Part 5

Kali ini pedasnya sambal kacang, hampir tersembur keluar dari hidung Anang. Saluran pernafasannya terasa pedih untuk sementara waktu.

Anang terbatuk-batuk.

Studio rekaman?

Apa sekarang Anang akan jadi penyanyi terkenal?

Anang kemudian ikut berjalan dengan lelaki yang menjemputnya tadi. Hampir saja Anang melepaskan piring makannya, yang masih tersisa separuh yang belum habis dia makan, tapi dia mengurungkannya.

Anang membawa piringnya bersamanya, sambil menemui wanita cantik nan rupawan.

Bagaimana kalau hanya sekedar mengobrol doang? Sayang 'kan sisa makanannya? Masa Anang harus membeli porsi baru lagi?

Nanti berkurang lembaran, untuk mengisi perut ayam plastik berwarna merah di kamarnya.

Anang ikut duduk lesehan bersama lelaki tadi, berhadap-hadapan dengan wanita berkulit putih yang cantik itu.

Anang merasa jantungnya berdegup kencang. Saat semakin dekat dia melihat wajah nan cantik, macam bintang film di spanduk bioskop yang sering dilihat Anang.

Wanita itu menyapa Anang dengan bahasa yang hanya pernah didengar Anang, saat diucapkan oleh guru mata pelajaran bahasa Inggris di sekolah dulu.

Yang Anang bisa mengerti, hanya 'Halo', 'Nama', dan 'Terimakasih'.

Anang pun dengan percaya diri menjawab sapa'an wanita itu.

"Hallo, Anang, thank you!"

Yang kemudian disambut dengan senyuman manis si cantik, dan suara tertawa yang tertahan di hidung lelaki di sampingnya.

"Namamu Anang?" Lelaki itu bersikap ramah, meski masih tampak menahan rasa tawanya.

Tolong ya! Jangan tertawa!

Anang memang tidak pernah menyimak dengan benar pelajaran bahasa Inggrisnya dulu. Apalagi yang mengajar, adalah lelaki tua yang kalau bicara tampak seperti hampir akan kehabisan nafas, dengan lidahnya yang dicadel-cadelkan

Bagaimana Anang bisa paham?

"Iya. Tapi, bisa kita mengobrol sambil aku makan? Sayang kalau makanannya hanya dibuang," kata Anang, sambil memperlihatkan piringnya yang masih banyak sisa tahu tek-tek, dengan lontongnya yang benyek.

"Oh, tidak apa-apa. Silahkan!" jawab lelaki itu. Dia juga menyuapkan sesendok makanannya ke mulutnya.

"Aku juga belum selesai makan," kata lelaki itu. "Oh, iya, namaku Peter ( Piter ), Nona ini namanya Miss Jordan."

Si cantik yang ternyata bernama Miss Jordan, kemudian menganggukkan kepalanya.

Anang ikut menganggukkan kepalanya.

"Halo, Miss Jordan!" Anang masih dengan percaya diri menyapa wanita yang sangat cantik di depannya itu.

Anang menyuapkan buru-buru makanannya sampai habis. Dia ingin konsentrasinya tidak terganggu dengan perut yang berbunyi, memprotes lambatnya makanan masuk ke lambungnya.

Anang sesekali melirik si cantik, yang sedang berbisik-bisik dengan Peter. Entah apa yang mereka bicarakan. Padahal tanpa mereka berbisik, Anang tetap tidak akan tahu pembahasan mereka.

"Sebenarnya ada apa ya? Bisa tolong jelaskan?" kata Anang saat sisa sebiji kacang yang masih kasar, tergilas habis oleh giginya.

Anang sudah selesai makan, dan bisa fokus memandang dengan bebas, keindahan Tuhan di depannya, tanpa ada pengalihan dari piring makannya lagi.

"Miss Jordan ingin merekam video saat kamu bernyanyi. Tapi, dia mau minta ijin dulu, kalau kamu tidak keberatan," kata Peter. Kini kondisi piringnya sekarang sudah sama seperti piring Anang.

"Rekam? Sekarang?" tanya Anang.

"Iya sekarang," jawab Peter.

Miss Jordan meletakkan ponsel yang tipis, tapi hampir selebar bata merah, di atas meja.

"Miss Jordan akan memberi sedikit bayaran untuk rekaman uji cobanya. Kalau kamu mau," kata Peter yang terdengar meyakinkan bagi Anang.

"Ok!" sahut Anang dengan bersemangat.

Anang lalu mempersiapkan suaranya untuk bernyanyi.

"Lagu apa?" tanya Anang sambil membuka matanya tiba-tiba.

"Terserah saja. Yang penting kamu bernyanyi saja," kata Peter, terlihat sudah siap merekam Anang, dengan kamera ponsel Miss Jordan.

Anang kemudian mulai memetik senar gitarnya, lalu bernyanyi dengan sepenuh hati, sambil direkam Peter.

'Senandung Lagu Cinta' dari Ada Band, jadi pilihannya untuk bernyanyi didepan kamera, dan untuk yang teristimewa, Miss Jordan.

Anang memang harus berterima kasih kepada Band idolanya itu, yang memberikannya semangat dalam bernyanyi dengan nada-nada, dan lirik yang indah.

Anang sesekali membuka matanya sambil bernyanyi.

Dia melihat Miss Jordan yang tersenyum manis, sambil menatap Anang. Wanita cantik itu terlihat menyukai dan menikmati suara petikan gitar, dan suara nyanyian Anang.

Saat lagu selesai dinyanyikan Anang, Miss Jordan bertepuk tangan untuknya. Kemudian wanita itu kembali berbisik-bisik dengan Peter.

"Miss Jordan mau tahu, apa kamu bisa menyanyikan lagu berbahasa Inggris, walau hanya satu lagu?" kata Peter yang jadi penyambung lidah Miss Jordan, yang tampaknya benar-benar tidak bisa berbahasa Indonesia.

Anang melihat Miss Jordan yang mengangguk-anggukkan kepalanya, sambil melihat Anang.

Sepertinya Anang tahu satu lagu, entah masih dihapalnya atau tidak liriknya sekarang. Lagu berbahasa Inggris memang tidak terlalu menarik bagi Anang, karena dia tidak mengerti artinya.

Bayangkan kalau sampai dia menyanyikan dengan sepenuh hati, ternyata arti lagu itu untuk memaki orang....

Apa yang akan dia terima dari pendengarnya yang mengerti artinya?

Anang memetik-metik senar gitarnya, mencoba mengingat-ingat lirik lagu lama, yang sudah hampir terlupakan olehnya.

Akhirnya, Anang mampu meyakinkan dirinya, kalau dia masih bisa menyanyikan lagu 'November Rain' dari Gun's and Roses.

Seperti biasa Anang mengeluarkan kemampuan terbaiknya untuk bernyanyi.

Kali ini, bukan hanya Miss Jordan yang terkagum-kagum, pengunjung yang lain yang berada di tempat itu, ikut memandangi Anang.

Tanpa menyodorkan kantong plastik, setelah Anang mengakhiri nyanyiannya, para pengunjung bergantian meletakkan beberapa lembar uang kertas, keatas meja di depan Anang.

Ternyata penggemar lagu itu cukup banyak, sayang Anang tidak mengerti artinya meski dia bisa mengucapkan pelafalannya dengan baik.

Anang berkali-kali mengucapkan terimakasih atas penghargaan yang dia dapatkan saat itu.

"Oh My God! Your voice's so amazing!" Miss jordan tampak tidak bisa menyembunyikan rasa kagumnya. Dia berseru sambil bertepuk tangan dengan meriah. Senyum lebar mengembang di wajahnya yang cerah.

Anang hanya bisa mengangguk-anggukkan kepalanya.

"Miss Jordan bilang apa?" tanya Anang kepada Peter, yang terlihat masih sibuk dengan ponsel Miss Jordan.

Peter mengangkat wajahnya, lalu melihat kearah Anang.

"Hah? Oh, Miss Jordan menyukai suaramu," jawab Peter. Dia kemudian sibuk lagi dengan ponsel Miss Jordan ditangannya.

Kemudian Anang melihat Miss Jordan juga terlihat sibuk dengan Peter, sambil melihat layar ponsel. Mereka berdua berbisik-bisik lagi, tanpa menoleh lagi ke arah Anang.

Itu saja? Lalu sekarang apa?

Anang memungut semua lembaran uang dari atas meja di depannya. Sepertinya rejeki Anang, sudah cukup di tempat itu. Dia harus berjalan lagi, mencoba peruntungan di tempat lain.

Tidak mungkin dia mengharapkan orang-orang yang sudah memberi uang untuknya sampai lebih dari sekali, untuk memberi lagi.

Rejeki yang ada saja sudah lebih dari harapan Anang. Tapi, tidak ada salahnya untuk mencoba berusaha lagi di tempat lain, 'kan?

"Aku harus pergi sekarang," kata Anang, memecah perhatian Peter dengan Miss Jordan, yang sedari tadi tidak memperhatikan gerak-gerik Anang lagi.

"Tunggu dulu!" kata Peter, menahan Anang yang hampir saja berdiri dari tempat duduknya.

Peter berbicara dengan Miss Jordan sebentar, kemudian melihat ke arah Anang.

"Ikut dengan kami sebentar!" kata Peter.

Terpopuler

Comments

Penulis Jelata

Penulis Jelata

Sejauh ini gw masih menikmati alur cerita yg menarik, walaupun msh ada beberapa 'tata kepenulisan' yg mesti direvisi

2022-08-16

0

anggita

anggita

peter.. piter. klo salah ucap bisa jadi petir. duuaaarrr.. geledek.

2022-08-15

1

クロスケフジン:キツネ

クロスケフジン:キツネ

yup semoga saja kehidupan Anang berubah dari titik ini

2022-06-13

1

lihat semua
Episodes
1 Part 1
2 Part 2
3 Part 3
4 Part 4
5 Part 5
6 Part 6
7 Part 7
8 Part 8
9 Part 9
10 Part 10
11 Part 11
12 Part 12
13 Part 13
14 Part 14
15 Part 15
16 Part 16
17 Part 17
18 Part 18
19 Part 19
20 Part 20
21 Part 21
22 Part 22
23 Part 23
24 Part 24
25 Part 25
26 Part 26
27 Part 27
28 Part 28
29 Part 29
30 Part 30
31 Part 31
32 Part 32
33 Part 33
34 Part 34
35 Part 35
36 Part 36
37 Part 37
38 Part 38
39 Part 39
40 Part 40
41 Part 41
42 Part 42
43 Part 43
44 Part 44
45 Part 45
46 Part 46
47 Part 47
48 Part 48
49 Part 49
50 Part 50
51 Part 51
52 Part 52
53 Part 53
54 Part 54
55 Part 55
56 Part 56
57 Part 57
58 Part 58
59 Part 59
60 Part 60
61 Part 61
62 Part 62
63 Part 63
64 Part 64
65 Part 65
66 Part 66
67 Part 67
68 Part 68
69 Part 69
70 Part 70
71 Part 71
72 Part 72
73 Part 73
74 Part 74
75 Part 75
76 Part 76
77 Part 77
78 Part 78
79 Part 79
80 Part 80
81 Part 81
82 Part 82
83 Part 83
84 Part 84
85 Part 85
86 Part 86
87 Part 87
88 Part 88
89 Part 89
90 Part 90
91 Part 91
92 Part 92
93 Part 93
94 Part 94
95 Part 95
96 Part 96
97 Part 97
98 Part 98
99 Part 99
100 Part 100
101 Part 101
102 Part 102
103 Part 103
104 Part 104
105 Part 105
106 Part 106
107 Part 107
108 Part 108
109 Part 109
110 Part 110
111 Part 111
112 Part 112
113 Part 113
114 Part 114
115 Part 115
116 Part 116
117 Part 117
118 Part 118
119 Part 119
120 Part 120
121 Part 121
122 Part 122
123 Part 123
124 Part 124
125 Part 125
126 Part 126
127 Part 127
128 Part 128
129 Part 129
130 Part 130
131 Part 131
132 Part 132
133 Part 133
134 Part 134
135 Part 135
136 Part 136
137 Part 137
138 Part 138
139 Part 139
140 Part 140
141 Part 141
142 Part 142
143 Part 143
144 Part 144
145 Part 145
146 Part 146
147 Part 147
148 Part 148
149 Part 149
150 Part 150
151 Part 151
152 Part 152
153 Part 153
154 Part 154
155 Part 155
156 Part 156
157 Part 157
158 Part 158
159 Part 159
160 Part 160
161 Part 161
162 Part 162
163 Part 163
164 Part 164
165 Part 165
166 Part 166
167 Part 167
168 Part 168
169 Part 169
170 Part 170
171 Part 171
172 Part 172
173 Part 173
174 Part 174
175 Part 175
176 Part 176
177 Part 177
178 Part 178
179 Part 179
180 Part 180
181 Part 181
182 Part 182
183 Part 183
184 Part 184
185 Part 185
186 Part 186
187 Part 187
188 Part 188
189 Part 189
190 Part 190
191 Part 191
192 Part 192
193 Part 193
194 Part 194
195 Part 195
196 Novel baru
Episodes

Updated 196 Episodes

1
Part 1
2
Part 2
3
Part 3
4
Part 4
5
Part 5
6
Part 6
7
Part 7
8
Part 8
9
Part 9
10
Part 10
11
Part 11
12
Part 12
13
Part 13
14
Part 14
15
Part 15
16
Part 16
17
Part 17
18
Part 18
19
Part 19
20
Part 20
21
Part 21
22
Part 22
23
Part 23
24
Part 24
25
Part 25
26
Part 26
27
Part 27
28
Part 28
29
Part 29
30
Part 30
31
Part 31
32
Part 32
33
Part 33
34
Part 34
35
Part 35
36
Part 36
37
Part 37
38
Part 38
39
Part 39
40
Part 40
41
Part 41
42
Part 42
43
Part 43
44
Part 44
45
Part 45
46
Part 46
47
Part 47
48
Part 48
49
Part 49
50
Part 50
51
Part 51
52
Part 52
53
Part 53
54
Part 54
55
Part 55
56
Part 56
57
Part 57
58
Part 58
59
Part 59
60
Part 60
61
Part 61
62
Part 62
63
Part 63
64
Part 64
65
Part 65
66
Part 66
67
Part 67
68
Part 68
69
Part 69
70
Part 70
71
Part 71
72
Part 72
73
Part 73
74
Part 74
75
Part 75
76
Part 76
77
Part 77
78
Part 78
79
Part 79
80
Part 80
81
Part 81
82
Part 82
83
Part 83
84
Part 84
85
Part 85
86
Part 86
87
Part 87
88
Part 88
89
Part 89
90
Part 90
91
Part 91
92
Part 92
93
Part 93
94
Part 94
95
Part 95
96
Part 96
97
Part 97
98
Part 98
99
Part 99
100
Part 100
101
Part 101
102
Part 102
103
Part 103
104
Part 104
105
Part 105
106
Part 106
107
Part 107
108
Part 108
109
Part 109
110
Part 110
111
Part 111
112
Part 112
113
Part 113
114
Part 114
115
Part 115
116
Part 116
117
Part 117
118
Part 118
119
Part 119
120
Part 120
121
Part 121
122
Part 122
123
Part 123
124
Part 124
125
Part 125
126
Part 126
127
Part 127
128
Part 128
129
Part 129
130
Part 130
131
Part 131
132
Part 132
133
Part 133
134
Part 134
135
Part 135
136
Part 136
137
Part 137
138
Part 138
139
Part 139
140
Part 140
141
Part 141
142
Part 142
143
Part 143
144
Part 144
145
Part 145
146
Part 146
147
Part 147
148
Part 148
149
Part 149
150
Part 150
151
Part 151
152
Part 152
153
Part 153
154
Part 154
155
Part 155
156
Part 156
157
Part 157
158
Part 158
159
Part 159
160
Part 160
161
Part 161
162
Part 162
163
Part 163
164
Part 164
165
Part 165
166
Part 166
167
Part 167
168
Part 168
169
Part 169
170
Part 170
171
Part 171
172
Part 172
173
Part 173
174
Part 174
175
Part 175
176
Part 176
177
Part 177
178
Part 178
179
Part 179
180
Part 180
181
Part 181
182
Part 182
183
Part 183
184
Part 184
185
Part 185
186
Part 186
187
Part 187
188
Part 188
189
Part 189
190
Part 190
191
Part 191
192
Part 192
193
Part 193
194
Part 194
195
Part 195
196
Novel baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!