Part 6

Miss Jordan terlihat berdiri dari atas tikar yang jadi lapisan trotoar selama dia duduk. Begitu juga Peter, lelaki tampan dengan penampilan rapi, dan bersih dengan rambut ala-ala pemain film mandarin.

Peter memberi jalan bagi Miss Jordan untuk berjalan di depannya, sambil Peter menyusul pelan di belakangnya.

"Ayo!" Kata Peter kepada Anang yang masih duduk termangu.

Anang memang takjub melihat Peter yang tampak serasi dengan Miss Jordan, saat berdiri tadi, lalu berjalan melewati Anang.

Anang membayangkan kalau dia bisa serapi Peter, mungkin dia juga tidak kalah tampan.

Anang baru tersadar dari lamunannya, ketika ditegur Peter.

Anang kemudian berdiri, lalu menyusul langkah pasangan itu, yang meninggalkan aroma harum parfum dari tubuh mereka ketika dihembus angin, saat berjalan di depan Anang.

Mereka berdua berhenti di sebuah van yang tampak lebih besar dari kamar petakan milik Anang. Kemudian setelah Peter membukakan pintu untuk Miss Jordan masuk, dia lalu mengajak Anang untuk ikut masuk ke dalam situ.

Aroma harum menyerbak keluar dari dalam kendaraan itu, ketika Anang melewati pintunya.

Di dalam situ sangat bersih, sampai membuat Anang merasa enggan untuk menginjakkan kakinya. Sandal jepit warna-warni Anang dia tinggalkan di depan pintu.

"Pakai saja sendalnya," ujar Peter.

"Tidak usah. Sendalku kotor," Anang bersikeras melangkah masuk dengan bertelanjang kaki.

Anang benar-benar takjub melihat bagian dalam kendaraan itu. Empat buah kursi besar, dengan berbahan kulit mewah. Terang seperti pasar malam, meski dari luar van tidak terlihat apa-apa.

Tempat duduk yang empuk membuat Anang seolah-olah tidak bisa mensyukuri kasurnya yang selama ini dia pakai untuk meredakan rasa lelahnya.

"Sebentar!" kata Peter sambil berjalan ke bagian depan kendaraan itu, saat dia sudah ikut masuk bersama Miss Jordan, dan Anang.

Anang melihat Miss Jordan, duduk manis sambil memangku kaki di salah satu kursi di depannya.

Tidak lama, Peter terlihat kembali, kemudian menyodorkan sebuah amplop kepada Anang.

"Ini untukmu," kata Peter.

Anang melihat peter, lalu melihat ke arah Miss jordan yang menganggukkan kepalanya. Anang kemudian menerima amplop dari tangan Peter.

Lalu tanpa membukanya, Anang hanya memasukkan benda itu ke dalam saku celananya bagian belakang.

"Kalau kami mau menemuimu. Kami harus mencarimu di mana?" tanya Peter sambil duduk di salah satu kursi.

"Hmm... Aku tinggal di petakan di bawah kolong jembatan layang. Juga kalau pagi sampai sore, aku kerja di berbagai tempat yang ada pekerjaan pembangunan....

... Kalau malam, bisa kalian datang ke daerah ini saja," kata Anang, menjelaskan tanpa malu-malu.

Bukan untuk mencari belas kasihan, dia hanya lebih suka bicara jujur, daripada nanti saat orang mengetahui kebenarannya lalu dia akan dipermalukan dan jadi bahan tertawaan.

Peter mengerutkan alisnya. Raut wajahnya berubah. Kemudian dia berbisik-bisik dengan Miss Jordan.

"Baik! Kalau begitu saat kami ingin menemuimu, kami akan datang ke sini lagi. Terimakasih, Mas Anang," kata Peter, sambil menjulurkan tangannya kepada Anang.

Anang kemudian menyambut tangan Peter yang ingin berjabat tangan dengannya. Sebelum akhirnya dia keluar dari kendaraan itu.

Tidak lama, dari jendela depan bagian supir van yang terbuka, Peter masih menyempatkan untuk melambaikan tangan kepada Anang, saat kendaraan itu mulai melaju di jalanan.

Sampai Anang tidak bisa lagi melihat belakang kendaraan itu, barulah dia mengambil amplop dari saku celananya. Anang kemudian membuka amplop itu lalu melihat isinya.

Mata Anang terbelalak. Dia tidak pernah melihat uang sebanyak itu dalam sekali pegang. Uang yang banyak, sebanyak empat kali gaji bulanan Anang saat bekerja sebagai pembantu tukang.

Anang hampir menangis. Rejekinya malam itu lebih dari luar biasa bagi Anang. Dia merasa kalau tidak boleh serakah, cukup mengamennya malam itu, dia harus pulang saat itu juga.

Dengan langkah penuh semangat Anang berjalan pulang, menyusuri trotoar. Saat di perjalanan, dia teringat sandal yang di bawah tiang lampu.

Anang melihat beberapa anak muda yang sudah berkumpul di jalan itu, tampaknya mereka akan kembali membuat atraksi di jalanan sepi itu.

Anang melihat ke bawah tiang lampu jalan. Sandal itu masih ada di situ, seakan tidak ada yang tertarik untuk mengambilnya. Anang memakai sandal barunya dengan hati yang gembira.

Anang sempat menonton sebentar, anak-anak muda yang berakrobat dengan motor mereka. Sambil menunggu kalau-kalau ada yang akan meminta sendal di kakinya itu, kembali.

Tapi sekian lama dia berada di situ, tidak ada yang tampak seakan mencari-cari sesuatu. Anang melanjutkan langkahnya untuk pulang. Dia sudah tidak sabar untuk memberi ayam merahnya makan.

Saat melewati rumah ibadah di dekat tempat tinggalnya, Anang menyisihkan uangnya untuk disumbangkan, sebelum dia melanjutkan langkahnya menuju petakan kamarnya.

Sesampainya di kamarnya, Anang melipat kecil lembaran kertas berharga itu kemudian memasukkan ke dalam ayam kesayangannya, satu persatu sampai habis dari tangannya.

Wanita cantik tadi, memang tidak muat kalau dimasukkan ke dalam celengan ayamnya, tapi isi amplop pemberiannya itu masih bisa masuk ke dalam situ.

Bukan hanya Anang yang kenyang, ayamnya juga kekenyangan, perut ayamnya hampir terisi penuh.

Kini dia tidak terlalu khawatir kalau-kalau dia sakit seperti dulu.

Kenangan buruk saat sakit di kampungnya, lalu tidak memiliki uang sepeserpun, Anang hampir mati kalau tidak dibantu tetangganya mengurus surat keterangan tidak mampu.

Di kota ini dia harus bisa merawat dirinya sendiri, meskipun ada tetangga yang mau membantu, belum tentu bisa, karena identitas Anang yang hanya sebagai pendatang di kota itu.

Dengan adanya tabungan untuk berjaga-jaga seperti itu, rasa tenang, dan senangnya hati Anang, tidak terkira.

Bukannya Anang tidak percaya kalau Tuhannya akan menjaganya, tapi dia tahu kalau saat dia masih mampu, dia harus berusaha semampu yang dia bisa, sisanya barulah dia pasrahkan kepada penciptanya.

Anang menatap langit-langit kamarnya, yang sesekali bergetar, saat ada suara yang cukup nyaring melintas di atasnya.

Kenapa Miss Jordan dan Peter sampai mau memberikan uang sebanyak itu, hanya untuk rekaman sederhana saat dia bernyanyi?

Memangnya rekaman seperti itu bisa menghasilkan uang?

Ditayangkan di mana nanti?

Anang semakin penasaran, dengan apa yang sebenarnya terjadi di dunia luar. Semakin ke sini, cara hidup orang semakin berbeda, dari jaman-jaman dulu.

Yang jelas, semua perbedaan itu tampaknya karena benda bernama ponsel. Karena di mana-mana, mulai dari ibu-ibu kompleks, sampai Miss Jordan, juga tampaknya mempergunakan ponsel untuk dunia hiburan.

Anang terpikir untuk membeli ponsel.

Anang melirik ayamnya yang baru saja diisi.

Ah, Jangan!

Apalagi dia belum tahu pasti apa gunanya benda itu, selain telepon, sms, menonton drakor, dan kameranya.

Anang berjalan keluar dari kamarnya. Setahu Anang ada satu penghuni di situ yang memiliki benda itu. Hanya saja kalau malam begini, dia pasti mangkal di pinggir jalan, di tengah-tengah kota.

Oh, Iya! Anang baru teringat, kalau orang itu tidak akan ada di kost-kostan sekarang.

Baru saja Anang akan berputar balik ke kamarnya, orang yang dia cari sedang berjalan di seberangnya.

"San... Santi!" teriak Anang.

Terpopuler

Comments

Penulis Jelata

Penulis Jelata

Beeeh, sentilan lagi

2022-08-16

0

Siti Mukminah

Siti Mukminah

semangat ayo thor, ceritamu bagus

2022-08-08

0

lihat semua
Episodes
1 Part 1
2 Part 2
3 Part 3
4 Part 4
5 Part 5
6 Part 6
7 Part 7
8 Part 8
9 Part 9
10 Part 10
11 Part 11
12 Part 12
13 Part 13
14 Part 14
15 Part 15
16 Part 16
17 Part 17
18 Part 18
19 Part 19
20 Part 20
21 Part 21
22 Part 22
23 Part 23
24 Part 24
25 Part 25
26 Part 26
27 Part 27
28 Part 28
29 Part 29
30 Part 30
31 Part 31
32 Part 32
33 Part 33
34 Part 34
35 Part 35
36 Part 36
37 Part 37
38 Part 38
39 Part 39
40 Part 40
41 Part 41
42 Part 42
43 Part 43
44 Part 44
45 Part 45
46 Part 46
47 Part 47
48 Part 48
49 Part 49
50 Part 50
51 Part 51
52 Part 52
53 Part 53
54 Part 54
55 Part 55
56 Part 56
57 Part 57
58 Part 58
59 Part 59
60 Part 60
61 Part 61
62 Part 62
63 Part 63
64 Part 64
65 Part 65
66 Part 66
67 Part 67
68 Part 68
69 Part 69
70 Part 70
71 Part 71
72 Part 72
73 Part 73
74 Part 74
75 Part 75
76 Part 76
77 Part 77
78 Part 78
79 Part 79
80 Part 80
81 Part 81
82 Part 82
83 Part 83
84 Part 84
85 Part 85
86 Part 86
87 Part 87
88 Part 88
89 Part 89
90 Part 90
91 Part 91
92 Part 92
93 Part 93
94 Part 94
95 Part 95
96 Part 96
97 Part 97
98 Part 98
99 Part 99
100 Part 100
101 Part 101
102 Part 102
103 Part 103
104 Part 104
105 Part 105
106 Part 106
107 Part 107
108 Part 108
109 Part 109
110 Part 110
111 Part 111
112 Part 112
113 Part 113
114 Part 114
115 Part 115
116 Part 116
117 Part 117
118 Part 118
119 Part 119
120 Part 120
121 Part 121
122 Part 122
123 Part 123
124 Part 124
125 Part 125
126 Part 126
127 Part 127
128 Part 128
129 Part 129
130 Part 130
131 Part 131
132 Part 132
133 Part 133
134 Part 134
135 Part 135
136 Part 136
137 Part 137
138 Part 138
139 Part 139
140 Part 140
141 Part 141
142 Part 142
143 Part 143
144 Part 144
145 Part 145
146 Part 146
147 Part 147
148 Part 148
149 Part 149
150 Part 150
151 Part 151
152 Part 152
153 Part 153
154 Part 154
155 Part 155
156 Part 156
157 Part 157
158 Part 158
159 Part 159
160 Part 160
161 Part 161
162 Part 162
163 Part 163
164 Part 164
165 Part 165
166 Part 166
167 Part 167
168 Part 168
169 Part 169
170 Part 170
171 Part 171
172 Part 172
173 Part 173
174 Part 174
175 Part 175
176 Part 176
177 Part 177
178 Part 178
179 Part 179
180 Part 180
181 Part 181
182 Part 182
183 Part 183
184 Part 184
185 Part 185
186 Part 186
187 Part 187
188 Part 188
189 Part 189
190 Part 190
191 Part 191
192 Part 192
193 Part 193
194 Part 194
195 Part 195
196 Novel baru
Episodes

Updated 196 Episodes

1
Part 1
2
Part 2
3
Part 3
4
Part 4
5
Part 5
6
Part 6
7
Part 7
8
Part 8
9
Part 9
10
Part 10
11
Part 11
12
Part 12
13
Part 13
14
Part 14
15
Part 15
16
Part 16
17
Part 17
18
Part 18
19
Part 19
20
Part 20
21
Part 21
22
Part 22
23
Part 23
24
Part 24
25
Part 25
26
Part 26
27
Part 27
28
Part 28
29
Part 29
30
Part 30
31
Part 31
32
Part 32
33
Part 33
34
Part 34
35
Part 35
36
Part 36
37
Part 37
38
Part 38
39
Part 39
40
Part 40
41
Part 41
42
Part 42
43
Part 43
44
Part 44
45
Part 45
46
Part 46
47
Part 47
48
Part 48
49
Part 49
50
Part 50
51
Part 51
52
Part 52
53
Part 53
54
Part 54
55
Part 55
56
Part 56
57
Part 57
58
Part 58
59
Part 59
60
Part 60
61
Part 61
62
Part 62
63
Part 63
64
Part 64
65
Part 65
66
Part 66
67
Part 67
68
Part 68
69
Part 69
70
Part 70
71
Part 71
72
Part 72
73
Part 73
74
Part 74
75
Part 75
76
Part 76
77
Part 77
78
Part 78
79
Part 79
80
Part 80
81
Part 81
82
Part 82
83
Part 83
84
Part 84
85
Part 85
86
Part 86
87
Part 87
88
Part 88
89
Part 89
90
Part 90
91
Part 91
92
Part 92
93
Part 93
94
Part 94
95
Part 95
96
Part 96
97
Part 97
98
Part 98
99
Part 99
100
Part 100
101
Part 101
102
Part 102
103
Part 103
104
Part 104
105
Part 105
106
Part 106
107
Part 107
108
Part 108
109
Part 109
110
Part 110
111
Part 111
112
Part 112
113
Part 113
114
Part 114
115
Part 115
116
Part 116
117
Part 117
118
Part 118
119
Part 119
120
Part 120
121
Part 121
122
Part 122
123
Part 123
124
Part 124
125
Part 125
126
Part 126
127
Part 127
128
Part 128
129
Part 129
130
Part 130
131
Part 131
132
Part 132
133
Part 133
134
Part 134
135
Part 135
136
Part 136
137
Part 137
138
Part 138
139
Part 139
140
Part 140
141
Part 141
142
Part 142
143
Part 143
144
Part 144
145
Part 145
146
Part 146
147
Part 147
148
Part 148
149
Part 149
150
Part 150
151
Part 151
152
Part 152
153
Part 153
154
Part 154
155
Part 155
156
Part 156
157
Part 157
158
Part 158
159
Part 159
160
Part 160
161
Part 161
162
Part 162
163
Part 163
164
Part 164
165
Part 165
166
Part 166
167
Part 167
168
Part 168
169
Part 169
170
Part 170
171
Part 171
172
Part 172
173
Part 173
174
Part 174
175
Part 175
176
Part 176
177
Part 177
178
Part 178
179
Part 179
180
Part 180
181
Part 181
182
Part 182
183
Part 183
184
Part 184
185
Part 185
186
Part 186
187
Part 187
188
Part 188
189
Part 189
190
Part 190
191
Part 191
192
Part 192
193
Part 193
194
Part 194
195
Part 195
196
Novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!