba coba jajal atau ngicipin teh celub k s Santi Nang...

2023-01-08

1

Penulis Jelata

Penulis Jelata

Buajir, ngakak gw

2022-08-16

0

lihat semua
Episodes
1 Part 1
2 Part 2
3 Part 3
4 Part 4
5 Part 5
6 Part 6
7 Part 7
8 Part 8
9 Part 9
10 Part 10
11 Part 11
12 Part 12
13 Part 13
14 Part 14
15 Part 15
16 Part 16
17 Part 17
18 Part 18
19 Part 19
20 Part 20
21 Part 21
22 Part 22
23 Part 23
24 Part 24
25 Part 25
26 Part 26
27 Part 27
28 Part 28
29 Part 29
30 Part 30
31 Part 31
32 Part 32
33 Part 33
34 Part 34
35 Part 35
36 Part 36
37 Part 37
38 Part 38
39 Part 39
40 Part 40
41 Part 41
42 Part 42
43 Part 43
44 Part 44
45 Part 45
46 Part 46
47 Part 47
48 Part 48
49 Part 49
50 Part 50
51 Part 51
52 Part 52
53 Part 53
54 Part 54
55 Part 55
56 Part 56
57 Part 57
58 Part 58
59 Part 59
60 Part 60
61 Part 61
62 Part 62
63 Part 63
64 Part 64
65 Part 65
66 Part 66
67 Part 67
68 Part 68
69 Part 69
70 Part 70
71 Part 71
72 Part 72
73 Part 73
74 Part 74
75 Part 75
76 Part 76
77 Part 77
78 Part 78
79 Part 79
80 Part 80
81 Part 81
82 Part 82
83 Part 83
84 Part 84
85 Part 85
86 Part 86
87 Part 87
88 Part 88
89 Part 89
90 Part 90
91 Part 91
92 Part 92
93 Part 93
94 Part 94
95 Part 95
96 Part 96
97 Part 97
98 Part 98
99 Part 99
100 Part 100
101 Part 101
102 Part 102
103 Part 103
104 Part 104
105 Part 105
106 Part 106
107 Part 107
108 Part 108
109 Part 109
110 Part 110
111 Part 111
112 Part 112
113 Part 113
114 Part 114
115 Part 115
116 Part 116
117 Part 117
118 Part 118
119 Part 119
120 Part 120
121 Part 121
122 Part 122
123 Part 123
124 Part 124
125 Part 125
126 Part 126
127 Part 127
128 Part 128
129 Part 129
130 Part 130
131 Part 131
132 Part 132
133 Part 133
134 Part 134
135 Part 135
136 Part 136
137 Part 137
138 Part 138
139 Part 139
140 Part 140
141 Part 141
142 Part 142
143 Part 143
144 Part 144
145 Part 145
146 Part 146
147 Part 147
148 Part 148
149 Part 149
150 Part 150
151 Part 151
152 Part 152
153 Part 153
154 Part 154
155 Part 155
156 Part 156
157 Part 157
158 Part 158
159 Part 159
160 Part 160
161 Part 161
162 Part 162
163 Part 163
164 Part 164
165 Part 165
166 Part 166
167 Part 167
168 Part 168
169 Part 169
170 Part 170
171 Part 171
172 Part 172
173 Part 173
174 Part 174
175 Part 175
176 Part 176
177 Part 177
178 Part 178
179 Part 179
180 Part 180
181 Part 181
182 Part 182
183 Part 183
184 Part 184
185 Part 185
186 Part 186
187 Part 187
188 Part 188
189 Part 189
190 Part 190
191 Part 191
192 Part 192
193 Part 193
194 Part 194
195 Part 195
196 Novel baru
Episodes

Updated 196 Episodes

1
Part 1
2
Part 2
3
Part 3
4
Part 4
5
Part 5
6
Part 6
7
Part 7
8
Part 8
9
Part 9
10
Part 10
11
Part 11
12
Part 12
13
Part 13
14
Part 14
15
Part 15
16
Part 16
17
Part 17
18
Part 18
19
Part 19
20
Part 20
21
Part 21
22
Part 22
23
Part 23
24
Part 24
25
Part 25
26
Part 26
27
Part 27
28
Part 28
29
Part 29
30
Part 30
31
Part 31
32
Part 32
33
Part 33
34
Part 34
35
Part 35
36
Part 36
37
Part 37
38
Part 38
39
Part 39
40
Part 40
41
Part 41
42
Part 42
43
Part 43
44
Part 44
45
Part 45
46
Part 46
47
Part 47
48
Part 48
49
Part 49
50
Part 50
51
Part 51
52
Part 52
53
Part 53
54
Part 54
55
Part 55
56
Part 56
57
Part 57
58
Part 58
59
Part 59
60
Part 60
61
Part 61
62
Part 62
63
Part 63
64
Part 64
65
Part 65
66
Part 66
67
Part 67
68
Part 68
69
Part 69
70
Part 70
71
Part 71
72
Part 72
73
Part 73
74
Part 74
75
Part 75
76
Part 76
77
Part 77
78
Part 78
79
Part 79
80
Part 80
81
Part 81
82
Part 82
83
Part 83
84
Part 84
85
Part 85
86
Part 86
87
Part 87
88
Part 88
89
Part 89
90
Part 90
91
Part 91
92
Part 92
93
Part 93
94
Part 94
95
Part 95
96
Part 96
97
Part 97
98
Part 98
99
Part 99
100
Part 100
101
Part 101
102
Part 102
103
Part 103
104
Part 104
105
Part 105
106
Part 106
107
Part 107
108
Part 108
109
Part 109
110
Part 110
111
Part 111
112
Part 112
113
Part 113
114
Part 114
115
Part 115
116
Part 116
117
Part 117
118
Part 118
119
Part 119
120
Part 120
121
Part 121
122
Part 122
123
Part 123
124
Part 124
125
Part 125
126
Part 126
127
Part 127
128
Part 128
129
Part 129
130
Part 130
131
Part 131
132
Part 132
133
Part 133
134
Part 134
135
Part 135
136
Part 136
137
Part 137
138
Part 138
139
Part 139
140
Part 140
141
Part 141
142
Part 142
143
Part 143
144
Part 144
145
Part 145
146
Part 146
147
Part 147
148
Part 148
149
Part 149
150
Part 150
151
Part 151
152
Part 152
153
Part 153
154
Part 154
155
Part 155
156
Part 156
157
Part 157
158
Part 158
159
Part 159
160
Part 160
161
Part 161
162
Part 162
163
Part 163
164
Part 164
165
Part 165
166
Part 166
167
Part 167
168
Part 168
169
Part 169
170
Part 170
171
Part 171
172
Part 172
173
Part 173
174
Part 174
175
Part 175
176
Part 176
177
Part 177
178
Part 178
179
Part 179
180
Part 180
181
Part 181
182
Part 182
183
Part 183
184
Part 184
185
Part 185
186
Part 186
187
Part 187
188
Part 188
189
Part 189
190
Part 190
191
Part 191
192
Part 192
193
Part 193
194
Part 194
195
Part 195
196
Novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!