Jawaban Rani

Fatih sedang galau sekarang. Ia tak tau harus berkata apa. Ingin menjawab ucapan Rani, takutnya nanti salah. Akhirnya, ia memilih diam.

Rani menatap nya dalam. Ada rasa iba menggelayut dihatinya. Tapi Rani terpaksa menolaknya. Karena memikirkan Ibu Saras yang kondisinya baru saja sembuh.

Lama Fatih terdiam, begitu juga dengan Rani. Airin yang melihat kedua Kakak nya menjadi diam, mendadak bangkit dan menuju ke dapur.

Ia ingin mengambil es disana. Airin ingin mendinginkan suasana yang terasa panas akibat penolakan Rani terhadap Abang nya.

''Huh! kesel aku! Mana sih es nya?? Udah haus juga! Mana teh nya panas lagi! Aku suka dingin! Bukan panas! Ini lagi! Malah Abang juga panas! Tak bawain aja lah es nya? Mana tau butuh!'' ujarnya pada diri sendiri.

Sepasang mata menatapnya dengan awas. Siapa lagi jika bukan Ibu Saras. Ia sangat takut akan kehadiran keluarga suaminya itu. Siapa sih yang tidak takut, jika berhadapan langsung dengan penerus, yang pernah

membunuh suaminya?? Ingin rasanya ia berlari, tapi itu tak mungkin.

Ibu Saras menghela nafasnya.

Setelah Airin kembali dari dapur, ia duduk di dekat Fatih. Ia menyodorkan teh yang sudah ditambah es ke dalamnya.

''Nih! minum dulu! kayaknya Abang lagi butuh es! untuk mendinginkan otak abang!'' bisik Airin ditelinga Fatih.

Fatih yang sedang minum tersedak. ''Uhuk.. uhuk! kamu apaan sih Dek?!''

''Hehehe.. kali aja Abang butuh es untuk mendinginkan pikiran Abang yang lagi panas!'' ujar Airin.

Fatih kesal akan tingkah Airin. Ia mengusap wajahnya kasar. Semua itu tak luput dari tatapan Rani.

''Bang!'' panggilnya.

Fatih mendongak. ''Ya.,'' sahutnya.

''Maaf! jika jawaban ku tidak sesuai dengan keinginan Abang! Aku hanya ingin mengurus Ibu! itu saja tidak lebih! jika menyangkut masa lalu, aku tidak tau menau tentang masalah itu! Aku hanya takut, jika Ibu akan kesepian tanpa ada aku disini menemaninya,'' jelas Rani kepada Fatih. Berharap Fatih mengerti.

''Bukankah, biasanya jika Adek lagi pergi ada bude Risma ya menunggu? Dan juga selama ini, bude Risma kan yang mengurus Bibi??'' tanya Fatih.

''Memang benar! Tapi kan tak selamanya Bude Risma yang akan merawat Ibu! Bude juga punya keluarga yang harus diurusnya! Jadi nggak mungkin dong, jika aku terus menerus bergantung pada Bude?? Belum lagi perkebunan kopi miliknya, harus stanbay selalu disana! Aku tak mau, karena menikah dengan Abang, maka Ibu ku sendiri nantinya! Selama ini sudah cukup Ibu merasakan perih dihatinya karena kejadian masa lalu!'' imbuh Rani.

Fatih tergugu. Ia tak berani berbicara lagi jika menyangkut masa lalu Ibunya. Yang harus dipikirkan oleh nya sekarang ialah, bagaimana pun caranya Rani harus tetap menikah dengannya.

''Tolong pikirkan sekali lagi Ai.. ini demi kebaikan bersama! jika kamu menikah denganku! otomatis cap wanita pembawa sial yang melekat pada dirimu akan hilang! Selama ini bukannya Abang tak tahu Dek! Jika kamu sering kali dirundung karena terlahir dari rahim wanita kurang waras, Abang hanya ingin menyelamatkan mu dari omongan yang tidak bermutu itu! Abang mohon.. beri Abang kesempatan Rani, untuk bisa menikahi mu! Abang berjanji! tidak akan ada yang berani menghina dirimu lagi setelah kita menikah nanti!'' ujar Fatih kekeuh memaksa Rani.

Rani menatapnya dalam. Sekarang jadi ia yang dilema. Apa yang harus ia perbuat sekarang? Memilihnya atau menolak??

Jika aku menolaknya, maka tidak ada kesempatan bagiku untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dimasa lalu dengan kedua orang tua ku! Ini kesempatan bagus agar aku bisa mengulik semua kejadian itu, melalui aku menikah dengan bang Fatih.

Tapi.. jika aku memilihnya, maka Ibu lah yang akan tersakiti!

Ya Allah... aku harus bagaimana? Belum lagi malam kemarin aku bermimpi, bahwa akan ada seorang pemuda yang datang melamar ku dengan tulus! perawakan tubuhnya sama seperti bang Fatih, namun suaranya lebih halus dan lembut. Sayang nya wajah pemuda itu tidak kelihatan. Ia hanya berbicara kepada Ibu saja, tidak denganku!

Bahkan aku melihat, jika Ibu sangat menyukai dirinya. Apakah pemuda itu Bang Fatih? Tapi mengapa rasanya pemuda itu bukan warga yang tinggal disini? Pemuda itu seperti seorang perantauan. Namun, pemuda ini berhasil meluluhkan Ibu dengan sikap lembutnya itu.

Siapa dia sebenarnya? Ya Robb.. apa yang harus aku jawab sekarang??

Lama Rani terdiam, ia melamun. Airin berulang kali menegur nya, tapi tak ada respon sama sekali. Rani masih saja larut dalam lamunannya.

Kesal karena terlalu lama menunggu, akhirnya Fatih mengguncang bahu Rani, berharap gadis itu segera kembali dari lamunan nya.

''Rani!!'' panggil Fatih.

Rani terkejut, matanya mengedip-ngedip lucu. Membuat Airin dan Fatih terkekeh.

''Ha? Ada apa bang??'' tanya nya bingung.

''Melamun sih.. kan nggak tau dari tadi Abang ngomongin apa?'' sahut Fatih serta menggeleng kan kepalanya.

Airin cekikikan. Setelah nya barulah Rani sadar, jika Fatih sedang menunggu jawabannya.

Bismillahirrahmanirrahim..

''Baiklah, jika memang Abang menginginkan aku menikah dengan Abang, aku punya syarat! Suka nggak suka Abang harus terima! jika tidak, maka lamaran ini selesai cukup sampai disini!'' tegas Rani.

Fatih tersenyum. ''Apapun syaratnya, pasti akan Abang turutkan, jika itu demi kebaikan bersama, maka Abang akan menerimanya,'' sahut Fatih dengan senang.

''Oke! Syarat yang pertama, Jika Abang ingin menikahiku, maka tidak ada pesta besar besaran! Cukup keluarga kita saja yang datang. Seperti tetangga dan juga kerabat Ibu! Kedua, setelah kita menikah nantinya, aku akan tetap pulang kesini tiap harinya untuk merawat Ibu. Malam kita pulang kerumah Abang, tapi siang aku akan kembali kesini! Kita akan bertemu disini setelah Abang pulang kerja! semua perlengkapan, akan aku sediakan disini untuk malam saja. Sedangkan pagi dirumah Abang! Gimana cukup adil kan??'' tanya nya pada Fatih.

Fatih tersenyum. ''Apapun untukmu akan Abang turuti! asalkan jangan menolak lamaran Abang! Abang akan hancur Dek!'' ucap Fatih dengan serius.

''Heleh! emang kerupuk bisa dihancurin??'' ledek Airin.

''Adek! bisa nggak sih? Nggak ikut campur kalau Abang lagi ngomong??'' ujar Fatih. Ia kesal, karena Airin selalu meledek nya disaat serius.

''Hehehe.. just kidding Bang! Ya elah sensi amat sih?! Kayak perawan yang lagi PMS aja! tuh, lihat kak Ai.. dari tadi dia tenang tuh! Nggak kayak Abang! Dikit-dikit kesel!'' ejeknya lagi.

''Airiiinnn...'' geram Fatih.

''Ya... paduka raja..... baiklah! hamba akan diam!'' ucapnya seraya mengambil bibirnya dan menguncinya.

Rani geleng-geleng kepala melihat kelakuan dua saudara sepupu nya ini. Tak disangka Rani, jika syarat yang di ajukan Rani, diterimanya begitu saja.

Aku terpaksa menerima lamaran mu Bang! Jika bukan karena aku ingin mengulik masa lalu keluarga kita, pastilah aku tidak akan mau menikah dengan mu! Secara kan Ibu mu tidak merestui kita?? Jika sampai terjadi sesuatu dengan ku nantinya setelah pernikahan, aku sangat yakin! Pasti ada campur tangan dari kedua orang tuamu. Bisik hati Rani.

💕

TBC

Episodes
1 Talak
2 Aisyahrani
3 Aisyahrani 2
4 Trauma nya kambuh lagi
5 Sarasvati Alamsyah.
6 Sepupu??
7 Menolak
8 Butuh Waktu
9 Nasehat Ibu untuk Rani
10 Masa lalu yang begitu kelam
11 Keluarga Fatih
12 Reza
13 Airin Rustamsyah
14 Dirumah Rani
15 Jawaban Rani
16 Mama dan Papa
17 Cerita Reza
18 Di jodohkan sejak kecil?
19 Shock
20 Dirumah Rani
21 Menikah dengan sepupu
22 Mertua
23 Mengamuk
24 Kebenaran dianggap kebohongan
25 Kenapa?
26 Ditikung Abang sendiri
27 Maafkan Abang, Dek..
28 Gagal
29 Tak sempurna
30 Makan malam
31 Bude alias Mama mertua
32 Liontin Berharga Untukmu dan Untukku.
33 Kepergian Reza
34 Foto profil
35 Ke pasar
36 Kemarahan Fatih
37 Rani Pergi
38 Diceraikan??
39 Sabar dan Tegar
40 Rahasia tersembunyi
41 Makam asli Ayah Alam
42 Cibiran tetangga
43 Kembali nya Reza
44 Mengabaikan
45 Marah
46 Menikah??
47 Mengamuk lagi??
48 Rani di kota Medan
49 Komplek Griya M
50 Tetangga baru
51 Makam ayah Alam
52 Rapuh
53 Liontin lagi
54 Penjelasan Reza
55 Bukti
56 Surat wasiat
57 Surat untuk Rani dan Reza.
58 Keputusan
59 Kabur
60 Istri Gilang
61 Pesan Rindu
62 Marah dan kecewa
63 Terpaksa
64 Karinita Bramantyo
65 Berbagi cerita dengan Gilang
66 Paket
67 Terpuruk
68 Kedatangan Paman Ali
69 Nasihat Alisa.
70 Ke rumah sakit
71 Sadar dari koma
72 Kedatangan Fatih
73 Memaafkan
74 Sah secara hukum tapi tidak sah secara agama
75 Mengalah untuk mendapatkan
76 Pelipur lara
77 Hidup Mandiri tanpa nya
78 Pertemuan pertama setelah sekian lama
79 Sesak
80 Pergi Dari hidupku!
81 Tidak mau!
82 Menyusul nya
83 Kembali ke Bogor
84 Meledak
85 Di bohongi
86 Bukan Pembawa Sial
87 Tuduhan tak berdasar
88 Teror
89 Teror 2
90 Dalang teror
91 Kembalinya Rani
92 Balas Dendam
93 Tak ada siapapun disini!
94 Diculik
95 Di sekap
96 Di sekap 2
97 Tertawa diatas penderitaan orang lain
98 Di pancing
99 Rekaman
100 Dapat!
101 Kesalahan dimasa lalu
102 Di buru sampai mati.
103 Jatuh ke dasar tebing
104 Tertembak
105 Keluar dari hutan
106 Masuk penjara
107 Pulang ke Medan
108 Undangan pernikahan
109 Pernikahan Rani dan Reza
110 Resepsi pernikahan Rani dan Reza.
111 Duda vs Janda
112 Bidadari surgaku
113 Janda kembang
114 Extrapart 1
115 Extrapart 2
116 Extrapart 3
117 Extrapart 6
118 Extrapart 7
119 Extrapart End
120 Pengumuman Novel baru udah rilis
Episodes

Updated 120 Episodes

1
Talak
2
Aisyahrani
3
Aisyahrani 2
4
Trauma nya kambuh lagi
5
Sarasvati Alamsyah.
6
Sepupu??
7
Menolak
8
Butuh Waktu
9
Nasehat Ibu untuk Rani
10
Masa lalu yang begitu kelam
11
Keluarga Fatih
12
Reza
13
Airin Rustamsyah
14
Dirumah Rani
15
Jawaban Rani
16
Mama dan Papa
17
Cerita Reza
18
Di jodohkan sejak kecil?
19
Shock
20
Dirumah Rani
21
Menikah dengan sepupu
22
Mertua
23
Mengamuk
24
Kebenaran dianggap kebohongan
25
Kenapa?
26
Ditikung Abang sendiri
27
Maafkan Abang, Dek..
28
Gagal
29
Tak sempurna
30
Makan malam
31
Bude alias Mama mertua
32
Liontin Berharga Untukmu dan Untukku.
33
Kepergian Reza
34
Foto profil
35
Ke pasar
36
Kemarahan Fatih
37
Rani Pergi
38
Diceraikan??
39
Sabar dan Tegar
40
Rahasia tersembunyi
41
Makam asli Ayah Alam
42
Cibiran tetangga
43
Kembali nya Reza
44
Mengabaikan
45
Marah
46
Menikah??
47
Mengamuk lagi??
48
Rani di kota Medan
49
Komplek Griya M
50
Tetangga baru
51
Makam ayah Alam
52
Rapuh
53
Liontin lagi
54
Penjelasan Reza
55
Bukti
56
Surat wasiat
57
Surat untuk Rani dan Reza.
58
Keputusan
59
Kabur
60
Istri Gilang
61
Pesan Rindu
62
Marah dan kecewa
63
Terpaksa
64
Karinita Bramantyo
65
Berbagi cerita dengan Gilang
66
Paket
67
Terpuruk
68
Kedatangan Paman Ali
69
Nasihat Alisa.
70
Ke rumah sakit
71
Sadar dari koma
72
Kedatangan Fatih
73
Memaafkan
74
Sah secara hukum tapi tidak sah secara agama
75
Mengalah untuk mendapatkan
76
Pelipur lara
77
Hidup Mandiri tanpa nya
78
Pertemuan pertama setelah sekian lama
79
Sesak
80
Pergi Dari hidupku!
81
Tidak mau!
82
Menyusul nya
83
Kembali ke Bogor
84
Meledak
85
Di bohongi
86
Bukan Pembawa Sial
87
Tuduhan tak berdasar
88
Teror
89
Teror 2
90
Dalang teror
91
Kembalinya Rani
92
Balas Dendam
93
Tak ada siapapun disini!
94
Diculik
95
Di sekap
96
Di sekap 2
97
Tertawa diatas penderitaan orang lain
98
Di pancing
99
Rekaman
100
Dapat!
101
Kesalahan dimasa lalu
102
Di buru sampai mati.
103
Jatuh ke dasar tebing
104
Tertembak
105
Keluar dari hutan
106
Masuk penjara
107
Pulang ke Medan
108
Undangan pernikahan
109
Pernikahan Rani dan Reza
110
Resepsi pernikahan Rani dan Reza.
111
Duda vs Janda
112
Bidadari surgaku
113
Janda kembang
114
Extrapart 1
115
Extrapart 2
116
Extrapart 3
117
Extrapart 6
118
Extrapart 7
119
Extrapart End
120
Pengumuman Novel baru udah rilis

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!