Fatih masih terdiam tanpa kata disana. Ia menatap lekat pada wanita paruh baya yang baru saja mengamuk.
''Alam! Alamsyah?? Paman Alam?? ya Allah! berarti Rani adalah sepupu ku? mengapa dunia ini begitu sempit? Dan mengapa harus Rani?? Apakah boleh jika aku menikahi Rani??
Sebelum semua ini terlanjur, aku harus bertanya dulu kepada yang lebih tau.'' imbuhnya kepada wanita tua itu.
Wanita tua itu hanya terdiam. Tidak mengatakan iya, tidak juga mengatakan tidak. Mulutnya terkunci rapat saat mengetahui jika itu adalah ipar suami nya. Yang berarti masih satu perwalian dengan putranya.
Sempat wanita tua itu berfikir, apakah Fatih bisa menikahi gadis yang ternyata adalah sepupunya itu?? Ternyata semua itu terjawab dengan Fatih yang akan bertanya kepada seorang ustad.
Fatih berjalan kedepan dimana tadi mereka duduk. Ia mengeluarkan hape android nya untuk menelpon seseorang yang tau tentang masalah ini.
Ia menekan nomor ustad Gibran, tersambung tapi belum diangkat. Lama ia menunggu, tak juga ada jawaban. Berulang kali ia mencoba, dan akhirnya terjawab.
''Hallo assalamualaikum ustad??''
''Waalaikum salam, Nak Fatih. Ada apa gerangan menelpon saya? maaf tadi saya kedatangan tamu dari kantor lurah, kebetulan hape saya tinggal didalam, jadi nggak tau Nak Fatih menelpon. Ada yang bisa saya bantu, Nak??'' jawab ustad Gibran dengan panjang lebar.
Sengaja Fatih loundspeaker hape nya, agar ibunya pun bisa tau apa yang mereka bicarakan nantinya.
''Begini ustad, saat hari ini ingin melamar seorang gadis, tapi saya kaget bahwa gadis ini adalah sepupu saya, anak dari paman saya, adik papa saya. Yang ingin saya tanyakan adalah, apakah saya bisa menikahi Rani, sedangkan ia adalah sepupu saya?? Dan apa hukumnya, itu saja ustad.''
''Alhamdulillah, hari ini Nak Fatih ingin melamar toh.. baiklah akan saya jawab. Dalam Islam, ada beberapa yang dilarang untuk dinikahi yang disebut dengan mahram, seperti yang dijelaskan dalam ayat Alqur'an surah An-nisa ayat 23 yang artinya:
''Diharamkan atas kamu(menikahi) ibu-ibumu, anak-anak mu yang perempuan, saudara-saudara mu yang perempuan, saudara-saudara ayahmu yang perempuan, saudara-saudara ibumu yang perempuan, anak-anak perempuan dari saudara mu yang laki-laki, anak-anak perempuan dari saudara-saudara mu yang perempuan, ibu-ibumu yang menyusui kamu, saudara-saudara perempuanmu sesusuan, ibu-ibu istrimu (mertua), anak-anak perempuan dari istrimu (anak tiri) yang dalam pemeliharaan mu, dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu (menikahinya), (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu), dan (diharamkan) mengumpulkan (dalam pernikahan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi dimasa lampau. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.''
''Dengan kata lain jika sepupu tidak termasuk didalam nya. Dengan demikian, saudara sepupu bukanlah mahram sehingga boleh dinikahi. Hal ini juga dijelaskan dalam Al-Qur'an surah Al-ahzab ayat 50. Nanti bisa dibuka dirumah ya, lebih kurang penyampaian juga seperti surah An Nisa tadi.''
''Dengan demikian, Nak Fatih boleh menikahi Nak Rani. Karena kalian berdua bukanlah mahram. Bagaimana, Nak Fatih?? sudah paham??'' jelasnya panjang lebar.
''Alhamdulillah sudah ustad, terimakasih atas waktunya. Maaf saya mengganggu ustad! sekali lagi saya ucapkan terimakasih!''
''Sama-sama, Nak Fatih. Saya senang bisa membantu kamu. Jika nanti ada yang perlu ditanyakan lagi, silahkan ditanyakan. Saya siap menjawabnya. Ya sudah, saya tutup ya? Assalamualaikum.'' ucapnya pamit kepada Fatih.
''Waalaikum salam ustad.'' jawabnya dengan menghembus kan nafas lega.
''Berarti aku bisa Ma, menikahi Rani. Semoga Rani tidak terkejut mengetahui jika kami adalah saudara sepupu.'' imbuhnya.
Tidak dengan seorang disana, ia berdiri mematung. Telinga tidak mungkin salah dengar. Jika ia dan pemuda itu adalah sepupu.
''Sepupu??'' beo Rani. Membuat Fatih menoleh kearahnya terkejut.
''Kamu sudah tau??'' tanya nya.
''Baru saja. Jika saja aku terlambat keluar pastilah aku tidak tahu jika kamu adalah sepupu ku. Sepupu dari mana?? Setahuku sepupuku semua sudah menikah! kamu? sepupu dari mana??'' tanya nya bingung.
Fatih tersenyum, dan mendekati gadis pujaan hatinya itu.
''Kamu adalah putri dari paman Alam, Muhammad Alamsyah! yang dinyatakan meninggal beserta dengan ibumu!'' jelasnya seraya menoleh kepada ibunya yang menunduk.
''A-apa?! Aku? Bagaimana kau tau tentang ayahku??''
''Karena ayahmu adalah pamanku! adik sepupu dari papaku, yang dinyatakan telah meninggal dunia dua puluh tahun yang lalu. Saat itu ibumu sedang mengandung dirimu, kami mendengar kabar, jika kedua orang tua mu meninggal karena kecelakaan! Oleh karena nya aku tidak tau jika kamu adalah sepupu ku, ponakan dari papa ku, jika bukan tadi Bude menyebut nama Sarasvati Alamsyah! nama yang begitu populer pada masa itu. Pada masa kejayaan paman Alam!'' ujarnya menerawang mengingat kejadian masa lalu.
Waktu itu Fatih sudah berusia tujuh tahun. Jadi ia bisa mengingat semuanya dengan jelas.
''Bagaimana? Apakah kamu bersedia menikah denganku??'' tanya nya lagi.
Ibunya Rani didalam yang mendengar nya, menggeleng. Air matanya terus saja mengalir, mendengar penjelasan keponakan dari suaminya itu.
Orang yang dengan tega ingin membunuh suaminya serta dirinya karena haus akan harta.
Bude Risma yang melihatnya, heran. Ia berfikir, apakah Saras adik satu satunya ini sudah sembuh??
Jika memang sudah sembuh, mengapa ia menyembunyikannya dari semua orang?? Ada apa sebenarnya? Apa yang terjadi dua puluh tahun silam, sampai-sampai ia menjadi tidak waras seperti itu?
Bibirnya berkedut ingin bertanya, tapi tertahan. Karena mengingat kondisi Saras yang tidak baik baik saja setelah mengingat kejadian itu.
Saras begitu trauma dengan kejadian itu, hingga membuat dirinya kadang menjerit histeris. Kadang juga tertawa sendiri.
Bude Risma yang melihatnya kasihan. Tapi apalah daya, ia tak bisa membantunya sama sekali untuk penyembuhan nya.
Bukan masalah uang, ini menyangkut kondisi pasien itu sendiri. Ia hanya bisa sembuh, jika dirinya sendiri yang menginginkan nya sembuh. Begitu menurut dokter.
Percuma banyak uang bisa mengobati adiknya, tapi adiknya itu tak ingin sembuh sama sekali.
Dan sekarang, lihatlah kondisinya. Tadi saja ia sempat kaget melihat adiknya itu histeris seperti itu. Kejadian lama terulang kembali.
Bude Risma menghela nafas panjang.
''Sebenarnya apa yang terjadi waktu itu dek.. kenapa kau dan suamimu sengaja menutupinya dari kami? Sampai surat kuasa tentang seluruh kekayaan mu jadi aku yang tangani? Ada apa? Apakah ada seseorang yang mencoba menyakiti kalian? Atau memang kecelakaan itu karena memang sudah takdirnya? Aku masih bingung dengan semua ini! Andai kau tau dek .. aku sangat merindukanmu.. kehadiran mu yang ceria seperti dulu. Saat kita berbagi suka dan duka. Andai..'' lirih bude Risma di telinga adiknya.
Sebutir bening mengalir di pipi tirusnya ibu Saras. Ia mendengar kan semua curhatan hati kakak satu satunya itu.
Ia juga rindu dengan kebersamaan mereka. Tapi untuk sekarang belum saatnya.
Kembali lagi pada Rani dan Fatih.
''Jadi gimana? kamu maukan menikah denganku? secara kan kita sepupu? Dan lagi, siapa yang akan menikahi mu dengan suka rela, jika bukan aku? Jika para lelaki disana tau kalau kamu adalah gadis yang terlahir dari seorang wanita kurang waras, apakah mereka bersedia menikah denganmu??''
Deg!
💕
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 120 Episodes
Comments