Cerita Reza

''Bang!'' panggil Reza.

Fatih menoleh. "Ada apa?"

Reza menatap Abangnya dalam. "Abang yakin ingin menikahi gadis itu? Apakah Abang sudah memikirkannya masak-masak? Apa Abang nggak takut sama Mama? Kalau Mama akan buat gadis itu menderita disini?? Abang yakin dengan keputusan Abang itu?? Jangan sampai karena ke egoisan Abang, karena ingin memiliki gadis itu, nantinya gadis itu yang akan menderita! Abang tau kan seperti apa sifat Mama? Selama ini Abang kan tau, berapa kerasnya Mama terhadap kita berdua? Jika sampai terjadi sesuatu dengan gadis itu, nanti Abang juga yang akan disalahkan oleh keluarga nya! Apakah Abang sudah memikirkan tentang semua ini??" tanya Reza tanpa jeda.

"Hah?" Fatih bengong mendengar ucapan Reza tanpa jeda sekalipun.

"Kamu nggak nafas Dek? Cepat amat ngomongnya??" ejek Fatih.

"Ck! aku lagi serius Bang! Tolong dengarkan apa yang aku katakan! Jangan sampai nanti, jika sudah terjadi baru Abang akan berbicara padaku, tanya pendapat atau apapun! Sekarang dengar kan apa yang akan aku katakan!" imbuh Reza dengan sekali tarikan nafas.

Lagi, Fatih terbengong.

''Semenjak aku tau, jika harta yang kedua orangtua kita dapatkan adalah harta rampasan, aku merasa bersalah kepada pemilik harta yang sesungguhnya! Aku tak menyangka, jika Mama dan Papa berbohong kepada kita dengan mengatakan jika harta yang kita miliki ini adalah harta warisan dari kakek. Padahal itu tidak benar! Aku sudah tau semuanya siapa pemilik harta dan rumah ini tentunya..'' lirih Reza.

Fatih menatap Reza, dengan seksama. ''Kamu tau dari mana??'' tanya Fatih.

''Minggu kemarin saat Abang dan Mama pergi untuk melamar calon istrimu. Aku masuk ke kamar Mama mencari map yang sudah ditanda tangani oleh Papa. Hari itu aku sangat butuh map itu, karena di kantor cabang perkebunan kopi milik kita, ingin mengadakan rapat dewan direksi tentang harga ekspor keluar negeri.''

Reza menghela nafasnya. ''Ketika aku masuk kamar Mama, aku tak menemukan map itu. Yang kata Papa diletakkan diatas nakas. Lelah aku mencari, tak kudapatkan juga. Karena tak mendapat kan nya, aku berinisiatif untuk membuka lemari yang berisi surat-surat berharga. Saat aku sedang mencari map yang aku butuhkan, mata ku tertuju pada sebuah kotak berwarna kecoklatan. Diatasnya terukir nama ALAMSYAH.''

Deg!

Fatih terkejut. Rupanya ia sedikit telat dari Reza. Walaupun ia sebenarnya sudah tau, jika pemilik harta yang sesungguhnya adalah Paman Alam.

''Aku membuka kotak itu, tapi terkunci. Karena bingung, harus membuka kotak itu atau harus keperkebunan kopi, akhirnya aku menfoto kotak itu dan akan kucari tau nanti. Pikirku. Tapi setelah berapa lama aku berdiri mematung disana, aku mengambil kotak itu dan melupakan map tadi. Sibuk mengotak-atik kotak itu, tiba-tiba handphone ku berbunyi. Pak Rudi mengabarkan, jika para dewan direksi menunda rapat itu hingga pukul dua siang hari.'' imbuh Reza.

Fatih masih mendengarkan dengan diam. Beruntung kedua orangtuanya sedang beristirahat, jadi Reza bisa mengatakan semua informasi yang dia dapatkan.

''Saat aku ingin membuka kotak itu, sayangnya terkunci dengan sandi. Aku bingung harus buka pakai apa? Belum lagi sandinya aku tak tau. Jadi berfikir cepat. Jika kotak tua, seperti itu pasti sandinya tak jauh dari nama pemilik kotak itu sendiri. Setelah mendapatkan ide itu, aku mulai mencobanya. Mulai dari nama Papa, Mama, Abang, aku dan Airin. Namun, semuanya nihil. Tak ada yang tepat.'' imbuhnya lagi.

Sesaat ia terdiam. Fatih masih saja memperhatikan adiknya yang satu ini. Reza terkenal sangat pintar. Ia bisa menyelesaikan masalah yang rumit dengan idenya itu.

Oleh karenanya, kedua orangtua mereka, mempercayakan satu buah lahan kopi di urus oleh Reza. Karena mereka tau jika hanya Reza yang mampu mengurus lahan itu. Sama seperti pemilik aslinya. Paman mereka.

''Apa yang kamu lakukan setelahnya?'' tanya Fatih, setelah sekian lama terdiam.

Reza menatap Fatih yang juga menatapnya. ''Aku membuka kode kunci kotak itu dengan nama paman kita. Aku mencari huruf abjad dihitung dari awal huruf abjad nama paman. A\= 1, L\=12, A\=1, M\=13, S\=19, Y\=25, A\=1, H\=8.

Kemudian aku menjumlahkan seluruh angka itu, 1+12+1+13+19+25+1+8\=91, lalu ku kurangi dengan nama abjad paman ALAMSYAH\=8, Jadi 91-8\=83. Masih sedikit, sedang angka disana harus ada enam digit. Lalu ku jumlahkan lagi dengan tahun Kematian paman dengan tahun sekarang, yang berarti 20 tahun lamanya. 83+20\=103. Masih kurang. Kemudian aku berfikir, bukankah Paman memliki istri dan juga anak yang belum lahir? Jadi di tambahkan satu menjadi 10311, belum sempurna jadi aku berfikir lagi, dan akhirnya aku menemukan jawabannya.''

''Apa?''

''Kamu bang!'' seru Reza.

''Aku??'' tanya nya dengan menunjukkan telunjuknya ke dada.

''Ya. Kamu bang! sekian banyak nama dan siapa yang terpilih dalam kandidat itu, hatiku memilih mu. Dan tepat seperti dugaan ku! Aku memasukkan kode sandi nya 103111. Dan.. terbuka!''

''Hah? Bagaimana mungkin ada aku disitu?'' tanya Fatih dengan bingung.

Reza mengangkat bahunya, pertanda tak tahu. ''Yang jelas setelah aku hitung dan jumlahkan, tepat angka itu tertuju pada satu nama. Yaitu nama Abang!'' imbuh Reza lagi.

Lupakan itu sejenak. Reza melanjutkan lagi cerita penemuannya.

''Di dalam kotak tua itu, semua surat jelas dan lengkap siapa nama pemilik aslinya. Tangan ku bergetar memegang salah satu map yang bertuliskan nama AISYAHRANI!''

Deg!

''Aisyahrani??'' beo Fatih.

''Ya, apa Abang mengenal nya? Siapa Aisyahrani ini? Namanya belum pernah aku temui, cantik! mungkin secantik orangnya!'' imbuh Reza. Tanpa melihat raut wajah Fatih yang berubah.

Karena dia...

Saat Reza menoleh, ia tersentak mendapati dirinya di tatap dengan tajam oleh Fatih.

''Weits! kenapa Abang natap aku kayak begitu?! Ada yang salahkah dari ucapanku??'' tanya nya.

''Ya, kamu salah!'' ucapnya Fatih masih menatap tajam Reza.

''Salahnya dimana??'' tanya nya lagi.

''Nanti! ceritakan dulu penemuan mu!'' imbuh Fatih masih dengan mata yang tajam menatapnya.

Reza yang ditatap seperti itu jadi bingung. Ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali.

''Lanjutkan!'' seru Fatih.

''I-iya.. tapi Abang jangan natap aku gitu napa?! Seram aku lihatnya! yang kayak aku tersangka aja!'' sewot Reza. Ia jadi kesal dengan Abang nya. Nggak tau salah dimana, udah menatapnya dengan tajam pula.

''Ya, aku tidak akan menatap mu seperti itu lagi! Sekarang, lanjutkan!'' seru Fatih lagi.

''Ck! Iya-iya! Aku menemukan salah satu map berwarna emas, bertuliskan nama AISYAHRANI binti Muhammad Alamsyah. Aku membuka map itu. Dan betapa terkejutnya aku, bahwa isi didalamnya mengatakan bahwa jika Papa memiliki keturunan lelaki dan paman perempuan, maka Paman akan menikahkan mereka berdua! Dan seluruh harta warisan itu akan jatuh ke tangan AISYAHRANI sebagai ahli waris pemilik yang SAH!''

Deg!

💕

Masih ada yang nunggu? Maaf ya lama updatenya! Maklum, kebut yang disebelah! 😁😁

Tapi hari ini akan othor ganti menjadi tiga bab ya? tungguin aja oke!

😘😘

TBC

Episodes
1 Talak
2 Aisyahrani
3 Aisyahrani 2
4 Trauma nya kambuh lagi
5 Sarasvati Alamsyah.
6 Sepupu??
7 Menolak
8 Butuh Waktu
9 Nasehat Ibu untuk Rani
10 Masa lalu yang begitu kelam
11 Keluarga Fatih
12 Reza
13 Airin Rustamsyah
14 Dirumah Rani
15 Jawaban Rani
16 Mama dan Papa
17 Cerita Reza
18 Di jodohkan sejak kecil?
19 Shock
20 Dirumah Rani
21 Menikah dengan sepupu
22 Mertua
23 Mengamuk
24 Kebenaran dianggap kebohongan
25 Kenapa?
26 Ditikung Abang sendiri
27 Maafkan Abang, Dek..
28 Gagal
29 Tak sempurna
30 Makan malam
31 Bude alias Mama mertua
32 Liontin Berharga Untukmu dan Untukku.
33 Kepergian Reza
34 Foto profil
35 Ke pasar
36 Kemarahan Fatih
37 Rani Pergi
38 Diceraikan??
39 Sabar dan Tegar
40 Rahasia tersembunyi
41 Makam asli Ayah Alam
42 Cibiran tetangga
43 Kembali nya Reza
44 Mengabaikan
45 Marah
46 Menikah??
47 Mengamuk lagi??
48 Rani di kota Medan
49 Komplek Griya M
50 Tetangga baru
51 Makam ayah Alam
52 Rapuh
53 Liontin lagi
54 Penjelasan Reza
55 Bukti
56 Surat wasiat
57 Surat untuk Rani dan Reza.
58 Keputusan
59 Kabur
60 Istri Gilang
61 Pesan Rindu
62 Marah dan kecewa
63 Terpaksa
64 Karinita Bramantyo
65 Berbagi cerita dengan Gilang
66 Paket
67 Terpuruk
68 Kedatangan Paman Ali
69 Nasihat Alisa.
70 Ke rumah sakit
71 Sadar dari koma
72 Kedatangan Fatih
73 Memaafkan
74 Sah secara hukum tapi tidak sah secara agama
75 Mengalah untuk mendapatkan
76 Pelipur lara
77 Hidup Mandiri tanpa nya
78 Pertemuan pertama setelah sekian lama
79 Sesak
80 Pergi Dari hidupku!
81 Tidak mau!
82 Menyusul nya
83 Kembali ke Bogor
84 Meledak
85 Di bohongi
86 Bukan Pembawa Sial
87 Tuduhan tak berdasar
88 Teror
89 Teror 2
90 Dalang teror
91 Kembalinya Rani
92 Balas Dendam
93 Tak ada siapapun disini!
94 Diculik
95 Di sekap
96 Di sekap 2
97 Tertawa diatas penderitaan orang lain
98 Di pancing
99 Rekaman
100 Dapat!
101 Kesalahan dimasa lalu
102 Di buru sampai mati.
103 Jatuh ke dasar tebing
104 Tertembak
105 Keluar dari hutan
106 Masuk penjara
107 Pulang ke Medan
108 Undangan pernikahan
109 Pernikahan Rani dan Reza
110 Resepsi pernikahan Rani dan Reza.
111 Duda vs Janda
112 Bidadari surgaku
113 Janda kembang
114 Extrapart 1
115 Extrapart 2
116 Extrapart 3
117 Extrapart 6
118 Extrapart 7
119 Extrapart End
120 Pengumuman Novel baru udah rilis
Episodes

Updated 120 Episodes

1
Talak
2
Aisyahrani
3
Aisyahrani 2
4
Trauma nya kambuh lagi
5
Sarasvati Alamsyah.
6
Sepupu??
7
Menolak
8
Butuh Waktu
9
Nasehat Ibu untuk Rani
10
Masa lalu yang begitu kelam
11
Keluarga Fatih
12
Reza
13
Airin Rustamsyah
14
Dirumah Rani
15
Jawaban Rani
16
Mama dan Papa
17
Cerita Reza
18
Di jodohkan sejak kecil?
19
Shock
20
Dirumah Rani
21
Menikah dengan sepupu
22
Mertua
23
Mengamuk
24
Kebenaran dianggap kebohongan
25
Kenapa?
26
Ditikung Abang sendiri
27
Maafkan Abang, Dek..
28
Gagal
29
Tak sempurna
30
Makan malam
31
Bude alias Mama mertua
32
Liontin Berharga Untukmu dan Untukku.
33
Kepergian Reza
34
Foto profil
35
Ke pasar
36
Kemarahan Fatih
37
Rani Pergi
38
Diceraikan??
39
Sabar dan Tegar
40
Rahasia tersembunyi
41
Makam asli Ayah Alam
42
Cibiran tetangga
43
Kembali nya Reza
44
Mengabaikan
45
Marah
46
Menikah??
47
Mengamuk lagi??
48
Rani di kota Medan
49
Komplek Griya M
50
Tetangga baru
51
Makam ayah Alam
52
Rapuh
53
Liontin lagi
54
Penjelasan Reza
55
Bukti
56
Surat wasiat
57
Surat untuk Rani dan Reza.
58
Keputusan
59
Kabur
60
Istri Gilang
61
Pesan Rindu
62
Marah dan kecewa
63
Terpaksa
64
Karinita Bramantyo
65
Berbagi cerita dengan Gilang
66
Paket
67
Terpuruk
68
Kedatangan Paman Ali
69
Nasihat Alisa.
70
Ke rumah sakit
71
Sadar dari koma
72
Kedatangan Fatih
73
Memaafkan
74
Sah secara hukum tapi tidak sah secara agama
75
Mengalah untuk mendapatkan
76
Pelipur lara
77
Hidup Mandiri tanpa nya
78
Pertemuan pertama setelah sekian lama
79
Sesak
80
Pergi Dari hidupku!
81
Tidak mau!
82
Menyusul nya
83
Kembali ke Bogor
84
Meledak
85
Di bohongi
86
Bukan Pembawa Sial
87
Tuduhan tak berdasar
88
Teror
89
Teror 2
90
Dalang teror
91
Kembalinya Rani
92
Balas Dendam
93
Tak ada siapapun disini!
94
Diculik
95
Di sekap
96
Di sekap 2
97
Tertawa diatas penderitaan orang lain
98
Di pancing
99
Rekaman
100
Dapat!
101
Kesalahan dimasa lalu
102
Di buru sampai mati.
103
Jatuh ke dasar tebing
104
Tertembak
105
Keluar dari hutan
106
Masuk penjara
107
Pulang ke Medan
108
Undangan pernikahan
109
Pernikahan Rani dan Reza
110
Resepsi pernikahan Rani dan Reza.
111
Duda vs Janda
112
Bidadari surgaku
113
Janda kembang
114
Extrapart 1
115
Extrapart 2
116
Extrapart 3
117
Extrapart 6
118
Extrapart 7
119
Extrapart End
120
Pengumuman Novel baru udah rilis

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!