Part 13

Sesuai rencana Anang.

Ketika dia sudah di dalam kamar petakannya, dia kemudian memasang satu earphone ke sebelah telinganya, dan membiarkan yang sebelah lagi tetap terbuka, dan bisa mendengar suara gitar yang dia mainkan.

Anang mulai mempelajari salah satu lagu, yang dia rasa menarik perhatiannya.

Mungkin karena memang sudah menjadi talentanya. Kesukaannya dengan musik, membuatnya dengan mudah mempelajari, bahkan menghapal satu lagu, mulai dari nada sampai ke lirik-liriknya.

Anang bisa mengikuti dengan baik, nada lagu dengan petikan gitarnya.

Saat mematikan musik di ponsel dan melepas earphone, kemudian mendengarkan langsung suara petikan gitar dan suaranya sendiri, justru lagu itu terdengar lebih bagus lagi.

Petikan gitar akustik terdengar lebih menarik, dari pada satu set alat musik yang dibunyikan sekaligus, karena dengan begitu vokal Anang akan lebih menonjol.

Anang jadi ingin menguji coba hasil latihannya.

Anang keluar dari kamarnya, dan melihat kesana kemari. Di dekat kamarnya, ada sekumpulan bapak-bapak yang sedang duduk berkumpul, sambil bermain kartu.

Anang kemudian mendatangi kumpulan itu.

"Pak, Maaf mengganggu! Tapi aku mau mencoba lagu yang baru aku pelajari. Bisa sambil dengarkan, kah? Tolong kasih tahu, bagus atau tidaknya," kata Anang hati-hati.

Meskipun Anang ingin sekali agar ada yang menilainya, tapi dia takut kalau-kalau dia hanya mengganggu konsentrasi bapak-bapak itu yang sedang asyik berjudi.

"Boleh! Lumayan jadi hiburan," kata salah satu laki-laki yang tampak sudah berumur, dengan badan gemuk, dan perutnya yang buncit, dan hanya memakai kaus dalaman dan sarung.

"Bagaimana wal?" kata laki-laki itu lagi, kepada teman-temannya yang bermain kartu bersamanya, yang rata-rata sudah berumur, dan hanya memakai sarung sebagai pengganti celana.

"Iya. Nyanyi aja! Yang penting nggak minta bayaran, kan?" kata salah satu teman laki-laki yang gemuk tadi.

"Nggak, Pak! ... Kalau begitu, saya coba nyanyikan ya?!" sahut Anang.

"Ok! ... Lanjut!" kata beberapa laki-laki yang ada di situ hampir bersama'an.

Anang menarik nafas panjang, kemudian mulai menyanyikan lagu yang baru saja dia hapalkan.

Sampai lagu selesai dinyanyikan, tidak ada satupun laki-laki di situ yang mendengarkan Anang bernyanyi, yang protes dengan suara Anang dan suara gitarnya.

Mereka semua terlihat menikmati lagu yang dibawakan Anang, sambil diiringi suara gitarnya. Kepala dan badan mereka ikut bergoyang-goyang ke kiri ke kanan, mengikuti irama lagu Anang.

Setelah lagu usai, mereka lalu serempak berseru,

"Bagus!!"

"Ada lagu lain lagi?" tanya salah satu laki-laki lain, yang pada awalnya hanya berdiam diri, kini dia yang paling bersemangat ingin mendengar Anang bernyanyi.

"Maaf! Baru satu lagu itu saja yang aku hapal. Tapi, bagus aja ya?" kata Anang bersemangat.

"Iya. Bagus kok! Sayangnya orang-orang seperti kita ini sulit untuk terkenal. Padahal kalau ada kesempatan, kamu bisa jadi penyanyi tenar. Suaramu bagus, dan pintar juga bermain gitar," kata laki-laki yang gemuk tadi.

"Makasih, Pak! Kalau begitu aku pergi dulu. Aku mau coba belajar lagu lain lagi," kata Anang, yang bersemangat, karena mendapat pujian dari orang-orang di situ.

"Nanti kalau ada lagu baru, dan kamu mau mencoba nyanyikan, ke sini saja. Kami mau mendengar nyanyianmu sambil kami bermain," kata laki-laki gemuk, yang sedari tadi mau memberi perhatiannya kepada Anang, meski matanya tetap menatap kartu-kartu yang tersusun di tangannya.

"Baik, Pak! Aku permisi dulu!" kata Anang, sambil berjalan kembali ke kamarnya.

Bagus!

Respon bapak-bapak tadi, benar-benar membangkitkan semangat Anang untuk belajar lebih banyak lagu lagi.

Anang teringat kata salah satu pengunjung yang ingin mendengar lagu rock barat. Lagu berbahasa Inggris, Anang mau mempelajarinya, tapi masih ragu dengan artinya yang dia tidak mengerti.

Tapi Anang tidak bisa menolak, untuk belajar lagu-lagu berbahasa asing.

Bagaimana kalau ada lagi yang meminta lagu begitu, lalu tidak ada satupun yang Anang tahu?

Nanti dia akan ditolak untuk bernyanyi di depan mereka, dan Anang jelas tidak akan mendapatkan apa-apa.

Anang berbaring di kasurnya lalu menatap layar ponsel barunya. Dia mencoba-coba menggeser-geser layar ponsel, dan menekan kotak-kotak kecil di layar ponsel itu satu persatu.

Tampaknya memang benar yang dikatakan wanita pemilik toko ponsel yang menjual ponsel itu kepadanya. Belajar menggunakan ponsel itu tidak sesulit kelihatannya.

Tidak butuh waktu sampai berjam-jam, Anang sudah banyak mengerti kegunaan semua kotak-kotak yang bisa digeser di layar ponselnya.

Ada yang untuk bermain, meski Anang masih belum tahu cara bermainnya, dan masih harus membaca petunjuk di situ, tapi lama-kelamaan Anang mengerti cara bermain permainan di situ.

Ada juga yang untuk mengubah-ubah layar, mulai dari gambar, warna, sampai suara yang dikeluarkan dari ponsel itu.

Ada beberapa kotak lagi yang Anang belum mengerti sama sekali apa kegunaannya.

Kotak berlambang huruf 'F', ada yang bergambar seperti telepon tapi bukan untuk menelpon, ada yang bergambar burung, ada yang bergambar not lagu tapi tidak ada lagunya, ada juga yang bergambar seperti kamera foto tapi tidak bisa untuk dipakai berfoto.

Anang menggeleng-gelengkan kepalanya.

Macam-macam saja yang ada di dalam ponsel itu.

Anang kemudian mencoba kotak kecil yang ternyata bisa untuk mengambil gambar, bahkan bisa untuk melihat gambar wajahnya sendiri seperti cermin.

Sesekali Anang menekan tombol, sampai gambar wajahnya tersimpan di dalam ponsel.

Anang tersenyum sendiri, mengingat jaman-jaman dulu, waktu dia masih sekolah di kampungnya.

Kalau ingin mengambil foto diri, harus mendatangi sebuah tempat yang khusus untuk berfoto, dengan harga yang cukup mahal, dibuat ke atas selembar kertas. Itupun tidak ada warnanya, hanya hitam putih saja.

Karena itu, Anang hanya memiliki beberapa foto wajahnya waktu dulu, itupun hanya untuk ditempel di lembaran ijazah dan raportnya saja.

Dengan ponsel ini, Anang bisa mengambil gambar wajahnya sendiri dengan gratis, dan bagus berwarna seperti aslinya.

Bahkan ada sesuatu di pengaturan kamera ponsel, yang bisa membuat wajahnya tampak putih mulus, dan terlihat makin tampan.

Anang mencoba lagi untuk mengambil gambar wajahnya.

Ternyata Anang lumayan tampan, meski belum setampan artis Mandarin yang sering Anang lihat di film-film aksi jaman dulu di televisi.

Anang masih mengutak-atik layar ponsel, sebelum akhirnya dia kembali ke kotak yang bisa dia pakai untuk mendengar lagu lagi.

Anang duduk lagi, dan sama seperti tadi, hanya memakai satu earphone, sambil menghapal lirik dan memainkan gitarnya.

Malam itu Anang sempat mempelajari beberapa lagu lokal, dan dua lagu barat, sebelum dia kelelahan dan merasa mengantuk.

Anang menyimpan ponsel barunya, kemudian berbaring di kasur tuanya.

Cukup saja dulu untuk malam ini. Lumayan saja tambahan daftar lagu untuk persiapannya mengamen besok.

Anang melihat colokan lampu yang selama ini tidak pernah dia pakai. Kali ini, di situ bisa dia pakai untuk menambah daya ponselnya.

Anang tersenyum lebar, lalu memejamkan matanya. Berharap besok perjalanan hidupnya akan jadi baik dan lebih baik lagi nanti.

Anang tertidur dengan tenang, meski dia malam itu tidak mengisi perutnya meski hanya dengan sedikit makanan, tapi rasa puas hatinya, membuatnya tidak merasa lapar, dan dia tidak bermimpi tentang makanan.

Terpopuler

Comments

Ganuwa Gunawan

Ganuwa Gunawan

semoga saja s Anang kga celab celub teh sm s Santi ...
bahaya Nang ...dosa dosa Nang.

2023-01-08

1

VirtualAjaYa

VirtualAjaYa

Next thor...

2022-06-02

2

lihat semua
Episodes
1 Part 1
2 Part 2
3 Part 3
4 Part 4
5 Part 5
6 Part 6
7 Part 7
8 Part 8
9 Part 9
10 Part 10
11 Part 11
12 Part 12
13 Part 13
14 Part 14
15 Part 15
16 Part 16
17 Part 17
18 Part 18
19 Part 19
20 Part 20
21 Part 21
22 Part 22
23 Part 23
24 Part 24
25 Part 25
26 Part 26
27 Part 27
28 Part 28
29 Part 29
30 Part 30
31 Part 31
32 Part 32
33 Part 33
34 Part 34
35 Part 35
36 Part 36
37 Part 37
38 Part 38
39 Part 39
40 Part 40
41 Part 41
42 Part 42
43 Part 43
44 Part 44
45 Part 45
46 Part 46
47 Part 47
48 Part 48
49 Part 49
50 Part 50
51 Part 51
52 Part 52
53 Part 53
54 Part 54
55 Part 55
56 Part 56
57 Part 57
58 Part 58
59 Part 59
60 Part 60
61 Part 61
62 Part 62
63 Part 63
64 Part 64
65 Part 65
66 Part 66
67 Part 67
68 Part 68
69 Part 69
70 Part 70
71 Part 71
72 Part 72
73 Part 73
74 Part 74
75 Part 75
76 Part 76
77 Part 77
78 Part 78
79 Part 79
80 Part 80
81 Part 81
82 Part 82
83 Part 83
84 Part 84
85 Part 85
86 Part 86
87 Part 87
88 Part 88
89 Part 89
90 Part 90
91 Part 91
92 Part 92
93 Part 93
94 Part 94
95 Part 95
96 Part 96
97 Part 97
98 Part 98
99 Part 99
100 Part 100
101 Part 101
102 Part 102
103 Part 103
104 Part 104
105 Part 105
106 Part 106
107 Part 107
108 Part 108
109 Part 109
110 Part 110
111 Part 111
112 Part 112
113 Part 113
114 Part 114
115 Part 115
116 Part 116
117 Part 117
118 Part 118
119 Part 119
120 Part 120
121 Part 121
122 Part 122
123 Part 123
124 Part 124
125 Part 125
126 Part 126
127 Part 127
128 Part 128
129 Part 129
130 Part 130
131 Part 131
132 Part 132
133 Part 133
134 Part 134
135 Part 135
136 Part 136
137 Part 137
138 Part 138
139 Part 139
140 Part 140
141 Part 141
142 Part 142
143 Part 143
144 Part 144
145 Part 145
146 Part 146
147 Part 147
148 Part 148
149 Part 149
150 Part 150
151 Part 151
152 Part 152
153 Part 153
154 Part 154
155 Part 155
156 Part 156
157 Part 157
158 Part 158
159 Part 159
160 Part 160
161 Part 161
162 Part 162
163 Part 163
164 Part 164
165 Part 165
166 Part 166
167 Part 167
168 Part 168
169 Part 169
170 Part 170
171 Part 171
172 Part 172
173 Part 173
174 Part 174
175 Part 175
176 Part 176
177 Part 177
178 Part 178
179 Part 179
180 Part 180
181 Part 181
182 Part 182
183 Part 183
184 Part 184
185 Part 185
186 Part 186
187 Part 187
188 Part 188
189 Part 189
190 Part 190
191 Part 191
192 Part 192
193 Part 193
194 Part 194
195 Part 195
196 Novel baru
Episodes

Updated 196 Episodes

1
Part 1
2
Part 2
3
Part 3
4
Part 4
5
Part 5
6
Part 6
7
Part 7
8
Part 8
9
Part 9
10
Part 10
11
Part 11
12
Part 12
13
Part 13
14
Part 14
15
Part 15
16
Part 16
17
Part 17
18
Part 18
19
Part 19
20
Part 20
21
Part 21
22
Part 22
23
Part 23
24
Part 24
25
Part 25
26
Part 26
27
Part 27
28
Part 28
29
Part 29
30
Part 30
31
Part 31
32
Part 32
33
Part 33
34
Part 34
35
Part 35
36
Part 36
37
Part 37
38
Part 38
39
Part 39
40
Part 40
41
Part 41
42
Part 42
43
Part 43
44
Part 44
45
Part 45
46
Part 46
47
Part 47
48
Part 48
49
Part 49
50
Part 50
51
Part 51
52
Part 52
53
Part 53
54
Part 54
55
Part 55
56
Part 56
57
Part 57
58
Part 58
59
Part 59
60
Part 60
61
Part 61
62
Part 62
63
Part 63
64
Part 64
65
Part 65
66
Part 66
67
Part 67
68
Part 68
69
Part 69
70
Part 70
71
Part 71
72
Part 72
73
Part 73
74
Part 74
75
Part 75
76
Part 76
77
Part 77
78
Part 78
79
Part 79
80
Part 80
81
Part 81
82
Part 82
83
Part 83
84
Part 84
85
Part 85
86
Part 86
87
Part 87
88
Part 88
89
Part 89
90
Part 90
91
Part 91
92
Part 92
93
Part 93
94
Part 94
95
Part 95
96
Part 96
97
Part 97
98
Part 98
99
Part 99
100
Part 100
101
Part 101
102
Part 102
103
Part 103
104
Part 104
105
Part 105
106
Part 106
107
Part 107
108
Part 108
109
Part 109
110
Part 110
111
Part 111
112
Part 112
113
Part 113
114
Part 114
115
Part 115
116
Part 116
117
Part 117
118
Part 118
119
Part 119
120
Part 120
121
Part 121
122
Part 122
123
Part 123
124
Part 124
125
Part 125
126
Part 126
127
Part 127
128
Part 128
129
Part 129
130
Part 130
131
Part 131
132
Part 132
133
Part 133
134
Part 134
135
Part 135
136
Part 136
137
Part 137
138
Part 138
139
Part 139
140
Part 140
141
Part 141
142
Part 142
143
Part 143
144
Part 144
145
Part 145
146
Part 146
147
Part 147
148
Part 148
149
Part 149
150
Part 150
151
Part 151
152
Part 152
153
Part 153
154
Part 154
155
Part 155
156
Part 156
157
Part 157
158
Part 158
159
Part 159
160
Part 160
161
Part 161
162
Part 162
163
Part 163
164
Part 164
165
Part 165
166
Part 166
167
Part 167
168
Part 168
169
Part 169
170
Part 170
171
Part 171
172
Part 172
173
Part 173
174
Part 174
175
Part 175
176
Part 176
177
Part 177
178
Part 178
179
Part 179
180
Part 180
181
Part 181
182
Part 182
183
Part 183
184
Part 184
185
Part 185
186
Part 186
187
Part 187
188
Part 188
189
Part 189
190
Part 190
191
Part 191
192
Part 192
193
Part 193
194
Part 194
195
Part 195
196
Novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!